Atlas: Lightning From The Wild West

Atlas: Lightning From The Wild West
25: SURAT DARI AVALANCE



SURAT DARI AVALANCE


Di malam itu juga, kota-kota itu sedang dilanda kepanikan massal. Setelah kabar bahwa populasi Wyvern melonjak ratusan kali lipat, para warga mulai panik. Para pemerintah berusaha keras untuk mencari cara untuk membantu para petualang menghadapi para Wyvern, saat itu mereka teringat dengan keberadaan para Bounty Hunter dan pihak kepolisian. Para Wyvern memang menyukai daging, tidak terkecuali daging manusia. Dengan naiknya populasi mereka, otomatis akan membawa bencana ke seluruh penjuru Compax.


Sementara itu Indra dan yang lainnya sedang bersantai tanpa mengetahui kepanikan di kota.


"Oh iya, Indra. Tadi ada seseorang yang menitipkan sebuah surat" ujar Miller sambil memberikan sepucuk surat kepada Indra.


Indra segera membukanya dan mengetahui bahwa surat itu ditulis oleh Avalance, tulisan itu terlihat kuno. Namun, juga memiliki keindahannya tersendiri, Indra mulai membacanya.


"Ini dari Avalance!" Ujar Indra.


"Indra, aku menulis surat ini untuk menyampaikan beberapa hal untukmu. Yang pertama adalah alasan kenapa populasi dari Wyvern tiba-tiba melonjak tinggi, yaitu Chaos Dragon. Naga itu sepertinya sedang berada di Nosferat dan hal itu membuat para Wyvern dan monster-monster yang lainnya akan keluar dari Nosferat, Wyvern pastinya akan sampai lebih dulu karena hanya mereka yang mampu terbang. Cepat atau lambat, para Wyvern itu akan segera menyerang warga.


Kedua, Ignael dan Iglea sudah mulai bergerak. Kuharap rencanamu berjalan dengan mulus, maaf aku tidak bisa membantumu mengurusnya untuk sementara waktu. Aku akan pergi ke Nosferat untuk mencari Chaos Dragon ada kemungkinan besar ayahmu, Ignis sudah berada di sana lebih dulu. Aku sangat paham dengan dendam Ignis dengan Naga terkutuk itu, bahkan aku sendiri pun juga memiliki dendam dengannya.


Yang terakhir, aku membutuhkan seseorang yang bisa membantu melindungi warga Utara selama aku pergi, kebetulan aku terpikir bahwa kau orang yang cocok. Tentu saja aku tidak akan meminta tolong dengan cuma-cuma, aku sudah menyediakan bayaranmu. Kusarankan untuk membawa rekan seperti Misha dan Miller. Namun, aku yakin mereka juga akan sibuk mengurus Wyvern di Timur bukan? Jika kau ingin tau lebih banyak, tanyakan saja pada para pelayanku di Kastil.


Hanya itu yang harus kusampaikan, Indra. Aku harap kau tidak menolak permintaan ini. Indra, mungkin lebih tepatnya Lightning From The Wild West.


-Avalance"


"Aku tidak menyangka situasinya bisa serumit ini" ujar Indra lagi setelah membaca surat itu.


"Ada apa, Indra?" Tanya Miller.


Indra kemudian menjelaskan tentang Alasan dibalik meningkatnya populasi Wyvern dan permintaan Avalance. Indra tidak memberitahu soal Ignael dan Iglea, mereka adalah urusan Indra sendiri.


"Kau yakin ingin pergi ke Wilayah Utara lagi, Indra?" Tanya Misha.


"Aku tidak punya pilihan, Avalance banyak membantuku dalam mengungkap kejadian 7 tahun yang lalu" jawab Indra.


"Linda, untuk sementara waktu akan kutunda latihanmu" lanjut Indra.


Linda hanya mengangguk melihat Indra yang terlihat serius.


Indra berniat pergi keesokan harinya, karena itu ia segera tidur setelah makan malam, untuk pergi di pagi hari.


Keesokan harinya, di dini hari Indra sudah pergi tanpa berpamitan, ia juga membawa surat Avalance di kantongnya. Di luar ia melihat sangat banyak orang-orang yang berpatroli, entah itu warga biasa, petualang, ataupun bounty hunter.


Di perjalanannya, Indra secara tiba-tiba bertemu dengan Cheryl yang sepertinya kebetulan lewat.


"Hai Indra!" Ujar Cheryl.


"Hai, apa kau sedang kebetulan lewat?" Tanya Indra.


"Tidak, aku sedang berpatroli sejak malam tadi" jawab Cheryl.


"Omong-omong, Indra. Apa kau adalah orang yang sudah membantai para Wyvern itu?" Cheryl balik bertanya.


"Bukankah itu ulah Misha?" Indra memilih tidak menjawab.


"Misha tidak memiliki sihir seperti itu, ditambah lagi satu-satunya orang yang terlihat tenang disana adalah kau. Baiklah, kuganti pertanyaanku, siapa kau sebenarnya, Indra?" ujar Cheryl.


"Jika kubilang aku adalah Lightning From The Wild West, apa kau akan percaya?" Indra bertanya balik.


Cheryl terdiam.


"Sampai jumpa" ujar Indra yang segera pergi.


Cheryl mengikuti Indra hingga ke kereta kuda sihir.


"Jika kau memang orang itu, coba buktikan!" Ujar Cheryl.


"Aku bisa membuktikannya jika kau ikut aku menuju ke Wilayah Utara" balas Indra.


Tanpa pikir panjang, Cheryl segera mengikuti Indra kedalam kereta kuda sihir itu.


"Kenapa kau menuju ke Wilayah Utara?" Tanya Cheryl.


"Apa kau tau Avalance? Dia menawarkanku sebuah tugas dengan imbalan yang tidak bisa kutolak" jawab Indra.


"Avalance? RAJA AVALANCE?!" Cheryl terkejut mendengarnya.


Indra berandai bagaimana wajah Cheryl jika Indra mengatakan bahwa Avalance adalah pamannya. Walaupun Cheryl pasti tidak akan percaya.


"Omong-omong, apa alasanmu menutupi identitasmu?" Tanya Cheryl lagi.


Indra menghela nafas lelah karena Cheryl terus bertanya.


"Aku tidak pernah menyembunyikannya jika aku sedang menjadi Bounty Hunter. Namun, jika aku harus menjadi seorang petualang itu beda cerita. Jika aku menjadi petualang tingkat emas aku akan kesulitan untuk keluar dari Guild, ditambah lagi aku tidak berniat menjadi petualang dalam waktu yang lama" jawab Indra.


Beberapa jam kemudian, Indra dan Cheryl akhirnya sampai di Wilayah Utara. Indra menyuruh supir kereta kuda itu untuk langsung menuju ke Kastil Avalance.


Cheryl mulai merasa kedinginan, walaupun ia memakai sebuah jubah penyihir sepertinya ia tetap kedinginan. Indra melepas jaket coklat miliknya.


"Pakailah" ujar Indra.


"Tapi, bagaimana denganmu?" Tanya Cheryl.


"Tidak apa, aku sudah biasa dengan dingin" jawab Indra.


Setelah turun, Cheryl merasa ragu. Ia takut mereka akan diusir, hanya karena Indra ditugaskan oleh sang raja bukan berarti Indra bisa bebas memasuki Kastil sang raja. Namun, seorang pelayan menghampiri mereka dan membungkuk dihadapan Indra.


"Selamat datang Tuan Indra. Senang bertemu dengan anda kembali. Maaf tuan Avalance tidak dapat ikut menyambut Anda hari ini. Dan anda pasti teman Tuan Indra, senang bertemu dengan anda, Nona" ujar Pelayan itu.


"Silahkan lewat sini" lanjut Sang Pelayan.


"Baik, tunjukan jalannya" balas Indra.


Cheryl terkejut karena ternyata Indra bahkan disambut hangat oleh para pelayan disana. Ditambah lagi ternyata Indra sudah pernah kesana sebelumnya.


"Pak pelayan, apakah kau keberatan jika aku bertanya sesuatu?" Tanya Cheryl.


"Silahkan Nona!" Jawab Sang Pelayan.


"Kenapa Raja Avalance harus ikut menyambut Indra?" Tanya Cheryl lagi.


Indra tertawa.


"Oh… soal itu. Itu karena Tuan Indra adalah keponakan dari Tuan Avalance" jawab Sang Pelayan.


"KEPONAKAN?! Itu artinya…" belum selesai Cheryl berbicara. Namun, Indra memotongnya.


"Ya, aku adalah anak dari Ignis. Percaya atau tidak percaya itu urusanmu. Namun, tenang saja, aku tau opini semua orang tentang Ignis. Aku juga membenci orang itu" celetuk Indra.


Cheryl terlalu banyak terkejut hari itu, pertama Indra yang mengaku sebagai Lightning From The Wild West, lalu fakta bahwa Indra adalah keponakan dari Raja Wilayah Utara, dan yang terakhir adalah terungkapnya ayah Indra yang seorang Raja Tirani dari negeri Selatan.