
MILLENIUM PRIZE DISASTERS
"Namun, sebelum itu. Tuan, anda tidak diperbolehkan untuk duduk di kursi yang sudah ditempati kecuali yang bersangkutan tidak keberatan" ujar Sang Pelayan.
"Apa kau keberatan?" Tanya Indra.
"Tidak" jawab Cheryl.
"Dapat dimengerti, apakah anda telah memutuskan pesanan anda Tuan?" Tanya Sang Pelayan.
"Aku hanya minta menu andalan kalian" jawab Indra setelah mengembalikan buku menu itu tanpa ia baca sedikitpun.
"Baik Tuan, kami akan segera menyiapkannya" balas pelayan itu sambil pergi membawa buku menu.
"Karena kau terlihat kebingungan, aku kan memberikanmu petunjuk, Hal yang akan kau temukan nanti adalah hal yang baru-baru ini telah mengguncang dunia" ujar Cheryl.
"Itu tidak membantu, pernyataan mu itu kini membuatku semakin penasaran" balas Indra.
"Omong-omong… apa kau hanya memesan minuman itu?" Tanya Indra.
"Tentu tidak, aku datang untuk sarapan. Namun, mereka tidak bisa menyediakan makananku kecuali aku menunggu lebih lama. Karena aku memiliki banyak waktu, aku tidak masalah menunggunya. Kemungkinan besar mereka akan menyajikanya bersamaan dengan pesananmu" jawab Cheryl.
"Tunggu, kau sarapan tiap hari disini?" Tanya Indra.
"Tentu saja" jawab Cheryl.
"Aku seharusnya tidak bertanya" balas Indra.
Selang beberapa waktu kemudian, Pelayan itu kembali membawa hidangan mereka. Mereka menghidangkan waffle dengan sirup ceri diatasnya, lalu dilengkapi dengan sesendok es krim disamping waffle itu.
Sedangkan hidangan Indra adalah sepiring daging panggang empuk yang terlihat lezat. Mereka menata hidangan itu dengan sangat rapi, mereka meletakkan daging itu di tengah piring dengan beberapa ekor udang disampingnya, lalu beberapa batang asparagus juga membantu menghias hidangan itu.
"Ini hidangan yang cukup berat untuk sarapan" ujar Indra.
"Itu salahmu, kau seharusnya meminta menu sarapan terbaik bukan menu terbaik" balas Cheryl.
"Aku tidak masalah sih" ujar Indra.
Indra mengambil garpu dan pisau yang sudah disediakan di meja lalu menusuk daging itu dan memotongnya dengan pisau, Cheryl yang melihat itu kebingungan. Ia pikir Indra bukanlah orang yang mengerti hal seperti sopan santun saat makan.
Indra tinggal bersama seorang yang bisa dibilang Bangsawan tinggi selama kurang lebih satu tahun, tentu saja ia harus belajar tentang tata cara bersikap seperti bangsawan.
Setelah selesai menghabiskan makanannya, Indra segera pamit setelah meminta tagihannya.
Tanpa menunggu lagi, Indra bergegas pergi menuju ke Bounty Store untuk mencari tau apa maksud Cheryl. Setelah ia memasuki Bounty Store itu, suasana yang sebelumnya ramai kini menjadi hening setelah semua orang melihat Indra. Reputasi Indra saat ini sudah meningkat pesat, hampir semua orang sudah mengenalnya tidak terkecuali orang-orang di Bounty Store.
Saat Indra melangkah untuk mendekat orang-orang di tempat mundur sambil membukakan jalan untuknya.
Hal pertama yang Indra cek adalah kertas buronan yang berserakan di meja-meja itu, tetapi tidak ada yang menarik baik itu dari Rank S maupun Rank D kebawah.
Pandangannya teralihkan ke sebuah dinding dimana ada 7 poster besar terpampang disana, Indra melihat poster-poster itu dari jarak yang lebih dekat. Di atasnya tertulis, Millenium Prize Disasters. Membacanya saja sudah membuat Indra paham bahwa hal yang dimaksud Avalance dan Cheryl adalah 7 bencana yang ada di poster ini.
Bencana yang ada di poster itu harus dimusnahkan, dihentikan, ataupun dibunuh. Dan imbalan dari semua itu adalah 100.000.000 keping emas. Yang membuat seluruh dunia terguncang oleh kemunculan Millenium Prize Disasters adalah bencana yang harus ditumpas.
Bencana pertama adalah Chaos Dragon, Naga ini telah membawa kutukan besar di seluruh dunia. Siapapun yang mampu membunuhnya akan diberikan imbalan setimpal.
Silent Zone
Sebuah zona aneh yang terletak di tengah laut, apapun yang melewati zona ini akan dipastikan menghilang, dengan adanya zona ini membuat 4 negara kesulitan untuk menyebrang lautan, karena itu Silent Zone menjadi salah satu bencana yang harus ditangani.
The God of Doom Deimos
Seorang manusia yang telah berhasil berdiri sejajar dengan para Dewa, seorang yang membawa kehancuran kemanapun ia pergi, Deimos adalah bencana yang dikatakan setara dengan Chaos Dragon.
Primordial Pearl
Sebuah mutiara sebesar kepalan tangan, mutiara ini berjumlah 4 dan tersebar di seluruh dunia. tidak ada yang tau kenapa benda ini dianggap sebagai bencana. Namun, 10 Penyihir Agung bersedia membayar 100.000.000 keping emas untuk siapapun yang menghancurkan satu saja dari mutiara itu.
Kunci Gerbang Apogevma
Apogevma adalah sebuah gerbang yang menghubungkan dunia manusia dan neraka, kunci untuk gerbang itu telah lama hilang. Kunci itu harus dimusnahkan.
Blade of Carnage
Sebilah pedang yang dibawa oleh Lucifer ke dunia. Setelah kepergian Lucifer dari dunia manusia, pedang ini menjadi senjata perang umat manusia. Semakin banyak darah yang mengalir di pedang itu, maka akan semakin kuat juga pedang itu. Pedang ini juga harus dimusnahkan.
Glimpse of Deaths
Sebuah organisasi berbahaya yang berisi para Necromancer, anggotanya tersebar di seluruh penjuru dunia dan mereka mengincar mayat manusia untuk dijadikan pasukan zombie. Belum diketahui siapa pemimpin sebenarnya dibalik organisasi ini. Namun, siapapun yang berhasil mengungkap dan membunuhnya akan mendapatkan imbalan setimpal.
Avalance benar, ia memang menemukan sesuatu yang menarik. Namun, selain Glimpse of Deaths tidak ada hal menarik bagi Indra. Indra tidak tertarik untuk mencari pemimpin Glimpse of Deaths, yang ia perlu lakukan hanyalah mengambil kembali mayat-mayat para penduduk desanya dan menguburkannya dengan layak. Itulah tujuan Indra saat ini.