Atlas: Lightning From The Wild West

Atlas: Lightning From The Wild West
31: MELINDUNGI WILAYAH SELATAN



MELINDUNGI WILAYAH SELATAN


Sebotol anggur itu tidak cukup kuat untuk membuat Indra mabuk. Namun, berbeda dengan Cheryl yang sudah mabuk hanya dengan segelas saja.


Karena terlalu mabuk, Cheryl terlelap tidur di atas kasur itu. Indra kembali ke kamarnya karena ingin ia ingin membiarkan Cheryl untuk beristirahat.


Keesokan harinya, Indra terbangun tepat di saat matahari akan mulai terbit. Seseorang mengetuk pintunya, Indra sudah tau bahwa itu sudah pasti Tiana yang membawa segelas kopi. Namun, sebelum ia membukakan pintu itu, ia berniat untuk membuka jendela kamarnya.


Saat ia membukanya, angin itu terasa berbeda. Sama seperti yang ia rasakan di depan gua sarang Wyvern kemarin. Indra segera membuka pintu kamarnya dan menyambut kopi yang dibawakan oleh Tiana.


"Terimakasih, Tiana. Sekarang kau harus mengumpulkan para pasukan di tiga kota itu! Mereka akan segera datang, para Wyvern itu" ujar Indra setelah mengambil segelas kopi itu.


"Perlu kalian ingat. Aku hanya bisa membasmi 90% dari para Wyvern itu, sisanya tergantung dengan kalian" lanjut Indra.


"Kenapa begitu, Tuan?" Tanya Tiana.


"Aku akan melakukannya dengan satu serangan, dan setelah itu aku pasti akan kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, aku bergantung dengan kalian" jawab Indra.


Tanpa sempat berkata apapun lagi, Tiana segera mengabari seluruh Kastil itu, dan segera setelahnya. Para pasukan itu sudah berkumpul dan siap menghadapi ancaman apapun di depannya.


Indra lalu pergi ke ruang perawatan untuk menemui Cheryl. Beberapa langkah lagi sebelum ia mencapai pintu itu. Namun, Cheryl sudah keluar dari dalam sana dan terlihat sehat dan segar.


"Kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Indra.


"Aku bahkan bisa menghabisi ribuan Wyvern saat ini" jawab Cheryl bercanda.


"Bagus! Kebetulan sekali para Wyvern juga sedang menuju ke wilayah ini" ujar Indra.


"TU-TUNGGU!! KAU SERIUS?!" Tanya Cheryl panik.


"Iya, tenang saja. Aku pasti bisa membasmi 90% dari mereka. Namun, sisanya akan kuserahkan kepadamu dan para prajurit itu" jawab Indra.


Cheryl lalu mengikuti Indra yang sedang menuju ke menara Kastil milik Avalance. Indra lalu duduk di sana dan menunggu.


"Kenapa harus 90%, kenapa tidak semuanya?" Tanya Cheryl.


"Aku akan menyerang sekali dan hanya sekali saja. Setelah serangan itu aku akan kehilangan kesadaranku untuk sementara waktu" jawab Indra.


Cheryl kurang yakin dengan itu, karena sekuat apapun Indra. Tidak mungkin ia bisa menggunakan sihirnya di seluruh Wilayah Selatan. Namun, Cheryl tidak tau sekuat apa Indra sebenarnya. Indra tidak akan dianggap seorang murid dari dewa jika ia memang lemah.


Tak lama kemudian, para Wyvern itu mulai terlihat dari kejauhan. Bersamaan dengan itu awan-awan hitam sudah menutupi seluruh penjuru Wilayah Selatan. Itu penggunaan sihir terbesar yang pernah digunakan oleh Indra selama hidupnya.


Kastil Avalance terletak di atas sebuah gunung. Hal itu membuat Indra bisa melihat Kota Licht, Kota Nacht, dan Kota Kals dari kejauhan.


Disaat para Wyvern itu hampir mencapai kota, Indra menggunakan petirnya untuk menyambar mereka, dan dengan puluhan ribu sambaran itu hampir seluruh Wyvern itu mati dan terjatuh ke tanah. Indra sengaja menyerang para Wyvern itu sebelum mereka mencapai kota karena ia tidak ingin para Wyvern itu tiba-tiba jatuh ke atas Rumah milik warga.


Setelah puluhan ribu petir itu turun dari langit, Indra terlihat sangat kelelahan, dan kesadarannya sudah di ujung tanduk.


"Indra, kau tidak apa-apa?" Tanya Cheryl.


"Aku tidak apa-apa. Namun, aku akan segera kehilangan kesadaranku. Cheryl, masih ada ribuan Wyvern disana. Aku menyerahkan semuanya kepadamu" ujar Indra yang terengah-engah, dan akhirnya terjatuh ke lantai tak lama setelah ia mengatakan hal itu.


"Maafkan aku, Indra" ujar Cheryl.


Ia lalu segera menuju kota-kota itu satu persatu untuk membantu para prajurit disana.


Tidak sulit bagi Cheryl dengan sihir anginnya.


Selama ini Indra belum pernah melihat sihir Cheryl. Kemarin, Cheryl tidak mampu menghadapi Ignael dan Iglea karena anginnya hanya akan membuat api mereka akan lebih parah. Karena itu, Cheryl hanya menggunakan fisiknya.


Kota pertama yang ia datangi adalah Kota Kals. Kota yang terdekat untuk saat ini. Setiap kota masih memiliki puluhan Wyvern yang tersisa. Awalnya ada sekitar 8.000 Wyvern, dan Indra bisa membuat mereka tersisa kurang dari 100. Tentu saja itu lebih dari 90%.


Cheryl tersenyum.


"Dasar pembohong" ujar Cheryl berbicara sendiri.


Cheryl lalu membantai semua Wyvern yang tersisa di Kota Kals sendirian, beberapa juga dibunuh oleh para pasukan Avalance.


Selesai dengan Kota Kals. Cheryl kemudian menuju ke Kota Nacht yang terletak dibawah tebing. Cheryl menuju kesana karena akan sulit bagi para warga untuk mengungsi karena tebing yang menghalangi.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Cheryl untuk menghabisi para Wyvern itu.


Mau bagaimanapun juga Cheryl jugalah seorang Petualang tingkat emas tentu saja ia sangat kuat. Setelah ia membantai para Wyvern itu. Ia sangat kelelahan bukan hanya karena menghadapi para Wyvern, tapi karena ia juga harus berlarian kesana kemari. Namun, ia belum boleh berhenti. Masih ada puluhan lagi di Kota Licht.


"Sial, aku harap bayaranku setimpal" ujar Cheryl yang sudah terengah-engah.


Lalu Cheryl pergi ke Kota terakhir. Kota Licht, Kota yang berada di atas tebing. Sesampainya di kota itu, Cheryl sedikit terkejut melihat hanya tersisa 3 Wyvern di sana. Prajurit di Kota Licht sepertinya lebih kuat dibandingkan Kota lain di Wilayah Selatan. Setidaknya, itu membuat pekerjaan Cheryl lebih ringan. Meskipun Titaz dan para bawahannya terlihat sudah terluka parah ketika menghadapi 3 Wyvern itu.


Cheryl kemudian menebas leher para Wyvern itu dengan angin miliknya.


Kota itu dilindungi oleh Titaz, meskipun tumbang hanya dengan satu tebasan pedang oleh Indra. Sepertinya Titaz memang cukup kuat, mungkin setara dengan Bounty Hunter Peringkat 1 atau juga Petualang Tingkat Perak.


"Nona Cheryl. Terimakasih. Kami sudah mulai kelelahan dengan tiga Wyvern terakhir itu, kami bahkan sudah pasrah. Namun, kami bersyukur Anda datang" ujar Titaz.


"Tidak usah dihiraukan, aku senang membantu" balas Cheryl.


Setelah pamit pada Titaz dan para bawahannya, Cheryl bergegas untuk kembali ke kastil untuk membawa Indra ke ruang perawatan.


Sesampainya di kastil itu, Cheryl segera berlari menuju ke menara kastil. Namun, Indra sudah tidak berada di sana. Cheryl mulai panik dan kembali turun untuk mencari Indra. Cheryl mencoba untuk berpikir lebih jernih, mungkin saja para pelayan sudah membawanya ke ruang perawatan.


Ia kemudian bertanya ke salah satu pelayan di sana dan benar saja, Indra sudah dibawa ke ruang perawatan. Cheryl kemudian segera pergi ke ruang perawatan untuk mencari Indra.


Di dalam sana sudah ada Indra yang masih belum sadarkan diri dan Tiana yang duduk disampingnya.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Cheryl.


"Tidak ada hal yang serius. Tuan Indra hanya perlu istirahat" jawab Tiana.


"Syukurlah" ujar Cheryl.


"Karena sudah ada anda yang menemani Tuan Indra, saya pamit. Ada banyak hal yang harus saya urus saat ini" balas Tiana yang lalu pergi keluar setelah pamit.