
PERINGATAN
"Bintang-bintang dilangit itu kembali memberitahukanku sesuatu. Ini adalah sebuah peringatan, Indra" ujar Luzin.
"Apa itu, Luzin?" Tanya Indra.
"Dalam waktu dekat ini, kau akan menghadapi dua musuh yang berbahaya. Kau akan melawan orang-orang yang telah menghancurkan masa lalumu. Setelah itu, kau akan menghadapi sesuatu yang akan menghancurkan masa depanmu" jawab Luzin.
"Menghancurkan masa depanku? Itu artinya… aku akan mati? Baiklah, aku tidak terlalu peduli soal itu" balas Indra.
Luzin tidak merespon.
"Hanya itu yang harus kusampaikan kepadamu. Ingatlah bahwa kau masih memiliki satu permintaan yang dapat kukabulkan, aku harap kau mengingat cara melakukannya. Sampai jumpa, Indra" ujar Luzin.
"Jika kau mencari kekuatan, carilah dia" lanjut Luzin.
"Dia? Siapa maksudmu?" Tanya Indra.
Tiba-tiba gempa mulai terasa dan seluruh kastil itu perlahan mulai runtuh. Namun, tidak ada sisa puing-puingnya seolah kastil itu sejak awal hanyalah ilusi.
"Kau sudah pernah menemuinya, dia dulunya adalah sosok yang membuka batas antara neraka dan dunia. Dialah, Beelzebub" jawab Luzin yang juga perlahan menghilang dari pandangan Indra.
Indra tiba-tiba terbangun di atas kasurnya, dimana hari pun sudah pagi.
"Mimpi? Tidak, aku bisa mengingat semua perkataan Luzin. Itu artinya itu tadi nyata, ditambah lagi dia adalah seorang dewa" ujar Indra berbicara sendiri.
"Beelzebub, nama yang asing. Luzin juga bilang aku pernah menemuinya, itu tidak masuk akal" lanjut Indra sambil memijat keningnya.
Indra akhirnya pergi menuju ruang tengah dimana semua orang bersiap membuka tempat itu.
"Misha? Miller? Ternyata kalian serindu itu dengan tempat ini" ujar Indra.
"Apa maksudmu? Itu sudah kewajiban untuk membantu tuan rumah" balas Miller.
"Itu benar!" Ujar Misha setuju.
Cheryl tidak menanggapi mereka dan tetap membantu menyapu lantai.
"Akan kutunjukan cara terbaik untuk membantu tuan rumah" ujar Indra yang kemudian berjalan menghampiri Reisth yang sedang menyusun minuman.
"Aku pesan yang biasanya" lanjut Indra setelah duduk di depan meja bartender.
Tanpa basa-basi, Reisth segera membuatkan Indra minuman "yang biasanya" untuk Indra. Tanpa menunggu lama, minuman itu sudah terhidang di depan Indra, ia meminum semuanya dalam sekali teguk.
"Terimakasih, ini tips untukmu" ujar Indra meletakan sekantong koin emas di meja.
Reisth tertawa.
"Ini lebih dari sekedar membantu, kalian harus mencontoh Indra. Misha, Miller" ujar Reisth.
"Memang orang yang sulit ditebak" ujar Cheryl.
"Kau tidak tau seberapa menyebalkannya dia, Cheryl" balas Misha.
"Apakah dia separah itu?" Tanya Cheryl.
"Dia bahkan pernah membasmi dan menghancurkan sebuah desa bandit tanpa memikirkan orang tidak bersalah yang mungkin bisa saja sedang di sana. Kelakuannya saat itu benar-benar merepotkan pihak kepolisian, syukurnya hanya ada para bandit di desa itu" jawab Miller.
"Hei, aku berani langsung menghancurkan desa itu karena beberapa saat sebelumnya sudah ada Bounty Hunter yang menyusup untuk menyelamatkan sandera yang ditahan oleh para bandit. Dan untuk masalah air tercemar, aku tidak tau jika tempat aku membuangnya terhubung dengan sumber air kota, itu sama sekali tidak disengaja. Ditambah lagi aku tidak hanya disuruh menangkap pengedar obat palsu itu. Namun, juga memusnahkan pabriknya" ujar Indra membela diri.
"Tetap saja kau memberikan pekerjaan lebih kepada kami, bahkan tanpa saling bertemu selama bertahun-tahun kau masih bisa membuat repot kami" balas Misha.
Cheryl tertawa.
"Memang orang yang menarik" ujar Cheryl.
"Omong-omong, bagaimana, Cheryl? Sudah siap mengambil misi pertama?" Tanya Indra.
"Tentu" jawab Cheryl.
"Tunggu, apa maksudmu? Misi apa?" Misha bertanya balik.
"Jadi begini, Misha. Sejak kemarin, aku telah resmi menjadi seorang Bounty Hunter!!" Jawab Cheryl lagi.
"Pasti kau yang sudah menghasut temanku, Indra" ujar Misha.
"T-tidak, dia yang menginginkannya. Aku hanya membantunya. Lagipula itu bukan hal yang buruk bukan? Dia bisa menambah pengalamannya" balas Indra.
"Itu benar, Misha. Aku membutuhkan pengalaman baru" ujar Cheryl.
"Cheryl, aku paham maksudmu. Namun, mengajak Indra adalah pilihan yang salah" balas Misha.
"Hei, aku masih dengar!" Ujar Indra.
Setelah selesai membuka tempat itu, Indra mengajak Cheryl untuk sekali lagi pergi ke Bounty Store untuk mencari misi pertama yang cocok bagi Cheryl. Di Bounty Store itu, Indra menemukan sebuah misi yang menurutnya sangat menarik. Indra awalnya menanyakan pendapat Cheryl dan Cheryl pun setuju.
"Baiklah, kalau begitu sudah diputuskan. Ini adalah misi yang akan kita ambil" ujar Indra.
Disamping semua itu, Indra masih memikirkan tentang peringatan Luzin. Indra tau pasti musuh dari masa lalunya yang disebutkan oleh Luzin mungkin adalah Ignis atau Monter, Indra masih kesulitan untuk menyimpulkannya. Untuk musuh yang satunya lagi, Indra masih belum mengetahui pasti siapa.
Ignis dan Monter sama-sama memiliki peran penting dalam kehancuran desanya dahulu. Monter adalah pemimpin para penduduk desa itu dan Ignis ayahnya adalah orang yang ingin memusnahkan desa Necromancer itu.
Masih banyak tanda tanya di kepala Indra. Ditambah lagi, ia harus mencari seseorang yang bernama Beelzebub. Indra mencoba untuk mengotak atik pikirannya untuk mencari nama itu dan usahanya akhirnya membuahkan hasil.
Beelzebub adalah salah satu dari 3 leluhur para Iblis. Namun, Indra malah semakin bingung karena ia bahkan tidak pernah bertemu Beelzebub. Luzin lah yang mengatakan tentang 3 leluhur Iblis.
Kala itu Indra tidak fokus mendengarkan, karena itu tidak banyak hal yang ia bisa dengar.
3 leluhur para Iblis adalah Iblis yang pertama kali tercipta. Mereka berkeliaran di Neraka. Namun, mereka selalu iri dengan dunia manusia yang sangat berbeda dengan Neraka. Karena keirian itulah yang membuat 3 leluhur para Iblis itu berhasil menemukan cara untuk membuka batas antar Neraka dan Dunia.
3 leluhur para Iblis itu adalah:
Belial, dia adalah Iblis paling kejam. Dia adalah wujud kejahatan yang sejati.
Behemoth, dia adalah Iblis yang telah disegel oleh Dewi Kehidupan Thrylos karena Behemoth adalah sosok yang benar-benar merusak keseimbangan.
Beelzebub, dia tidak kalah kejam dengan Belial. Bahkan Dewa Bulan harus turun tangan untuk menghentikan kegilaannya. Suatu hari, Beelzebub menghilang dan tidak ada siapapun yang mengetahui keberadaannya sampai saat ini.
Masih banyak hal yang belum Indra ketahui tentang 3 Iblis itu. Ia berniat menanyakannya kepada Avalance. Namun, mengingat ia sudah terlalu banyak merepotkan Avalance ia mengurungkan niatnya. Saat itu juga, ia teringat dengan ayahnya yang juga seorang Penyihir Agung yang penuh wawasan, ditambah lagi ia sudah memiliki akses untuk menuju ke Wilayah Selatan.
Setelah urusannya selesai di Wilayah Barat, Indra memutuskan untuk menjenguk ayahnya di Wilayah Selatan.