Atlas: Lightning From The Wild West

Atlas: Lightning From The Wild West
49: THRYLOS SANG DEWI KEHIDUPAN



THRYLOS SANG DEWI KEHIDUPAN 


Avalance memerintahkan pasukannya yang masih bertahan untuk merawat para pasukan Wilayah Selatan. Mereka membuat ratusan tenda klinik darurat yang sanggup menampung semua orang itu.


Ignis dan Avalance berasa di tenda yang berbeda, Indra mendatangi ayahnya untuk mencari tau lebih banyak tentang Iblis leluhur. Awalnya ia mengurungkan niatnya setelah tanpa sengaja menemui Beelzebub dan memenuhi tujuannya untuk mendapatkan kekuatan. Namun, Ia malah menjadi lebih penasaran setelah bertemu Beelzebub. Oleh karena itu Indra kembali berniat menanyakannya kepada ayahnya.


Setelah ia memasuki tenda tempat ayahnya dirawat, ayahnya terlihat seperti sudah menunggunya sejak awal.


"Aku punya pertanyaan" ujar Indra.


"Tanpa basa-basi, setidaknya tanyakanlah dulu bagaimana keadaanku" balas Ignis.


"Apa yang kau tau tentang para Iblis leluhur?" Tanya Indra menghiraukan perkataan Ignis.


"Setelah menjadi Iblis kau ingin mencari tau tentang leluhur mereka? Baiklah, tidak ada salahnya sedikit bercerita" jawab Ignis.


Belial, Behemoth, dan Beelzebub adalah 3 Iblis terkuat. Namun, bukan hanya mereka bertiga yang menjadi Iblis leluhur.


Karena selalu membangkang Belial yang merupakan kakak tertua, tiga Iblis leluhur yang berada di bawah Beelzebub harus dikirim ke dunia manusia dan tidak diperbolehkan untuk menginjakkan kaki di neraka lagi.


3 Iblis itu adalah Asmodeus, Satanus, Lucifer. Keenam Iblis leluhur itu disebut sebagai "Atrocius" Belial, Behemoth, dan Beelzebub adalah 3 Iblis terkuat di neraka.


Asmodeus dan kedua adiknya mengamuk di dunia manusia dan hampir membawa kehancuran pada dunia setelah 400 tahun.


Avor, seorang raja yang sekaligus merupakan Penyihir Agung pertama bertarung sekuat tenaga untuk melawan ketiga Iblis itu. Namun, meski sudah tak terhitung jumlahnya mereka sudah bertarung. Avor tak sanggup menghadapi Tiga Iblis leluhur itu, dan pada suatu hari Avor akhirnya berhasil dikalahkan oleh ketiga Iblis itu.


Sebelum ajalnya, Avor berdoa kepada Thrylos sang Dewi Kehidupan untuk membantu umat manusia. Thrylos menjawab doa Avor dan membagi jiwa Avor menjadi 7 bagian dan berubah menjadi entitas baru yang Sang Dewi sebut The Envoys.


Setiap entitas itu diberikan satu sikap dari sang Raja dan juga menguasai satu dari 7 elemen dasar. Keadilan, kebaikan, bahkan kebencian adalah sikap Avor yang diberikan kepada 3 entitas terbaik. 6 dari 7 entitas itu bersama-sama membantu umat manusia. Namun, satu entitas lagi memilih untuk memihak Asmodeus, Satanus, dan Lucifer. Entitas itu adalah Chaos Dragon entitas yang memiliki kebencian dalam dirinya, sebuah kegagalan dari Sang Dewi Kehidupan.


Asmodeus, Satanus, Lucifer, dan Chaos Dragon menyebut diri mereka sebagai "Efialtis" karena mereka akan membawa mimpi buruk kepada umat manusia.


Bahkan dengan 6 entitas yang kekuatannya telah melebihi Avor, para manusia tetap tidak lepas dari kekuasaan Efialtis. Efialtis menjadi semakin kuat setiap mereka bertarung dengan The Envoys. Hal itu jugalah yang membuat Avor akhirnya dikalahkan.


Thrylos yang sudah putus asa sudah tidak bisa berbuat apapun untuk mengatasi Efialtis. Meskipun ia selalu menciptakan kehidupan. Namun, Ia tidak diperbolehkan untuk mencampuri urusan makhluk hidup dengan sembarangan.


Sang Dewi kemudian sujud kepada langit malam dan memohon kepada Sang Dewa Langit untuk membantu umat manusia. Dewa Langit yang melihat tangisan Thrylos kemudian turun setelah mendengar permohonannya. Kala itu hanya sinar bintang-bintang lah yang menyinari langit, belum ada benda yang disebut dengan Bulan.


Dewa Langit kemudian menemui Efialtis dan membuat mereka semua ketakutan hanya karena melihatnya. Dewa Langit tidak menyentuh Chaos Dragon untuk menghormati Thrylos yang telah menciptakannya.


Saat Asmodeus, Satanus, dan Lucifer menyerang Dewa Langit, tubuh mereka menjadi hancur lebur hanya karena mendekati Dewa Langit.


Dewa Langit yang murka kemudian membuat sebuah lubang hitam kecil yang menghisap Asmodeus, Satanus, dan Lucifer. Lubang hitam kecil itu juga menjadi pusat gravitasi baru yang membuat tanah dibumi terangkat dan akhirnya menutupi lubang hitam itu. Tanah-tanah itu semakin lama semakin banyak yang terhisap dan membuat sebuah benda besar yang berbentuk bulat. Karena benda itu yang terus membesar, Dewa Langit memindahkannya kelangit dan memberikan sihir penyegel ke benda itu.


Sejak saat itu Iblis leluhur sekarang hanya ada 3 Belial, Behemoth, dan Beelzebub. Beelzebub sempat mengikuti jejak adik-adiknya untuk menguasai dunia. Namun, sesuatu mengubahnya dan akhirnya membuatnya menghilang.


Belial masih berada di Neraka dan tetap menjadi penguasa disana. Sedangkan Behemoth, tergila-gila dengan kecantikan Dewi Kehidupan. Hal itu membuat Behemoth menjadi Iblis yang membantu dan memihak umat manusia. Semua itu dilakukannya untuk mendapatkan cinta dari Thrylos.


"Itu yang kupelajari dari sebuah Kitab yang kudapatkan dari negeri Avalon" ujar Ignis.


Indra mengangguk mengerti.


"Aku penasaran dengan wujud Thrylos, Sang Dewi Kehidupan ini. Secantik apa dia hingga mampu membuat satu dari Leluhur para Iblis takluk dan berpihak kepada manusia hanya karena melihat kecantikannya" ujar Indra.


"Di dalam Kitab itu dikatakan bahwa kecantikannya tidak dapat disaingi oleh siapapun dan apapun di alam semesta ini" balas Ignis.


Ignis dan Indra kemudian duduk terdiam di dalam tenda itu tanpa sepatah katapun setelah membicarakan tentang para Leluhur Iblis dan Thrylos, Sang Dewi Kehidupan.


"Indra, bahkan setelah ini. Kami pasti akan kembali dengan persiapan lebih matang" ujar Ignis.


"Sudahlah, ayah. Memangnya kenapa kau begitu membenci Avalance?" Tanya Indra.


"Dia merasakan sakit yang sama denganku. Namun, dia menolak untuk berpihak kepadaku. Tanpa mengetahui seberapa keras aku berusaha untuk membantunya" jawab Ignis.


"Hanya karena itu kau merasa menjadi yang paling tersakiti? Kau benar-benar konyol, Ayah" balas Indra.


"Bahkan Avalance masih belum bisa menyembuhkan luka dihatinya hingga saat ini" lanjut Indra.


"Apa maksudmu?" Tanya Ignis.


Indra kemudian mengeluarkan dua pucuk surat yang ia curi dari ruang harta Avalance dan memberikannya kepada Ignis.


Surat pertama adalah surat dari Tessa untuk Avalance. Surat kedua adalah surat dari Avalance untuk Ignis.


"Apa ini?" Tanya Ignis lagi.


"Baca saja dulu" jawab Indra sambil berjalan keluar tenda.


Ignis kemudian membuka surat yang ditulis oleh Tessa, betapa terkejutnya Ignis setelah membaca isi surat itu. Ignis kemudian membaca isi surat yang ditulis Avalance untuknya. Setelah membacanya, Ignis mulai meneteskan air mata dan akhirnya memahami kondisi Avalance.


Ia sudah benar-benar kehilangan segalanya sejak 300 tahun yang lalu. Cintanya dan kebahagiaannya semua telah hilang. Satu-satunya yang tersisa hanyalah Ignis, dan Ignis pun juga telah membuang Avalance membuat Avalance semakin merasa kehilangan.


Ignis akhirnya menyesal setelah ratusan tahun berselisih dengan adiknya. Di saat adiknya tidak memiliki apapun lagi selain dirinya, dirinya malah membuang Avalance yang sudah hancur dan membuatnya tambah hancur.