
Seorang anak laki-laki sedang berjalan di trotoar, ia baru pulang dari Mushola menuju rumahnya.
Anak laki-laki berusia sekitar sepuluh tahun itu memakai baju koko lengkap dengan peci di kepalanya serta tangan kirinya memeluk Al-Qur'an dan tangan kanannya memegangi dua permen lollipop.
Sebelum berangkat ke Mushola biasanya anak laki-laki itu minta uang jajan pada ibunya untuk ia jajan sepulang dari Mushola.
Langkah anak laki-laki itu terhenti di sebuah kursi panjang yang terletak di trotoar, ia memiringkan kepalanya untuk melihat wajah gadis kecil yang sedang duduk di kursi tersebut. "Kamu kenapa?" tanyanya.
Gadis kecil berusia sekitar tujuh tahun itu menegakkan kepalanya untuk melihat seseorang di depannya. "Aku sebel nunggu mamaku pengajian lama banget!!!" jawab sang gadis kecil dengan bibir yang mencebik maju.
"Kenapa kamu nggak ikut aja?" tanya anak laki-laki itu lagi.
"Disana gerah!" jawab gadis kecil itu masih dalam mode ngambeknya.
"Kenap---"
"Kenapa kamu banyak bertanya?!!!" potong gadis kecil itu cepat.
Anak laki-laki itu lalu memberi salah satu permen lollipop yang ia bawa. "Ini untukmu."
Gadis kecil itu menatap sang anak laki-laki dan permen lollipop bergantian, ia teringat pesan mamanya kalau tidak boleh menerima apapun dari orang yang tidak di kenalnya.
"Kamu takut padaku?"
"Kata mama, aku nggak boleh menerima pemberian dari orang yang nggak di kenal."
"Kalau gitu kita kenalan dulu. Nama kamu siapa?"
Sang gadis kecil mengulurkan tangannya. "Namaku Zahra."
Anak laki-laki itu tersenyum. "Namaku Nizam."
Sang gadis kecil menunduk serta menurunkan tangannya kembali, ia kecewa karena uluran tangannya tidak di sambut oleh anak laki-laki itu.
"Ini permen untukmu." ujar Nizam sembari meletakkan permen lollipopnya di sebelah tempat duduk Zahra.
Zahra meletakkan jilbab ke pangkuannya, jilbab yang sedari tadi ia pegang. Tangan mungilnya terulur untuk meraih permen lollipop yang di letakkan Nizam barusan.
Semua gerakan Zahra tak luput dari tatapan mata Nizam. "Kenapa jilbabnya nggak di pakai?"
"Panas."
"Kamu tahu tentang panasnya api neraka?"
"Tahulah... kata pak ustadz."
"Jilbab bagi perempuan itu wajib, mungkin bagi perempuan seusiamu memang belum wajib tapi aku berharap kamu akan mengenakan jilbab jika kamu sudah dewasa nantinya."
"Haishh... kata-katamu mirip pak ustadz." ledek Zahra.
"ZAHRA...!!!" teriak seorang ibu muda yang posisinya agak jauh dari mereka.
Zahra beranjak dari kursi. "Aku pulang dulu ya? Mamaku udah selesai."
"Rumah kamu dimana?" tanya Nizam sebelum Zahra melangkah.
"Jauh." jawab Zahra sembari melangkah menyusul sang mama.
Zahra berhenti melangkah kemudian menoleh ke belakang, ia tersenyum lalu mengangguk.
Nizam melambaikan tangannya dan di balas oleh Zahra, setelah itu Zahra mengikuti langkah sang mama tanpa menoleh ke belakang lagi.
*****
Kisah antara dua anak manusia akan di mulai beberapa tahun kedepan, saat mereka sudah dewasa dan di pertemukan dalam keadaan yang sudah berbeda.
Saat itulah mereka sudah tidak saling mengenali, meskipun nama mereka masih dalam ingatan masing-masing.
Nizam kecil sudah berubah menjadi Nizam dewasa dan begitupun dengan Zahra.
Tbc.
Ini cerita Author yang baru tapi kelanjutannya nggak disini ya di platform oren, cari profil Author disana ya... namanya sama kok.
(Shang_rilla)
Masih ada lagi numpang lewatnya.
Shangrilla Aurora nama lengkapnya atau biasa di panggil Rilla adalah gadis remaja yang cantik dan kaya, hartanya tidak akan habis di makan tujuh turunan tujuh tanjakan.
Kayak jalan raya aja hehe...
Papinya pembisnis hotel, hotelnya sudah mendunia, ia jarang di rumah maka dari itu ia memperkerjakan seseorang untuk menjadi bodyguard untuk menjaga putri semata wayangnya.
Kalian tahu hotel Shangrilla yang tersebar di penjuru dunia? Anggap itu punya papinya Rilla ya.
Authornya haluuu...
Rilla sudah tidak mempunyai ibu, maminya meninggal saat melahirkan dirinya, papinya juga tidak berniat menikah lagi, ia mencurahkan seluruh kasih sayangnya pada anak semata wayangnya.
Gavin Zein... seorang pemuda yang sedang berusaha meraih mimpinya, ia sedang mengejar S2 nya, ia bekerja sebagai supir sekaligus bodyguard, beberapa hari sekali ia juga menyanyi di sebuah kafe.
Gavin sudah tidak mempunyai orangtua, kedua orangtuanya sudah meninggal saat ia masih remaja, Gavin hanya memiliki seorang kakak perempuan, namun kakak perempuannya sudah berkeluarga dan saat ini mereka sudah hidup terpisah.
Author : Sekali-kali juga pakai visual bintang Indonesia, masa pakai bintang drakor mulu. π π π
Makasih udah di perkenankan numpang lewat disiniπππ
Ini alasan kenapa cerita yang disini aku persingkat, karena Author nya mau pindahan.
cari Author disana ya aku tunggu πππ
Shang_rilla.