
*
*
Ada yang nungguin nggak sih ini?
Ini hanya epilog ya jadi cuma seneng-seneng aja, terserah Authornya mau ngetik apa hehe termasuk mencurahkan otak kotor Author ini π€π€π€
π΄π΄π΄
*
Acara pernikahan dua pasang pengantin telah selesai, dulu mereka mengadakan lamaran bersama dan sekarang menikah pun bersama.
Erlang dan Mutiara telah sampai di rumah, Erlang melangkah lebih dulu bersama Keyra dalam gendongannya, sedangkan Mutiara melangkah di belakang Erlang beserta Inah yang memegangi ekor gaun yang di pakai Mutiara. Setelah acara resepsi selesai mereka langsung pulang ke rumah tidak sempat mengganti pakaian mereka masing-masing karena Keyra sudah rewel rupanya gadis kecil itu sudah ngantuk.
Mutiara langsung menuju kamar sedangkan Erlang membaringkan tubuh Keyra di ranjangnya terlebih dahulu, setelah selesai barulah ia menyusul Mutiara ke kamar.
Erlang melepas jas nya kemudian membuka beberapa kancing kemejanya lalu menyusul Mutiara yang sedang duduk di depan meja rias membersihkan wajahnya.
Erlang berdiri di belakang Mutiara lalu mencondongkan tubuhnya serta meletakkan dagunya di bahu Mutiara. "Udah selesai belum?"
Mutiara menoleh ke samping kemudian mengecup singkat pipi Erlang. "Udah."
"Mandi yuk."
Mutiara menautkan kedua alisnya. "Bareng?"
Erlang mengangguk. "Kamu masih malu?"
Mutiara menatap Erlang sembari menggigit bibir bawahnya kemudian menggeleng pelan.
"Aku bantu bukain gaunnya ya?"
"Kok buka disini?"
"Masa kamu ke kamar mandi pake gaun kayak gitu?"
"Ya udah buka disini." ujar Mutiara pasrah.
Erlang menegakkan tubuhnya lalu menurunkan resleting di gaun Mutiara. "Lepas sendiri ya, aku mau nyiapin airnya dulu."
"Iya." jawab Mutiara kemudian mulai melepas gaun yang melekat di tubuhnya.
Erlang memasuki kamar mandi, ia mengisi bathtub dengan air hangat sampai penuh kemudian menuangkan sabun beraroma vanilla kesukaan Mutiara, setelah selesai ia melepas pakaiannya lalu melangkah menuju pintu. "Ayo Tiara."
Mutiara telah selesai melepas gaunnya kemudian memasuki kamar mandi.
Erlang lebih dulu masuk ke dalam bathtub yang sudah penuh busa hingga tubuhnya sudah tidak terlihat, ia duduk bersandar dan berselonjor. "Sini Tiara..."
Mutiara menatap Erlang kemudian memasuki bathtub dengan ragu, Mutiara duduk berselonjor di atas paha Erlang.
"Rileks sayang... jangan kaku gitu!" bisik Erlang di telinga Mutiara membuat Mutiara meremang.
Mutiara bergerak-gerak gelisah di pangkuan Erlang. "Gimana cara mandinya kalau kayak gini?"
Erlang meletakkan dagunya di bahu telanjang Mutiara. "Nanti aku ajarin."
Erlang menegakkan tubuhnya lalu meraih spons kemudian menuangkan sabun cair, setelah itu ia menggosok punggung Mutiara membuat Mutiara langsung menoleh ke belakang. "Kok aku yang di mandiin?" tanyanya bingung.
"Nanti gantian." jawab Erlang santai.
Mutiara mengangguk kemudian memejamkan matanya, ia menikmati usapan lembut di punggungnya.
Erlang beralih menggosok tangan Mutiara, kanan kiri bergantian.
Erlang menarik tubuh Mutiara supaya lebih menempel padanya. "Enak kan mandi bareng?"
Erlang beralih mengusap bagian perut Mutiara. "Perut kamu di isi debay lagi ya?"
"Jangan sekarang kak, Keyra masih kecil."
"Tapi kita nanti gimana? Kamu belum minum pil kontrasepsi kan?"
Mutiara memutar bola matanya malas. "Ya belum lah kak, emang kemarin-kemarin aku mau melakukannya sama siapa?! Kamu nggak punya pengaman?"
Erlang tergelak. "Nggak punyalah... emang kemarin-kemarin mau aku pakai buat apa?! Istri aja nggak punya."
"Ya udah kita tunda dulu, besok malem aja."
"Kok di tunda sih?!!" protes Erlang.
*****
Mutiara menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, ia membelakangi Erlang.
Erlang memiringkan tubuhnya kemudian memeluk tubuh Mutiara dari belakang. Mutiara melepas pelukan Erlang kemudian menoleh ke belakang, ia menatap tajam pada Erlang serta bibirnya mencebik maju.
"Kamu marah?" tanya Erlang.
"MARAHLAH!!!" jawab Mutiara ngegas.
Erlang terkekeh. "Maaf sayang..."
Mutiara mengacak rambutnya frustasi. "Kalau aku hamil gimana??!!"
"Kemungkinannya kecil sayang... masa cuma sekali langsung jadi." jawab Erlang santai.
"Awas kalau aku sampe hamil, kamu harus tanggung jawab!!"
"Tanggung jawab yang gimana lagi?"
"Makan kecambah mentah satu piring!!!"
Erlang membulatkan matanya, ia langsung teringat saat Mutiara ngidam dan dirinya yang harus memakannya.
"Jangan ngidam yang itu lagi dong..." rayu Erlang.
"Lah... itu kan bukan keinginan aku, itu debay yang pengen."
Erlang mengusap perut Mutiara. "Jangan pengen makan yang aneh-aneh ya nak."
Mutiara langsung menepis tangan Erlang. "KAK!! Belum ada debay. Kamu ngomong sama siapa?!"
"Yaa... supaya nanti sewaktu-waktu kalau debay muncul nggak minta yang aneh-aneh."
Mutiara memutar bola matanya malas dan Erlang kembali memeluk Mutiara. "Kok tidur sih? Nggak mandi dulu? Tadi kita mandinya belum bersih loh."
Mutiara menyibak selimutnya. "Ya udah mandi lagi, aku juga nggak bisa tidur kalau badan lengket gini."
Erlang menuruni ranjang kemudian mengangkat tubuh Mutiara. "Aku bisa jalan sendiri kak!"
"Jangan kak terus dong Tiara! Ganti dengan panggilan kesayangan gitu."
*
*
Ini apaan sih πππ
Nggak ada feel nya, isinya ngelantur parahhh...
Maapin ye. π€£π€£π€£