An Agreement

An Agreement
Bab 58



*


*


🌴🌴🌴


*


Tiga tahun kemudian


Keyra Shafira gadis kecil berusia tiga tahun, ia tumbuh menjadi anak yang lucu dan menggemaskan, wajah Keyra mirip ibunya hanya beberapa saja warisan dari ayahnya yang melekat pada dirinya, rambut Keyra hitam dan lebat mewarisi rambut ayahnya serta bibir tipis juga ia dapat dari ayahnya.


Erlang dan Mutiara sudah resmi bercerai, setelah kelahiran Keyra, Mutiara segera mengurus perpisahan mereka.


Erlang masih berstatus sebagai suami Elmira karena sampai saat ini Erlang belum menceraikan Elmira.


Elmira masih enggan bangun dari tidur panjangnya, mungkin ia terlalu nyaman seperti itu karena sebelum ia tidur panjang ia merasakan rumitnya kehidupan yang ia jalani.


Mutiara masih tinggal bersama kedua orang tuanya bersama putri kecilnya Keyra, namun mereka sudah pindah rumah, rumah yang lebih besar tentunya.


Erlang masih tinggal di rumah yang ia tempati bersama Mutiara dulu, ia akan bertemu dengan anaknya jika weekend tiba, biasanya Erlang akan membawa princess kecilnya untuk menginap di rumah dan akan mengantarkannya pulang jika waktunya ia kerja.


Kayla sudah menikah dengan Febrian dan saat ini ia sedang hamil, Kayla dan Febrian tinggal di rumah Yusuf.


Mahendra dan Yuwina beberapa bulan sekali pasti ke Lombok untuk memantau usaha mereka disana.


Di saat Keyra menginap di rumah ayahnya, maka Mutiara menggunakan waktu itu untuk menjenguk kakaknya.


Seperti saat ini, Keyra sudah di tunggu ayahnya di lantai dasar karena hari ini Keyra akan tinggal bersama ayahnya dua hari kedepan.


Mutiara menuntun Keyra keluar dari kamarnya menuju lantai dasar dimana sang ayah telah menunggu disana.


Keyra hanya membawa tas kecil berisi makeup anak-anak miliknya, karena semua kebutuhannya sudah tersedia disana jadi ia tidak perlu membawa apapun dari rumah.


"Ayaaahhhh...." teriak gadis kecil itu dari tengah tangga kemudian menarik tangan ibunya supaya mempercepat langkahnya.


Erlang menoleh dan langsung tersenyum saat melihat Keyra sudah siap, kemudian ia beranjak dari sofa lalu berdiri dengan lutut sebagai tumpuan serta merentangkan kedua tangannya untuk menyambut gadis kecilnya.


Keyra langsung berhambur ke pelukkan ayahnya dan sang ayah mendekap gadis kecilnya erat. "Princess nya ayah cantik banget sih..."


Keyra melepas pelukannya kemudian menatap sang ayah. "Ayah, nanti kita ke taman yang kemalin ya? Keyla mau beli es klim lasa toklat." kata gadis kecil itu dengan kata-kata cadelnya.


Erlang mendaratkan kecupan-kecupan di wajah Keyra dengan gemas. "Kalau kita pindah tempat gimana? Ayah tahu tempat yang lebih bagus loh."


Mata Keyra langsung berbinar lalu mengangguk cepat. "Keyla mau yah." jawabnya antusias.


Mutiara hanya diam membisu melihat interaksi antara ayah dan anak yang sangat antusias membahas kemana mereka akan menghabiskan weekend ini.


Semenjak perpisahan mereka, Mutiara memang menjaga jarak dengan mantan suaminya, berbicara hanya seperlunya saja tersenyum pun jarang.


Keyra menoleh ke arah bundanya. "Bunda mau ikut?" tanyanya polos membuat hati Mutiara mencelos, sakit bahkan sangat sakit.


"Bunda mau ke rumah sakit sayang." jawab Mutiara sembari memaksakan senyumnya.


"Bareng kita aja Tiara." usul Erlang dan langsung di balas gelengan kepala oleh Mutiara. "Aku di anter pak Budi."


Erlang mengangkat tubuh Keyra. "Kita berangkat sekarang yuk."


Keyra mengangguk kemudian menoleh lagi ke arah bundanya. "Bundaa... tium dulu."


Mutiara menggigit bibir bawahnya kemudian menggeleng pelan, bukanya ia tidak mau mencium anaknya tapi posisi anaknya saat ini sedang di gendong mantan suaminya, ia tidak mau dinding yang ia bangun selama ini runtuh begitu saja saat berdekatan dengan Erlang.


Melihat penolakan dari bundanya membuat gadis kecil itu langsung mewek-mewek cantik. "Huwaaa.... bunda nggak mau tium keyla ayah, bunda nggak tayang keyla." adunya pada sang ayah kemudian mengalungkan kedua tangannya di leher sang ayah lalu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang ayah.


Erlang mengusap lembut punggung Keyra. "Sstttt... jangan nangis sayang nanti nggak cantiknya ilang loh." kata Erlang pada sang anak kemudian ia menatap Mutiara. "Kenapa Tiara?!" tanyanya bingung.


"Iya ya sini bunda cium dulu."


Keyra langsung mengangkat kepalanya dan Mutiara mengecup kedua pipi Keyla dari belakang tubuh Erlang karena posisi gadis kecil itu sedang memeluk ayahnya. "Bunda berangkat duluan ya, jangan nakal!"


Setelah mencium anaknya, Mutiara segera melangkah keluar dari rumahnya, ia tidak mau terjebak dalam situasi ini.


Mutiara memasuki mobil. "Jalan pak! Ke rumah sakit ya." titahnya pada sang supir.


"Baik non." jawab Budi kemudian melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Mutiara menyandarkan kepalanya di punggung jok mobil, ia memejamkan mata, menarik napas dalam kemudian menghembuskannya perlahan, ia teringat kembali aroma tubuh itu, susah payah selama ini ia menghindarinya namun kali ini ia kembali menghirup aroma itu, aroma yang selalu di rindukan anaknya semasa masih di dalam kandungan.


*


🌴🌴🌴


*


Mutiara berjalan cepat setelah turun dari mobil, sebelumnya ia telah menerima chat dari Erlang yang memberitahukan bahwa Keyra sedang demam.


Langkah Mutiara terhenti saat melewati halaman rumahnya, ia menatap bunga yang tertanam di dalam pot-pot kecil, sama seperti bunga yang ia tanam dulu, entah itu bunga yang ia tanam dulu atau sudah ganti.


Mutiara melanjutkan langkahnya memasuki rumahnya, rumah atas nama dirinya namun sudah tiga tahun lebih ia tidak menginjakkan kakinya di rumah tersebut.


"Non Tiara?" Inah berjalan tergopoh-gopoh dari ruang tengah, ia terkejut dengan kedatangan Mutiara karena sejak kejadian Mutiara jatuh dari tangga, Mutiara hanya tinggal beberapa hari saja di rumah ini, setelah itu sudah tidak tinggal di rumah ini bahkan sama sekali tidak pernah datang.


Mutiara menghentikan langkahnya saat hendak menaiki tangga kemudian ia tersenyum terhadap Inah. "Bi Inah apa kabar?" tanyanya ramah.


"Baik non."


"Keyra dimana bi?"


"Di kamarnya non."


"Aku ke atas dulu bi." pamitnya kemudian Mutiara menaiki tangga menuju kamar anaknya.


Mutiara membuka pintu berwarna putih di depannya, pintu terbuka dan ia langsung mengedarkan pandangannya meneliti setiap sudut ruang kamar anaknya, kamar ber cat warna pink dan banyak mainan di dalamnya.


Pandangan Mutiara terhenti di sebuah lemari kaca yang berisi banyak gaun ala-ala princess beserta pernak-perniknya dan di sebelah lemari itu ada meja rias kecil berwarna pink dan di atas meja rias tersebut ada makeup yang di bawa Keyra tadi pagi.


"Kak Erlang benar-benar memanjakan Keyra, pantas saja Keyra betah tinggal bersamanya." batin Mutiara.


Mutiara melangkah menuju ranjang Keyra, gadis kecilnya sedang berbaring beserta kompres yang menempel di dahinya.


*


*



Salah satu potret kedekatan Erlang dan Keyra.


Aawww... si hot daddy itu mah 😍😍😍



Ini Keyra saat sedang menghabiskan weekend bersama ayahnya, biasanya Erlang akan menuruti kemanapun yang Keyra mau, ke taman bermain dan yang lebih sering ke kedai es krim, Keyra sangat menyukai es krim sama seperti ayahnya sewaktu masih kecil. Keyra juga sangat menyayangi ayahnya, sang ayah akan menuruti apapun yang ia minta.


*


*


Double up nih, mumpung Author nya hari ini sedang baik hati. 🀭🀭🀭