An Agreement

An Agreement
Bab 44



*


*


🌴🌴🌴


*


Selama di tinggal Erlang tinggal di rumah barunya, Elmira tinggal bersama mamanya.


Atik pembantunya tetap tinggal di rumah, menjaga dan membersihkan rumah.


Hanna melempar kasar kartu debit nya Elmira di nakas sebelah ranjangnya Elmira. "Tuh udah abis, suruh suami kamu isi lagi!!"


Elmira beringsut duduk, ia menatap Hanna seakan tidak percaya dengan ucapannya barusan, ini baru pertengahan bulan tapi uang bulananya sudah habis, bagaimana kehidupannya setengah bulan kedepan?


"Mama jangan boros dong!!" protes Elmira. "Setengah bulan kedepan mama mau makan apa?!"


Hanna duduk di kursi depan meja rias. "Suruh suami kamu isi lagi Mir!"


"Nggak bisa mah, aku udah minta tambahan bulanan buat kita."


"Kalau gitu jual aja barang-barang branded kamu itu!"


"Nggak mau!!! Itu semua kesayangan aku."


"Kalau nggak mau jual barang-barang kamu, suruh suamimu itu isi lagi saldonya!! Suami kamu pelit banget sih sama istri!! Uang bulanan aja di batesin!! Uang dia banyak, buat apa coba kalau bukan buat nyenengin istri!!" gerutu Hanna.


"Uang bulanan aku udah banyak mah! Mama aja yang boros!!"


Hanna beranjak dari tempatnya kemudian duduk di sebelah Elmira. "Balikan aja sama si Rian." bujuknya.


"Mah!!!" Elmira mendengkus sebal, bisa-bisanya mamanya menyuruhnya bergonta-ganti pria.


"Si Rian tuh masih mengawasi kamu loh Mir, dia masih menaruh harapan yang besar buat kamu, buktinya dia tau setiap kamu sedang ada masalah." bujuk Hanna lagi.


"Dia udah punya anak istri mah! Udah deh mama jangan kompor!"


Elmira beranjak dari tempatnya, ia akan pulang ke rumahnya karena malam ini jadwalnya Erlang pulang ke rumah mereka.


"Jangan lupa, sampai rumah langsung minta isi lagi saldonya!" pesan Hanna sebelum Elmira keluar dari kamarnya.


"Iya." Elmira meraih kartunya di nakas lalu memasukkannya ke dalam tas. "Elmira pulang dulu mah."


"Kalau udah di isi langsung transfer ke rekening mama!"


"Iya..." jawab Elmira jengah.


Elmira keluar dari rumah mamanya, ia akan pulang mumpung masih sore, ia akan membersihkan diri dan berdandan secantik mungkin, ia tidak mau kalau Erlang sampai berpaling darinya.


Dan benar saja, Elmira sampai di rumah dan Erlang belum pulang, ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Namun belum sempat ia berdandan Erlang sudah berada di kamarnya sedang duduk di tepi ranjang. "Kamu sudah pulang?" tanya Elmira sembari melangkah menuju ranjang.


"Iya." jawab Erlang sembari melonggarkan dasinya yang seakan mencekik leher.


Elmira duduk di sebelah Erlang, ia bergelayut manja di lengan Erlang.


"Kangen?" tanya Erlang.


Elmira mendongak kemudian mengecup pipi Erlang. "Uang bulanan aku udah habis."


Erlang menoleh, ia menatap Elmira yang sedang bersandar di pundaknya. "Habis? Uang sebanyak itu buat beli apa Mir? Bahkan ini baru pertengahan bulan."


"Emm... mama kena tipu jadi uang itu terkuras habis." jawab Elmira tidak jujur.


Erlang terbelalak kaget. "Kok bisa??!"


"Jadi... mama tuh di tawari bisnis perhiasan lagi sama temennya terus harus bayar dulu di muka untuk mendapatkan barangnya, tapi ternyata mama kena tipu, barang itu nggak ada dan temen mama itu kabur."


"Tambahin lagi uang bulanan aku di bulan ini ya?" rayu Elmira sembari mengusap lembut bahu Erlang.


"Yang bulan kemarin kamu udah minta double sama bulan depan loh"


Tangan Elmira terangkat untuk membelai wajah Erlang. "Aku kangen kamu sayang." ucapnya seduktif kemudian memagut bibir Erlang.


Erlang memejamkan matanya dan membiarkan Elmira yang mendominasi permainan mereka, namun hanya sesaat permainan itu, bayangan Mutiara melintas di benak Erlang. Erlang segera membuka matanya lalu melepas pagutan mereka dan beringsut untuk memberi jarak di antara mereka. "Aku mau mandi." ucapnya kemudian beranjak dari ranjang, namun Elmira menahannya. "Jangan pergi dulu..." rengek Elmira.


"Aku belum mandi."


"Tapi kamu janji dulu, uang bulanan aku bulan ini di tambahin."


"Enggak Mir, semakin lama keuangan kamu semakin tidak terkontrol."


Elmira kembali bergelayut manja di lengan Erlang. "Kali ini aja ya? please......"


"Kamu nggak aku kasih uang bulanan juga nggak bakal kelaperan Mir, bi Atik selalu masak di rumah."


"Terus kebutuhan aku yang lainnya gimana?"


"Kebutuhan yang mana lagi? Tuh, makeup kamu masih banyak."


Elmira kembali memagut bibir Erlang, ia tidak tahu lagi harus bagaimana untuk merayu Erlang supaya memberinya tambahan uang bulanannya.


"Lepas emphh... Mir! Emphhh...." Erlang mengelak dari serangan bibir Elmira, namun Elmira tetap melanjutkan aksinya, ia mencium bibir Erlang dengan agresif.


Erlang sedikit mendorong tubuh Elmira. "Elmira!! Aku mau mandi."


"Janji dulu, kamu bakal kasih tambahan uang bulanan aku, baru aku akan lepasin kamu."


Erlang tetap beranjak dari ranjang, namun Elmira lagi-lagi menahanya. "Janji dulu!!"


"Enggak Mir! Kamu sudah melebihi batas." tolak Erlang tegas.


Elmira membuka lilitan handuknya di depan Erlang, ia akan memberi servis terbaiknya supaya suaminya mau memberinya uang tambahan, kalau tidak dari suaminya dari siapa lagi ia akan mendapatkan uang.


Elmira mendorong tubuh Erlang namun Erlang segera bangkit. "Elmira!!! Jangan bersikap seperti wanita murahan!!"


"MURAHAN BAGAIMANA??!! KITA SUAMI ISTRI!!" teriak Elmira, ia tidak terima dengan tuduhan dari Erlang.


"Kamu melakukan itu dan mengharapkan imbalan, apa namanya kalau bukan murahan?!"


"AKU TIDAK AKAN BERBUAT SEPERTI ITU JIKA KAMU MEMENUHI KEINGINANKU!!"


Erlang meraih tas kerjanya, ia mencari dompetnya kemudian mengambil semua uang cash yang ia punya. "Tuh yang kamu butuhkan." ucapnya kemudian ia


berlalu dari hadapan Elmira, ia tidak mau bertambah pusing dengan rengekan Elmira yang akan terus-menerus meminta apa yang di inginkan jika Erlang tidak segera menurutinya.


Erlang memasuki kamar mandi, ia akan membersihkan dirinya.


Elmira menatap uang itu, ia merasa bersalah. Benar kata Erlang, perbuatannya barusan menunjukkan bahwa ia seperti wanita murahan yang rela melakukan apapun demi uang.


Elmira menyimpan uang itu di laci setelah itu ia melangkah menuju wardrobe untuk mengambil piyamanya kemudian memakainya.


Setelah berpakaian Elmira kembali ke ranjang, tangannya terulur untuk meraih handphonenya di nakas, ia kembali membuka akun media sosialnya, ia memperhatikan setiap foto yang di unggah mantan kekasihnya, Elmira baru menyadari bahwa semua foto yang di unggah Rian hanyalah tentang pria itu dan anaknya. "Kemana istrinya?" batin Elmira.


Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Elmira segera menutup handphonenya serta mengembalikannya di tempat semula.


Erlang melangkah menuju wardrobe untuk mengambil piyamanya, setelah memakainya ia turun ke bawah untuk makan malam.


Setelah Erlang keluar dari kamarnya, Elmira meraih handphonenya kembali dan meneruskan apa yang sedang ia lihat tadi, Elmira masih penasaran dengan keberadaan istri Adrian, kenapa Adrian tidak pernah mengunggah kebersamaannya dengan sang istri?


*


*


Pusing lagi mas Erlang?? Nambah satu istri lagi masih boleh kok. 🀣🀣🀣🀣🀣