An Agreement

An Agreement
Bab 5



*


*


🌴🌴🌴


*


Hari ini adalah hari pernikahan Erlang dan Mutiara. Erlang sudah siap sedari tadi namun Elmira belum mau melepaskan dirinya, Elmira masih gelendotan di lengan Erlang sambil menangis bahkan kemeja yang di kenakan Erlang sudah basah karena air matanya.


"Sudah dong sayang jangan nangis terus! Bukankah kita sudah lama membahasnya? Bukankah kamu sendiri yang sudah menyetujui pernikahan itu?"


"Aku takut kamu akan ninggalin aku dan pasti setelah ini kamu akan jarang pulang ke rumah ini." rajuk Elmira.


"Jangan membayangkan hal-hal yang belum terjadi dan berfikirlah yang positif. Dari pada kamu sedih kayak gini mending kamu hangout sama temen-temen kamu atau shoping." rayu Erlang.


Elmira menghentikan tangisnya kemudian menatap Erlang.


Erlang merogoh saku celananya kemudian mengambil dompetnya. "Pakai kartu kreditku aja, jangan pakai uang bulanan kamu." ujar Erlang lalu menyerahkan kartu kreditnya pada istrinya.


"Tapi hari ini aku pulang malem ya? Aku mau melupakan sejenak tentang pernikahanmu."


"Okey." jawab Erlang.


Elmira akhirnya melepaskan Erlang dan Erlang segera mengganti kemejanya yang basah.


Setelah semua telah selesai, Erlang menghampiri istrinya yang sedang duduk di depan meja riasnya lalu mengecup pipinya. "Aku berangkat dulu, kamu nanti pulangnya jangan terlalu larut malem!"


"Hmm.." Elmira hanya menjawab dengan gumaman.


Erlang melangkah menuju pintu kamar namun sebelum membuka pintu tersebut Erlang membalikkan badannya untuk menatap istrinya. "Hati-hati." pesan Erlang pada istrinya.


"Iyaa..." jawab Elmira jengah.


Erlang membuka pintu kamar lalu keluar dari kamarnya.


Setelah Erlang keluar dari kamar, Elmira meraih handphonenya kemudian menghubungi teman-temannya untuk hangout.


Selesai menghubungi teman-temannya, Elmira segera bersiap-siap mengganti pakaian rumahan nya dengan pakaian branded keluaran terbaru yang ia beli beberapa hari yang lalu.


Pakaian dan makeup telah selesai, Elmira langsung memutar tubuhnya di depan cermin kekanan dan kekiri untuk memastikan kalau penampilannya hari ini benar-benar perfect, dirasa sudah perfect semuanya Elmira menyambar tas dan kunci mobilnya lalu keluar dari kamarnya.


"Hari ini tidak usah masak bi!" pesan Elmira pada Atik pembantu rumahnya.


"Baik non." jawab Atik.


Elmira berlalu dari hadapan pembantunya menuju garasi, hanya butuh beberapa langkah Elmira sudah sampai di garasi.


Elmira memasuki mobil kemudian menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya membelah jalan menuju kaffe tempat untuk dirinya dan teman-temannya akan menghabiskan waktu hari ini.


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya Elmira sampai di tempat tujuan.


Elmira memarkirkan mobilnya kemudian keluar dari mobil tersebut lalu melangkah memasuki kaffe dimana teman-temannya sudah menunggu disana.


"MIRA..." salah satu temannya memanggil dirinya sembari melambaikan tangannya.


Elmira langsung membelokkan langkahnya menuju meja dimana teman-temannya sudah berkumpul disana, hanya ada dua orang temannya yang hadir hari ini biasanya empat orang, berlima dengan dirinya.


Elmira menatap Ros dan Kania bergantian. "Tika dan Rasti nggak ikut nih?" tanya Elmira setelah mendudukkan dirinya di kursi di tengah-tengah antara Ros dan Kania.


"Tika sedang ikut suaminya Dinas diluar kota dan Rasti tidak bisa ikut karena anaknya sedang sakit." jawab Kania.


"Yahh... sayang sekali mereka tidak ikut padahal hari ini gue mau traktir kalian semua sekalian shoping."


Ros membuka matanya lebar-lebar lalu menatap Elmira. "Serius lo??" tanyanya.


Elmira menoyor kepala Ros. "Kapan gue bohong??!!"


"Asikk... brarti bagian Rasti dan Tika buat gue dan Ros ya?" celetuk Kania.


Elmira hanya mengedikkan bahu. "Terserah lo."


*


🌴🌴🌴


*


"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya pak penghulu kepada para saksi dan beberapa orang yang hadir di akad nikahnya Erlang dan Mutiara.


"SAHH...." jawab para saksi dan beberapa orang yang hadir di acara tersebut dengan serentak.


Pak penghulu segera memimpin do'a sampai selesai, kemudian Mutiara meraih tangan Erlang lalu mencium punggung tangannya sesuai arahan dari pak penghulu.


Setelah Mutiara mencium punggung tangan Erlang sekarang giliran Erlang yang mencium kening Mutiara. "Maaf." kata Erlang sebelum mendaratkan bibirnya di kening Mutiara yang saat ini telah sah menjadi istrinya dan Mutiara tersenyum tipis kemudian mengangguk samar 'Cup' Erlang telah selesai mencium kening Mutiara.


Niar dan Kayla berpelukan di kursi barisan kedua di belakang Erlang dan Mutiara, Niar meneteskan air matanya, Niar merasa iba pada anak pertamanya, dulu Erlang harus transplantasi ginjal untuk menyelamatkan nyawanya dan setelah menikah, istrinya tidak bisa memberinya keturunan.


Niar berdo'a dengan tulus semoga pernikahan ini membawa kebahagiaan buat putranya.


Erlang dan Mutiara melaksanakan akad nikah mereka hanya di KUA dan hanya di hadiri beberapa orang saja, Yusuf beserta keluarga dan Andi adiknya Niar juga beserta keluarga dan Bebe orang saksi.


***


Setelah acara akad selesai mereka semua pulang ke rumah Yusuf untuk melaksanakan acara syukuran kecil-kecilan, meskipun pernikahan ini kemungkinan hanya sementara namun mereka tetap berharap pernikahan ini akan membawa kebahagiaan untuk semuanya.


Mutiara beranjak dari kursi sembari menarik lengan Kayla. "Kayla, aku mau melepas pakaian ini terus ganti baju, bisa kamu tunjukkin dimana kamarku?"


"Kita langsung ke kamar kak Erlang aja." ujar Kayla dan di angguki oleh Mutiara.


Mereka menaiki tangga menuju kamar Erlang, setelah sampai di depan pintu, Kayla membuka pintu tersebut kemudian meninggalkan Mutiara di dalam kamar.


Mutiara melangkah menuju walk in closet di dalam kamar tersebut kemudian duduk di kursi lalu mulai melepas aksesoris yang menempel di kepalanya.


Setelah semua terlepas, Mutiara mulai membuka bajunya namun belum selesai Mutiara melepas bajunya pintu terbuka dan Mutiara langsung menutupi tubuhnya.


Erlang segera membalikkan badannya saat mengetahui kalau Mutiara berada di dalam walk in closet nya sedang mengganti pakaiannya. "Maaf Tiara, aku tidak tau kalau kamu disini."


"Tiara akan ganti baju di kamar mandi, kak Erlang jangan balik badan dulu!" pintanya kemudian Mutiara segera mengambil baju gantinya dari dalam tas lalu melangkah menuju kamar mandi.


Setelah Mutiara ke kamar mandi, Erlang mengganti pakaiannya dengan pakaian santai kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang serta menutup matanya dengan tangannya.


Erlang memang capek, beberapa hari sebelum pernikahannya dia selalu pulang larut malam.


Mutiara mengganti pakaiannya di kamar mandi kemudian membersihkan make-up yang menempel di wajahnya.


Semua sudah selesai, Mutiara keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya dan wajah yang telah bersih dari makeup.


Langkah Mutiara terhenti saat melihat Erlang sedang tidur dengan tangan yang menutupi matanya, dengan posisi seperti itu Mutiara bisa melihat hidung mancung Erlang serta bibir tipisnya. Bibir? Mutiara jadi teringat ketika bibir tipis itu mendarat di keningnya, refleks tangan Mutiara terangkat untuk menyentuh keningnya dimana Erlang mendaratkan bibirnya disana.


"Kamu ngapain berdiri disitu Tiara?"


Mutiara tersentak kaget. "Tidak apa-apa, ini mau duduk di sofa." jawab Mutiara kemudian berjalan menuju sofa.


Erlang bangkit dari posisinya kemudian beranjak dari ranjang mengikuti langkah Mutiara. "Kapan masa suburmu Tiara?"


Mutiara duduk di sofa lalu membuka layar handphonenya kemudian menyerahkannya pada Erlang.


Erlang langsung mengirim jadwal masa subur Mutiara ke handphonenya. "Aku akan nginep disini lusa." ujar Erlang sembari mengembalikan handphone Mutiara.


*


*


Sekali lagi aku ingatkan kalau ini hanya sekedar cerita khayalan pengarangnya semata, jadi jika ada hal-hal yang tidak masuk akal harap maklum. 🀭🀭🀭


Stay at home.


Semoga virus ini cepat berlalu dan kita bisa beraktivitas seperti sedia kala.