
*
*
Adrian menatap Elmira, ia tersenyum tipis. "Kita bahas lain kali ya, kamu belum boleh banyak bicara dulu apalagi banyak pikiran."
Elmira mengangguk pelan, ia memang merasa tubuhnya masih sakit semua apalagi di bagian kepala.
"Kamu siapa?" tanya Yuwina pada Adrian dari ambang pintu, ia hendak menggantikan posisi suaminya untuk menjaga Elmira, kemudian Yuwina berjalan cepat sampai di belakang Adrian.
"Seharusnya saya yang nanya, siapa anda?" tanya Elmira pada Yuwina.
Yuwina terbelalak kaget saat mendengar suara Elmira, ia belum memperhatikan Elmira karena atensinya tertuju pada pria yang berdiri di sebelah ranjang anaknya.
Yuwina pun menoleh dan mendapati Elmira benar-benar sudah membuka matanya. "Kamu sudah sadar nak? Ya Tuhan.... terima kasih."
Yuwina membungkuk hendak mencium Elmira namun Elmira memalingkan wajahnya.
"Ini mama nak..." air mata Yuwina langsung mengalir setelah menerima penolakan dari anaknya.
"Beliau memang mama kamu Mir, orangtua kandung kamu." ujar Adrian membuat kedua wanita di ruangan itu menatap Adrian bingung.
Kedua wanita itu heran darimana Adrian tahu kenyataan itu?
"Aku pulang dulu Mir, tante." pamit Adrian supaya Elmira dan orangtuanya saling mengenal.
Yuwina dan Elmira tidak merespon Adrian, mereka masih tenggelam dalam keterkejutannya, sampai Adrian menghilang di balik pintu mereka masih diam.
"Dari mana pria tadi bisa mengetahui semuanya?" batin Yuwina.
Tak berselang waktu lama, pintu kembali terbuka dan muncullah Mahendra dari balik pintu, ia mempercepat langkahnya saat melihat keberadaan istrinya di dalam ruangan tersebut. "Mama?"
Yuwina menoleh ke arah suaminya. "Anak kita sudah sadar pah." ujarnya antusias.
Mahendra menghentikan langkahnya di sebelah istrinya kemudian menatap Elmira dan benar saja, setelah sekian tahun ia menunggu mata itu terbuka akhirnya hari ini mata itu benar-benar terbuka.
"Ini papa nak... papa dan mama sudah lama menantimu sadar dari koma yang berkepanjangan." ujar Mahendra.
"Mama? Papa?" tanya Elmira masih bingung.
"Mungkin kamu memang membutuhkan waktu untuk menerima semua ini dan kami akan sabar menanti, kami adalah orangtua kandungmu dan Hanna adalah orang tua angkatmu." ujar Mahendra lagi dan masih di balas tatapan bingung oleh Elmira.
Elmira masih bingung dengan keadaan ini, ia terbangun dari tidur panjangnya namun orang pertama yang ia lihat adalah Adrian. Dan sekarang ada dua orang asing yang mengaku sebagai orang tuanya, dimana mama Hanna?
*
π΄π΄π΄
*
Hari ini Elmira sudah boleh pulang namun masih harus banyak istirahat, sebenarnya dokter belum mengijinkan pulang namun wanita muda itu keras kepala, ia sudah bosan di rumah sakit lagi pula ia ingin segera bertemu dengan keponakannya sekaligus anak suaminya.
Elmira turun dari mobil, ia memasuki rumah dengan di papah oleh Yuwina.
"Omaa...." teriak Keyra dari tengah tangga ketika melihat oma nya memasuki rumah.
Sekelebat bayangan ketika Mutiara terguling dari tengah tangga melintas di otak Elmira, Entah kekuatan dari mana ia langsung bisa berjalan cepat untuk menyusul Keyra yang sedang menarik tangan pembantunya supaya mempercepat langkahnya.
"Hati-hati nak." ujar Elmira pada Keyra dan hanya di balas tatapan bingung oleh Keyra.
"Ayaahhh...." teriak gadis kecil itu lagi saat melihat kedatangan ayahnya di belakang oma nya.
Erlang melangkah, menaiki tangga menyusul Keyra kemudian mengangkat tubuh Keyra lalu kembali ke bawah sampai di depan Elmira yang masih berdiri mematung menyaksikan kedekatan Erlang dan anaknya.
"Dia Keyra,,, anakku." ujar Erlang kemudian ia menatap Keyra hendak memperkenalkan balik siapa Elmira pada Keyra namun sampai beberapa saat Erlang tak kunjung mengeluarkan suaranya, Erlang bingung harus mengenalkan Elmira sebagai siapanya Keyra.
Elmira duduk di sofa bersama Yuwina dan Erlang duduk dan memangku Keyra di sofa berseberangan meja dengan Elmira dan Yuwina.
"Tiara mana mah?" tanya Elmira pada Yuwina.
"Bunda dimana sayang?" sebelum menjawab pertanyaan Elmira, Yuwina bertanya terlebih dahulu pada Keyra.
"Bunda... mandi oma." jawab Keyra.
Yuwina tersenyum terhadap cucunya kemudian menatap Elmira. "Udah denger kan jawabanya?"
"Keyraaa...." panggil Mahendra setelah sampai di ruang tengah.
"Opaa..." balas gadis kecil itu dengan riang.
Mahendra melangkah sampai di depan Keyra kemudian mengacak rambutnya dengan gemas setelah itu ia melangkah dan duduk di sebelah Elmira. "Seharusnya kamu langsung istirahat di kamar nak, tidak duduk disini." ujar Mahendra pada Elmira.
"Nanti aja pah, pengen duduk, capek kemarin-kemarin udah tiduran terus."
"Bundaa..." panggil Keyra ketika melihat bundanya melangkah menuruni tangga.
Mutiara telah sampai di lantai dasar kemudian ia melangkah sampai di depan Elmira lalu ia membungkuk untuk memeluk kakaknya sesaat setelah itu ia duduk di sebelah Yuwina.
Elmira memang sudah tahu kalau Mutiara adalah adik kandungnya namun Elmira belum pernah bertemu dengan Keyra karena Mutiara belum pernah membawa Keyra ke rumah sakit untuk menjenguk dirinya, hanya pernah melihat gadis kecil itu lewat foto di handphone yang di perlihatkan oleh Mutiara padanya.
Tidak ada yang buka suara, semua orang yang ada di ruangan itu terdiam hanya sesekali terdengar celotehan Keyra dan Erlang menanggapi celotehan gadis kecilnya dengan candaan.
Elmira menatap Keyra di pangkuan ayahnya dan terlihat begitu dekat, sesekali gadis kecil itu terkikik dengan candaan yang di lontarkan sang ayah.
Mutiara menatap Elmira yang sedang memperhatikan anaknya kemudian ia menunduk rasa bersalah kembali menghinggapinya, ia telah merusak kebahagiaan kakaknya.
"Kenapa kalian bercerai?" tanya Elmira kemudian menatap Erlang dan Mutiara bergantian.
"Karena aku tidak mau merebut apa yang sudah menjadi milikmu kak, maafkan aku yang telah merusak kebahagiaanmu." jawab Mutiara.
"Kamu menjaga kebahagiaanku dengan mengorbankan kebahagiaan anakmu?!"
Mutiara terdiam, Elmira benar, ia telah mengorbankan kebahagiaan anaknya demi sang kakak, dirinya memang egois, Mutiara akui itu namun posisinya juga sulit.
"Kenapa diam Tiara?!" Elmira kembali buka suara.
"Iya kak, aku memang mengorbankan kebahagiaan anakku. Tapi aku tidak sepenuhnya merusak kebahagiaan anakku, aku memberikan kebebasan padanya jika dia ingin bersama ayahnya kapanpun itu."
"Kalian masih saling mencintai?" tanya Elmira lagi.
Mutiara maupun Erlang terdiam dengan pertanyaan itu, mereka tidak tahu jawaban apa yang akan mereka berikan.
Mahendra dan Yuwina beranjak dari sofa, Mahendra melangkah menuju ruang kerjanya, sedangkan Yuwina melangkah sampai di depan Erlang. "Keyra ikut oma yuk..." bujuknya pada Keyra.
"Kemana oma?" tanya Keyra polos.
"Tadi pagi oma bikin kue, kita cobain yuk.."
"Keyla mau oma." jawab gadis kecil itu antusias.
Yuwina mengambil alih Keyra dari pangkuan Erlang, ia melangkah menuju dapur meninggalkan kedua anaknya dan satu menantunya untuk menyelesaikan masalah mereka bertiga.
*
*
Mutiara atau Elmira nih??
Hayoo banyakkan mana pendukungnya...