A Love Story

A Love Story
Keluarga yang berbeda



Di sebuah rumah yang begitu megah dan mewah halaman nya begitu luas dan terparkir beberapa mobil mewah yang begitu bersinar.. itu adalah kediaman keluarga Mahendra pengusaha kaya, ayah dari Devano


Diruang keluarga terlihat seorang bapak memakai jas berwarna abu abu dan penampilannya begitu berwibawa khas orang kaya terpandang


serta seorang wanita paruh baya yang berdandan begitu glamour dan seksi tak sesuai dengan umur nya yang mulai menginjak kepala 5 walau pun wajah nya cantik tapi tidak menyembunyikan kerutan di wajah nya, itu adalah ibu Melinda istri pak Mahendra


"kemana anak itu belum keluar juga.." kata pak Mahendra sambil memandangi arloji bermerk nya


"tadi aku sudah memanggilnya sayang mungkin sebentar lagi.. " kata bu Melinda sambil duduk bertumpang kaki dan memain kan handphone nya


Sedangkan seorang laki laki duduk dengan santai nya sambil nonton tivi dan juga sudah memakai pakaian rapi nya dia adalah anak tertua pak Mahendra Doni


" mungkin lagi bersiap pah sabar aja"


"anak itu selalu membantah papa entah apa mau nya dia" kata pak Mahendra sambil menarik Nafas dalam


Lalu turun lah seorang Devano yang masih memakai kaos dan boxer nya berjalan dengan santai menuruni anak tangga


pak Mahendra melihat nya menjadi marah


" kenapa kamu belum bersiap siap.. kita sebentar lagi berangkat ke pesta , apa kamu lupa..?? " kata Pak Mahendra masih menahan emosinya


Devano tak memperdulikan ocehan Ayah nya itu hanya ngeloyor pergi ke sofa dan mengangkat kaki nya duduk bersantai sambil menonton tivi


" anak ini selalu bikin pusing saja.. kapan kamu akan dengarkan papa.. " kata Pak Mahendra sedikit menaikan nada suaranya


" tenang sayang nanti saya yang bujuk dia " kata bu Melinda mengelus bahu suaminya dan mendekati Devano


"Sayang ayo ganti baju turutin kemauan papa kamu yah.. biar mama yang siapkan.. " kata Bu Melinda sambil mengelus rambut Devano nada suaranya seolah olah ramah padahal Devano tau watak asli ibu sambungnya itu yang hanya sayang kepada ayah nya dan harta saja..


Devano menepiskan tangan ibu sambungnya itu dengan kasar hingga bu Melinda kesakitan


"jangan sentuh saya.. dan jangan sebut tante mamah karna tante bukan ibu saya.. " kata Devano dengan ketus


Sontak perbuatan nya itu membuat Pak Mahendra marah


"jangan bicara tidak sopan pada ibu mu.. dia sudah berusaha baik pada kamu Devano tapi kamu sangat lancang.. " teriak Pak Mahendra..


" untuk apa saya sopan kepada wanita penggoda suami orang.. itu kan yang memenyebab kan mama saya pergi meninggalkan saya.. " kata Devano sedikit emosi


" Dasar anak kurang ajar.." teriak Pak Mahendra hendak menampar Devano tapi di halangi oleh kakanya Doni


" sudah lah pak ga usah ribut ribut begini mending papah pergi duluan biar aku sama Devano nyusul.. " kata Doni menenangkan pak Mahendra dan pak Mahendra menurut sedangkan bu Melinda yang berharap pak Mahendra menampar Devano menjadi sangat kesal


" suatu saat aku pasti akan menyingkirkan anak anak sialan ini.. " gumam bu Melinda dalam hati sambil menyunggingkan senyum licik nya lalu pergi bersama pak Mahendra


Sebenarnya hubungan keluarga pak Mahendra memang sudah tidak baik dari awalnya tapi mereka menutupinya di depan publik agar menjaga nama baik perusahaan nya


Pak Mahendra sebenarnya sudah beberapa kali menikah setelah istri pertama sekaligus ibu dari Doni sudah meninggal lalu Pak Mahendra menikah dengan ibu Devano yang akhirnya pernikahan nya kandas dengan gangguan orang ketiga yaitu bu Melinda sekretaris yang menggoda pak Mahendra


Sementar di kediaman keluarga Adijaya yang mewah dan megah sama seperti kediaman keluarga Mahendra


di Kamar Yang begitu berantakan dan banyak tertempel poster motor dan grup band metal kesukaan para pemuda


Steve bersandar di sandaran tempat tidur sambil memegangi kalung kupu kupu milik Nadia yang ia temukan waktu itu .


" ya ampun.. kenapa aku se bucin itu sama cewek ini..??" gumam Steve seakan tak percaya hati keras nya begitu saja luluh kepada se orang gadis manis yang jutek


Tiba tiba pintu kamar nya terbuka dan masuk lah seorang Wanita cantik separuh baya wanita itu adalah bu Mira walau pun sudah berumur ibu mira tetap awet muda karna mungkin sangat bahagia


Steve yang kaget segera menyembunyikan kalung yang di pegangnya ke bawah bantal


" eh mamah bikin kaget aja" kata Steve


"kamu lagi ngapain sih mamah udah ketuk pintu beberapa kali ga nyaut nyaut, mama masuk aja karna ga di kunci.. " kata bu Mira sambil duduk di tempat tidur Steve yang berantakan


"jorok sekali kamar bujangan mama.. " kata bu Mira sambil mengabil boxer yang terletak di kasur Steve dan hendak memberes kan kamar Steve tapi Steve melarangnya..


" Ga usah mah biar nanti Steve yang beresin atau tinggal panggil pembantu bi Imah biar dia yang ngerjain semuanya.. " kata Steve


" mama slalu ngingetin kamu Steve, kalo kamu harus mengargai orang lain, kamu harus baik baik sama bi Imah yah kasian dia katanya suka di marahin sama kamu.. " tegur bu mira tapi dengan lemah lembut sambil mengelus rambut Steve..


" iya mah Steve sadar selama ini, aku selalu membuat orang lain sakit hati, dan meremehkan pekerjaan mereka.. " kata Steve dengan nada sedih dan menyesal


" tumben kamu sadar nak. inget yah jangan jadi anak nakal dan kurang kurangin tuh nongkrong sampe larut malem.." kata Bu Mira sedikit heran kenapa Steve yang selalu angkuh dan tak menghargai orang lain beebicara seperti itu


"iya mah.. Steve akan perbaiki sikap steve.. "


Steve dan bu Mira saling tersenyum bu Mira mengelus lagi rambut Steve dengan penuh kasih sayang


"yuk kita makan.. mama udah masak.. papa kamu pasti udah nungguin.. "


" siap mah.." balas Steve


Lalu mereka berdua turun dari tangga menuju ke ruang makan dan terlihat lah seorang pria paruh baya yang memakai jas warna krem sangat rapi dan sangat berwibawa dengan wajah klimis berkumis tipis dia adalah pak Adijaya


"pah kok papah udah rapi aja..?? " kata bu Mira menghampiri suaminya dan memakaikan dasi yang hendak pa Adijaya pakai


" loh.. kita kan mau menghadiri pesta pertemuan para pengusaha, bertemu kolega bisnis papa.. " kata pa Adijaya sedikit heran


" astaga.. kok mama bisa lupa yah.. " kata bu Mira seraya memegang keningnya


"kalau gitu mamah segera siap siap dulu sebentar.. " kata bu Mira segera pergi menuju kamar nya


" dasar.. mama kamu itu memang pelupa.. belum juga kamu nikah dan punya cucu.." kata pak Adijaya terkekeh dengan kelakuan istri yang sangat dia sayangi


" sampai jadi nenek pun mamah tetap bakalan cantik pah.. " balas Steve.. sambil duduk di meja makan


" loh kamu ko ga bersiap siap juga..?? " tanya pak Adijaya yang ikut duduk di bangku nya


" papah kaya ngga tau aku aja.. kan aku ga suka sama acara kaya gitu aku sukanya ke acara musik dugem.. " kata Steve sambil menaruh nasi dan lauk ke piringnya


" ya sebenernya papah juga males.. selera papah kan sama kaya kamu.,tapi banyak rekan bisnis papa disana terpaksa papa harus hadiri.. " kata pak Adijaya merasa diri masih seperti anak muda..


" memang papa itu tua tua keladi tapi masih keren kok pa masih ganteng.. " kata Steve mengcungkan jempolnya memuji pak Adijaya


" tentu.. lihat wajah kamu pasti gantengnya nular dari papa.. " kata pak Adi jaya seraya tertawa bersama anak kesayangan nya