A Love Story

A Love Story
Mulai berteman



"Di, ayo ikut aku..?? "


kata Devano sambil menarik tangan Diandra


Di saat jam pulang sekolah.


Devano membawa paksa Diandra ke parkiran sekolah, sementara Diandra hanya menuruti saja kemauan Devano


" Ayo naik..!!" Bentak Devano pada ketika melihat Diandra yang masih terdiam


"Aku bawa mobil sendiri,Dev "balas Diandra sambil mencoba melepas pegangan tangan Devano yang membuat dia kesakitan


" Naik ku bilang!! " Bentak Devano lagi semakin meninggikan nada suaranya


Devano mendorong Diandra hingga masuk ke mobil dan menutup pintu dengan keras


Diandra terdiam karena kaget dengan prilaku Devano yang menyeramkan itu


Devano melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga Diandra ketakutan dan berteriak teriak


"Ada apa dengan mu Devano?? "jatung Diandra berdetak cepat karena ketakutan "pelan mobilnya, Dev aku takut..." teriak Diandra , tangan nya begitu erat memegangi pegangan mobil


"Apa yang kamu lakukan kepada Nadia..??" bentak Devano dengan suara menggeram yang terdengar seperti ingin menerkam Diandra


" A_ aku tidak melakukan apa apa.." Kata Diandra dengan takut


"Jangan bohong kamu Diandra!! aku tahu kamu pasti menyakiti dia, "


dengus Devano masih menjalankan mobil nya dengan kencang.


" Aku menampar dia memang kenapa..??


Aku ga suka dia deket deket sama kamu dan cari perhatian kamu,".akhirnya Diandra memberanikan diri beebicara karena kesal Devano hanya membela Nadia


"Apa kamu bilang.. ?? beraninya kamu menyakiti Nadia " teriak Devano semakin marah dan menambah kelajuan mobilnya


Hingga tubuh Diandra bergetar ketakutan


"Aku juga di dampar oleh dia Dev, apa kau tidak lihat bengkas tamparan di pipi ku..?? " teriak Diandra membela diri


"Aku tidak peduli dengan mu,kalau sekali lagi kau menyakiti Maria ku ,habis kamu!!" geram Devano semakin menyeramkan


"Dia Nadia bukan Maria!! Maria mu sudah mati.. " teriak Diandra begitu marah


Perkataan nya itu membuat Devano semakin marah dan seketika menginjak rem mobil yang sedang melaju dengan kencang secara tiba tiba sampai membuat Diandra terbentur ke dasboard mobil dan membuat kepalanya berdarah.


Diandra meringis menahan sakit dan seketika kepalanya terasa pusing


" Maria masih hidup dalam ingatan ku dan bagi ku Nadia adalah pengganti Maria untuk hadir di hidup ku kembali !!" kata Devano dengat sorot mata menyeramkan menatap Diandra yang mulai menangis terisak


"Nadia bukan lah Maria, kamu harus menerima kenyataan itu ,Dev" kata Diandra, badannya bergetar ketakutan


" Aku tidak peduli yang pasti aku menyukai Nadia dan kalau kamu menyakiti Nadia lagi, lihat apa yang akan aku lakukan pada mu!!" ancam Devano dengan menunjuk wajah Diandra dengan kasar


" Tapi itu bukan cinta , kamu hanya membuat Nadia sebagai pelarian mu "teriak Diandra sambil menangis


Devano menatap tajam pada Diandra


" Turun dari mobil ku!! " teriak Devano kasar


" Ini di tengah jalan Dev,aku tidak mau!!"kata Diandra


"Turun!!" bentak Devano sekali lagi


Dengan terpaksa Diandra turun dari mobil


Devano dengan begitu saja meninggalkan Diandra yang berjalan di pinggir jalan sendirian


"Tega sekali dia meninggal kan aku disini " gumam Diandra sambil memegang kening nya yang berdarah


"Aku seharusnya tidak berharap terlalu banyak dengan perjodohan ini,aku hanya menjalani cinta sebelah pihak aku sudah lelah dengan sikap Devano yang dingin terhadap ku, sungguh aku tidak menyangka sama sekali dia bisa bersikap kasar kepadaku seperti ini, "gumam Diandra tak kuat lagi ia menahan rasa sesak di dadanya hingga ia berlutut di pinggir jalan lalu menangis sejadi jadinya


"Benar kata gadis itu semua yang kau lakukan akan kembali pada diri mu sendiri,


dengan bodohnya aku melampiaskan kekesalan ku pada Nadia yang tak tau apa apa," gumam Diandra lagi seraya bangkit dan memutuskan berjalan Kaki kembali lagi kesekolah untuk mengambil mobil nya


*****


Di tempat kerja Nadia ,jam 8 malam,


Nadia sibuk melayani tamu tamu yang berdatang ke kaffe ,


Ternyata Diandra juga mengunjungi kaffe tersebut dan hendak memesan minuman


Nadia pun terpaksa menghampiri meja Diandra untuk menuliskan pesananya, sambil memasang wajah yang tidak bersahabat


"Diandra.. .!! Ngapain kamu ada disini..?? "


" Lah kamu sendiri ngapain disini..??


kamu yang punya caffe ini..?? " tanya Diandra pula


"Aku kerja disini.." balas Nadia singkat


" Kamu kerja disini..?? " kata Diandra terheran


" iya kenapa kaget..?? aku tuh ga seperti kamu yang ga perlu cape cape cari uang buat biaya hidup kamu,"gerutu Nadia,"Jadi kamu mau pesan apa..?? " kata Nadia dengan ketus karena sebenarnya ia begitu malas melayani Diandra


"Aku mau jus jeruk aja," jawab Diandra singkat


Nadia pun menaruh jus jeruk yang di pesan Deinadra ke meja nya, tak sengaja ia memperhatikan wajah Diandra yang pucat dengan mata sembab dan kening yang di perban


Kenapa dengan wajahnya? apa terjadi sesuatu kepada Diandra?


"Nadia, aku perlu bicara sama kamu sebentar," kata Diandra ia menatap Nadia sendu


"Kamu mau bicara apa..?? " balas Nadia ketus sambil duduk di hadapan Diandra


kebetulan pengunjung tidak terlalu ramai saat itu


" kata Diandra dengan wajah sendu nya


"Bicaralah dengan singkat aku sendang sibuk.,"jawab Nadia dengan ketus,tak urung dia duduk di kursi yang menghadap Diandra


"Nadia, bisakah kau memaafkan ku atas perlakuan ku tadi siang kepada mu..?? " kata Diandra dengan sirat mata penyesalan yang sungguh sungguh


"Ckk, akhirnya kamu sadar dengan perbuatanmu" kata Nadia tak menyangka Diandra akan minta maaf padanya secepat ini


" Iya aku sadar aku salah, karena melampiaskan kekesalan ku pada kamu ,


Aku dengan kontan menerima balasan atas apa yang aku perbuat kepadamu", kata Diandra sambil menunjuk kening nya yang memakai perban


" Loh kamu kenapa..?? aku ga bermaksud nyumpahin kamu celaka," kata Nadia dengan polosnya dan sedikit khawatir melihat kening Diandra yang di perban


"Mungkin ini yang namanya karma, seperti yang kamu bilang itu," sambil tersenyum ironi mendengar ucapan Nadia


Diandra menghela nafas dalam, "Devano marah karena aku menampar kamu yang memang tidak tahu apa apa, "


"Aku ga percaya Devano melukai kamu? bukanya dia anak yang baik.?"Nadia terbelalak karena tak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Diandra


"Aku juga tidak percaya jika Devano bisa se emosional itu kalau menyangkut masalah Maria," kata Diandra dengan wajah yang terlihat sedih


"Siapa Maria? " tanya Nadia heran


"Tanyakan saja kepada Devano, yang jelas hari ini aku minta maaf sama kamu atas sikap aku dan aku juga sudah menyerah dengan hati ku untuk mendapatkan cinta Devano, sekarang aku ga akan mengahalangi hubungan kalian lagi," ucap Diandra lirih menahan tangis yang mulai tak terbendung


"Aku sudah memaafkan kamu Di, tapi sungguh aku tidak mempunyai perasaan apa apa kepada Devano aku tak mau mengganggu hubungan kalian,"balas Nadia merasa tidak enak karena mengganggu hubungan orang lain


" Aku tahu ... bukan kamu masalah nya tapi aku, aku yang memaksakan keinginanku pada Devano yang tak pernah sedikit pun menyukai ku dan tak akan mungkin sampai kaoan pun juga ..." Diandra akhirnya tak bis menahan kesedihannya dan menangis di hadapan Nadia


Sedangkan Nadia hanya melongo sambil menepuk nepuk bahu Diandra dan diamerasa Iba


"Diandra, sebenarnya siapa Maria ?? " tanya Nadia begitu penasaran


"Teman masa kecil Devano yang sudah tiada, "kata Diandra dengan lirih sambil mengusap air matanya


"Terus apa hubungan nya dengan ku? " kata Nadia masinh tak mengerti dengan apa yang terjadi antara Maria dan Devano


"Wajah kamu begitu mirip dengan dia, sehingga dia menyangka kalau kamu reinkarnasi nya Maria " kata Diandra


" Tidak mungkin aku tidak percaya reinkarnasi, yang benar saja?? " pekik Nadia begitu kaget Devano masih percaya dengan sesuatu yang belum jelas kebenarannya


"Aku juga tidak percaya Nadia


tapi aku sudah tak perduli lagi, Devano akan berhubungan dengan siapa pun juga saat ini "kata Diandra sambil memegang tangan Nadia


"Aku juga tak pernah sedikit pun mempunyai perasaan pada Devano percaya lah pada ku! " kata Nadia tegas dan bersungguh sungguh


"Aku tahu kamu memang orang yang baik Nadia, aku salah paham pada mu ternyata kamu memang gadis yang polos,"Diandra tersenyum, "maukan kamu menjadi teman ku? "pinta Diandra sambil tersenyum manis mencoba melupakan kesedihan nya


"Tentu aku mau Diandra, aku senang sekali punya teman pertama di sekolah baru "Nadia membalas senyuman Diandra dengan senang


****


Pelanggan pun berdatangan kembali, Diandra memperhatikan Nadia melayani para pelangganya dengan begitu cekatan Ternyata dirinya salah menilai Nadia


gadis polos ceria,dengan semangat yang tinggi dan pekerja keras


#### Terimakasih sudah mampir baca karya pertamaku


##### jangan lupa like,komen,dan klik gambar 💖 serta vote nya