A Love Story

A Love Story
Hasutan Carrisa part 2 dan Penolakan Nadia



Carrisa masuk ke dalam kamar Steve dan melihat Steve yang berbaring di ranjang nya dengan wajah babak belur


Carrisa merasa kasihan sekali melihat Steve


"Apa sih yang membuat kamu begitu menyukai Nadia sampai rela terluka seperti ini..??"gumam Carrisa memandangi Steve dengan khawatir sambil duduk di tepi ranjang Steve dan mengelus pipi nya


Tiba tiba tangan Carrisa di pegang dengan erat oleh Steve dan menarik Carrisa kepelukannya


"Aku ngga mau jauh dari kamu.... " racau Steve menginggau


"Iya aku di sini ga jauh kok.. " balas Carrisa dengan senangnya karena di peluk Steve


"Aku sayang sama kamu Nadia.. " igau Steve lagi yang membuat Carrisa menjadi kesal


"Ishh.. masih aja mikirin cewek sialan itu..


aku harus memisahkan Steve dan Nadia.."


kata Carrisa kesal dan terbesitlah ide di kepala Carrisa lalu dengan cepat ia memotret dirinya yang sedang di peluk Steve dan tersenyum licik


Steve kemudian terbangun dan melihat Carrisa yang sedang ia peluk lalu terkaget dan menghempaskan Carrisa dengan kasar sehingga Carrisa terjatuh dari ranjang


"Aduhh.. sakit Steve loe apa apan sih.. " gerutu Carrisa yang terkapar di lantai lalu bangun dengan memegangi pinggangnya


"Loe yang apa apaan ngapain masuk ke kamar orang sembarangan main peluk peluk segala.. " kata Steve dengan wajah kesal bercampur kaget


"Loe yang meluk gue tiba tiba tau.." balas Carrisa kesal dan duduk di hadapan Steve


"Masa.. ogah banget.. loe ngapain ada di kamar gue.. ??" kata Steve sambil bersandar pada ranjang nya


" mama kamu yang nyuruh aku kesini buat jengukin kamu


Tapi kamu ga apa apa kan..?? kenapa bisa bonyok bonyok gitu sih..?? " Kata Carrisa sambil meraba pipi Steve yang terluka


" Aww.. sakit tau ga usah pegang pegang deh.. " kata Steve sambil menghempaskan tangan Carrisa


"Steve aku sudah mendengar cerita dari mama kamu kalau kamu terluka begini gara melindungi Nadia.." kata Carrisa dengan serius


"Iya.. memangnya kenapa..?? " balas Steve


" Steve aku tuh cuma mau ngingetin kamu


sebaiknya kamu jangan terlalu dekat dengan Nadia, sepertinya dia itu cuma manfaatin kamu doang Steve.." kata Carrisa mencoba menghasut Steve agar menjauhi Nadia


" Loe ga usah ngejelekin Nadia deh dia ga manfaatin aku.. " kata Steve dengan kesal sambil menatap tajam Carrisa


"Kalau memang dia ga manfaatin kamu kenapa dia ngedeketin Devano juga


kamu pikir aja sendiri apa selama ini Nadia lebih milih dekat sama kamu atau Devano.. "


Steve terdiam mengingat ingat kedekatan Nadia dengan Devano di sekolah


karena Nadia selalu lebih menurut kepada Devano dari pada dirinya


"Mungkin benar Nadia lebih memilih Devano di banding aku dan lebih nyaman bersama dia" gumam Steve dengan wajah terlihat sedih


Carrisa tersenyum senang melihat Steve melamun denga sedih


"Dia pasti kepikiran dengan apa yang aku omongin"gumam Carrisa


"Steve aku mau pulang dulu yah.. ntar kapan kapan aku kesini lagi nemuin kamu" kata Carrisa berpamitan kepada Steve


"oke.. "balas Steve singkat


"Jangan lupa makan yah.. aku pergi.. "kata Carrisa


kemudian Carrisa pun pergi meninggalkan Steve yang termenung menatap kosong ke langit langit kamar nya dan memikirkan tentang Nadia lagi


Hari senin di sekolah SMA x x x


Nadia berjalan menuju kelasnya dengan tidak semangat dan murung memikirkan tentang Steve


ternyata Devano berjalan di belakang nya lalu dia berlari untuk menyusul Nadia


"Hai Nad.. selamat pagi "kata Devano setelah berada di samping Nadia sambil tersenyum manis


"Pagi juga" balas Nadia pelan dengan senyum yang dipaksakan lalu kembali murung


"Aku ngga marah sama kamu Dev.. " kata Nadia masih dengan senyum yang di paksakan


"Jangan cemberut gitu dong.. kamu keliatan jelek tau.. " Kata Devano mencoba menghibur Nadia


"Biarin ga apa apa jelek juga " kata Nadia mulai bisa di ajak bercanda


"Iya udah jelek cemberut terus


ntar muka kamu tambah jelek kalau cemberut terus pipi kamu yang gembil jadi makin gembil mirip chipmonk yang lagi ngunyah "kata Devano sambil memperagakan pipinya yang di tembemkan dan mencubit ke dua pipi Nadia


"Enak aja ngatain aku mirip chipmonk kamu tuh yang mirip chipmonk"kata Nadia sambil mencoba mencubit perut Devano


Devano yang kegelian berlari menghindari Nadia yang mengejar nya sambil tertawa tawa


Devano senang akhirnya Nadia bisa tertawa juga


Nadia yang sedang tertawa seketika terdiam


karena berpaspasan dengan Steve yang berjalan menuju ke kelasnya yang kebetulan melewati kelas Nadia


Nadia berpura pura cuek dan tak peduli


Steve juga dengan ekpresi wajah dingin begitu saja berjalan melewati Nadia seperti tidak pernah mengenal Nadia,


Nadia dengan tatapan sedih nya melirik ke arah steve yang sama sekali tak menghiraukan nya


"Bagus lah dia tak mendekati ku lagi, aku tak ingin melihat dia celaka lagi karena ulah papa " gumam Nadia dengan sedih sambil melihat Steve yang langsung masuk kekelasnya


"Nadia kenapa ngelamun..?? ayo kita masuk ke kelas..!! "kata Devano sambil menarik tangan Nadia


"Sepertinya ada masalah di antara mereka


ini bisa jadi kesempatanku untuk lebih mendekati Nadia"gumam devano sambil memandangi Nadia yang duduk melamun sambil menopang dagu dengan tangan.


"Nadia sebenarnya aku mau bicara sama kamu.. kebetulan kita sedang berdua di kelas ini.. " kata Devano sambil mendekatkan kursinya ke meja Nadia hingga mereka saling herhadapan dekat sekali


"Bicara apa.. sampai harus berdua..?? "


kata Nadia polos


"Nadia kamu harus tau sejak awal aku ketemu dengan mu aku sudah menyukaimu" kata Devano langsung mengutarakan perasaannya kepada Nadia


"Nadia kamu mau ngga jadi pacar aku..?? " kata Devano sambil memberikan setangkai bunga mawar yang sedari tadi di sembunyikan di dalam tas nya dan menatap Nadia penuh harap


Nadia menatap Devano dengan bimbang dan mengehela nafas karena takut salah bicara


"Dev aku tau kamu begitu baik sama aku


Tapi maaf aku hanya menganggap hubungan kita hanya sebatas teman ga lebih


Maaf kan aku Dev aku ga bisa nerima kamu"


kata Nadia mencoba berbicara dengan baik agar tidak menyakiti hati Devano


Devano hanya terdiam dan tertunduk kecewa


"Dev aku tau perasaan kamu, kamu sebenarnya tidak menyukaiku tapi kamu hanya melihat ku mirip seperti Maria masa lalu mu itu "kata Nadia mengatakan alasannya tidak bisa menerima perasaan Devano


"Kamu tau dari mana tentang Maria.." kata Devano seketika kaget terbelalak menatap Nadia


"Aku tau aja Dev,Tapi aku cuma mau ngingetin kamu kamu harus bangkit dari keterpurukan di masa lalu mu biarlah masalalu mu cukup menjadi kenangan dan mulai lah masa depan mu yang sudah menanti di depan mata "kata Nadia mencoba sok bijak sambil tersenyum kepada Devano


"Tapi aku cuma ingin kamu"kata Devano dengan sedikit memaksa


"Kamu harus mencoba membuka hatimu Dev dengan orang yang lebih sayang dan peduli sama kamu.


tapi bukan aku orang nya melainkan Diandra "kata Nadia mengingatkan Devano


"Tapi aku dan Diandra tidak saling suka, kami hanya terpaksa menuruti orang tua kami" Sangkal Devano masih tak menerima penolakan Nadia


"Kamu harus sedikit peka Devano. dia itu peduli dan sayang sama kamu.."


kata Nadia menasehati Devano yang mulai terdiam mendengar ucapan Nadia