
Malam itu Nadia sudah bersiap untuk berangkat kerja di kostan nya
Kemudian terdengar suara handphone nya berdering lalu Nadia pun mengambil handphone nya dan melihat pesan singkat yang ternyata datang dari Steve
"Hai pacar.. lagi ngapain..?? " bunyi pesan Steve
"Aku lagi siap siap mau kerja " balas Nadia
"Bukannya tangan kamu lagi sakit.. kenapa ga libur aja " balas Steve lagi
"Ga bisa bos aku ga punya pegawai pengganti karena dia terlalu pelit buat ngegaji karyawan" balas Nadia dengan jujur mengatakan bahwa bos nya memang pelit
"Oh ya udaah kalo gitu hati hati sayang... " balas Steve dengan menyertakan emot hati pada tulisan nya membuat pipi Nadia memerah dan tersenyum sendiri
Lalu Nadia berangkat menuju caffe tempat kerja nya
Dan saat ia telah sampai di caffe Nadia kaget saat melihat Steve sudah ada di sana dengan sudah menggunakan celemek yang biasa di pakai karyawan caffe tersebut
"Kejutan.." kata Steve sembari merentangkan tangan nya menyambut Nadia
Ternyata Steve sedari tadi sudah ada di caffe itu untuk bertemu dengan bos Nadia dan menawarkan diri bekerja secara cuma cuma untuk menggantikan Nadia
Tentu saja bos Nadia yang sangat pelit itu setuju dan senang karena tak perlu mengeluarkan uang untuk menggaji Steve dan mengijin kan nya
Hanya demi Nadia Steve melakukan hal tersebut
"Steve kenapa kamu ada disini bukannya kita sepakat untuk tak bertemu malam malam ?? "kata Nadia dengan mata terbelalak dan menarik tangan Steve untuk memaksanya pergi dari sana
"Ayo pulang aku ga mau kamu kenapa napa lagi.."kata Nadia dengan nada memerintah dan masih menarik tangan Steve supaya keluar dari caffe itu
Tapi Steve dengan lembut menolak dan menarik Nadia kepelukannya dan meletakan tangan dipinggang Nadia
Pipi Nadia menjadi merah karena malu di perhatikan oleh bosnya yang memang saat itu tengah ada karena Steve memaksanya kesana untuk menawarkan dirinya bekerja karena rumah Bos Nadia ada di bangunan atas caffe yang merupakan bangunan berlantai dua dengan lantai atas sebagai rumah bos tersebut
"Steve lepasin pak bos memperhatikan kita " Kata Nadia setengah berbisik dan mencoba melepaskan diri dari Steve dan melirik bos nya yang sedang duduk di depan meja kasir
"Aku ga peduli Aku kangen sama kamu Nadia" kata Steve lembut masih memeluk pinggang Nadia yang ramping dan menatap lembut ke wajah Nadia yang memerah karena malu
" kamu sekarang harus segera pergi "Kata Nadia dengan rasa khawatir yang tersirat di mata nya
"ini kan masih jam 7 belum terlalu malem Nadia pleas ijin kan aku buat bantu kamu
aku ga mau tangan kamu terluka makin parah ." kata Steve meyakinkan sambil mengelus lembut rambut Nadia
"Oke kalo gitu tapi jangan sampe terlalu malem "kata Nadia serius sambil melototkan matanya yang terlihat semakin imut di mata Steve hingga Steve mencubit pipi Nadia dengan gemas
"Iya cewek galak.."balasnya
"Dan lepasin tangan kamu Steve..!!
Bagaimana kita bisa bekerja kalo begini terus.. "omel Nadia ketus sambil mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Steve pada pinggang nya
"Iya aku lupa.. habis aku terlalu rindu sama kamu" kata Steve langsung melepaskan tangan nya dari Nadia
"Baru tadi siang kita ketemu di sekolah Steve" kata Nadia dengan menggeleng gelengkan Kepalanya tanda heran sekali
"Aku ga bisa sedetik pun jauh dari kamu" kata Steve dengan jujur
Nadia hanya tertawa geli mendengar ucapan Steve yang menurutnya begitu gombal sekali
Lalu pengunjung pun berdatangan dan ini saatnya mereka mulai bekerja
Nadia mencontohkan pada Steve bagaimana ia harus bekerja
"Selamat datang... silahkan mau pesan apa..?? "kata Nadia dengan senyuman ramah menyambut pelanggan dan dengan cekatan menuliskan pesanan mereka
Nadia tertawa kecil melihat ekspresi Steve yang kaku menjadi sedikit terlihat aneh
"Begitu bukan" tanya Steve setelah menghampiri Nadia yang tengah sibuk mempersiapkan pesanan pelanggan seperti kopi,jus,desert serta yang lainya
"Bagus tapi harus dengan tulus memberi senyuman kepada mereka "kata Nadia dengan senyuman di wajah nya
"Oke oke.. harus tulus ya.. " kata Steve dengan mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti
Kemudian datang lah sekelompok gadis gadis remaja lebih muda dari Nadia dan Steve yang selalu nongkrong di caffe itu untuk sekedar mengobrol dan bermain sambil mencuri pandang ke pada cowok cowok di sekitar nya layak nya remaja pada umumnya yang masih masa pubertas dan mulai tertarik kepada lawan jenis
Steve menghampiri mereka dan menawarkan pesanan
"Selamat datang girls silahkan mau pesan apa" Kata Steve dengan tersenyum manis sekali memperlihat kan ketampanan nya yang membuat gadis gadis tersebut terpesona dengan ketampanan Steve
"kakak ganteng banget sihh kaya artis korea boleh minta foto bareng ngga..?? " teriak mereka heboh sambil mendekatkan diri mereka ke pada Steve dengan centil nya
Steve mengingat Kata Nadia bahwa dia harus ramah terhadap pelanggan
"Tentu saja boleh.. tapi kalian harus pesen yang banyak ya.. " kata Steve gembira sambil tersenyum dengan begitu manis sehingga gadis gadis itu heboh lagi seketika
"Tentu kaka ganteng ayo selfi chiiss" kata gadis gadis sambil mengacungkan tongsis nya ke atas dan bergaya dengan Steve berada di tengah tengah mereka
Nadia melihat itu merasa kesal sekali karena Steve begitu dekat dengan gadis gadis itu
"Ihh nyebelin banget sih kata nya mau bantuin.." gerutu Nadia sambil masih sibuk membuat kan pesanan dengan kesal
Steve datang ke meja Nadia yang tengah Sibuk
"Berkat aku jadi banyak banget pesanannya" kata Steve bangga sambil memberikan kertas tulisan nya kepada Nadia
"Udah sana anterin kemeja meja itu "Kata Nadia ketus sambil memberikan minuman dan makanan yang sudah ia buat tanpa menoleh ke arah Steve
Steve pun merasa aneh tapi dengan semangat ia menghantar ke pelanggan sesuai pesanan mereka
Dan menghampiri gadis gadis remaja Tadi untuk memberitahukan pesanan mereka segera datang sambil mengobrol seperti sudah akrab dengan gadis gadis itu
Nadia melangkah membawa pesanan kearah gadis gadis tersebut
dan dengan sengaja menaruh pesanan dengan keras ke meja mereka
"Silahkan pesanan nya" kata Nadia sambil tersenyum palsu lalu mata nya mendelik kearah Steve menatapnya penuh kekesalan
Steve yang tak tahu apa apa pun menjadi heran di buatnya
Setelah pengunjung mulai terlihat sedikit dan hampir tak ada sama sekali
Steve menghampiri Nadia dan tersenyum pada nya tapi Nadia malah memalingkan wajah nya seperti tak mau melihat Steve
"Kenapa kamu cape yah.. " tanya Steve mencoba meraih tangan Nadia tapi Nadia malah menepis nya dan menjauh dari Steve lalu duduk di kursi masih memalingkan wajah nya tak mau melihat Steve
Steve menjadi heran lalu dia juga duduk di dekat Nadia yang membelakanginya
Steve dengan lembut memegang bahu Nadia dan mebalikan posisi duduk Nadia
"Kenapa sayang ada yang salah..??
apa tangan kamu tambah sakit..??" kata Steve dengan Nada khawatirnya menatap Nadia yang masih terlihat murung dan cemberut
####Terimakasih sudah berkenan mampir baca cerita ku
jangan lupa like, komen dan vote agar aku bisa mengembangkan karyaku menjadi kebih baik 😊😊😊😊😊💖💖💖💖#####