
Steve merasakan lift yang mulai bergerak kemudian ia memicingkan matanya perlahan hingga sinar terang membuat dia kesilauan
Rupanya lampu lift sudah nyala kembali begitu pula dengan lift nya
Berapa lama aku tertidur disini
Steve menatap arlojinya yang menunjukan pukul 9 malam, hampir dua jam mereka terjebak di lift yang sekarang sudah kembali bergerak
Bahu Steve terasa berat saat akan di gerakan dan menyadari Cecilia yang tertidur lelap di bahunya dengan tangan Steve melingkar memeluk lengan Cecilia.
Secara perlahan Steve menepuk nepuk pipi Cecilia tapi Cecilia hanya menggumam pelan dan menelusupkan wajahnya ke dada Steve kembali untuk mencari kehangatan
"Hei bangun! memangnya kau pikir aku kasur pribadi mu!" kata Steve mulai berbicara dengan keras mencoba membangun kan Cecilia dari tidur lelapnya sambil menepuk pipi Cecilia agak lebih keras ,namun tak kunjung terbangun juga
"Hei perempuan, Kau tidur atau mati,sih?" umpat Steve setelah dia kesal membangunkan Cecilia
Pintu lift terbuka, Steve berjalan menuju lobi lantai satu.
Steve keluar lift dengan menggendong tubuh Cecilia ala bridal style dan terlihat security penjaga pintu keluar tergopoh gopoh mendekati Steve lalu membungkukan badan tanda menghormati Steve
"Hei! kenapa tidak ada orang yang datang saat aku memencet tombol darurat di lift?" geram Steve dengan nada suara dingin menggidikan hingga pak security menunduk ketakutan
"Maafkan saya tuan ... saya kira sudah tidak ada orang di lantai atas," kata bapak security terbata bata karena takut
"Katakan kepada pemimpin kalian, besok pagi dia harus datang menghadap ku untuk bertanggung jawab dengan kelalaian yang terjadi hari ini ! bisa saja orang lain mengalami hal serupa dengan ku dan kalian terlambat datang hingga membahayakan nyawa mereka," teriak Steve dengan kilatan amarah menatap tajam kepada security penjaga pintu keluar.
"Ba_ baik tuan akan saya sampai kan," kata nya dengan ketakutan.
"Minggir kau !"gertak Steve lalu dengan arrogan dia melangkah pergi bersama Cecilia yang ada di gendonganya, meninggalkan pak Security yang menghela nafas dalam karena terbebas dari amukan Steve
Pak Security merasa merinding dengan sikap garang Steve
Apa yang akan terjadi kepada pemimpinya besok pagi
***
Mata Cecilia perlahan terbuka ia terbangun dari tidurnya yang nyenyak
Cecilia menggeliat meregangkan otot otonya yang kaku dan terasa pegal pegal
Kemudian ia bangun dan menatap ruangan sekitar dan terkaget dengan ruang kamar yang tampak asing baginya
Cecilia melonjak bangkit dari tidurnya
memerhatikan ruang kamar yang bernuansa gelap dengan cat dinding abu abu pucat dan terdapat nakas kecil di samping tempat tidur yang ia tempati sekarang.
"Aku dimana?" gumam Cecilia sambil meraba tubuhnya dan pakaiannya yang masih utuh
"Untunglah Aku tidak apa apa, " gumam nya sambil mengehela nafas lega.
kamar siapa ini ?
Cecilia melangkahkan kakinya menuju pintu kamar, lalu membuka pintu kamar dengan sangat pelan pelan sekali
Pintu kamar itu langsung berhadapan dengan ruang tengah
Mata Cecilia langsung berserobok dengan sosok tubuh yang sedang tidur di soffa berwarna hitam yang terletak di ruang tengah, dia tertidur dengan kaki yang menekuk karena soffa itu terlalu pendek untuk tempat tidur.
"Apa aku berada di rumah Steve? " gumam Cecilia, mengingat kembali kejadian di dalam lift, lalu dengan perlahan Cecilia mengahampiri Steve yang sedang terlelap,
Cecilia berjongkok di hadapan Steve dan memandangi wajah tenang Steve yang tengah tertidur
Kenapa saat tidur pun kau memasang wajah menyedihkan seperti ini ?
Cecilia tak bisa menahan godaan untuk tidak menyentuhkan tangan nya ke pipi Steve
Ia Setengah melonjak ketika Steve tiba-tiba bergumam dan menggenggam tangan nya dengan erat.
"Kembalilah Nadia ... aku mohon ...." kata Steve dengan lirih, terdengar begitu menyedihkan oleh Cecilia
Siapakah Nadia yang selalu di sebutkan Steve ? Sepenting itukah Nadia hingga Steve menuliskan namanya pada liontin kalung kupu kupu yang aku temukan tersangkut di jaket ku? sampai disaat sedang tidur pun dia masih menggumamkan namanya
Rasa penasaran Cecilia bertambah ia pun berniat mencari pentunjuk tentang Nadia di rumah Steve
Dengan mengendap endap seperti maling, Cecilia berdiri di depan pintu salah satu kamar, lalu ia menengok kekiri dan kekanan memastikan tidak ada yang melihatnya, Cecilia memegang handle pintu dan terdengar suara 'Klik ' tanda pintu tidak di kunci dan ia membuka pintu dengan perlahan lahan.
Dikamar itu Cecilia melihat sebuah foto raksasa yang menempel di dinding
Foto seorang gadis Cantik yang terlihat polos dengan tersenyum manis
gadis itu berambut panjang hitam kecoklatan dan sekilas gadis itu mirip dengan Cecilia
Bukan hanya satu ada banyak foto berbingkai sedang tertata rapi di nakas dekat tempat tidur , potret kebersamaan Steve dan Nadia yang sama sama terlihat bahagia
Senyuman lebar Steve yang terlihat ceria, berbeda dengan sekarang,wajah Steve yang selalu dingin, kaku,seakan begitu banyak beban derita yang ia pikul setelah kehilangan Nadia
Inikah sebabnya Steve tiba tiba memeluku di bandara saat itu ?
karena saat aku mengenakan masker maka semua yang ada pada diriku mirip dengan Gadis ini
Banyak pertanyaan yang muncul di benak Cecilia sampai ia merasakan pusing di kepalannya
Cecilia masih mencari sesuatu dan ia membuka laci lemari dan mendapatkan sebuah amplop yang berisi kan sepucuk surat
Cecilia membaca surat itu dengan serius
hingga tak terasa air mata Cecilia terjatuh kepipinya
Ketika membaca surat tulisan tangan Nadia, entah kenapa kelebatan bayangan terus menerus terlihat di otaknya
sampai ia merasa sakit kepala dan semakin bertambah sakit jika ia berusaha mencerna potongan ingatan yang muncul di otak nya
Saat Cecilia tengah serius memperhatikan surat itu tiba tiba...
"Kurang ajar, berani sekali kau sebarangan masuk ke kamar pribadi orang lain !" teriak Steve yang tiba tiba ada di belakang Cecilia
Cecilia terkejut dan menelan ludah karena ketahuan oleh sang empunya rumah.
Steve lalu membalikan tubuh Cecilia dan mendorong nya kedinding dengan kasar hingga Cecilia meringis karena punggung nya langsung terbentur kedinding dengan cukup keras
Tatapan tajam Steve yang seakan menusuk membuat tubuh Cecilia bergetar karena di dera rasa takut
"Ma_ maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk bersikap kurang ajar, aku hanya mencari air dan tak sengaja masuk kesini, " kata Cecilia lirih sambil menunduk ketakutan mencari alasan agar Steve tidak terlalu marah padanya.
Namun wajah Steve semakin mendekat ke pada Cecilia sampai deru nafas nya terasa menyapu wajah Cecilia yang semakin memucat
"Cepat pergi dari rumah ku! " geram Steve di sisi telinga Cecilia
"A_ aku tidak mau pergi dari sini!"ucap Cecilia terbata"karena aku hanya ingin minum dan malah salah masuk ke kamar ini "Cecilia mencoba menghindar dari kemarahan Steve dan mencoba keluar dari lingkaran tangan Steve yang memerangkapnya sampai menempel ke tembok
"Ishh, kau benar benar keras kepala" dengus Steve namun masih memerangkap Tubuh Cecilia
"Kau harus pergi! karena jika aku sedang marah. aku akan memperlakukan orang sesuka hati ku."ancam Steve mencoba menakut nakuti Cecilia
"A_aku tidak takut dengan ancaman mu "kata Cecilia mencoba memberanikan dirinya mengelak perkataan Steve walau dengan terbata bata
"Benarkah ??" kata Steve pelan, kemudian ia mendekatkan wajahnya berniat menakut nakuti Cecilia dengan berpura pura akan menciumnya
Tapi Cecilia malah memajukan wajahnya dan memejamkan matanya,sehingga mereka benar benar berciuman
Steve menarik wajahnya karena terkejut dengan apa yang di lakukan Cecilia yang malah menerima ciumanya
Cecilia tetap terpejam dengan bibir yang merah merekah menggoda Steve untuk menyicipi kembali rasa manis yang ia sesap dari bibir Cecilia
Hampir Steve tergoda lagi sampai akal sehatnya kembali ia kuasai
"Ayo keluar dari kamar ku dan pulang lah !"Steve berucap pelan lalu menarik tangan Cecilia untuk keluar dari kamarnya
Cecilia menurut berjalan di belakang Steve
"Aku akan pergi, tapi sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu, "Cecilia menatap mata Steve dengan lekat "Apakah aku boleh mencintaimu?"
Steve terbelalak dengan apa yang Cecilia katakan karena sudah dua kali gadis ini menyatakan cinta kepadanya
"Tidak bisa "balas Steve singkat lalu ia memcoba menghindari Cecilia dengan berjalan menuju pintu keluar
Cecilia menyusul langkah Steve dan menghalanginya pergi keluar
"Kenapa? Aku sudah tau semua nya, alasan kenapa kau tiba tiba memeluku di bandara waktu itu, karena kau mirip dengan kekasih mu Nadia, Aku bisa menggantikan gadis itu, dan membahagiakan mu ,"ucap Cecilia lirih setengah memohon kepada Steve
"Tapi kau akan merasa sakit hati dan kecewa karena aku hanya akan melihat Nadia pada dirimu."ucap Steve dengan dingin
"Aku tidak peduli ... aku hanya ingin melihat kau tertawa bahagia lagi seperti dulu yang terlihat difotomu, aku tidak tau kenapa hatiku tersiksa ketika melihat mata mu , sorot mata menyedihkan dengan tatapan keputus asaan ,entah kenapa aku takut kau melukai dirimu sendiri lagi,"ucap Cecilia lirih
"Itu bukan lah cinta, kau hanya merasa kasihan pada ku , aku tidak serapuh itu,pergilah dan lupakan perasaan mu " ucap Steve dengan dingin
"Kenapa aku harus melupakan perasaan ku ?" tanya Cecilia membelalakan mata besarnya
"Karena aku sebentar lagi akan segera menikah " ucap Steve lagi
"Aku tidak peduli, sebelum janur kuning melengkung kau bukan milik siapa siapa, camkan itu baik baik! " kata Cecilia malah semakin membulatkan tekadnya
Steve melihat kesungguhan di mata Cecilia
"Aku akan pergi sekarang, sampai jumpa di kantor dan ingat aku tidak akan menyerah untuk membuat mu menyukai ku " kata Cecilia begitu bersamangat
sebelum pergi dia mengecup singkat pipi Steve, lalu berlari meninggalkan Steve yang masih terkejut dengan kecupan singkat dari Cecilia,Steve meraba pipinya yang di kecup singkat oleh Cecilia
Usaha Cecilia berhasil, karena satu senyuman begitu saja meluncur di bibir Steve .