
Jam istirahat pun Tiba Nadia merasakan perutnya lapar lalu ia bergegas untuk pergi ke kantin sekolah
Tadinya Nadia ingin mengajak Diandra tapi Diandra sudah tak ada di bangkunya.
Steve datang ke kelas nya begitu saja berjalan melewati Nadia yang sedang berdiri di depan pintu kelas tanpa menoleh kepada Nadia sedikit pun
Steve menghampiri bangku Carrisa yang sedang ngerumpi bersama Nina dan Novi
Nina dan Novi terkejut melihat Steve yang berjalan mendekati mereka
"Ngapain Steve ngedeketin kita.. " bisik Nina kepada Carrisa dan Novi
"Mungkin mau ajak gue kekantin " balas Novi sambil berbisik dengan tertawa centil
"Halu banget sih loe pasti Steve mau ngajakin gue bukan loe " kata Carrisa jutek
"Carrisa ayo kita kekantin bareng aku udah lapar nih tapi pengen makan bareng kamu " kata Steve berpura pura mesra kepada Carrisa sengaja agar Nadia merasa cemburu Nadia masih berdiri di dekat pintu kelas dengan tatapan sedih campur kesal
"Iya Steve aku juga udah laper ayo kita kekantin " kata Carrisa senang langsung berdiri dari kursinya dan menggelayut mesra pada lengan Steve. Steve hanya tersenyum dengan terpaksa
Carrisa meninggalkan Kedua teman nya yang terkejut melihat kedekatan dia dengan Steve dan melewati Nadia dengan tatapan penuh kemenangan sambil tersenyum sinis kepada Nadia seakan berkata bahwa Steve lebih memilih dia dari pada Nadia
"Udah Nad.. jangan sedih.. " gumam Nadia mencoba menguatkan dirinya sendiri
Dikantin pun Nadia masih melihat kemesraan Steve dan Carrisa yang mulai saling menyuapi makanan dan tertawa bersama sama
"Ini aku suapin lagi Steve.. " kata Carrisa sambil menyuapi sesendok bakso ke Steve
" Aaaa.. enak banget kalo kamu yang suapin" kata Steve memuji sambil mengunyah bakso yang Carrisa suapi
Carrisa menjadi senang dan bahagia sekali Padahal dia hanya di jadikan alat oleh Steve supaya Nadia cemburu kepada nya
Dan benar saja Nadia yang duduk agak jauh dari mereka dan sedang memakan semangkuk bakso menjadi kesal sehingga menusuk nusuk bakso nya dengan garpu
"Issshh.. dasar cowok pla boy baru aja kemarin dia ngedeketin aku setelah aku sayang sama dia dengan mudah juga dia lupain aku dan mendekati cewek lain.." gerutu Nadia kesal sambil menahan tangis
Steve yang melihat itu tersenyum senang
"Dasar gadis polos ga bisa bedain yang mana ekting sama nyata
Bukanya dia suka nonton drakor yang lebay itu..?? " gumam Steve senang karena idenya terinsfirasi dari drama korea yang semalam di tonton nya ternyata berhasil
Saat jam pulang sekolah
Nadia pulang dengan berjalan kaki karena sedari tadi tidak ada angkot yang lewat kesana
"Sedih sekali aku hari ini kemana sih angkot angkot yang biasa lewat kaya nya kebetulan banget
Aku hari ini sudah cape pikirin tugas sekolah cape mikirin hati ku yang sakit eh sekarang cape jalan kaki juga
lengkap sudah penderitaan ku" gerutu Nadia kesal sambil berjalan di pinggir jalan
Tiba tiba cuaca yang tadi nya panas menjadi hujan yang lebat sekali memang cuaca akhir akhir ini selalu berubah ubah
"Ya ampun malang banget nasib ku pake acara hujan lagi
aku kan ga bawa payung
Terpaksa deh nikmatin aja hidup ini yang terlanjur pahit " umpat Nadia dengan sedih sambil hujan hujanan dan teringat lah dia kepada Steve yang selalu melindunginya di saat susah, menjailinya dan selalu memaksakan kehendaknya
"Biasa nya Steve yang selalu datang di saat aku butuh dia " kata Nadia mendadak ia sedih dan menangis ketika mengingat juga kedekatan Steve bersama Carrisa yang begitu mesra
"Emang dasar semua cowok itu sama aja
selalu gampang pindah kelain hati
dasar Steve playboy, dasar buaya darat dengan mudah nya kamu lupain aku.. " teriak Nadia di tengah hujan lebat pikirnya tak akan ada orang yang mendengar teriakan nya karena jalanan juga sepi
"Enak aja ngatain orang playboy.. "
Nadia terkejut karena tiba tiba Steve ada di belakang nya sambil membawa payung Nadia pun menghentikan langkah kakinya
Sebenarnya dari tadi Steve mengikuti Nadia dan tersenyum senyum ketika mendengarkan ocehan Nadia
"S.. Steve sejak kapan kamu ada di belakang ku..?? "tanya Nadia dengan gagap dan wajah memerah karena malu
"Aku bisa ada di mana saja"
"Tapi apa yang kamu bilang tadi aku cowok playboy cowok buaya darat bukanya kamu yang nyuruh aku ngejauhin kamu
Tapii aku jalan sama orang lain malah ngambek " kata Steve sambil tertawa geli
"Ya engga usah mesra mesra an di depan mata ku juga " teriak Nadia dengan kesal
"Engga ngapain aku cemburu.. "bantah Nadia dengan ekpresi wajah gugupnya
"Sudah lah jangan bohong Nad kamu udah bilang sendiri tadi kan ayo jujur sama aku"
Kata Steve berusaha membuat Nadia mengaku
"Kalo aku cemburu memang kenapa..??
Kamu tega banget Steve kamu ga peduli aku seolah ga pernah kenal sama aku terus kamu bermesraan dengan cewek lain di depan mata ku kamu ga mikirin perasaan aku
aku tuh sayang sama kamu Steve" teriak Nadia dengan kesal lalu menangis tersedu sedu
Steve yang sudah mendengar pengakuan Nadia langsung memeluk erat tubuh Nadia yang telah basah oleh air hujan
"Maafin aku.. maafin aku.. karena bikin kamu sedih
Aku ngelakuin itu supaya aku tau kalau kamu juga sayang sama aku
Sudah jangan menangis lagi.. "kata Steve dengan lirih menatap Nadia dan menghapus air mata Nadia yang bercampur dengan air hujan
"kamu jahat Steve.." kata Nadia semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Steve
"Aku tahu maafin aku Nad.. " kata Steve sambil mencium puncak kepala Nadia
Mereka pun mencari tempat berteduh dan menemukan warung yang sudah tutup
"Aku tuh udah nyangka kamu bakal ujan ujanan kaya gini karena kamu bandel dan ga hati hati bagaimana kalau kamu sakit
Aku tuh ga bisa lihat kamu terluka Nadia " omel Steve sambil mengelus rambut Nadia yang basah
Mereka duduk di bangku depan warung Nadia menyandarkan kepalanya di bahu Steve
"Apa kamu yang menolongku saat akan tertimpa buku di perpus Steve..??" tanya Nadia sambil menengadahkan kepalanya untuk melihat wajah Steve
"Iya.. soalnya aku ga tahan lihat kamu langsung menarik buku kamu ga berpikir kalo buku yang lain juga akan jatuh lalu menimpa kepala kamu
Aku takut kamu terluka " kata Steve sambil menatap Nadia
"Iya sih aku emang ga hati hati banget
Tapi kenapa kamu langsung pergi..?? "
"Kamu kan bilang kalau kamu ga nyaman dekat aku dan menyuruhku menjauhi kamu
aku ga ngerti apa alesan kamu menyuruh aku buat jauhin kamu..??"
"Aku takut kamu di lukai orang jahat lagi kalau masih dekat dengan aku
itu berbahaya Steve aku ga mau lihat kamu terluka atau lebih parah lagi.. " kata Nadia mulai menangis di bahu Steve
"Aku ga peduli kalau aku terluka untuk nolongin kamu Nadia.." kata Steve sambil memegang pipi Nadia
"Tapi aku juga ga mau kamu terluka lagi Steve itulah sebabnya aku ga mau kamu terlalu deket sama aku" kata Nadia mengangkat kepalanya dari bahu Steve dan menatap Steve dengan serius
"Jangan bilang begitu lagi Nad
Aku pastikan aku tidak akan kenapa napa dan tak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi sama aku dan kamu
Pleas Nadia aku mau kita selalu sama sama
Kamu mau kan nerima perasaan aku yang sudah terlanjur sayang sama kamu..?? "
kata Steve langsung mengatakan perasaan nya
Nadia memandangi Steve dan mengangguk kan kepalanya tanda ia mau
"Yes... akhirnya kamu mau jadi pacar aku.. " teriak Steve dan berloncat loncat seperti anak kecil yang di beri permen kesukaannya
"ihh udah Steve malu nanti di lihat orang "kata Nadia menyuruh Steve duduk kembali
"Biarin ga ada orang juga di sini.. " kata Steve sambil mengajak Nadia meloncat loncat juga
"Tapi aku minta kita bertemu jangan malem malem aku takut ada orang jahat lagi.."kata Nadia sedikit khawatir jika ayahnya datang lagi saat Steve bersama dia
"Iya terserah kamu saja jika itu mau kamu" kata Steve mengiyakan saja permintaan Nadia
Akhirnya hujan reda dan Steve mengantar Nadia pulang menggunakan Sepeda motor nya yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berteduh
####Terimakasih karena sudah mampir baca tulisanku jangan lupa like,komen dan vote untuk mendukung ku agar karya ku semakin berkembang 💖💖💖💖💖####