A Love Story

A Love Story
Bab 47



Cecilia tanpak memutar mutar sedotan yang ada di gelas jus nya yang hampir separuh diminum olehnya


matanya menatap kosong karena melamunkan kejadian di bandara saat pria asing itu tiba tiba memeluknya pria asing itu menatap nya dengan tatapan kesedihan yang mendalam sampai hatinya menjadi iba dan tak terasa dadanya berdetak cepat tanpa tau apa alasannya


atau karena wajahnya yang sangat tampan dengan aroma maskulin dari tubuhnya menyihir Cecilia sampai dia terbuai hingga jantung nya berdetak dengan cepat sebenarnya wajah tampan nya, kharisma nya serta tubuh tinggi tegap dan otot otot tubuh yang terasa keras saat tak sengaja menyentuh tubuh Cecilia membuat nya terpana dan teringat ingat di pikirannya sampai tak mau hilang


Gerakan tangan Cecilia yang seakan ingin menyentuh sesuatu yang keras kotak kotak di perut pria itu membuat nya tersenyum geli membayangkan nya


Kenapa jadi dia yang berpikir mesum ?? bukanya Pria itu yang mesum


"Ishhhh.. apa sih.. " gumam Cecilia merasa kesal dengan dirinya sendiri menepis pikirannya yang melayang kemana mana


Angga yang memperhatikan Cecilia sedari tadi menatap heran dengan gerakan tangan dan umpatan Cecilia


"Apakah ada ssesuatu yang mengganggu pikiran mu..?? " akhirnya Angga bertanya kepada Cecilia


" Yah.. sebenarnya saat aku di bandara menunggumu aku berpas pasan dengan pria aneh.. dia tiba tiba memeluk ku lalu begitu saja ia pergi meninggalkan aku.. itu yang mengganggu pikiran ku.. " kata Cecilia menatap kesal kepada Angga


"Maaf kan aku karena terlambat menjemput mu.. jadi kau mengalami hal yang tak menyenangkan aku sungguh menyesal.. " kata Angga merasa khawatir dengan Cecilia


"Tapi nona tidak apa apa kan..?? " kata Angga lagi tersirat rasa khawatir dari matanya


"Hmm tidak.. aku tidak apa apa.. Tapi aku ingin bertanya apakah semua pria disini selalu melakukan hal yang sama dengan apa yang pria mesum itu lakukan..??" tanya Cecilia dengan nada penasara. yang sangat kental


" Mungkin saja.. karena mereka melihat nona Cecil yang sangat cantik jadi mereka berprilaku seperti itu.." kata Angga sedikit melebih lebihkan perkataannya untuk menakuti Cecilia yang gemar keluar malam di negaranya


Cecilia terlihat mirinding ketakutan karena omongan Angga


"Menakutkan sekali.. aku harus waspada dan tetap menempel pada mu.. " kata Cecilia sambil mendekatkan kursinya dan melingkarkan tangan nya pada lengan Angga


Angga yang di perlakukan seperti itu merasa tak enak dan berdehem beberapa kali


" Tak perlu harus menempel kepada ku seperti ini nona.. jika tuan melihatnya mati lah aku " kata Angga salah tingkah sambil mencoba melepaskan tangan Cecilia


"Alasan.. kenapa kau selalu menolak ku dengan alasan papa ku akan membunuhmu


atau aku kurang cantik atau aku bukan seleramu ..?? kau tau aku menyukai mu dari dulu kak.. " kata Cecilia yang tidak sungkan mengutarakan perasaan nya yang sudah beberapa kali ditolak oleh Angga


"Bukan seperti itu gadis kecil, kau sangat cantik dan manis menggemaskan, tapi tugas ku hanya melindungi mu saja, aku menyanyangi mu tapi sebagai adik perempuanku " kata Angga dengan senyuman tulus lalu tangan nya mengelus rambut Cecilia dengan lembut


Cecilia masih cemberut mendengar perkataan Angga


"Dan aku tak pantas untuk kau sukai setelah apa yang sudah ku lakukan di masa lalu " gumam hati Angga seketika menatap sendu wajah Cecilia


kilasan kenangan masa lalu buruk melintas tiba tiba di pikirannya


"My Princes.. akhirnya kamu mau menyusul papa kesini.. " kata Pria paruh baya yang tak lain adalah papa Cecilia yang selalu memanjakan Cecilia dan Cecilia langsung memeluk ayah nya dengan ceria setelah hampir berjam jam Cecilia menunggu ayahnya pulang dari salah satu kantor ayahnya yang ada di kota itu


"Papah aku merindukan mu selama tiga bulan aku tidak bertemu dengan mu dan kak Angga aku kesepian di sana pah.. " rengek Cecilia manja kepada ayahnya


Sedangakan Angga berdiri dan membungkuk hormat kepada papah Cecilia


"Maaf papah terlambat karena suatu urusan mendadak kamu sudah menunggu lama yah.." kata papah Cecilia dan di balas anggukan kepala oleh Cecilia


"Sepertinya tugas saya sudah selesai Tuan Erlangga saya mohon pamit.. untuk pergi ke kantor lagi " kata Angga dengan sopan


"Aku kangen papa.. "


"Papah juga Sweet heart " pak Erlangga dan Cecilia berjalan menuju sofa ruang keluarga


"Kapan acara pernikahan anak teman papah itu.. ??" tanya Cecilia sambil bergelendotan di bahu papanya memang dia selalu di manja oleh pak Erlangga sampai sipatnya menjadi sedikit kekanak kanakan dan semua keinginanya harus terkabulkan


"Minggu depan apa kamu mau ikut menghadiri pesta pernikahan anak teman papah..?? " tanya pak Erlangga dengan penuh rasa sayang


"Tentu.. karena aku sangat suka pesta.. " kata Cecilia melonjak kesenangan


"Kau ini memang maniak pesta tapi harus berpakaian sopan karena di sini beda dengan di tempat tinggal kita... "


" Lagian kalaupun aku berpakaian terbuka pasti kak Angga menutupinya dengan jaket tebal dan panjang huh dasar menyebalkan " kata Cecilia sambil merengut


"Angga melakukannya demi kebaikan kamu sayang.. "


"Tapi dia juga selalu bersikap tidak bersahabat dengan teman teman lelakiku sampai sampai mereka ketakutan saat aku bertemu dengan ku jadi lah aku jomblo sejati sampai detik ini.. " kata Cecilia berkata dengan nada kesal


"Bagus lah berarti dia melakukan tugasnya dengan baik untuk melindungi mu " pak Erlangga tersenyum mendengar ucapan Cecilia


"Iya sih pah.. " kata Cecilia lagi seketika mengingat teman lelakinya yang mencoba menciumnya lalu Angga datang menhajarnya habis habisan.. dan mengingat lagi kejadian tadi di bandara kalau saja Angga ada disana mungkin pria mesum itu akan habis di hajar oleh Angga dengan gerakan tekwondonya


Namun sekelebat bayangan wajah laki laki tampan itu dan tatapan mata menyedihkan nya membuat Cecilia penasaran setengah mati


"Tapi pah.. ada yang aku mau tanya kepada papah..?? "


"Tentu sayang.. apa yang mau kamu tanyakan..?? "


Cecilia menatap wajah papahnya dengan seksama dan memulai pertanyaan


"Apakah sebelum aku hilang ingatan dan apa ada orang yang mengenalku disini..?? "


"Kenapa tiba tiba menanyakan itu lagi.. "


"Hmm.. sebenarnya tadi aku bertemu dengan pria aneh dia seperti mengenal ku tapi dia juga begitu saja pergi meninggalkan ku.. aku penasaran siap pria itu apa aku mengenalnya ,aku merasa aneh saat bertemu dengan nya "


"Mungkin dia salah orang sayang sudah lah jangan di ingat ingat lagi nanti kepalamu menjadi sakit.."


"Sepertinya begitu dia juga bilang seperti itu.. "kata Cecilia lagi sambil mengerucutkan bibirnya dan berpikir kembali


"Hei sudah jangan di pikirkan lagi.. ayo kau harus istirahat supaya badan mu segar kembali di pagi hari "kata Pak Erlangga dengan mengelus rambut panjang putri kesayangan nya


"iya sepertinya aku mulai mengantuk aku tidur duluan ya pah good Night papa.. "


"Good night Sweet heart "


Setelah Cecilia benar benar masuk ke dalam kamarnya


Pak Erlangga menghela nafas dalam dan menautkan tangan nya menopang dagu


Ada sirat kesedihan di matanya memikirkan masa lalu kelam keluarga nya dulu dan penyesalan yang selalu menghantui nya sampai dengan saat ini


"Maafkan papah nak.. papa akan menyembunyikan seluruh luka hati mu di masa lalu sampai ingatan mu kembali dengan sendirinya... " ucapnya lirih