A Love Story

A Love Story
Datang kembali



Nadia begitu ketakutan dan bersembunyi di belakang tubuh Steve yang melindunginya


"Siapa kalian beraninya menghalangi jalan ku..??" kata Steve menantap tajam ke 5 orang pria yang keluar dari mobil


"Kami mau menjemput gadis itu jadi kamu jangan halangi kami" gertak salah satu orang yang berperawakan besar dan berkepala gundul dengan tampang begitu seram


"Steve aku takut.. aku ngga mau ikut mereka" kata Nadia dengan suara yang bergetar karena takut sambil memegangi lengan Steve dengan erat sekali


"Aku tidak akan biarkan mereka membawa kamu.. " kata Steve menenangkan Nadia yang mulai menangis ketakutan


Kelima pria itu mendekati Steve dan Nadia tapi Steve menghadang mereka sehingga terjadilah perkelahian antara mereka


Steve mengarahkan pukulan kepada salah satu pria namun ternyata dapat di tangkis dengan mudah oleh pria yang berperawakan lebih besar dari nya itu kemudian tangan Steve di pelintir ke belakang lalu didorong hingga Steve terjungkal ke trotoar jalan yang sudah sepi oleh pejalan kaki karena sudah hampir jam setengah dua belas malam sehingga tidak ada orang lagi untuk di mintai pertolongan


Lalu kedua pria membawa paksa Nadia yang ketakutan Nadia mencoba melawan namun tenaga nya tak sebanding dengan pria pria tersebut


"Tolong aku Steve.." teriak Nadia menengok ke arah Steve yang baru saja bangkit


Steve mencoba menolong Nadia tapi kedua tangan nya telah di kunci oleh dua orang pria lain nya


Nadia pun di masukan kedalam mobil lalu mobil pun melaju dengan cepat


Steve mencoba melepaskan diri dari pegangan dua orang pria itu dengan menedang kaki dan menyikut wajah kedua pria tersebut lalu dengan secepat kilat dia menaiki motor nya untuk menyusul mobil yang membawa Nadia


Di dalam mobil yang membawa Nadia ternyata Ada seorang pria berumur sekitar 50 tahunan dengan pakaian rapi memakai jas hitam dan rambut yang sedikit beruban


Wajah Nadia berubah dari mimik muka takut menjadi penuh amarah ketika dia melihat pria tersebut


"Apa lagi yang papah ingin kan dari ku,


belum puas kah papah telah membuat hidup ku menderita.. " Teriak Nadia dengan Amarah yang begitu meledak ledak dan air mata yang mengalir ke pipinya


Ternyata orang yang membawa Nadia adalah ayah kandung nya sendiri yang telah menghilang saat ibu Nadia meninggal dan Nadia masih berusia 13 tahun


"Nadia papah ingin kamu ikut bersama papah.. papah dua tahun ini mencari di mana kamu berada " Kata ayah Nadia dengan suara berat dan ekpresi datar masih sama seperti dulu


" Aku tidak sudi ikut dengan kamu, setelah apa yang kamu lakukan kepada mama dan juga meninggalkan aku begitu saja..


aku tak mau hidup bersama orang jahat seperti kamu.. "teriak Nadia begitu marah dan memukuli ayah nya sambil menangis sejadi jadi nya..


"Nadia kamu harus ikut papah. Siapa yang akan membiayai kamu kalau bukan papah


sekarang papah sudah berhasil dan mempunyai banyak uang tidak seperti dulu


kamu bisa hidup senang bersama papah Nadia " Kata ayah Nadia menaikan nada suaranya dan memegang bahu Nadia


"Buat apa papah hidup banyak uang kalau hasil dari kejahatan


Aku tidak perlu seorang ayah untuk meneruskan hidup ku dan mungkin lebih baik ayah jahat seperti kamu mati saja.." teriak Nadia memandang tajam kepada wajah ayah nya


"Sudah cukup Nadia, pokoknya kamu harus ikut papah..!! "teriak Ayah Nadia


Nadia mulai merasa takut dan terdiam mendengar teriakan ayah nya itu


Sementara itu Steve dengan kecepatan penuh mengendarai motor nya mengejar mobil yang membawa Nadia


Dia pun berhasil mencegat mobil tersebut dan berhenti di tengah jalan menghalangi laju mobil sehingga mobil berhenti karena supirnya dengan cepat menginjak rem


"Bos, anak itu menghalangi jalan kita"kata sopir itu sambil memalingkan muka nya yang ke arah ayah Nadia


"Kalian bertiga bereskan dia "perintah ayah Nadia kepada 3 orang pria yang ada di dalam mobil


" Baik bos" kata mereka serentak.


Kemudian mereka turun dan menghadang Steve


Perkelahian pun terjadi lagi Steve mencoba membela diri walau pun sadar dia kalah jumlah dan pasti akan kalah


Nadia menjerit jerit didalam mobil ketika 3 orang pria itu memukuli dan menendang tubuh Steve yang mulai lemas tak berdaya dengan luka lebam dan boyok di sekitar wajah nya


"Hentikan,, jangan sakiti dia.. ku mohon pah.." teriak Nadia sambil menangis dan berontak begitu memilukan hati


Nadia bisa keluar dari mobil karena tidak ada penjagaan ketat dan segera menghampiri Steve hendak melindungi tubuh Steve yang tergeletak tak berdaya


"Apa yang harus ku lakukan agar mereka pergi dari sini" gumam Nadia bingung sambil memegangi tubuh Steve lalu iya melihat botol bekas di terotoar jalan


Nadia mengambilnya lalu memecahkan botol tersebut


" Pergi kalian atau aku akan melukai diriku sendiri . " Teriak Nadia mengancam sambil mengarahkan bagian runcing pecahan botol ke leher nya


Ayah Nadia yang melihat itu segera memberi isyarat kepada anak buah nya untuk pergi karena takut Nadia berbuat nekad melukai diri nya


"Segera pergi saya tidak mau anak saya terluka.. " teriak ayah Nadia kepada anak buah nya,


"Nadia tunggu papah akan kembali lagi untuk membawa mu.." Kata Ayah Nadia sambil memandangi wajah Nadia yang terlihat ketakutan


" Pergi.. !!" teriak Nadia masih mengarah kan botol ke lehernya


Ayah Nadia dan anak buah nya segera naik mobil dan pergi meninggalkan Nadia dan Steve yang sedang terkapar


"Steve bangun.." teriak Nadia dengan panik air mata nya sudah bercucuran membasahi wajah Steve yang mata nya masih belum terbuka


" Steve bangun.. Steve jangan mati.. jangan tinggalkan aku..!!" teriak Nadia histeris sambil meletakan kepala Steve di pahanya Nadia mengusap wajah Steve yang berdarah di kening dan bibir nya


" Steve kumohon bangun.. aku sayang sama kamu.." kata Nadia sambil menangis memandangi wajah Steve yang babak belur


" Aku tidak mati Nadia.." Kata Steve yang sedari tadi memang sadar tapi sengaja tidak membuka matanya untuk membuat Nadia khawatir dan bangkit terduduk di hadapan Nadia


Masih sempat nya dia jail di saat Nadia kepanikan Seperti itu


Replek Nadia langsung memeluk Steve dengan tangis yang sesenggukan di dada Steve yang bidang


" Kamu bikin panik aku tau ga..


kenapa aku panggil ga nyaut nyaut aku pikir kamu...." kata Nadia tidak berani meneruskan ucapan nya


" Udah kamu ga usah khawatir luka cuman segini mah ga ada apa apa nya.." Kata Steve tapi dengan wajah terlihat kesakitan


Nadia lalu melepaskan pelukan nya


"Bohong banget kamu.. kita kerumah sakit.. aku takut kamu kenapa napa..?? "


Kata Nadia begitu khawatir


" Ngga usah aku ngga apa apa Nad..?? "


balas Steve


" Kalau begitu kita obatin luka kamu di kost an aku "Ajak Nadia


" Tadi kamu bilang apa Nad..??" Kata Steve berharap Nadia mengulang kembali kata Sayang yang di ucap kan nya


"Ga bilang apa apa kok" kata Nadia gugup dan berbohong


" Kamu tadi bilang kalo kamu sayang sama aku.. aku denger jelas banget tau " kata Steve sambil cemberut


"Ihh.. udah ah ayo kita pulang.. " kata Nadia menghindari pertanyaan Steve


Steve pun akhirnya menurut dan mereka pun


pergi menuju Kostan Nadia