
Pagi pagi sekali Nadia sudah datang ke rumah sakit untuk menjenguk Steve
Nadia merasa hari ini ia harus membuat Steve bahagia karena setelah ini Nadia tidak akan pernah menemui Steve lagi dan memutuskan untuk selamanya menghilang dari kehidupan Steve
karena Nadia sudah tidak punya alasan lagi untuk melanjutkan hidup yang seakan mempermainkan dirinya semua yang tersisa hanya trauma mendalam dan mimpi mimpi buruk yang selalu menghantui malam malamnya yang kelam
Mengingat ibunya yang meninggal di depan matanya sendiri dan ayahnya yang pergi meninggalakan nya hingga Nadia hidup sebantang kara dan terlunta lunta
Dan di saat ia mulai bahagia karena bertemu dengan Steve dan mulai mencintai Steve berharap akan mengisi kekosongan dalam hati Nadia dan mereka bisa hidup bersama dengan bahagia
Namun harapan nya pupus seketika dengan terjadinya peristiwa yang membuat jiwa Nadia terguncang mengetahui kenyataan bahwa dirinya sudah terjamah orang laki laki lain dan kehilangan harga diri nya sampai orang disekitarnya menatap jijik dan membenci dirinya menghina nya seperti seekor anjing yang sangat najis untuk di sentuh
Nadia merasa dirinya memang ditakdirkan untuk menderita sepanjang hidupnya saat ini ia sudah sangat putus asa
***
Nadia duduk di samping Steve yang masih terlelap, menatap nanar wajah Steve yang sangat tenang saat tertidur
Nadia mengusap pipi Steve mengecup kening nya dengan lembut
Hari ini Nadia tak ingin mengeluarkan air matanya setitik pun dan akan merasa bahagia di hari terakhirnya bertemu dengan Steve
"Sayang bangun.. " bisik Nadia lembut ke telinga Steve yang masih tertidur
"Hmm.. " Steve bergumam , pelan pelan membuka mata nya dan melihat Nadia yang sudah ada di sampingnya
"Nadia.. kenapa kamu sudah ada disini..?? " tanya Steve menatap Nadia dan melirik ke luar jendela yang memang terlihat masih gelap
Steve bangun dan bersandar di kepala ranjang
"Iya.. karena aku udah kangen banget sama kamu Steve.. " kata Nadia sambil tersenyum manis di hadapan Steve
Kemudian Nadia menyandarkan kepalanya di dada Steve
"Tumben kamu bilang kangen duluan biasanya kamu cuek banget sama aku..?? " tanya Steve heran namun sangat merasa senang karena Nadia terlihat manja kepadanya saat ini Steve pun memeluk tubuh Nadia dengan tangan kirinya
Nadia menengadahkan kepalanya menatap Keseluruhan wajah Steve yang begitu tampan walau pun masih terlihat pucat
membuat Steve menjadi heran karena tatapan Nadia yang begitu intens
"Kenapa ada yang aneh dengan wajah ku..??" kata Steve merasa aneh dengan tatapan Nadia kepadanya
"Aku hanya baru sadar kalau kamu ternyata sangat tampan Steve.. " kata Nadia masih menatap penuh cinta ke pada Steve
"Dasar kamu ini.. aku kan sudah tampan sedari lahir.. " kata Steve tertawa dan menyentuhkan hidung mancungnya dengan hidung Nadia hingga berbenturan
Tapi tiba tiba Nadia memegang kedua pipinya lalu mencium bibir Steve dengan lembut memagutnya dengan pelan dan intens seperti tak ingin melepaskan bibirnya dengan Steve
Steve merasa heran biasanya dia yang selalu memulai dan Nadia hanya terdiam mengikuti alur ciumannya
Tapi sekarang Steve merasa ada yang berbeda pada Nadia
Steve menatap wajah Nadia yang masih terlihat merah merona
"Apa yang terjadi dengan mu kau terlalu aneh hari ini.." Steve bertanya heran dan mengelus rambut Nadia
"Jangan banyak bertanya Steve aku hanya ingin berada di samping mu sepanjang hari ini.. " kata Nadia dengan manja mengecup kilat bibir Steve dan bersandar kembali ke dada Steve yang bidang
Steve tersenyum bahagia sekali karena sekarang Nadia terlihat begitu menggemaskna dan menempel terus kepadanya
"Apa kamu lapar.. aku sudah bawa makanan untuk mu ini masakan spesial buatan ku hanya untuk mu.. " kata Nadia yang telah duduk di samping Steve dan membuka tempat makanan yang ia bawa yang isi nya nasi sayuran segar dan ayam goreng
"Wah kelihatannya enak sekali.. kebetulan makanan rumah sakit ini tidak enak.. ayo makan aku sudah lapar sekali"
Nadia menyuapi Steve yang terlihat begitu lapar hingga dalam waktu singkat makanan yang di bawa Nadia telah habis oleh nya
"Enak banget masakan calon istri ku ini.. "
puji Steve
"Tentu saja aku biasa masak dirumah.. " kata Nadia dengan tersenyum manis
Saat Nadia sedang membantu Steve minum pintu ruangan itu terbuka lalu masuk lah pak Adijaya, bu Mira dan juga Carrisa yang sudah di beri tahu oleh bu Mira
"Hai sayang kamu udah makan yah..?? "kata Bu Mira menghampiri Steve dan Nadia
Dan Nadia langsung menyalami Bu Mira dan mencium tangan nya
"Iya mah.. aku laper banget karena kemarin ga makan.. mama tau sendirikan aku ga suka makanan rumah sakit.. untung Nadia mebawa makanan enak dan aku menghabiskannya.. " kata Steve dengan semangat
"Sama sama tante.." balas Nadia sambil tersenyum
Sedangkan Carrisa terlihat tidak senang dan menatap sinis ke arah Nadia dan Steve yang terlihat sudah dekat kembali
dan menyeruduk Nadia karena ingin mendekati Steve
"Steve kamu tidak apa apa kan..?? aku khawatir banget sama kamu " kata Carrisa dengan tangisan pura pura nya
"Aku udah ga apa apa Carrisa.. " kata Steve sambil tersenyum kepada Carrisa karena Steve sudah berteman dengan Carrisa semejak Carrisa berjanji kepadanya untuk melindungi Nadia
Carrisa lalu melirik Nadia dan tersenyum palsu sambil memegang kedua tangan Nadia
"Apa kamu sudah baik baik saja setelah kejadian di sekolah waktu itu..?? sorry aku ga bisa membantu kamu saat itu.. " kata Carrisa dengan suara begitu ramah dan berpura pura peduli kepada Nadia
"Aku sudah tidak apa apa.. makasih udah perhatian sama aku.. " kata Nadia dengan senyuman manisnya
"Ishh kenapa sih.. dia terlihat tidak apa apa.. padahal aku berharap dia menderita
terus kenapa lagi pak Adijaya diem ajah ngeliat mereka bersama lagi " gumam Hati Carrisa merasa kesal sekali tapi masih memasang senyuman palsu nya kepada Nadia
"Oh iya Om,tante boleh tidak aku mengajak jalan jalan Steve ke taman rumah sakit..??" kata Nadia dengan hati hati
"Silahkan tapi jangan lama lama karena Steve masih harus di periksa dokter.. " kata pak Adijaya datar tapi mempeeboleh kan Nadia membawa Steve
"Terimakasih om.. " kata Nadia dengan tersenyum senang
Steve pun memakai kursi roda lalu Nadia mendorong nya keluar dari ruang rawat itu meninggalkan pak Adijaya, bu Mira dan Carrisa yang terlihat begitu sangat kesal
"Om kenapa om ijinin mereka jalan jalan berduaan.. bukannya om ga mau Steve dekat dengan Nadia.. " kata Carrisa dengan nada suara lembut agar pak Adijaya tak curiga kalau dia sedang kesal kepada pa Adijaya
"Saya memang tak suka gadis itu dekat dengan Steve.. tapi melihat Steve tertawa bahagia saat bersama gadis itu saya jadi tak tega memisahkan mereka.. " kata pak Adijaya dengan tatapan sendu ke arah perginya Steve dan Nadia
"Gadis itu.. asli nya tak seperti apa yang aku bayang kan gadis itu begitu polos dan sepertinya ia sangat tulus menyayangi anak ku" gumam hati pak Adijaya
***
Steve dan Nadia berhenti di taman bunga yang ada rumah sakit itu, udara segar pagi hari bercampur harum bungan membuat orang yang menghirup udara disana merasa segar dan nyaman
"Steve jika hari ini hari terakhir kita di dunia apa yang akan kamu lakukan..?? "Nadia memulai pembicaraan nya
" Nadia.. Aku tak mau memikikan tentang hari terakhir dan kematian, karena aku ingin berumur panjang untuk membuat bahagia semua orang yang aku sayang aku tidak ingin mereka menjadi sedih karena kematianku apalagi mamah ku yang sangat menyayangiku tentu saja aku juga tak mau membuat mu bersedih "
"Aku tak ingin mendahului takdir dengan sok tau tentang kematian.. tapi aku berharap aku akan hidup bersama sama dengan mu menua bersama dan bersama saling berpelukan di kasur kita yang hangat ,dan meninggalkan dunia dengan tenang.. " Steve menatap mata Nadia dan Nadia melihat seberkas sinar harapan pada bola mata Steve yang jernih
Mata Nadia terbelalak mendengar perkataana Steve yang memukul telak pikirannya yang negatif yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya
Nadia menatap Steve lekat memikirkan apa yang akan Steve lakukan jika dirinya mengakhiri hidup nya dan mati, apakah Steve juga akan melakukan hal yang sama menyakiti dirinya sendiri
Seperti kemarin bahkan dia nekat turun dari lantai atas rumahnya hanya untuk menemui dirinya , dan apa yang akan terjadi dengan ibunya yang begitu menyayanginya jika melihat anaknya melukai dirinya sendiri
Astaga apa yang ku pikirkan, kenapa aku memikirkan hal yang begitu gila
tidak aku tidak ingin mati begitu saja,
Persetan dengan hujatan orang orang kepada ku. aku ingin hidup bahagia bersama Steve
Steve memandang aneh Nadia yang melamun bergulat dengan pemikiran nya sendiri
"Hei.. kamu kenapa..?? "Steve mengelus pipi Nadia hingga Nadia tersadar dari lamunannya
"Terimakasih Steve.. " kata Nadia tiba tiba dan memeluk Steve dengan erat
"Hei kamu ini kenapa terlihat aneh sekali terimaksih untuk apa coba..?? " Steve senang namun bingung dengan prilaku Nadia kepadanya saat ini
"Terima kasih telah mengingat kan ku "Nadia melepaskan pelukan nya dan menatap lekat Steve dengan senyuman manis tersungging dari bibirnya
Steve masih menatap Nadia dengan heran
Nadia menangkup kedua pipi Steve dengan tangannya
"Steve aku mencintai mu " Nadia berkata penuh keyakinan dan mengecup dahi Steve dengan lembut
Steve hanya melongo dengan perbuatan pacarnya itu seperti seorang gadis yang pertama kali di cium oleh laki laki, pipi Steve merah merona dan tersipu malu
"Aku juga Mencintai mu Nadia " kata Steve pelan lalu mencium bibir Nadia dengan mesra
Mereka menghabiskan waktu berduaan di rumah sakit tanpa gangguan dari siapapun bahkan pak Adijaya pun membiarkan saja mereka berdua dan menyuruh Carrisa agar segera pulang ke rumahnya