
Cecilia berjalan lunglai mengikuti Steve yang berjalan dengan begitu cepat,Tenaga Cecilia serasa terkuras habis setelah seperti biasanya Steve memberikan pekerjaan ekstrak untuk mengerjainya,
Cecil meregangkan otot tangan,ia memegangi lehernya yang pegal dan terdengar suara gemeletuk tulang leher Cecil yang diregangkan
Steve melihat dengan ujung matanya,seketika ujung bibirnya sedikit terangkat,ia merasa senang karena bisa mengerjain sekretaris barunya itu
"Hampir setengah delapan dan aku masih ada di sini" Cecilia menggerutu dengan suara nya yang di pelankan seolah mencicit seperti anak burung
"Kalau Kau tidak sanggup, segera keluar dari perusahaan ku,"Steve menanggapi dengan suara dingin tanpa menoleh
"Ah tidak,Aku tidak mengeluh kok... Aku masih kuat begini"bantah Cecilia dengan bertingkah seolah kuat
"Kenapa pendengarnnya begitu tajam sih..?"batin Cecilia
"ckk.. ya sudah,sana pergi!"Kata Steve datar setelah ia telah sampai di depan mobilnya
"Tapi... ini sudah malamkan, Apa Kau bisa memberi tumpangan?"dengan gerakan di sengaja Cecilia mengibaskan rambutnya yang panjang kecoklatan untuk menggoda Steve
"Masih banyak kendaraan umum kan,lagi pula ini masih belum terlalu malam"Steve dengan dingin meneliti arlojinya dan menatap sinis pada Cecilia,Lalu ia masuk kedalam mobilnya,Steve melajukan mobilnya tanpa melirik lagi pada Cecilia
"Sial dia keren banget,Aku semakin tertantang untuk menaklukan nya"bukannya marah cecilia malah terpesona dengan sikap dingin Steve
Sementara di dalam mobil Steve masih meneliti Keadaan Cecilia dari kaca spion
"Tidak akan terjadi apa-apakan kepadanya...?"gumam Steve pelan
Cecilia berjalan menuju jalan raya untuk mencari taksi yang lewat,ia sengaja tidak menghubungi Angga,karena ia ingin mandiri dan tidak manja lagi,karena menurutnya Steve menyukai perempuan pekerja keras dan kuat,bukannya gadis manja seperti dirinya
"Taksi... taksi"teriak Cecilia mencoba memberhentikan taksi, namun ternyata ada penumpang di dalamnya, beberapa kali taksi lewat dan membawa penumpang
"Duh.. bagaimana ini, tidak ada taksi kosong,"Cecilia mulai khawatir dia menatap arlojinya yang menunjukan pukul delapan
"Ojek Non... "tiba-tiba seorang bapak paruh baya yang menaiki sepeda motor bebek berhenti di depan Cecilia
"Eh.. bagaimana yah pak Saya..."Cecilia sedikit kebingungan karena ia tidak pernah naik ojek sebelumnya,dan melihat kondisi pakaian yang memakai rok span pendek,sangat tidak cocok untuk naik sepeda motor sambil mengangkang
"jam segini susah untuk mencari angkutan umum di sini, pada penuh,soalnya banyak karyawan kantor pada pulang, mending naik ojek saya Non... "Kata si bapak tukang ojek meyakinkan Cecilia
"Tapi pakaian saya begini pak.. "Kata Cecilia tidka yakin
"tenang... saya punya jaket besar bisa di pake buat menutupi roknya nona"kata Baoak tukang ojek meyakinkan
Setelah berpikir sejenak akhirnya Cecilia memutuskan untuk menerima tawaran si tukang ojek dan menutupi roknya dengan Jaket yang cukup untuk menutupi roknya yang kependekan
"lain kali aku tidak sudi memakai rok begini, cih ada benarnya juga kata-kata pria dingin itu"gumam Cecilia
"Oke pak, tapi hati-hati yah!!" kata cecilia memperingati.
"Oke non, siap" Seru bapak tukang ojek ojek
Sepeda motor bebek itu melaju dengan kecepatang sedang, sementara Cecilia duduk miring di belakang si abang ojek.
Dari kejauhan ada sebuah mobil jeep mencurigakan yang melaju perlahan seperti mengikuti laju motor bebek, dna di sadari ileh si bapak tukang ojek
"Sepertinya ada orang yang mengikuti kita,non". kata si abang ojek seraya melihat kaca spion
"Seppertinya memang iya, pak?"Kata Cecilia menengok ke belakangnya yang memang benar ada sebuah mobil jeep hitam mengikuti sepeda motor yang ia tumpangi
"sepertinya mereka begal non,soalnya lagi musim sekarang,aduh bagaimana nih,"Si bapak ojek merasa ketakutan dan khawatir apalagi mereka sekarang sedang berada di jalanan sepi
"Apa bisa kita ngebut sedikit pak"pinta Cecilia
"Waduh tidak bisa nona,ini sudah kecepatan maksimum,maklum motor tua non "Bang ojek kelihatan sudah panik
"jangan khawatir,ikuti arahan Saya Pak, kita berhenti di belokan sana !!"perintah Cecilia sambil menunjuk ke sebuah tikungan di hadapan mereka
"Waduh kok berhenti Non, saya takut ini"
"percaya pada saya Pak" kata Cecilia meyakinkan si bapak tukang ojek
secara infulsif Cecilia mengirim tanda bahaya ke pada Steve satu-satunya orang yang ia ingat saat dia panik seperti ini dan juga meng share lokasi dia saat ini
Sebelum Steve datang Cecilia mencoba menyiapkan dirinya untuk membela diri manakala para begal itu datang, ia sudah mengenakan helm
"Pak kita cari benda untuk senjata"Saran Cecilia kepada bapak tukang ojek"nah seperti balok kayu itu"Cecilia berhasil menemukan sebuah papan Kayu bekas banguna warung kaki lima yang lumayan cukup besar dan menurut nya pas untuk jadi senjata
"Eh baik Non,Bapak juga lumayan bisa pencak silat sih sebenarnya,"Kata bapak tukang ojek yang agak gengsi karena kalah berani dari seorang gadis
"Bagus itu lebih dari cukup,jika lawan kita tiga orang,kita bisa di atasi, tapi jika mereka banyak saya tidak tau lagi?"Kata Cecilia berharap-harap cemas,ia memasang kuda-kuda bersiap ketika melihat mobil jeep itu berhenti tepat di hadapan Cecilia dan bapak tukang ojek yang juga telah bersiap dengan balok Kayu di tangannya
Dari dalam mobil keluar enam orang pria ber penampilan seperti preman,mereka berdiri mengepung Cecilia dan juga bapak tukang ojek
"Cepat seret gadis itu ke dalam mobil, dan bereskan sisanya!!"bak suara petir menggelegar salah satu preman yang terlihat seperti pemimpin mereka memberi perintah
Salah satu preman mencoba menangkap Cecilia,namun dengan tanggap Cecilia menghindar dan mengayunkan balok kayu dan memukul kepala pria seram itu dengan telak,
"Kurang ngajar... maju kalian!"bos preman memberi perintah lagi, tiga pria lain maju memerangkap Cecilia,sementara satu orang sibuk berkelahi dengan bapak tukang ojek
Dengan sigap Cecilia mendaratkan tendangan kakinya ke arah kaki lawan dan juga menyiku pria yang berada di sampingnya
Brukkk...
Dua orang ambruk,dan tersisa satu yang di belakang Cecilia Ia mendekap leher Cecilia dari belakang mencoba untuk mencekik,sementara Cecilia mencoba melepaskan cengkraman tangan pria itu dari lehernya dan serta merta menarik tangan kuat itu kemudan dengam cepat membantingnya kejalanan hingga si pria terkapar tak berdaya
namun saat Cecilia lengah, bos preman menendang ke arah perut Cecilia sehingga kena telak sampai Cecilia terpelanting mundur kebelakang,
"Nona...?? "pekik Bapak tukang ojek yang juga sudah terkena hajaran preman itu
Cecilia memegangi perutnya yang terasa sakit dan kram, punggunya terhuyung kebelakang ia hampir pingsan,beruntung sebelum Cecilia jatuh ke jalan,sebuah tangan kekar menahan punggungnya dan jatuh di pelukang badan tegap penuh otot tersebut
"S... steve...?? "Pekik Cecilia lemah
"Kau tidak apa-apa..?? "Mata Steve sudah berkaca-kaca menatap Cecilia,Cecilia hanya menggeleng tapi berbeda dengan wajahnya yang meringis kesakitan lalu kehilangan kesadaran
"Maaf... ini salah ku"katanya dengan suara dingin menggidikan,ia telah menatap nyalang para preman di hadapannya
kini tinggal bos preman karena semua anak buah nya telah kalah oleh Cecilia dan Bapak tukang ojek,Steve meletakan Cecilia terlebih dahulu dan bangkit dengan tatapan membunuh yang kental
"Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini hah...?? "teriak Steve dengan graham bergemeletuk tanda ia begitu marah
ia melayangkan pukulan tangan membabi buta, Stevebertarung sengit dengan bos Preman yang lumayan handal ilmu bela diri, namun Steve tidak kalah,karena ia rajin berolah raga tinju dan hasilnya saat ini bos preman itu sedang di hajar oleh Steve sampai babak belur
"katakan siapa tuan mu?? "Geram Steve mencengkram leher baju bos Preman yang sudah kalah dan terluka di sana sini
"Ampun tuan... Seorang perempuan cantik menyuruh kami menculik gadis itu,"Kata Bos Preman dengan menundukan kepala ketakutan
"Siapa, katakan... atau aku akan menghajarmu sampai mati"teriak Steve seperti kesetanan
"Ampun Tuan saya tidak tahu, dia merahasiakan indentitasnya... ampuni saya,"pekik Preman itu seperti suara anjing terjepit
"Sial... tidak ada yang bisa lolos dari ku... Aku akan membayar mu dua kali lipat dari yang dia berikan, kembalikan perintah yang ia beri pada kalian, dan bawa dia pada ku"perintah Steve yang seperti titah yang tidak bisa di elakan
"Ba baik tuan.. "Preman itu mengangguk dengan ketakutan
"Jika kau tidak melakukan perintah ku,seumur hidup kalian akan menyesal dan membusuk di penjara,mengerti?"bentak Steve dengan geraham mengeras
"Mengerti tuan... saya akan melakukan apa yang tuan perintahkan"
"pergi dari hadapan ku sekarang sebelum aku berubah pikiran"
"baik.. tuan... "Kata bos preman itu,ia berlari tunggang langgang, masuk kedalam mobil jeep di ikuti para anak buah nya
Steve berlari menuju Cecilia yang berbaring di pinggir jalan,ia menatap sendu wajah Cecilia dan mengelus pipi Cecilia dengan lembut
"Maafkan Aku karena datang terlambat.. "lirih Steve penuh sesal, dengan perlahan ia mengangkat tubuh Cecilia dalam gendonganya,memasukan nya kedalam mobil dan membawanya menuju rumah sakit,
sementara bapak tukang ojek mengelus dada, dengan perasaan lega karena ia terhindar dari maut saat itu,dan menerima beberapa lembar uang dari steve sebagai tanda maaf juga terimakasih karena sudah menjaga Cecilia, entah dia sedang beruntung atau sial karena dari kejadian itu ia mendapatkan pekerjaan dari Steve yaitu menjadi satpam di perusahaan nya
bersambung...