A Love Story

A Love Story
Bab 57



"Bagaimana,apa Kau sudah menemukan siapa yang hendak mencelakai putriku?"Tanya Tuan Erlangga kepada seorang pria muda yang memakai pakaian serba hitam


"Sudah Tuan, kelompok preman itu sudah berada di tangan kami,dan sudah diintrogasi untuk menunjukan siapa orang yang menyuruh mereka"jawab sang pria dengan lugas menceritakan tugas yang ia selesaikan


"Siapa mereka?"


"Kami menemukan bahwa mereka adalah anak buah dari Seorang pengusaha Bernama Baskoro, namun yang menyuruh mereka adalah putrinya yang bernama Carissa"


"Gadis itu... memang harus segera di beri pelajaran"geram Erlangga,wajahnya berubah kelam,


"Dan juga Tuan,Steve Adijaya telah membayar mereka kembali untuk melakukan penculikan kepada si pelaku, dan membawa kehadapan nya untuk di beri pelajaran, itu pengakuan mereka kepada Kami"


"Bagus... biar Steve melihat langsung siapa dalang di balik kejadian penculikan itu dan semua akan terbongkar oleh Steve sendiri,"Erlangga menyeringai seram


"Saat nya aku melaksanakan Tugas Ku, atur pertemuan antara Aku dengan Baskoro,ajukan kerja sama pada perusahaannya,dan Aku akan menghancurkan nya dari dalam"Titah Erlangga dengan suara tegas


"Baik Tuan "Jawab Pria muda yang merupakan asisten pribadi Erlangga,


###


###


Sementara di pusat perbelanjaan yang besar Cecilia dan Angga tengah berada di sebuah butik terkenal dikota itu,butik itu selalu ramai dikunjungi oleh tokoh-tokoh penting di kota tersebut, seperti pejabat dan kalangan elit lainnya,serta para artis terkenal sering memesan pakaian atau gaun di sana karena kualitasnya yang sangat bagus juga limited edition,


"Kita Sudah berkeliling butik dan tidak bisa menemukan gaun yang cocok untuk ku,Kau tahu kan besok Aku dan Papah akan datang ke acara pernikahan anak temannya,karena itu Aku harus tampil special"kata Cecilia yang mulai memilih beberapa Gaun yang terpajang pada manekin,


"Dari pada Nona pusing lebih baik tanya kan kepada pelayan butik,apa yang cocok untuk Kau pakai saat ke acara pernikahan"Kata Angga dengan sabar,walau pun ia sudah kelelahan berkeliling dari butik ke butik


"Oh benar juga kak, Kenapa Kakak tidak bilang dari tadi sih,"Cecilia tampak mengerucutkan bibirnya


"Ku kira Nona ingin memilih sendiri pakaian yang nona mau, jadi ku biarkan saja semau Nona"Angga terkekeh melihat tingkah Cecilia


"jangan formal begit, panggil Aku Cecilia, bukan Nona"Gerutu Cecilia karena tak suka ketika Angga berbicara formal kepadanya


"Saya kan pengawal nona,jadi seharusnya seperti itu"Kata Angga beralasan seperti biasanya


"Tapi kupikir Kau lebih cocok jadi Kakak ku, karena Kau selalu melindungiku,"kata Cecilia dengan tulus,


"Kenapa Kakak masih memakai masker, pandemi sudah berakhir, ayo buka!"Cecilia baru menyadari Angga selalu memakai masker setelah mereka tiba di kota itu,seperti ingin menyembunyikan wajahnya


"Ehmm mungkin saya sudah terlalu nyaman memakai masker"kata Angga sambil tersenyum di balik maskernya


"Buka, ketampanan mu tertutup masker tau"Cecilia memaksa membukakan kan masker meskipun Angga menolak sampai mereka beradu pandang dan berdiri begitu berdekatan


Namun Tiba-tiba


"Sedang apa Kau disini?? "terdengar suara yang tak asing di telinga Cecilia


Cecilia yang tengah bercanda dengan Angga melirik sekilas dan ternyata yang bertanya tadi adalah Steve yang sedang berdiri dengan tatapan dingin,bahkan lebih dingin dari biasanya


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini,"Sapa Cecilia sambil menyunggingkan senyum namun senyum Cecilia sirna ketika melihat wajah Carissa yang begitu tidak bersahabat kepadanya,apalagi Carrissa saat itu sedang bergelayut manja di lengan Steve


"Kenapa Aku harus bertemu dengannya di saat penting seperti ini"Kata Carissa ketus mendelikan mata nya dengan sinis


"Siapa juga yang ingin bertemu dengan mu"gumam Cecilia sambil memutar bola mata malas


"Oh.. Aku sedang mencari gaun untuk menghadiri pesta pernikahan"jawab Cecilia


"Lalu dia siapa?? "tanya Steve seolah mengintrogasi Cecilia


"Oh dia... " ucapan Cecilia terpotong


"mungkin dia pacarnya ,mereka mungkin sedang mencari baju couple sama seperti kita,Ayo kita pindah ke tempat lain,"Carissa merengek kepada Steve sambil mempertontonkan kemesaraan


"Bukan... dia bukan pacarku, dia Kakak ku... iyakan Kak"kata Cecilia sengaja memeluk lengan Angga sambil tersenyum manis menatap Angga yang memandang aneh


Brukk... suara manekin jatuh di sebelah Steve,entah apa yang terjadi pada steve sampai dirinya begitu sensitif


"Aku akan ke kamar kecil"Kata Steve Singkat, lalu pergi begitu saja meninggalkan Cecilia,Carissa dan juga Angga


"ehmm... sebentar nona sepertinya Tuan Erlangga menelpon,saya permisi,"Kata Angga pamit pergi keluar


Kini tinggal Cecilia dan Carissa di sana, jangan sampai perkelahian terjadi lagi di tempat umum seperti ini


"Jadi Kau sudah punya pacar yah, tapi kenapa kau masih gatal dan mencari perhatian pada calon suami ku,Apa memang kau tidak cukup hanya dengan satu pria alias gadis murahan"Kata Carissa yang memulai obrolan dengan ucapan tajam


Cecilia memutar bola mata malas "kebetukan kita bertemu di sini,ada yang ingin aku bicara empat mata bersama mu"Kata Cecilia serius tanpa mau membalas ucapan Carissa yang menyakitkan


"Aku sibuk jangan ganggu waktu ku"jawab Carissa ketus


"Bukan aku yang mengganggumu, tapi Kau,Aku hanya ingin bertanya,bukannya malam Lalu Kau menyuruh preman untuk menculikku,"Tanya Cecilia dengan tatapan tajam menusuk


"A.. apa maksud mu, jangan menuduh sembarangan yah... kau bisa ku laporkan atas tuduhan pencemaran nama baik!"Kata Carissa tergagap


"Aku tidak menuduh tanpa bukti, Aku punya bukti kalau Kau memang melakukan kejahatan itu, kau manyuruh mereka untuk menculikku kan??"Cecilia memperlihatkan gambar anak buah Carissa dan juga bukti transferan uang atas nama dirinya


"Apa..?? jangan menngarang cerita,aku tidak melakukan apa yang kau tuduh kan itu, tidak jelas sekali, "Carissa yang mulai panik ia hendak berjalan pergi,namun dengan cepat Cecilia mencengkram tangan nya


"Kenapa Kau menghindar begitu hem... Apa Kau takut,bukti ini kutunjukan pada Steve,"Kata Cecilia tajam


"Lepaskan tangan ku, perempuan gila"pekik Carissa mencoba mwnghempas cekalan tangan Cecilia


"Kau yang gila, apa Kau begitu takut aku merebut calon suami mu itu, atau karena... Aku mirip Nadia kekasih Steve,


Aku penasaran apakah Kau juga melakukan kejahatan yang sama kepada Nadia dulu, apa Kau juga penyebab Nadia tiada ... "Cecilia menatap tajam Kepada Carissa


"Kau jangan bicara sembarangan!!!"Pekik Carissa,wajah nya terlihat pucat dan ketakutan


"Tidak bisa kah Kau bermain cantik, jangan bermain kotor seperti itu,sayang sekali saat ini Kau salah memilih lawan,"Mengelus bahu carissa dengan gerakan lambat"Kau terlanjur memantik api pada sumbu yang telah tersiram minyak,maka Api itu akan membakar mu,"Cecilia menyeringai


"Jika perlu akan ku korek rahasia busuk mu di masalalu,dan Akan ku ambil calon suami mu,karena telah berani mengusik diriku"Ancam Cecilia dengan tatapan menyeramkan yang tidak bisa di anggap main-main


Entah mengapa Carissa merasa tubuhnya bergetar hebat,dan keringat dingin mengucur deras,meskipun dia berada di ruangan ber Ac


"Bersiap-siaplah"Kata Cecilia menepuk pelan bahu Carissa dan berlalu pergi meninggalkan Carissa yang sudah terdiam seperti patung,


"Ini gawat aku harus segera pulang dan menemui mamah"Pekik Carissa berlari meninggalkan Butik Itu,ia lupa tujuan nya untuk mencari baju Couple untuk dirinya dan juga Steve


Bersambung...