A Love Story

A Love Story
Bab 28



Devano mencari Diandra ke seluruh tempat di sekolah tapi dia tak bertemu dengan Diandra


Lalu Devano mencari ke perpustakaan sekolah dan ternyata Diandra sedang duduk membaca buku di sana


Di saat orang lain ke kantin Diandra pergi ke perpustakaan karena Diandra butuh kesunyian


Di perpustakaan sekolah selalu tenang dan sedikit siswa yang datang kesana


Devano menghampiri Diandra dan duduk di sampingnya tanpa Diandra tau


Devano memperhatikan Diandra dengan seksama dan tersenyum sendiri karena Diandra membaca serius sekali hingga tak menyadari kedatangannya


"Cantik banget sih dia kalo lagi serius " gumam Devano memandangi Diandra dengan lekat


Diandra lalu melirik Ke arah Devano dan terkejut karena tiba tiba Devano ada disana


Diandra sangat terkejut hingga dia melompat dari kursi sehingga ia terjatuh


Devano mencoba menahan punggung Diandra tapi tak berhasil malah dia ikut jatuh menimpah tubuh Diandra hingga


Dalam keadaan seperti itu Mereka saling bertatapan dengan Devano ada di atas tubuh Diandra membuat wajah mereka begitu bersemu merah karena malu


Devano melihat bibir Diandra yang begitu ranum pink merona dan tak sadar dia mencium bibir ranum Diandra


Jantung mereka berdegup dengan kencang seakan akan ingin keluar dari tubuh mereka dan terdengar deru nafas Devano yang begitu berhasrat mencium Diandra


Diandra tersadar dan mendorong tubuh Devano agar menjauhinya lalu berdiri dengan membelakangi Devano


"A.. apa apaan sih kamu Dev..?? " Kata Diandra terbata bata dengan wajah merona karena menahan malu


Devano yang baru sadar menyumpahi serapahi dirinya sendiri karena tiba tiba mencium Diandra


"Ya ampun aku kenapa sih ga bisa nahan dasar Devano bodoh.. " gumam Devano


"maaf Di aku.. aku ga sengaja" kata Devano dengan alasan konyolnya


"Ga sengaja kepalamu..!! "gerutu Diandra dengan judes


"Lagian ngapain sih kamu tiba tiba ada di depan ku nganggetin aja.." tambah Diandra sambil cemberut


"Aku nyari kamu dari tadi baru ketemu disini


aku ga mau ganggu kamu yang serius membaca dan ga nyangka kamu bakal sekaget tadi dan aku malah menciummu sorry.. " kata Devano merasa malu dengan perbuatannya sendiri tapi dia sangat bahagian sekali saat ini


"Ohh.. mau apa mencariku..?? " tanya Diandra dengan heran


"Aku ada yang ingin di bicarakan.. tapi lupakan lah nanti saja kalo kita ada waktu senggang


mau ngga kita jalan malam ini..??" kata Devano dengan begitu berharap Diandra mau menerima ajakan nya


"Iya Kalau aku ada waktu.. " kata Diandra ketus


Devano tak begitu senang mendengar kata kata Diandra yang seolah olah kalau diandra sibuk dia akan menolaknya


Lalu mereka pun beranjak pergi dari perpustakaan menuju kelasnya


Di lantai dua sekolah Carrisa termenung dan memikirkan pembalasan apa lagi yang harus ia lakukan kepada Nadia setelah dia membuat Nadia terjatuh


Lalu ia kebetulan melihat Nadia berjalan di bawah nya sendirian dan terpikirlah niat jahat Carrisa ia melihat beberapa pot bunga yang sengaja di taruh di atas untuk mempercantik pemandangan


Carrisa mengambil satu pot bunga yang aga besar lalu dengan sengaja ia menjatuhkan pot itu kebawah ke arah Nadia yang sedang berdiri di sana


sambil menyunggingkan senyum licik


"Rasain loe biar loe celaka sekalian aja menghilang dari muka bumi ini.. " gumam Carrisa menyimpahi Nadia


Tapi beruntung Devano dan Diandra kebetulan lewat dan melihat Nadia akan tertimpa pot bunga tersebut


Langsung saja Devano berlari ke arah Nadia dan menyeret badan Nadia supaya menjauhi pot yang jatuh dari atas dan pot bunga terjatuh tepat di sebelah Nadia dan Devano yang jatuh terduduk dengan posisi Devano memeluk Nadia yang terkejut sekali


" Kamu ga apa apa Nad..??" kata Devano sembari terengah engah karena kaget


"Ga apa apa.. makasih Dev udah nolongin aku kalo ngga mungkin kepalaku sudah terluka "kata Nadia sambil tubuhnya bergetar karena kaget


"Siapa yang menjatuhkan pot bunga itu ga mungkin kan jatuh sendiri..?? " kata Diandra sambil menatap ke lantai atas tapi ta ada siapa pun disana


Tiba tiba Steve datang dan melihat Devano masih memeluk Nadia karena rasa kaget nya yang belum hilang jadi lah dia lupa melepas pelukan nya


"Heh ngapain loe peluk peluk pacar orang" teriak Steve sambil mengangkat kerah baju Devano dan hendak meninjunya tapi Nadia dan Diandra mencegah Steve


"Jangan Steve Devano nolongin aku yang hampir tertimpa pot bunga itu " kata Nadia sambil menunjuk pot bunga yang pecah di lantai


"Makanya tanya tanya dulu kalo mau marah bukanya terimakasih dasar Steve labil " kata Diandra ketus tak terima Devano di perlakukan Seperti itu sedangkan Devano merasa senang karena Diandra membelanya


"Sudah Di jangan marah.. Nadia sebaiknya mulai sekarang kamu harus ber hati hati "


"Steve Loe harus jagain dia dengan benar" kata Devano lagi sambil menepuk bahu Steve dan pergi sambil menggengam tangan Diandra


Diandra sebenarnya aga kesal melihat Devano masih memperhatikan Nadia seperti itu dan berjalan sambil cemberut


"Aku sekarang tidak menyukai Nadia jadi kamu jangan salah paham ya..!! " kata Devano seakan tau isi hati Diandra dan semakin erat menggenggam tangan Diandra


Diandra hanya menggigit bibirnya menahan senyuman bahagia


Sedangkan Carrisa yang bersembunyi di lantai atas merasa sangat kesal


"kenapa cewek sialan itu banyak yang melindungi jadi gagalkan usaha gue buat melenyapkan dia " gumam Carrisa dengan kesal dendam ternyata telah membutakan nurani nya hingga dia nekad untuk mencelakai Nadia


Sebenarnya Carrisa memang sudah mencintai Steve semenjak Steve menolong nya di waktu pesta dulu dan ternyata cinta nya sungguh besar hingga hatinya juga menjadi sangat sakit saat tau Steve hanya mempermainkannya


Lalu rencana jahat apalagi yang akan di lakukan Carrisa kepada Nadia


####Terimakasih karena sudah mampir baca tulisan ku


jangan lupa like, komen dan vote untuk mendukung karyaku semakin berkembangπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’– #####