A Love Story

A Love Story
Bab 59



Aula hotel bintang lima itu sudah di hias sedemikian rupa oleh tim wedding organizer,Kain satin berkilauan menjadi pilihan background yang bernuansa putih dan emas yang terlihat elegan dan juga mahal,serangkaian bunga warna warni menghiasi gapura dan juga pelaminan,tidak lupa juga bunga melati berwarna putih,yang selalu ada di setiap acara pernikahan,


Acara pernikahan Devanno Mahendra dan Juga Diandra telah di mulai dengan pembukaan dan juga rangkaian acara adat ,Sampai dengan Acara inti yaitu ijab Kabul yang di ucap kan dengan khidmat oleh Devanno dalam satu tarikan nafas,


sementara Diandra duduk di sampingnya dengan menahan rasa gugup, haru dan juga bahagia yang bercampur menjadi satu,Dirinya sudah seperti ratu sehari memakai gaun putih yang elegan


Suasana berubah haru Ketika Devanno selesai mengucapkan ijab kabul dan para saksi mengatakan 'Sah',air mata Diandra tak terbendung,tentunya tangisan bahagia dan juga rasa lega, karena sekarang dirinya sudah sah menjadi seorang istri dari Devanno Mahendra yang dulu sempat bertepuk sebelah tangan, Kini Devanno telah menyerahkan cintanya hanya kepada Diandra seorang,dengan Khidmat Diandra mencium punggung tangan Devanno yang kini menjadi suaminya,Kemudian Devanno mencium kening Diandra dengan penuh kasih sayang,lalu mereka meminta restu kepada orang tua,


Diandra mencium tangan Ibunya Bu Merissa, Bu Marissa merangkul Diandra dan memberikan selamat kepada putri tunggalnya itu sambil sama-sama berlinang air mata haru,


Begitu pun dengan Pak Mahendra yang saat itu tengah duduk di kursi roda karena mengalami struk,Pak Mahendra menggenggam tangan anak sulungnya Doni,dengan berurai airmata bahagia,ada pula Pak Adijaya dan Bu Mirra yang duduk di samping Devanno,mereka pun tak bisa menahan rasa haru,Bu Mirra memeluk Devanno dan juga Diandra bergantian


"Selamat... mama ucapkan kepada kalian, semoga kalian selalu di limpahkan kebahagian,kesehatan,tetap langgeng sampai maut yang memisahkan,"ucap Bu Mirra penuh haru dan suka cita


"Terimakasih,atas doa mamah,karena itu lah yang paling berharga untuk kami, doa restu dari mama dan juga papah,"Ucap Devanno sambil terisak menahan tangis


"Mamah tidak akan berhenti mendoakan. kalian berdua, anak-anak mamah"Ucap.Bu Mirra memeluk Devanno dan Diandra


"Terimakasih banyak mah"Kata Diandra dengan wajah berurai air mata,


Giliran Pak Adijaya mengucapkan selamat kepada kedua mempelai


Lalu tiba giliran Pak Mahendra yang memakai kursi roda di dorong oleh Doni


"Selamat papah ucapkan untuk anak papah,"Kata Pak Mahendra terbata-bata karena kesusahan untuk bicara


"Maafkan lah papah yang selama ini jahat pada mu,"Tangisan Pak Mahendra pecah karena Devanno memeluk dirinya dan juga sama-sama menangis


"Devanno sudah memaafkan papah sedari lama,terimakasih sudah hadir di pernikahan kami"Ucap Devanno yang mengajak Diandra memeluk Pak Mahendra,giliran Doni yang mengucapkan selamat kepada Devanno dan Diandra,di lanjutkan dengan tamu-tamu yang lain bergiliran mengucapkan selamat


"Kenapa Steve tidak muncul,kemana dia"Kata Diandra setelah duduk di kursi pelaminan


"Entahlah, Aku tidak tahu kenapa suasana hatinya berubah-ubah dari kemarin"ucap Devanno,ia merasa khawatir dengan keadaan Steve,


Namun tak lama setelah dibicarakan,


ternyata Steve datang bersama dengan Carissa dan juga orang tua Carissa


"Selamat Ku ucapkan kepada kalian berdua,semoga selalu langgeng dan bahagia"ucap Steve dengan senyum yang di paksakan


"Terima kasih... tapi kenapa Kau terlambat, kenapa tidak menghadiri ijab kobul ku? "tanya Devanno merasa cemas apalagi melihat wajah Steve yang pucat dan juga lingkaran mata yang menghitam


"Aku tidak apa-apa hanya kurang tidur saja"Ucap Steve sekenanya


"Apa serangan panik mu muncul lagi, ku dengar ada gadis yang mirip seperti dia,apa Kau baik-baik saja?"sebagai saudara dan juga Dokter yang pernah menangani Steve Devanno tahu Steve sedang tidak baik-baik saja


"Jangan pikirkan Aku, Aku baik-baik saja,pikirkan saja pernikahan mu Oke, Aku sudah membelikan sebuah rumah untuk kalian, sebagai kado pernikahan"Kata Steve mengalihkan pembicaraan


"Ya ampun,Apa itu tidak berlebihan Steve,?"Kata Diandra terkejut dengan kado pernikahan yang Steve berikan kepada mereka


"Tidak berlebihan,Karena kedepannya Aku akan menyiksa suami mu,untuk lembur setiap hari "Canda Steve sambil menyeringai senang,Devanno menepuk bahu Steve keras dan mereka kelihatan bahagia


"Steve kenapa Kau,tinggal kan Aku,"Pekik suara Carissa yang langsung memeluk lengan Steve


"Kau punya Kaki kan? kenapa tidak menyusul malah sibuk ngobrol dengan temanmu"Ucap Steve datar


"Ku tinggal sebentar Kau malah pergi"Kata Carissa manja


"Oh iya selamat untuk kalian berdua,doa kan kami cepat menyusul kalian"kata Carissa menyalami kedua mempelai


Diandra menatap sinis penampilan Carissa yang selalu heboh,tanpil dengan tas branded mahal dan juga barang-barang branded lainnya,entah kenapa Diandra tidak suka dengan Carissa yang selalu menempel dengan Steve,dengan perilaku nya yang seolah polos dan kekanak-kanakan


Kemudian ketika mereka sedang mengobrol,datang lah Cecilia yang menggandeng lengan ayah nya yaitu Tuan Erlangga,


"Er... terimakasih sudah datang keacara pernikahan anakku,"Bu Merissa menyambut hangat kedatangan Tuan Erlangga dan Cecilia yang merupakan teman nya dari luar negri,Tuan Erlangga dan Bu Merissa seraya berpelukan


"Selamat untuk pernikahan mu, Nak,semoga selalu dilimpahi kebahagiaan oleh Sang Pencipta"Pak Erlangga memberi selamat kepada Diandra,Diandra hanya tersenyum dan tatapan matanya beralih kepada Cecilia,Diandra terlihat terkejut sekali,begitu pun dengan Devanno


Tuan Erlangga di pandu Bu Merissa untuk duduk bersama,sementara Cecilia masih berada di pelaminan,ia menatap sendu Steve yang pura-pura sibuk bersama Carissa yang selalu menempel didekatnya,


Padahal saat itu dia memakai gaun yang kemarin mereka pilih berdua, tapi Steve malah pergi begitu saja tanpa membawa Jas dan kemeja yang mereka beli


"Apa kah dia orang nya Dev? "tanya Diandra


"Iya,kurasa dia memang mirip dengan Nadia"Jawab Devanno masih memperhatikan Cecilia


"Ya ampun Aku hampir lupa, belum mengucapkan selamat kepada kedua mempelai"Gumam Cecilia,Lalu menghampiri Devanno dan Diandra


"Selamat ku ucapkan,semoga kalian bahagia selalu,"Cecillia berucap dengan tulus senyum ceria terpancar dari wajahnya,"Oh iya nama ku Cecilia"Kata Cecilia memeprkenalkan diri


Sementara Diandra tak berhenti menatap Cecilia dengan mata yang berkaca-kaca


"Kau... benar-benar mirip dengan nya,apa Aku boleh memeluk mu? "Tiba-tiba Dindra mengingat Nadia sahabat nya yang dulu tidak bisa ia selamatkan,Nadia yang berperan penting atas hubungannya yang membaik dengan Devanno saat itu, tapi Diandra malah gagal memberi semangat ketika Nadia berada di saat-saat terpuruk dalam hidupnya


"Tentu saja boleh"Ucap Cecilia tersenyum tulus ia membuka tangan membiarkan Diandra menghambur kepelukannya


"Maafkan Aku... maafkan Aku malah menangis begini"Ucap Diandra lirih sambil mengusap air matanya


"Pengantin tidak boleh bersedih seperti ini"Cecilia mengusap air mata Diandra"Anggap saja Aku temanmu yang mengucapkan selamat atas pernikanmu,Aku yakin dia turut bahagia di atas sana, jadi Kau harus bahagia,Okay"kata Cecilia


ucapan Cecilia membuat Diandra kembali tersenyum


"Terimakasih banyak, karena telah hadir dan memberi doa kepada kami,Nona Cecilia"Kata Devanno yang sedari tadi melihat interaksi haru antara Diandra dan juga Cecilia


"Sama-sama"Kata Cecilia


Setelah selesai mengucapka selamat,Cecilia menghampiri Steve yang kelihatan sedang senggang karena sedari tadi ia sibuk mengobrol dengan sesama rekan pengusahanya


"Apa Aku mengganggu mu? "Tanya Cecilia


"Ada apa...?? "Kata Steve datar,tidak mau menatap Cecilia


"Kemarin Kau ketinggal pakaian mu, Aku cuma mau memberikan ini padamu"Cecilia menyerahkan papperbag yang berisikan pakaian yang mereka pilih


"Bawa kembali saja Aku tidak butuh itu"Kata Steve dingin,


"Kenapa Kau berubah lagi"Tanya Cecilia tidak mengerti dengan perubahan mood Steve


"Berubah apanya, Aku memang begini,"Kata Steve


"Kau kan sudah janji akan memberiku kesempatan untuk membuatmu,melupakan Dia"


"Tidak ada yang bisa membuat Ku melupakan dia, memangnya Kau siapa berani mengggantikan dia di hati ku,"Steve tampak marah,ia menatap tajam pada Cecilia


"Baik lah jika itu mau mu, setidak nya Kau terima ini, sebagai kenang-kenangan dari Ku, karena Aku akan kembali"Kata Cecilia dengan wajah tertunduk tak bisa ia sembunyikan kesedihan di wajahnya,ia menaruh Papperbag itu di sebuah meja dan melangkah pergi meninggalkan Steve yang sedang berada dalam kegalauan hati yang ia buat sendiri,Sementara Carissa memperhatikan interaksi keduanya sambil. menyungginkan seringaian sinis


###


###


"Mau apa Kau kemari?"Tanya Cecilia ketika Carissa mendekat dan duduk di sebelahnya


"Apa Kau sudah menyerah mendekati Calon suami ku, seharusnya Kau menyerah dari awal,karena dia tidak akan pernah menerima mu, "Kata Carissa ia menyunggingkan senyum kemenangan


"Lalu bagaimana dengan mu,yang bertahun-tahun mendekatinya tapi tidak pernah mendapatkan hatinya"Kata Cecilia tak kalah Sengit


"Yah sepadan lah,meskipun tidak mendapatkan hatinya Aku sudah punya gelar sebagai calon istrinya, lalu Kau mendapat apa?,orang-orang akan menganganggap mu sebagai perembut tunangan orang lain,jadi Menyerahlah dan pergi jauh dari Steve karena dia calon suami ku"Kata Carissa dengan dagu terangkat


"Kau sudah gila,untuk apa Kau bertahan selama ini, jika hatinya hanya untuk perempuan lain, meskipun hubunganmu berlanjut kepernikahan,Kau membuat sebuah ikatan hanya untuk membelit dan mencekik lehermu,Kau hanya mendapatkan cangkang kosong tanpa jiwa,"Kata Cecilia tajam menusuk hati Carissa,Lalu ia pergi meninggalkan Carissa yang kalah berargumen dengan nya


"Ishh.... kenapa ucapannya selalu menyebalkan"Geram Carissa merasa kesal, ia menghentakan kakinya kasar


Bersambung...