
Cecilia pulang kerumahnya bersama dengan Tuan Erlangga,Cecilia memperhatikan Interaksi antara Steve dan juga ayahnya saat di pesta pernikahan,mereka terlihat cocok sebagai rekan bisnis dan Cecilia berharap Steve bukan saja menjadi rekan bisnis Ayahnya, namun juga menjadi menantu Ayahnya,dalam artian Cecilia berharap Steve menjadi suaminya, Cecilia tersipu malu dan menyentuh pipinya yang terasa panas
"Ada apa, sepertinya Kau sedang senang?"Tanya Tuan Erlangga melirik putrinya yang saat ini tengah tersipu sambil memeluk lengan nya
"Aku hanya memikirkan hal yang bahagia saja"Ucap Cecilia,ia tersenyum sambil memeluk lengan Ayahnya lebih erat
"Ahh... boleh papah tebak,pasti Kau sekarang sedang memikirkan tentang Steve Adijaya itu,kan?"Kata Tuan Erlangga yang memang sudah tahu apa yang Cecilia pikirkan
"Apa begitu kelihatan jelas,jika Aku menyukainya?"Tanya Cecilia, mendongakan wajahnya dengan wajah polos yang tidak dibuat-buat
Tuan Erlangga tersenyum penuh sayang
"Kau seperti selembar buku yang terbuka,Papah dan semua orang pasti tahu ketika Kau melihat Steve dengan mata mu yang berbinar itu"ucap Tuan Erlangga
"Apa papah akan mendukung Aku, jika Aku menyukai Steve? "tanya Cecilia penasaran dengan pandangan ayahnya tentang Steve dan dirinya
"Tentu saja,apapun yang membuat Kau bahagia, Papah akan sangat mendukung, apalagi Steve sepertinya juga mempunyai perasaan padamu"kata Pak Erlangga sambil mengelus rambut putrinya itu
Cecilia tersenyum,lalu ia duduk di sebuah soffa,ia ingat bahwa dia harus melakukan tugas untuk menyelidiki kasus tentang Nadia,dan dia hendak menghubungi Angga untuk memintanya menyelidiki latar belakang Carissa,Cecilia mengubungi nomor Angga,namun Angga tidak mengangkat telponnya
"Ngomong-ngomong kemana dia, kenapa dia tidak bisa dihubungi sih"Cecilia menggerutu mengutak-atik ponselnya mengetik pesan singkat untuk Angga,Lalu ia bertanya kepada Tuan Erlangga yang juga tengah duduk di hadapannya
"Pah, kenapa Aku belum melihat Kak Angga sedari pagi,biasanya dia akan menempel kemana pun Aku pergi? "tanya Cecilia,ia penasaran karena sedari pagi Angga tidak menampakan batang hidungnya
"Angga mengambil cuti,dan mungkin dia akan berhenti dari pekerjaannya untuk mengawalmu,"jawab Tuan Erlangga
"Kenapa begitu tiba-tiba?"Cecilia kaget sampai membelalakan mata"Dia tidak berbicara apapun kepadaku,Alasannya apa dan kenapa? "Cecilia memberondong Ayah nya dengan beberapa pertanyaan
"Dia bilang dia akan mulai fokus mengurus ibunya di panti jompo"lanjut Tuan Erlangga memberi penjelasan lagi
"Dasar jahat!, kenapa dia tidak bicara kepadaku, di anggap apa aku oleh nya!"Omel Cecilia, ia begitu kesal karena Angga sama sekali tidak memberi tahunya dengan rencana berhenti kerja nya yang begitu mendadak
"Dia bilang,nanti dia akan datang untuk berpamitan pada mu"Kata Tuan Erlangga
"Aku akan menemuinya sendiri dan memarahinya"Cerocos Cecilia dengan perasaan marah,Cecilia berjalan pergi menuju kamarnya dengan menghentakkan kakinya
Tuan Erlangga menarik nafas dalam,ia mengingat percakapannya bersama Angga semalam
"Tuan, ini saatnya untuk Saya menyerahkan diri ke polisi, Saya akan bertanggung jawab atas semua dosa ku dimasa lalu"ucap Angga ketika semalam tiba-tiba ia menemuinya di ruang kerja pribadi Tuan Erlangga
"Apakah Kau sudah memikirkannya secara matang?"Tanya Tuan Erlangga menatap mata Angga dengan serius
"Saya sudah memikirkannyaTuan,semakin saya berada di sampin nona,maka rasa bersalah ini semakin kuat,saya tidak sanggup menanggung penderitaan dengan rasa bersalah setiap harinya,"berhenti sejenak"Apalagi Saya sudah sangat menyayangi nona seperti seorang kakak menyayangi adiknya,lagi pula dia sudah bertemu dengan pelindungnya,kekasihnya yang sangat ia cintai"Angga tersenyum ironi,namun wajah sedihnya tidak bisa ia sembunyikan dari mata Tuan Erlangga
"Padahal Kau bisa tinggal beberapa lama lagi jika Kau mau"tawar Tuan Erlangga,ia sebenarnya sudah memaafkan apa yang telah Angga perbuat dengan melihat kegigihan Angga menjaga Cecilia selama ini,
"Saya harus segera mengakhiri apa yang sudah Saya mulai sejak awal,Saya akan menyerahkan diri kepolisi dan memberi pengakuan dan menjebloskan Carissa kedalam penjara,sudah terlalu sering dia melakukan kejahatan pada Nona"Ucap Angga beralasan,Ia terlihat kesal ketika mengingat Carissa ingin mencelakai Cecilia,
"Padahal aku baru saja memulai hal yang menyenangkan di perusahaan orang tua Carissa saat ini, dan sebentar lagi bom itu akan meledak dan mereka akan dibuat kelimpungan sendiri,sayang jika Kau tak ikut bergabung"Tuan Erlangga berucap sembari menyunggingkan seringaian
"Saya akan menyelesaikan tugas saya sendiri Tuan,Terimakasih karena sudah membantu membiayai Ibu saya selama ini,sungguh pertolongan Tuan begitu sangat berjasa dalam hidup saya,dan Saya tidak bisa membalas jasa tuan lagi,"Ucap Angga,ia membungkukan badan untuk menghormat kepada Tuan Erlangga
"Sudah cukup Kau menjaga putri ku dengan baik selama ini,dan kurasa Kau adalah anak baik yang berbakti kepada ibumu,walaupun cara mu itu salah"Tuan Erlangga menghela nafas"dan sampaikan juga salam ku kepada Bu Laksmi jika bertemu nanti"Kata Tuan Erlangga meneruskan ucapannya
"Baik akan saya sampai kan salam dari tuan, kalau begitu saya pamit undur diri,Tuan"sekali lagi Angga membungkukkan badannya untuk berpamitan yang terakhir kali
"Baiklah, sampai jumpa"Erlangga menepuk pelan bahu Angga dan tersenyum sebagai tanda perpisahan,
Angga memilih pamit ketika Cecilia sudah terlelap dalam tidurnya, Ia takut gadis itu merengek dan menghilangkan keteguhan hatinya untuk tetap menjaga gadis manja yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri
###
###
Kehadiran Angga disana membuat para orang tua itu heboh memanggil-manggilnya
"Anakku datang!! "teriak seorang nenek yang berusia hampir delapan puluh tahun, nenek itu memang sudah pikun dan tidak bisa mengingat lagi siapa anaknya
"Enak saja itu anak ku!!"cerocos nenek satu nya lagi yang berusia hampir sama dengan nenek yang pertama
Angga menghampiri mereka dengan tersenyum dan berjongkok di hadapan kedua nenek tersebut
"Sudah jangan bertengkar anak kalian sudah datang"Ucap Angga dengan suara lembut,
"Aku membawa kesukaan kalian"Angga mengeluarkan dua batang coklat dari balik jasnya"Nah silahkan ambil, tapi ingat jangan bilang-bilang perawat,yah"bisik Angga sambil menyerahkan coklat itu kepada kedua nenek tadi, para nenek itu langsung tertawa kegirangan seperti anak kecil,tidak hanya dua,Angga membagikan beberapa coklat lagi ke lansia lainnya, mereka tertawa senang seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat coklat, memang terkadang lansia akan bersikap seperti anak balita kembali, entahlah itu yang Angga tahu setelah sering menjenguk ibunya di panti jompo itu, dan ketika para perawat datang para lansia itu dengan sigap menyembunyikan coklat yang di beri oleh Angga,Angga hanya terkekeh melihat kelakuan para lansia itu
Angga melangkah masuk kedalam sebuah kamar tidur dan mendapati Ibunya Laksmi tengah berbaring di ranjang
"Maaf Aku terlambat bu,"Angga menghampiri Bu Laksmi lalu duduk di samping nya,Ia mencium tangan bu Laksmi yang masih terbaring,
"Angga,Kau sudah datang,Nak"Ucap bu Laksmi lemah,menjulurkan tangan keriputnya untuk menyentuh pipi Angga
Angga membantu ibunya untuk bangun dari tempat tidur,
"Ibu mengingat Aku?"tanya Angga antusias,biasanya Ibunya itu tidak langsung mengingat Angga karena Bu Laksmi menderita penyakit Alzheimer, penyakit yang menyebabkan berkurang nya daya ingat si penderita,bahkan bisa menyebabkan delusi dan sulit melakukan aktifitas sehari-hari,
"Masa ibu tidak ingat anak ganteng ibu,ibu menunggu mu dari semalam, kenapa kamu baru pulang kuliah,nak"Ingatan Bu Laksmi hanya terpacu disepuluh tahun yang lalu,setelah ia menderita Alzheimer kemampuan daya ingatnya semakin berkurang, hingga tidak bisa membedakan waktu dulu dan sekarang,
"Banyak sekali tugas kuliah yang harus di kerjakan,jadi aku tidak pulang ibu jangan marah, yah"kata Angga dengan raut wajah senang karena Bu Laksmi mengingat dirinya
"Tentu saja ibu marah,Ibu tahu kau bekerja sambil kuliah, untuk memenuhi kebutuhan ibu,maaf kan ibu, karena ibu tidak bisa membantu mu bekerja lagi,entah kenapa majikan ibu selalu marah pada Ibu,katanya ibu pelupa,lupa matikan kompor, lupa buang makanan bekas, padahal ibu tidak lupa kok"Kata bu Laksmi dengan wajahnya yang polos
"Ibu tidak usah pikirkan itu,Angga selalu bersyukur memiliki ibu, ibu adalah ibu terbaik di dunia"Kata Angga dengan mata yang berkaca-kaca
"Ibu pun bersyukur mempunyai anak sepertimu,tetapa lah bersama ibu, jangan pergi lagi,yah"kata Ibu nya sambil memeluk Angga,
"Tidak akan bu, "Jawab Angga ia mengecup lembut dahi ibunya
."Ayo kita jalan-jalan bu,mumpung udara paginya begitu cerah"ajak Angga,Bu Laksmi mengangguk,lalu Angga menggendong bu Laksmi dan mendudukannya di kursi roda
Angga membawa Bu Laksmi menuju taman bunga, ia menunjukan berbagai bunga yang sedang bermekaran,bu Laksmi tampak senang melihat tanaman bunga yang tumbuh subur di belakang Panti jompo tersebut,terdengar suara tawa renyah Bu Laksmi yang bercanda bersama Angga
Hampir beberapa jam Angga dan Bu Laksmi menghabiskan waktu mereka di taman
"Apa Ibu senang...?"tanya Angga sambil berjongkok di depan Bu Laksmi,matanya menatap bu Laksmi dengan penuh kasih sayang
"Iya ibu senang,"bu Laksmi tersenyum "tapi ngomong-ngomong,Kau siapa ,apa Kau perawat baru?"tanya Bu Laksmi bingung
Angga mengigit bibir untuk menahan tangis,namun ia mencoba tersenyum,memang begitu jika penyakit Alzheimer Bu Laksmi kambuh, ia tidak bisa mengenali orang terdekatnya
"iya Bu, mari kita kembali kekamar,"ucap Angga berpura-pura
"Oh iya sudah, saya lelah dan ngantuk"kata Bu Laksmi
"Maafkan aku bu,maafkan anak mu yang suka berbohong ini,dan selamat tinggal bu, doa kan aku supaya bisa menjalankan hukumanku dengan lapang hati,maafkan aku karena terus menerus meninggalkan ibu,sampai ibu lupa padaku, tapi ini mungkin jalan terbaik untuk mu, karena Aku yang kriminal ini tidak pantas menjadi anak mu "Tangis Angga pecah di depan pintu kamar Bu Laksmi, ia benar-benar pengecut karena tidak sanggup untuk berpamitan kepada ibunya,atau mengaku bahwa dia adalah anaknya,ia terlalu malu, bahkan ia tidak mampu menyampaikan salam Tuan Erlangga kepada Bu Laksmi
Bersambung...