A Love Story

A Love Story
bertemu lagi dengannya 2



Nadia dan Steve telah sampai di sebuah kost an yang sederhana terdapat satu ruang tamu menyatu dengan dapur, kamar tidur dan kamar mandi, Steve melihat lihat keadaan tempat itu mungkin aneh baginya karna berbeda jauh dengan rumah nya di perumahan elit, mereka duduk di karpet yang lusuh


"Bentar ya aku ambilin balsem dulu"


kata Nadia yang langsuk masuk ke kamar nya keberulan Nadia selalu menyediakan kebutuhan obat obatan dan p3k di kamarnya.Sedangkan Steve masih meringis kesakitan karna mulai terasa sakit di bagian bahu dan punggung atas nya,


"nih balsemnya " kata Nadia sembari duduk di di hadapan Steve.


"Pakein dong.." kata Steve..


"Ogah banget.. " gerutu Nadia kesal


"Loe harus tanggung jawab lah.. ini tangan gue sakit ga bisa ngolesinya.. " kata Steve lagi


"Iya iya.. " Nadia terpaksa mau melakukannya karna dia sadar dia yang membuat Steve seperti itu, kemudian Steve membuka hoodie nya yang ternyata dia tidak pakai kaos dalam lagi hingga Nadia terbelalak mandang tubuh Steve yang atletis dan roti sobek nya yang sixpack walau pun masih sekolah Steve sangat suka beolah raga agar tubuh nya sehat,


"Apaan sih loe malah buka baju.. "teriak Nadia sambil menutupi wajah nya dengan tangan


"Terus di olesinya ke hoodie gue gitu yg bener ajah " steve memegang tangan Nadia yang masih menutupi wajahnya dan mendekatkan badannya ke Nadia hingga wajah mereka sangat dekat. pipi Nadia bersemu merah karna malu dan jantungnya menjadi berdegup kencang saat melihat wajah Steve yang sebenarnya sangat tampan dan tubuh atletis nya yang membuat Nadia salah tingkah,


"Kenapa kamu tutupin wajah kamu kamu tergoda sama aku " kata Steve pelan masih medekatkan wajahnya ke Nadia dan mengganti kata panggilan nya ke Nadia,


Nadia tersadar dan reflek mendorong tubuh Steve hingga terjungkal..


"Aduh sakit..!! " teriak Steve karna bahu dan punggung nya terbentur lantai


"Ma.. maaf sakit yah..?? "kata Nadia menolong Steve bangkit


"Ini mah bukan mau ngobatin tapi memperparah " omel Steve


"Loe sih nyebelin " gumam Nadia


Lalu Nadia mulai mengoleskan balsem ke bahu serta punggung Steve sesekali Steve mengerang kesakitan karna Nadia terlalu keras mengoleskan balsem..


"Hey cewek galak..!!"


"Apa "kata Nadia ketus


"Loe tinggal disini sama siapa..?? " kata Steve sambil memakai hoodie nya lagi


"Sendiri" kata Nadia sambil duduk membelakangi steve yang sedang memakai baju karna tau mau melihat tubuh Steve yang telanjang dada


"Orang tua loe kemana.??


"Udah ga ada aku sudah tidak punya siapa-siapa" sebenarnya Nadia mempunyai seorang ayah tapi dia sangat membencinya


"Terus yang membiayai hidup loe itu loe sendiri..?? "


"Hmm.." kata Nadia singkat


"Jadi pagi itu gue ngancurin dagangan dia.. "


Dia dari sejak kecil selalu hidup bergelimang harta hingga tak pernah merasakan susah dan bekerja keras mencari uang sampai membuat nya menjadi seorang yang manja, sombong dan selalu meremeh kan orang lain karna dia punya segalanya.


Steve dan Nadia saling membelakangi steve bersadar di punggung Nadia entah kenapa dia merasa nyaman saat bersandar di punggung gadis itu.


"Betapa gadis ini sangat susah dia mencari uang sendiri dan gue malah menghinanya, pantas dia ga suka sama gue" gumam Steve lagi


Entah kenapa ada perasaan tak biasa dia tak pernah mengasihi orang seperti ini. Steve mulai tumbuh rasa sayang kepada Nadia


"Sorry Nad.. "kata Steve tiba-tiba


"Buat apa.. "kata Nadia singkat


"buat perlakuan gue ke loe"


"aku sudah biasa di perlakukan seperti itu, mungkin karna aku orang ga punya.. buat aku hidup ku selalu sulit, tapi aku hanya bisa menjalaninya.. " kata Nadia dengan nada rendah entah kenapa dia menjadi sedih dan mengingat masa lalu nya


Steve memengang bahu Nadia dan membalikan tubuh Nadia agar berhadapan dengan nya


"I'm really sorry " katanya dengan tulus menatap wajah Nadia yang membalas tatapan nya


Sekian detik mereka saling bertatapan tapi Nadia tersadar dan melepaskan tangan Steve dari bahunya


"Sekarang loe pulang sana.." ucap Nadia ketus


"Loe masih marah sama gue..??" kata Steve masih menatap Nadia


"Engga sekarang loe cepat pulang..!!"


"Oke gue pulang tapi gapapa kan loe sendirian..??


"Biasanya juga sendiri kali "


Akhirnya Steve pun pergi, Nadia pun langsung masuk ke kamar dan tidur


Seorang wanita paruh baya tergeletak bersimbah darah dan di hadapan nya berjongkok seorang laki laki dengan raut wajah datar. Tiba tiba Nadia yang masih berusia 13 tahun berlari kearah mereka


"ma.. mama kenapa mah.. bangun " Nadia menggerak gerakan tubuh ibu nya yang sudah tak bernyawa Nadia makin menagis sejadi jadinya.. "papah tolongin mama pah.." kata Nadia histeris.


Laki laki yang di panggil papah oleh Nadia Hanya diam membisu lalu melangkah pergi meninggalkan mereka berdua


"Papah kenapa papah jahat..??" teriak Nadia


Nadia terbangun dari tidurnya dengar terengah engah mengatur nafas,mimpi itu datang lagi, mimpi yang selalu menghantui nya terus menerus Mungkin trauma yang ia rasakan saat ibunya meninggal dan penyebabnya adalah ayah nya sendiri Itu sebanya Nadia sangat benci kepada ayahnya.


Nadia menangis sesenggukan memegangi foto keluarganya "Mama.. Nadia rindu sama Mama.. " Nadia memeluk foto keluarga nya erat erat


Tapi Nadia bertekad tidak akan terpuruk lagi dan terus melanjutkan hidup nya walau tanpa ayah sekalipun


Nadia menyeka air mata nya dan melihat jam di handphone nya karna sudah hampir setengah 4 Nadia bersiap siap Mandi dan mencari rupiah