
"Sayang kau dimana..?? " kata suara perempuan di ponsel
"di kantor lah " ucap Steve datar merasa tak senang ia terpaksa mengangkat telepon yang sudah puluhan kali berdering dan akhirnya dengan terpaksa mengangkat telpon dari tunangan nya Carissa
"sayang katanya kau mau menemaniku pitting baju di butik untuk mengahadiri pernikahan Devano dan Diandra aku sudah menunggumu sejak tadi dirumah " suara Carissa terdengar memelas dari telepon
"Siapa yang bilang aku akan menemanimu,
urus saja sendiri jangan membuatku repot" kata Steve suaranya mulai menggeram karena kesal
"Tapi Steve kita harus mencoba baju yang khusus untuk kita pakai " kata Carrisa mencoba membujuk Steve supaya mau pergi ke butik bersamanya
"Aku sibuk.. lagi pula Devano yang akan menikah bukan aku kenapa aku harus repot piting baju segala " teriak Steve merasa kesal langsung menutup sambungan telpon dan membanting hanpone nya ke meja
Di sebrang tempat Carrisa menelpon wajah Carrisa terlihat sangat marah dengan pemutusan telepone secara sepihak dari Steve
Setelah sekian lama dia berhubungan dengan Steve dan bertunangan dengan nya karena Steve menuruti kemauan bu Mira dan pak Adijaya karena Carrisa selalu saja membujuk mereka supaya Steve mau berhubungan dengan nya. dengan otak licik dan perbuatan manis Carrisa dengan mudah membuat bu Mira dan pak Adijaya menyetujuinya dan dengan terpaksa Steve juga akan menuruti ke mauan orang tuanya
Tapi masih saja sikap Steve selalu dingin dan acuh kepadanya, mereka hanya terikat dengan hubungan pertunangan saja lebih dari itu Steve hanya ingin membuat orang tua nya bahagia karena hatinya sudah lama membeku dan mati setelah kekasihnya menghilang entah mati atau pun masih hidup di luar sana
"Bagaimana Carrisa. Steve mau pergi bersama mu ??" tanya bu Mira yang sedang duduk di samping Carrisa Carrisa sadar dari lamunanya lalu memasang wajah manis kembali di hadapan bu Mira
"Sepertinya dia sedang sibuk tante.. Carrisa pergi sendiri saja" kata Carrisa dengan senyum yang di paksakan
Bu Mira mehela nafas dalam dan wajah nya berubah murung
"Dia memang selalu seperti itu ,bahkan kepada tante pun dia selalu begitu, entah kenapa dia selalu menjauh dari kami bahkan dia jarang pulang ke rumah ini "
Carrisa mengelus bahu bu Mira untuk menguatkan supaya bu Mira tidak bersedih
dan juga dia menguatkan diri sendiri untuk menghadapi sikap Steve kepadanya dia hanya perlu bersabar sebentar lagi untuk menjadi nyonya Steve Adijaya
Dan memang benar semejak Steve mengetahui bahwa bu Mira bukan lah ibu kandungnya menambah luka hati yang lebih mendalam pada diri Steve
Steve selalu menjauh dari orang tuanya sampai ia memutuskan untuk meneruskan pendidikan nya di luar negri agar tak terlalu terpuruk setidak nya Steve sedikit melupakan kejadian yang selalu membuat nafas nya sesak dan hatinya menjadi sakit setiap waktu
****
Steve keluar dari mobil mewahnya dengan masih memakai pakaian formal karena baru pulang dari perusahaan nya di malam hari itu dia berjalan menuju pintu rumah nya yang akhir akhir ini jarang ia datangi
Steve masuk kerumah dan hendak menaiki tangga menuju kamarnya untuk mengambil berkas berkas yang ia perlukan esok hari
Dan kebetulan ia berpas pasan dengan bu Mira yang hendak memanggil pak Adijaya yang sedang di ruangan kerjanya di lantai atas
"Steve akhirnya kau pulang nak.. " bu Mira terlihat bahagia melihat Steve dan mengelus wajah putranya itu sementara matanya berkaca kaca karena menahan rasa rindunya pada Steve
Namun Steve melepaskan elusan tangan bu Mira dengan kaku seakan menghindar dari bu Mira
"sebaiknya kau makan dulu bersama kami kebetulan mama sudah masak " kata bu Mira setengah berharap
"Tidak terimakasih aku sedang sibuk dan akan kembali lagi ke kantor " kata Steve datar lalu kakinya melangkah perlahan menaiki tangga
Langkahnya tersekat ketika mendengar suara isak tangis dari arah belakangnya dan ia pun menoleh kebelakang dan melihat bu Mira yang berurai air mata
"Apakah.. apakah kau masih membenci mama Steve..??" suara bu Mira tersengal di bawah sana mencoba menahan gejolak hatinya namun dia tidak bisa menahan nahan lagi
Steve membalikan badannya wajahnya juga terlihat sedih karena tangisan bu Mira adalah salah satu kelemahannya
Sesungguhnya selama ini ia merindukan bu Mira tapi dia menutupinya dengan bersikap dingin pada bu Mira
"tentu saja tidak.. " kata Steve datar
"Lalu kenapa kau selalu menghindar dari mamah dan pergi meninggalkan rumah ini.. " suara bu Mira bergetar karena tangisan nya
"Maafkan mama Steve.. maafkan mama.. karena tidak terus terang kepadamu dari dulu " Bu Mira semakin terisak dan tersedu sedu
Steve tak mampu lagi melihat bu Mira menangi seperti itu ia berjalan mendekati Bu Mira lalu memeluk bu Mira dengan erat
"Kenapa mamah minta maaf, mama tidak salah apa apa aku yang salah mah.. maafkan aku karena membuat mama bersedih " kata Steve mempererat pelukan nya kemudian ia menatap bu Mira menghapus air mata bu Mira dengan tangan nya
"Aku menghindar dari mamah bukan berarti aku membenci mamah, hanya saja aku merasa tak pantas menerima kasih sayang mama lagi " kata Steve menatap sendu ibu sambungnya itu
"Kenapa kau berkata begitu kau anak mama dan selamanya akan menjadi anak mama, kasih sayang mamah tak akan berkurang sedikitpun sama halnya dengan mamah sayang kepada Devano kau tak perlu menghindar dari mama" kata bu Mira meyakin kan Steve
"Aku tahu itu.. tapi Aku menghindar karena di saat kalian sedang berdua memberikan kasih sayang antara ibu dan anak yang telah lama terpisah, dan saat aku datang mamah selalu melepaskan pelukan dari Devano , aku merasa aku hanya akan menjadi penghalang kebahagian kalian dan supaya kalian lebih dekat lagi tanpa gangguanku aku Memikirkan tentang devano yang selama ini jauh dari mamah dan mengetahui bagaimana persaan dia baru bertemu dengan mama pasti dia sangat bahagia dan aku tersadar mamah harus memfokuskan diri kepada Devano dan caranya dengan aku menjauh dari mu.. "
"Itu sebabnya kamu menjauh dari kami.. " tiba tiba Devano dan pak Adijaya sudah berada di samping mereka
"Aku sudah sangat bahagia ada bersama kalian disini.. jadi mulai sekarang kau harus pulang kesini lagi.. " kata Devano sambil menepuk bahu Steve
" tidak dalam waktu dekat.. karena kau akan selalu menggangguku " kata Steve balas menepuk bahu Devano aga keras
" bukan aku yang akan mengganggu tapi kau.. bukanya kau selalu memerintah kepada ku di perusahaan .." bibir Devano mencibir karena kesal sedangkan pak Adijaya dan bu Mira hanya tersenyum melihat ke akraban Devano dan Steve
" tentu karna kau kakaku.. aku akan senang hati memerintah mu " kata Steve dengan congkak
"Dasar kau... "kata Devano seolah olah kesal tapi senyuman terulas dari bibirnya
"Sudah jangan bertengkar lagi sekarang ayo kita makan papa sudah lapar sekali.. " kata pak Adijaya sambil mengandeng bu Mira dengan mesra
Mereka pun bergegas menuju meja makan dan makan bersama