A Love Story

A Love Story
Bertemu lagi denganya



Suasan di caffe itu menjadi hening karna Nadia terbengong di lantai mendengar nama yang familiar itu kemudian memandang laki-laki yang ada di hadapan nya ,Steve mencoba membantu mengangkat nya tapi Nadia menepisnya dan bangkit sendiri..


"Ngapain loe ada sini..?? kata Nadia sedikit ketus


"Terserah gue dong mau kemana ajh..


eh loe udah di tolongin ga bilang apa apa.. malah judes lagi.. " kata Steve memandang ke wajah Nadia dengan lekat Nadia yg di pandang menjadi salah tingkah dan buang muka


"Iya makasih.. "kata Nadia pelan..


"Apa woy ga kedengeran.." kata Steve lagi


"Makasih gue bilang.." teriak Nadia Steve tersenyum penuh kemenangan


"Tapi gue belum puas nih"


"Terus mau loe apa..?"kata Nadia dengan ketus sedikit jengkel


"Traktir lah gue minum kopi atau apa gitu" kata steve sambil duduk menumpangkaki


"Iya bentar.. " kata Nadia ketus lalu dengan cepat dia membuat minuman kopi lalu dengan kasar meletakan di meja Steve,


Steve tertawa senang melihat wajah Nadia yang kesal dan terlihat makin cantik


"Gimana yah dengan kerusakan ini aku pasti di marahin lagi.. kenapa sih klo ada dia aku kena masalah terus" gumam Nadia sambil merapikan kursi yang rusak bekas perkelahian Steve dan orang-orang tadi.


"Tenang gue bakal ganti rugi.. gue bisa beli sepuluh bahkan seratus benda rongsokan itu.. " kata steve seolah tau apa yang di pikirkan Nadia


"Iya lah tuan orang kaya sombong.. tumben peka mau ganti rugi.. "gerutu Nadia sambil menyapu dan membereskan caffe yang memang sebentar lagi tutup karna sudah jam 09.30 dan di luar sudah tampak sepi pengunjung hanya ada Steve yang sambil memperhatikan apa yang di lakukan Nadia


"Kapan sih tu orang perginya ih.. " kata Nadia sambil mengepel lantai caffe Lalu dengan usilnya dia mengepel di bawah meja yang Steve tempati dan sekalian mengepel sepatu Steve yang sedang bengong memandangin nya


"Hei apa apa an nih woy.. mahal nih sepatu gue.." kata Steve sambil mengangkat kakinya.


Nadia yang menahan tawa pun berpura pura


"Nggak sengaja kali.. loe kenapa ngga pulang si ini caffe mau tutup gue mau beres beres" kata Nadia ketus


"Kalo nggak mau gimna..?? "kata steve sambil melipat kedua tangan di belakang leher


"Iya iya.. dasar cewek galak.."


"Biarin.. we.. " kata Nadia sambil menjulurkan lidah nya


Steve pun keluar dari caffe tanpa Nadia tahu Steve meninggalkan beberapa lembar uang ratusan ribu untuk biaya ganti rugi.. sekalian menulis pesan di kertas


" Eh cewek galak ini sebagai ganti rugi yang elo minta kalo masih kurang elo tinggal minta secara gue banyak duit, ini no hp gue 085xxxxxxxxx save


from : Steve yang handsome "


Nadia Sedikit geli baca tulisan tangan Steve yang sangat Narsis itu


"Pede banget dia, ogah banget gue save no hp elo mending buang ajah.. " kata Nadia hendak buang kertas sekalian buang sampah ke tempat nya di luar tapi dia mengurungkan niat nya untuk buang kertas itu entah kenapa dia merasa ingin menyimpan kertasnya setelah selesai bersih bersih Nadia pulang menuju kostan nya yang agak dekat dari caffe itu ,memasuki gang sempit dan Nadia berjalan kaki Sendiri di malam hari karna sudah biasa..


Saat berjalan Nadia sadar sedari tadi ada yang mengikutinya dari belakang, Nadia berbalik tapi tak ada seorang pun Nadia khawatir dan dia bersembunyi di sela dekat rumah warga dan melihat ada orang yang mencari sesuatu di gelapnya malam membuat Nadia takut


"Ya Allah itu pasti penjahat..?? " bisik Nadia ketakutan Nadia mencari benda untuk berjaga jaga untuk membela diri lalu menemukan sebilah kayu dan akhirnya ketika orang itu ada di dekat nya Nadia memukulnya dengan kayu itu


"Dasar orang jahat nih rasain.. kamu penculik yah.. "


"Aduuhh Sakitt.. "teriak orang itu yang terdengar tak asing oleh Nadia


dan ternyata orang itu..


"Steve ngapain loe disini bukanya loe pulang, loe mau nyulik gue. " kata Nadia ketakutan


"Sembarangan emang tampang gue kaya penjahat gitu.. " kata Steve sewot sambil memegangi pundaknya yang tadi di pukul balok kayu Nadia


"Dikit sih.. eh loe ngga apa apa.. "Nadia sedikit khawatir


"Sakit lah gimana sih di pukul kayu segede gitu untung gue ga mati.."


"Ya udah kita obatin di kostan gue.. "


Akhirnya mereka pun berjalan menuju sebuah kostan yang tak jauh dari sana