A Love Story

A Love Story
Bab 46



"Oke aku akan segera naik pesawat kau tidak usah khawatir semua pekerjaan akan ku bereskan sendiri" kata Steve yang sedang bertelponan sambil berjalan di ikuti para bawahan nya di belakang beserta beberapa bodyguard nya


Pagi ini Steve akan pergi keluar negri untuk mengurus urusan bisnis bersama dengan para bawahannya.


Biasanya Devano lah yang selalu mengurus bisnis di luar negri tapi kali ini karena Devano sedang mengurus pernikahan nya yang akan segera belangsung Steve menggantikan nya pergi keluar negri tanpa sepengetahuan Devano


jadilah Devano merasa agak khawatir hingga dia menelpon beberapa kali


Kehadiran Steve di bandara menarik perhatian orang orang yang ada di sana terutama para perempuan yang mengagumi sosok Steve Adijaya yang berkharisma dan terlihat tampan di mana pun dia berada


Para wartawan sudah berkerubung untuk meliput Steve ,namun anak buah Steve menghalangi dan mengusir secara halus para wartawan yang akhirnya hanya bisa memotret Steve dari kejauhan sedangkan Steve seolah tak perduli ia berjalan dengan tanpa ekspresi melewati orang orang yang memandang kagum padanya


Ketika Steve melangkahkan kakinya orang orang yang berpas pasan dengan nya spontan membuka jalan untuk di lewatinya


***


Seorang gadis bermasker berjalan sambil menarik kopernya dan menatap layar handpone tanpa memperdulikan orang orang yang hampir bertabrakan dengan nya ia masih tetap fokus menatap layar hp nya dan berdecak dengan kesal karena belum juga ada yang menelpon sama sekali


Ketika tak beberapa meter dari hadapan Steve ia berhenti lagi tanpa tau orang orang menyingkir karena Steve akan melewati jalan itu


***


Steve mengamati gadis bermasker itu dari kejauhan dan ketika kejelian mata nya menangkap hal yang terasa familiar dengan gadis itu, Jantung Steve seolah berdetak lebih cepat ketika ia melangkah dan lebih dekat mengamati gadis bermasker itu


Peristiwa yang pernah ia alami dulu saat gadis bermasker di tabrak oleh mobilnya di pagi pagi buta


Steve tertegun di hadapan gadis itu menatap bola mata jernih dan mata yang lebar dari gadis itu mata yang sangat ia ingat dan terpatri jelas di pikirannya serta cara berdirinya potongan rambutnya dan warna rambut hitam kecoklatan yang panjang itu sangat terasa familiar oleh Steve


Mata itu mata yang selalu ia rindukan seperti mata milik kekasihnya yang sudah tak ada lgi di sisinya


Ketika Steve begitu yakin itu adalah Nadia


Nadianya Steve tahu persis ciri fisik Nadia dari siapa pun


"Nadia.. " kata Steve dengan suara bergetar


Steve berjalan cepat dan memeluk tubuh sang gadis yang tidak tau apa apa dan hanya terbelalak ketika pria asing itu memeluk nya secara tiba tiba


"Aku tahu kau masih hidup.." kata Steve sambil memeluk gadis itu dengan erat sampai sang gadis merasa engap tak bisa bernafas


Siapa dia tiba tiba memeluk nya begitu saja dan kenapa hatinya berdetak tak karuan dan tubuhnya kaku seolah tak bisa melepaskan diri dari Pria itu..


Sekian detik Steve memeluk gadis itu sampai pada akhirnya gadis itu tersadar karena sesak nafas


Gadis itu mendorong tubuh Steve dengan kasar


"Dasar pria mesum.. " Teriak gadis merasa marah dengan prilaku pria asing dihadapan nya yang tiba tiba memeluknya dengan sangat erat


"Nadia kau memang Nadia.. " kata Steve matanya sudah berkaca kaca dan menatap dengan penuh kerinduan kepada gadis di hadapan nya ketika mendengar suara gadis itu yang sama persis dengan Nadia


Steve yakin dia adalah kekasihnya Nadia yang menghilang di sungai 5 tahun lalu


Steve memegang kedua bahu sang gadis masih menatap mata gadis itu dengan tatapan sendu penuh harapan dan rasa rindu Gadis itu mulai merasa jengkel


"Aku bukan Nadia.. aku Cecilia" kata gadis itu dengan tegas serta menepis tangan Steve dari bahunya


Mata Steve penuh sinar harapan meredup setelah melihat wajah gadis itu secara menyeluruh, memang benar gadis itu bukan lah Nadia


Seketika Hatinya serasa teriris kembali menatap mata gadis yang ada di hadapan nya dengan tatapan menyedihkan paling menyedihkan hingga si gadis yang mengaku bernama Cecilia menjadi tertegun dengan sinar harapan dan kerinduan yang nyata terpancar dari mata pria asing itu


"Maaf aku salah orang.. " kata Steve lemah lalu dia melangkah begitu saja melewati Cecilia yang masih tertegun dengan pemandangan yang membuat hatinya mendesir oleh sesuatu yang aneh yang ia rasakan


"Siapa sih pria tak waras itu..?? ia pergi begitu saja setelah memeluk orang sembarangan.. sampai Aku hampir mati kehabisan nafas .." gerutu gadis itu dengan kesal dan kembali melangkah menarik koper dan menatap layar hpnya kembali


Kemudian sebuah tangan menutup mata nya secara tiba tiba dan replek gadis itu memekik dan menarik tangan itu sampai sosok tubuh itu terbanting kelantai ala taekwondo


"Akhh.. " pekik seorang pria yang tadi ia banting yang terduduk di lantai dengan memegangi punggunnya yang sakit


Cecilia terbelalak melihag pria yang di bantingnya adalah orang yang ia kenal


"Kak Angga..!! " teriak Cecilia lalu dengan cepat ia membantu pria tampan yang ia banting barusan


" Tadinya aku ingin mengetes seberapa replek dirimu dan ternyata kau sudah lebih jago dari pada aku yah gadis kecil.. " kata Angga sambil mengacak acak rambut Cecilia dengan gemas tapi ikspresi wajahnya terlihat masih kesakitan


"Tentu saja aku berlatih dengan giat.. setelah semua ini apa kau ingin menyebut ku sebagai gadis kecil lagi.. " kata Cecilia dengan menatap Angga dan menudingkan telunjuk ke arah wajah Angga


" Kau tetap gadis kecil untuk ku.. " kata Angga hendak mengacak acak rambut Cecilia kembali


Tapi dengan cepat Cecilia menangkap tangan itu dan memelintirnya sampai tubuh Angga terbalik kebelakang


" Kalau kau masih menyebutku gadis kecil aku akan menghajarmu sampai babak belur " kata Cecilia mengancam tapi Angga malah tertawa melihat wajah Cecilia yang terlihat makin menggemaskan di mata nya


"Ampun Ampun iya nona Cecil aku menyerah kepadamu.. " kata Angga sambil membuat ekspresi takut dengan dibuat buat


Cecilia melepaskan tangan Angga dan menggandengnya dengan manja


"Begitu dong.. ayo pulang aku sudah lapar.." kata Cecilia sambil menepuk perutnya pelan


"Oke.. lagi pula Tuan sudah menunggu nona di rumah.. " kata Angga sambil tersenyum dan membawakan koper Cecilia dan mereka berjalan menuju mobil mewah yang sudah terpakir di depan Bandara


****


Kembali kepada Steve yang masih kepikiran dengan kejadian tadi membuat tubuhnya bergetar hebat dan wajahnya menjadi pucat sehingga para bawahannya mengusulkan agar Steve beristirahat terlebih dahulu di klinik yang ada di Bandara


Tapi Steve menolak mentak mentah permintana Staf nya


untungnya dia selalu membawa obat penenang yang ia minum setiap malam karena Steve selalu insomnia


Tanpa obat itu dia tak bisa tertidur di malam hari akibat trauma nya di masa lalu.


Steve selalu berharap jika Nadia masih hidup dan suatu saat nanti dia akan datang menemuinya lagi


Dia berharap begitu besar saat tadi bertemu dengan gadis yang bernama Cecilia itu hingga setelah ia mengetahui kenyataan bahwa gadis itu bukan Nadia, hatinya seolah tercambik kembali, luka yang selama ini dibalut dengan cermat dan hampir sembuh kini terbuka lebar dan seolah mengucurkan darah membuat dadanya seketika sesak tak terperi


Mata Steve terpejam dengan erat dan tak terasa airmata nya menetes tak tertahan kan dan menangis dalam diam


Nadia.. Nadia.. Nadia


Gumam Hati Steve