A Love Story

A Love Story
Menghadiri pesta part 2



Suasan pesta makin meriah dengan bertambah nya para tamu undangan yang hadir semakin malam dan semakin ramai..


Steve yang sudah tak merasa nyaman dan mulai bosan dengan pesta tersebut mulai mengantuk dia kemudian bermaksud menyegarkan dirinya dengan mengambil segelas minumam bersoda yang di sediakan di sebuah meja . Steve memandang sekeliling melihat tamu tamu yang berdiri di sekitarnya dan melihat seseorang memakai gaun panjang berwarna merah yang sedang berselfi dengan handphone nya berjalan mundur di dekatnya dan tak sengaja gaun pajang yang hampir menyentuh lantai itu terinjak oleh sepatunya sendiri sehingga membuat nya oleng dan akan terjatuh Steve yang melihat itu spontan menangkap tubuh perempuan itu yang menjerit karena kaget


Perempuan itu ternyata adalah Carrisa yang malam itu memang ikut ke pesta bersama orang tua nya


Mata mereka saling bertatapan dengan posisi Steve memeluk pinggang Carrisa dan Carrisa berpegangan pada bahu Steve


Carrisa hanya melotot memandangi makhluk Tuhan yang nyaris sempurna itu


"Ya ampun kenapa aku baru sadar kalo Steve seganteng dan se keren ini"


kata Carrisa dalam hati sambil tersenyum kepada Steve, sedangkan Steve langsung melepaskan tubuh Carrisa


"eh kalo jalan tuh pake mata" Kata Steve menegur Carrisa yang teledor


"iya Steve makasih banget kamu udah nolongin aku " Kata Carrisa sambil memegang lengan Steve


" Ya udah gue pergi.. " Kata Steve singkat sambil ngeloyor pergi tanpa melihat Carrisa


"Omg.. di balik sipat nya yang kasar ternyata hatinya bagai hellokitty mana ganteng banget lagi " gumam Carrisa sambil tersipu malu


Akhirnya inti acara pun tiba


"Para hadirin yang terhormat kini saat nya tiba untuk mengumumkan siapakah orang yang menyadang gelar pengusaha paling sukses dan pengusaha yang paling bepengaruh di Tahun ini.."


kata moderator acara dengan suara khas nya pembawa acara di televisi


" Selamat untuk Tuan Adijaya CEO dari perusahaan ADIJAYA GRUP seperti namanya yang selalu jaya ,


Silahkan untuk tuan Adijaya naik kepanggung untuk menerima piagam penghargaan "


Pak Adijaya tersenyum berwibawa dan bejalan menuju panggung di iringi gemuruh tepuk tangan orang orang yang menghadiri pesta tersebut..


Sedangkan pak Mahendra memandang sinis ke arah pak Adijaya yang merupakan saingan bisnisnya


"Lihat saja sebentar lagi aku pasti akan merebut gelar itu " gumam pak Mahendra penuh amarah karena dia sangat berambisi untuk mengalahkan para saingan nya dan akan melakukan cara apapun untuk bisa menghancurkan sainganya


" Terimakasih sebelumnya kepada para tuan dan puan yang telah hadir di acara ini


Saya sangat berterimakasih kepada dewan direksi , para karyawan perusahaan yang menjabat dari posisi atas sampai bawah yang mejaga ke stabilan perusahaan karena tanpa mereka saya bukan siapa siapa" pidato pak Adijaya membuat semua para hadirin bertepuk tangan karena memang pak Adijaya begitu humble dan selalu memperhatikan kebutuhan karyawannya


" Tak lupa saya juga sangat bersyukur sekali dengan hidup saya karena telah di beri seorang yang sangat meng suport saya dari mulai saya tidak punya apa apa sampai saat ini mereka penyemangat saya yaitu isteri dan anak Saya. Nyonya Mira Adijaya dan Steve Adijaya.. " kata pa Adijaya seraya mangarahkan tangan nya menunjuk bu Mira dan Steve


" Mira.. apabenar dia Mira.." Kata pak Mahendra kaget dan dengan serius memperhatikan bu Mira


" ternyata dia masih hidup rupanya.. " gumam Bu melinda sambil mngepalkan tangan nya, karena melihat bu Mira terlihat lebih bahagia dari pada dirinya


Sedangkan di panggung pa Adijaya merangkul Bu Mira sedangkan bu Mira memandangi suaminya dengan penuh cinta


Lalu pak Mahendra menjadi teringat peristiwa 16 tahun yang lalu


flashback on


"Brakkk" pintu di dobrak dengan kasar oleh seorang wanita yang menggendong seorang anak balita yang berusia sekitar 2 tahun


Wanita yang tak lain adalah bu Mira ternganga tak percaya melihat pemandangan di hadapan nya begitu sakit hatinya melihat suaminya sedang bercumbu di atas sofa panjang yang ada di ruangan pribadi pak Mahendra


Pak Mahendra yang kaget langsung berdiri sambil membenahi pakainya, bekas bibir terlihat di bagian lehernya sedangan wanita yang adalah bu Melinda memakai jas Mahendra untuk menutupi tubuhnya yang setengah polos


"Sungguh biadab kelakuan kalian seperti binatang.. " teriak Bu Mira histeris sambil menangis dan memeluk tubuh anaknya


" Mira ini tak seperti yang kamu pikirkan sayang " kata pak Mahendra mendekati bu Mira


"sudah lah mas sudah jelas kalian bebuat mesum di hadapan ku.. kamu tega mas aku dari pagi sampai malem ngurusin anak anak kamu tapi kamu malah berbuat zina dengan perempuan laknat ini.. " teriak bu Mira dengan tangis sesenggukannya


Bu Mira menampar dan menjambak rambut Melinda tapi pak Mahendra malah melindungi Bu Melinda


" Jadi kamu lebih memilih dia Mahendra


oke mulai saat ini aku minta cerai.." bentak Bu Mira pada pa Mahendra


"Dan Kamu Melinda, wanita ular penghianat.. suatu saat kamu akan menerima karma buruk.. ingat itu" teriak Bu Mira Pada Melinda yang adalah sahabatnya sendiri "


Akhirnya perceraian pun terjadi dengan hak asuh anak jatuh kepada Pak Mahendra dengan kekuatan uang dia bisa melakukan apa saja sesuai keinginanya


Pak Mahendra lalu menitipkan Devano kepada ibunya yang berada di kampung untuk menjauhkan Bu Mira dari Devano yang selalu mencoba mengambil Devano dengan paksa


Bu Mira pun sangat terpukul dan depresi hingga dia bertemu pak Adijaya yang istrinya meninggal saat Steve berusia 2 tahun sama seperti anak nya


kehadiran Steve menyembuhkan kerinduan kepada Anak nya hingga dia menyayangi Steve seperti anak sendiri


Namun Steve tak pernah tau kenyataan bahwa dia bukanlah anak kandung bu Mira