A Love Story

A Love Story
Hasutan Carrisa



Di kediaman keluarga Adijaya Steve yang baru saja pulang dengan wajah yang babak belur serta hati yang juga terasa sakit


Steve tak percaya Nadia menyuruh nya menjauh dari dia dengan alasan dia selalu menggangu nya


"Apa sih sebenarnya yang di inginkan Nadia itu, Aku sampai pusing memikirkanya " gumam Steve dengan wajah sedihnya sambil mengacak acak rambutnya prustasi


Steve berjalan menuju ke kamar nya di lantai dua tiba tiba suara pak Adijaya terdengar dari arah tangga yang gelap karena lampu selalu di matikan


"Dari mana saja kamu, jam segini baru pulang "bentak pak Adijaya dari atas tangga lalu menekat saklar lampu dan terlihat lah pak Adijaya berdiri bersama bu mira lalu melangkah mendekati Steve yang memalingkan mukanya


Bu mira dan pak Adijaya kaget melihat wajah anaknya babak belur dan perban yang bernoda darah


"Astagfirullah.. Steve kamu kenapa nak.. ??" kata bu mira kaget sembari mendekati Steve dan mengusap pipi nya Steve hanya meringis karena sakit di pegang oleh bu mira


" Pasti kamu berantem sama orang..


mama kan udah bilang jangan nongkrong sampai malam.. kenapa kamu ngga nurut sih sama mamah malah semakin bandel "omel bu mira yang khawatir sekali sambil memegangi bahu Steve


"Kamu ini semakin besar.. semakin tak tau waktu.. lihat jam ini sudah jam satu malam..


jangan jangan kamu bergaul dengan anak geng yang nakal nakal itu iya. ??"


Tambah pak Adijaya kesal dengan Steve


"Udah ah Steve cape.. Steve mau tidur.." kata Steve dengan ketus karena masih pusing memikirkan Nadia


"Anak ini kalau di bilangin malah ngelawan


bilang kamu berantem sama siapa..??


atau kamu ikut tauran ..?!" bentak pak Adijaya semakin marah dan juga khawatir melihat Steve yang babak belur


"Aku ga tauran pah. aku nolongin temen aku dia mau di culik sama orang.. " kata Steve membela diri


"Suruh siapa malem malem masih keluyuran, pasti temen kamu itu orang ga bener..." kata pak Adijaya masih mengomel saja


"Pah Nadia anak baik baik pah.. "teriak Steve tak suka pak Adijaya menjelekan Nadia


"Astaga jadi dia perempuan.. perempuan macam apa hingga mau di ajak maen sampai malam, sebaiknya kamu jauhin perempuan macam gitu Steve..!!"


Teriak Pak Adijaya


"Pah ini ga seperti yang papah pikirkan.. kami mau pulang jam sepuluh.. tapi.... "


"Ga usah tapi tapi.. pokoknya jauhi anak itu.. dia membawa pengaruh buruk sama kamu.. sampai kamu babak belur begini. " kata pak Adijaya memotong kata kata Steve yang hendak menjelaskan


Bu Mira yang sedari tadi pusing melihat anak dan ayah berdebat menengahi keduanya


"Sudah sudah... anak kita sedang terluka pah


biarkan dia istirahat dulu.. " kata bu mira sembari memapah Steve menaiki tangga


bu Mira merasa tangan Steve begitu panas saat di pegang


"Steve kamu ga apa apa..?? " kata bu mira khawatir sambil memegang dahi Steve yang terasa panas


"Ngga apa Apa mah . sebaiknya mama istirahat lagi, aku bisa sendiri mah." kata Steve kepada bu mira


Lalu Steve hendak melangkah tapi baru beberapa langkah saja Steve merasa kepalanya pusing dan matanya berkunang kunang tubuh Steve pun terhuyung dan jatuh dan kehilangan kesadaran


Sontak bu Mira dan Pak Adijaya kaget menghampiri Steve dan berteriak teriak meminta tolong kepada pak Ujang dan bi Imah untuk membantu mengangkat tubuh Steve ke kamarnya..


Steve terbaring dengan wajah lebam dan bonyok begitu membuat Bu Mira dan Pak Adijaya sedih


Setelah sebelum nya mereka memanggil dokter keluarga untuk memeriksa keadaan Steve


Dokter bilang Steve tidak apa apa hanya terluka ringan dan hanya kelelahan


Bu Mira dan pak Adijaya sedikit lega dengan penjelasan dari dokter tadi


Tapi tetap saja mereka merasa khawatir terjadi sesuatu kepada anak kesayanganya


Sehingga mereka memutuskan menunggui Steve yang tertidur


Sesekali Steve mengigau memanggil manggil nama Nadia Pak Adijaya menjadi khawatir melihat nya dan bersedih


"Siapa sebenarnya gadis yang bernama Nadia itu.. Papah harus menyelidikinya


papah gak mau Steve terluka hanya untuk melindungi Gadis yang tidak jelas asal usulnya dan pergaulannya


Jangan jangan dia anggota geng yang suka merusak itu " Kata pak Adijaya sambil memandang sendu ke arah putra sematawayang nya itu


Dia tak rela melihat Steve terbaring sakit dengan wajah babakbelur


"Sudah pah jangan berburuk sangka seperti itu.. mungkin Nadia anak yang baik pah


nanti kita coba tanya ke teman nya Steve " Kata bu Mira menenangkan pak Adijaya agar tidak emosi


"Saya harus bertanya kepada gadis yang bernama Carrisa itu.. dia kan teman nya Steve pasti dia tau tentang gadis yang bernama Nadia " gumam bu Mira mengingat Carrisa


Bu Mira semalam melihat kontak hp Steve dan melihat nomor Carrisa di grup chat sekolah Steve dan bu Mira menelpon Carrisa supaya dia bisa datang pagi ini ke rumahnya


kebetulan hari itu adalah hari minggu


Carrisa berdiri dihadapan pintu rumah Steve dan memencet bel rumah


"Ngapain yah calon mamah mertua nyuruh aku datang kesini aku jadi seneng banget.. bagaimana kalo aku dijodohkan sama Steve


Omg.. aku ga akan nolak.. " gumam Carrisa sambil berkhayal kemana mana dan merasa senang


Pintu pun terbuka dan yang membukanya adalah bu Mira sendiri


" Hai sayang kamu udah dateng.. ayo masuk" kata bu Mira ramah sekali


"Iya tante.. " kata Carrisa tersenyum senang mencium tangan bu Mira dan memeluknya


"Tante ini aku bawa kan cake untuk tante" kata Carrisa sambil menyerahkan bungkusan ke bu Mira dan duduk di sofa bersama bu Mira


"Wah ngga usah repot repot sayang makasih yah.. " kata bu Mira senang sambil mengelus kepala Carrisa


"Ngga ngerepotin kok tante justru Carrisa seneng banget " Kata Carrisa mencari muka pada bu Mira


"Eh ada tamu rupanya.. " kata pak Adijaya yang tiba tiba datang dari arah dapur setelah sarapan lalu ikut duduk bersama bu Mira dan Carrisa di sofa


"Halo om saya Carrisa temen nya Steve.. " kata Carrisa sambil mencium tangan pak Adijaya


"Ah.. temen apa temen. " canda pak Adijaya yang membuat Carrisa bersemu merah


"Temen om" kata Carrisa gugup


"Tante sebenarnya ada apa yah.. nyuruh Carrisa datang kesini.." kata Carrisa sambil memandang bu Mira dengan penasaran


"Sebenarnya semalam Steve pulang larut malam sekali dengan wajah yang luka luka lalu dia jatuh pingsan.. " kata bu Mira dengan serius


"Apa tante.. lalu bagaimana ke adaan Steve sekarang..?? " kata Carrisa kaget mulai khawatir kepada Steve


"Alhamdullilah sekarang dia sudah agak mendingan


Tante sebenarnya mau tanya tentang siapa gadis yang bernama Nadia


Apa Carrisa tau bagaimana kepribadian dia..?? " Tanya bu Mira dengan serius sekali


dan pak Adijaya juga ikut mendengarkan


"Yes ini kesempatan gue.. buat menarik hati orang tua Steve, dan membuat mereka ngga suka sama Nadia.. " gumam Carrisa dengan pikiran licik nya


" Sebenernya aku ngga enak tante kalo bicarain tentang orang lain.. kebetulan Nadia teman sekelas ku " kata Carrisa menunduk pura pura baik di hadapan bu Mira dan pak Adijaya


"Tak apa apa nak.. ayo ceritakan saja pada kami.. " kata pak Adijaya dengan begitu penasaran


"sebenarnya Nadia itu gadis yang ga baik om ,tante dia mencari dan menarik perhatian sama cowok cowok yang ada dikelas dengan sikap sok polos dan lugunya mungkin Steve termasuk cowok yang tertipu karena Nadia hanya memberi harapan palsu kepada setiap cowok yang mendekatinya hanya untuk memanfaatkan saja " kata Carrisa dengan liciknya menjelek jelekan Nadia dengan berbohong sedemikian rupa agar bu Mira dan pak Adijaya percaya


"Berani sekali gadis itu mempermainkan anak saya sedangkan anak saya rela terluka untuk menolongnya " Kata pak Adijaya dengan emosi dan mengepalkan tangan nya


"Bagus mereka mulai percaya sama omongan gue" gumam Carrisa sambil tersenyum licik


"Dan aku dengar kabar dari teman teman ku kalau Nadia bekerja malam hari di bar dan tempat hiburan malam dan pernah ada yang memergoki dia dengan sejumlah pria dan mereka menuju hotel dan...


Carrisa tidak bisa meneruskan nya tante.. "


kata Carrisa pura pura merasa tidak enak


"Astagafirullah.. jadi dia bukan anak baik baik mah.. papah udah bilang kan


kita harus melarang Steve begaul dengan dia lagi.. " teriak Pak Adijaya begitu marah sekali dan bu Mira menenangkan Nya


Dalam hati Carrisa tertawa puas


"Tapi jangan bilang ke Steve aku yang kasih tau ini.. pasti Steve sudah terpengaruh oleh Nadia , pasti Steve belain dia dan marah ke aku om, tante"


kata Carrisa lagi


"Tante tidak akan kasih tau Steve tante tau sipat dia yang tempramen.." kata bu Mira mulai terhasut kebohongan Carrisa


"Tante boleh Carrisa lihat keadaan Steve..


Carrisa khawatir sekali pada nya.. " kata Carrisa


"Tentu saja boleh kamar Steve ada di atas kamu kesana saja yah.. " kata bu Mira


Lalu Carrisa pun menuju kamar Steve yang ada di atas sambil bahagia karena telah berhasil menghasut orang tua Steve


#### Terima kasih karena telah mampir di sini 😍😍😍 jangan lupa like komen dan vote agar tulisan ku semakin berkembang


######