A Love Story

A Love Story
Bab 27



pagi hari nya Steve menjemput Nadia untuk bersama sama pergi kesekolah


tak seperti biasanya Steve merasa deg degan bertemu dengan Nadia yang sekarang sudah menjadi pacar nya


dan mempersiapkan penampilan nya agar semenarik mungkin untuk dilihat oleh Nadia


"Ehmm Nadia pacar mu datang nih.." kata Steve sambil mengetuk pintu kostan Nadia Tak beberapa lama Nadia pun keluar dan menatap Steve dengan aneh


"Kamu mau ke sekolah atau mau konser " kata Nadia memandangi pakaian yang di kenakan Steve yang seperti meniru gaya aktor korea yang di gemari Nadia


Steve memakai jas blazer selutut dan rambutnya menjadi berponi seperti aktor aktor yang ada di drakor


"Tapi kamu suka kan kalo aku keliatan ganteng kaya gini..??" kata Steve sambil berpose di hadapan Nadia


"Pede banget kamu "kata Nadia sambil tersenyum geli melihat Steve yang berpose bak coverboy sampul majalah


"Ihh kamu mah gitu aku tuh sengaja meniru gaya aktor korea Lee m**ho yang kamu idolakan itu biar kamu senang walau pun masih gantengan aku "kata Steve sewot dan membanggakan dirinya sendiri


"Masih gantengan dia tau pake ngaku ngaku " kata Nadia menggoda Steve sambil tertawa meledek


"Ah kamu mah aku pulang lagi aja deh. "kata Steve merajuk sambil berjalan ke arah motornya


Nadia langsung menarik tas gendong yang di pakai Steve supaya tidak pergi dan memegang pipi Steve


"Kamu ganteng kok lebih ganteng malah dari Lee ***ho


gitu aja marah sih aku kan cuma bercanda" kata Nadia sambil tersenyum geli melihat Steve yang manyun


"Gitu dong puji pacarnya biar semangat" kata Steve sambil mengacak acak rambut Nadia


"Issh aku udah cape cape rapihin rambut malah di acak acak" kata Nadia ketus sambil memanyunkan bibir nya dan merapikan rambutnya kembali


Steve terlihat gemas dengan tingkah Nadia


"Udah yuk berangkat " kata steve tersenyum senang lalu memakaikan helm ke kepala Nadia


Nadia naik motor sambil memeluk pinggang Steve dan Steve sesekali memegangi tangan Nadia yang ada di pinggangnya dan tersenyum bahagia


Di sekolah Steve tak mau melepaskan tangan Nadia dan memegangnya seperti seorang bapak yang menuyun anak kecil seperti takut kehilangan Nadia


Orang orang menatap mereka dan berbisik kepada teman nya


Nadia menjadi risih dan mencoba melepaskan pegangan tangan Steve


tapi Steve tidak menggubrisnya malah semakin mempererat pegangan nya


kebetulan mereka melewati geng Carrisa cees yang sedang ngerumpi di depan kelas Nadia


Carrisa menatap sinis ke arah Nadia dan Steve yang sedang bergandengan tangan


"Kenapa Steve jadi dekat lagi sama si cewek sialan itu..??" kata Carrisa dengan wajah kesal


"Lah bukannya kemarin Steve udah nempel banget sama lo Car" balas Nina merasa aneh


"Gue juga ngga ngerti kenapa sekarang mereka dekat lagi..?? " kata Carrisa sambil terus menatapa kesal kedekatan Steve dan Nadia


Setelah Steve dan Nadia masuk ke kelas masing masing Carrisa buru buru masuk ke kelas dan langung mendorong bahu Nadia yang baru saja akan duduk hingga Nadia terjatuh dan membentur kursi


"Heh cewek sok kecakepan gue mau bilang sama loe loe jangan lagi ngedeketin Steve karena Steve bakalan jadi milik gue dan loe liat kemarin kan gue sama Steve udah deket banget " teriak Carrisa dengan berkacak pinggang dan menunjuk nunjuk ke arah Nadia yang masih terduduk di bawah


Sontak Nadia merasa sangat marah lalu berdiri dan mendelikan mata nya ke arah Carrisa


"Kalau mimpi tuh ga usah di bawa ke alam nyata pagi pagi udah ngehalu" kata Nadia tidak kalah sinis dari Carrisa


"Gue ga ngehalu ya.. Steve itu bakalan jadi milik gue Loe tuh cuma di Permainkan karena gue yang bakal dapetin Steve


kalau gak percaya loe liat sendiri aja nih.. " Kata Carrisa sinis sambil menyodorkan beberapa foto ke Nadia yang di ambil saat Carrisa menjenguk Steve


Nadia sedikit terkejut melihat foto Carrisa yang sedang di peluk Steve dengan erat di atas ranjang


Tapi Nadia sadar itu hanyalah akal akalan Carrisa supaya dia dan Steve bertengkar


Lalu Nadia merobek foto - foto tersebut sambil tersenyum sinis kepada Carrisa


"Denger ya gue ga akan termakan hasutan loe..!!


Gue tau Steve akan lebih memilih Gue dari pada loe"


"Kurangajar sudah mulai berani ngelawan loe ya " teriak Carrisa dengan amarah yang sudah memuncak dan menaikan tangan hendak menampar Nadia


"Gue udah ngerasa ga enak setelah lihat loe di depan dan ternyata memang bener loe mau nyakitin Nadia " kata Steve dengan nada suara seram seperti ingin menerkan Carrisa


"Kenapa Steve loe malah belain dia bukannya kemarin loe ngedeketin gue dan bilang kalo loe nyaman sama gue bukannya itu nunjukin kalo loe mulai suka sama gue "kata Carrisa menatap bingung kepada Steve


"Kemarin gue ngedeketin loe karena gue cuma buat manfaatin loe supaya Nadia cemburu sama loe dan menerima gue dan


thanks banget berkat loe akhirnya gue jadian sama Nadia " kata Steve sambil tersenyum sinis


Sedangkan Carrisa menjadi sangat marah dan kecewa


"Apa loe bilang..?? loe cuma manfaatin gue


Loe tega banget Steve permaini perasaan gue gue tuh beneran suka sama loe Steve "


Teriak Carrisa sambik menahan tangis


"Sorry ya Carrisa gue bikin loe baper


Tapi sekarang perasaan gue ga akan pernah bisa menyukai orang lain selain Nadia "kata Steve meminta maaf kepada Carrisa


Mata Carrisa sudah bekaca kaca dan langsung berlari keluar kelas


Lalu Nina dan Novi menyusul Carrisa yang berlari ke tempat yang agak sepi


Carrisa pun melampiaskan kekesalanya dengan berteriak teriak di sana


untung suasana sekolah masih sepi kalau tidak pasti ada yang menyangka Carrisa sudah tidak waras


"Kurangajar banget berani berani nya mereka mempermain kan gue " teriak Carrisa sambil menangis


Kedua teman nya hanya bisa menepuk nepuk punggung Carrisa untuk meredakan amarah nya


"Sudah Carrisa loe ga usah sedih biar nanti kita kerjain itu si cewek sok kecakepan itu " kata Nina dan Novi mencoba meredakan amarah Carrisa


"Kalian lihat aja gue bakal bikin mereka ga bisa bersatu dan si cewek sialan itu akan menerima pembalasan yang jauh lebih sakit dari apa yang gue rasain saat ini "kata Carrisa dengan menggretakan giginya dan mengepalkan tangan nya dengat kuat tanda amarahnya sangat besar untuk membalas dendam kepada Nadia


Ternyata benar saat jam istirahat tiba Geng Carrisa cees mulai melancarkan aksinya


Saat Nadia membawa nampan yang berisi semangkok bakso yang masih panas Carrisa sengaja merentangkan kaki nya supaya Nadia celaka dan benar saja Nadia terjatuh


Sialnya kuah bakso yang masih panas menyiram tangan Nadia hingga tanganya melepuh Nadia berteriak kesakitan Lalu di bawa keruang UKS sekolah dan ditangani oleh Devano yang merupakan anggota PMR sekaligus asisten dokter yang bertanggung jawab di ruang UKS


"Tangan kamu kenapa Nad sampe melepuh gini" tanya Devano sambil mengoleskan obat khusus luka bakar setelah ia membersihkan dengan alkohol


"Aku cuma teledor Dev jadi lah jatuh dan tersiram kuah bakso " kata Nadia sambil menahan sakit karena di obati Devano


"Tahan yah.. setelah ini jangan terkena air dulu kalo bisa tutup dengan kain kasa aja Tapi kalau luka yang menggelembungnya sudah pecah kamu jangan membungkusnya takut infeksi " Kata Devano menjelaskan Nadia terkagum dengan Devano


Devano memang bercita cita menjadi seorang dokter sejak kecil jadilah dia ikut menjadi anggota PMR sejak Sekolah menengah dan juga karena ingin menyembuhkan penyakit kanker yang di derita Maria teman masa kecinya


Saat Nadia dan Devano sedang mengobrol tiba tiba Steve langsung masuk sambil menyeruduk pintu UKS karena khawatir kepada Nadia


"Kamu ga apa apa kan Nadia mana yang sakit Nad. ?? siapa yang menyebabkan ini semua..?? " cerocos Steve setelah ada di hadapan Nadia


"Ga apa apa kok Steve aku cuma kesiram air panas sedikit kamu tau kan aku suka teledor " kata Nadia tak mau berterus terang jika Carrisa lah yang membuatnya terjatuh karena Nadia merasa kasihan kepada Carrisa bagaimana pun juga dia seorang perempuan bila dia yang di permainkan pasti dia juga merasa sakit hati


"Sebentar aja ga aku perhatikan


kamu udah seperti ini jadi mulai sekarang aku gak mau jauh jauh dari kamu " Kata Steve sambil memandang penuh khawatir


"Ga usah lebai Steve aku bukan anak kecil lagi yang harus di jagain " kata Nadia sambil tertawa geli melihat tingkah Steve yang over protectif


Lalu Nadia meringis kesakitan lagi saat Devano menutup luka bakarnya dengan kain kasa


"Pelan pelan Nadia kesakitan tau " teriak Steve kepada Devano


"Ga usah lama lama pegang tangan pacar gue " cerocos Steve lagi yang membuat Devano kesal


"Iya iya bawel banget sih dasar bucin "kata Devano dengan sinis setelah selesai mengobati Devano langsung pergi ke luar tak ingin lama lama bersama pasangan yang sedang dilanda asmara dan juga ia menjadi merasa rindu kepada Diandra karena melihat Steve dan Nadia tadi


Devano tersenyum senyum sendiri mengingat wajah Diandra yang selalu judes tapi membuat nya terlihat Cantik sekali


"Kemana sih dia kok ga kelihatan dari tadi di kelas juga dia ga nanya aku Sedikit pun dan jam istirahat langsung pergi gitu aja" gumam Devano


####Terimakasih karena sudah mampir baca tulisan ku


jangan lupa like, komen dan vote untuk mendukung karyaku semakin berkembangπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’– #####