
Steve dan Nadia berjalan saling berpegangan tangan di terotoar jalan yang tampak hening hanya ada beberapa pejalan kaki di malam itu seperti biasa Nadia selalu pulang kerja jam 10 malam
Sesekali Steve mengangkat tangan Nadia dan mencium nya dengan mesra sambil tersenyum senyum bahagia
Nadia tampak tak terbiasa dengan perlakuan Steve yang beberapa kali menciumi tangannya sampai wajah nya selalu bersemu merah karena malu.
Malam itu Steve sengaja tak membawa motor kesayangan nya karena ingin lebih lama bersama dengan Nadia
"Indah bukan pemandangan malam ini..??" kata Steve memulai percakapan mereka sambil menatap wajah Nadia
"hmm.. " balas Nadia singkat
"Kamu tak senang berjalan kaki seperti ini bukan nya kamu sering menonton drama korea yang beradegan romantis seperti ini berjalan sambil berpegangan tangan " kata Steve yang memang selalu ikut melihat drakor yang di tonton ibu Mira setiap hari di televisi
Nadia sedikit tersenyum geli mendengar perkataan Steve yang jujur itu
"jadi itu alasan kamu ga bawa motor hanya untuk niruin adegan yang di drakor itu.."kata Nadia mencoba tak membuat tawanya semakin terbahak
"Yap supaya kita berdua benar benar merasakan adegan di drama itu
Dan kamu tau saat mereka berjalan bersama lalu mereka berhenti.. " kata Steve yang ternyata ikut menghentikan langkah nya kemudian menghadap ke arah Nadia "Dan berciuman.. "bisIk Steve lembut sambil mendekatkan badan nya sedekat mungkin kepada Nadia dan wajah nya yang putih mulai bersemu merah saat mengatakannya
Nadia terkesiap wajahnya sama seperti wajah Steve bersemu merah yang semakin membuatnya terlihat sangat cantik
"Apa.. ??" tanya Nadia gugup sambil memalingkan Wajahnya yang terlalu dekat dengan Steve yang terlihat begitu tampan malam ini
Steve tak memberi kesempatan kepada Nadia untuk menolak nya di raih nya pipi Nadia dengan terpejam Steve mengarahkan bibirnya unruk mencium Nadia
Nadia seolah terpaku tak bisa menolak nya lalu dia pun memejamkan matanya
**
Suara klakson mobil dan pancaran sinar lampu yang mengganggu membuat sepasang sejoli itu tak meneruskan kegiatannya
Mata Steve terbuka dan merasa kesal sekali
pandangan nya tertuju ke arah kendaraan yang membuat dirinya gagal mencium Nadia
Mobil yang tampak familiar di mata Steve kemudian berhenti di depan mereka
Steve terkejut ketika melihat Pak Adijaya turun dari mobil dengan tatapan tajam menusuk ke arah Steve dan Nadia yang berdiri bersampingan sambil berpegangan tangan
Pak Adijaya tampak begitu muram memandang mereka seperti tak bersahabat
Dengan tatapan mengintimidasi kepada Nadia membuat Nadia menjadi merasa tak nyaman dan tegang dia spontan melepaskan pegangan tangan nya dengan Steve
Steve tak kalah terkejut melihat Pak Adijaya ada di sana karena dia mendengar dari ibunya bahwa Pak Adijaya sedang sibuk di kantornya dan kemungkinan ia pulang larut malam
Makanya Steve memberanikan diri untuk menemui Nadia malam ini saat ayah nya tersebut tak ada di rumah
Tapi kenyataan nya sekarang Pak Adijaya berdiri di depan nya dengan wajah masam tak bersahabat dan melipat kedua tangan nya di dada
"Papahh.. aku mau pulang ko pah " kata Steve melontarkan perkataan dengan gugup untuk menghilangkan ketegangan nya
Namun tak membuat Pak Adijaya bergeming dia masih tetap memandang tajam ke arah Nadia dengan tak suka
"Steve masuk ke mobil..!! "perintah Pak Adijaya dengan nada datar tapi terdengar seram di telinga Steve yang memang melanggar lalarang ayah nya untuk keluar malam apalagi bersama Nadia
"Tapi pah aku..."
"Masuk...!! "kata Pak Adijaya sedikit meninggikan suaranya hingga Steve dan Nadia pun terkejut dadanya berdetak cepat Nadia menyadari tatapan tajam Pa Adijaya memandangnya dengan pandangan marah,benci dan juga terlihat jijik melihat Nadia
Steve pun menuruti perintah ayahnya tersebut sambil melirik Nadia dengan tatapan sedih dan mengisaratkan kalau dia tak bisa menemaninya pulang
Nadia mengerti dan menganggukan kepalanya
Setelah Steve sudah masuk ke dalam mobilpak Adijaya mendekati Nadia masih dengan tatapan mengintimidasi membuat Nadia salah tingkah dan merasa takut
"Kamu gadis yang bernama Nadia "Tanya pak Adijaya dengan nada datar sedikit ketus
"I.. iya pak saya Nadia " kata Nadia tergagapa sambil menyodorkan tangan nya dengan niat mencium tangan pak Adijaya tapi tangan nya di tolak mentah mentah saat pak Adijaya masih berdiri dengan menyilangkan kedua tangan di dadanya
"Sebagai orang tua Saya ingin mengingatkan pada kamu tak baik berjalan bersama dengan lawan jenis saat malam malam seperti ini "kata Pak Adijaya dengan nada suara datar tapi menggidikan
"Tapi mungkin kamu sudah terbiasa menemani laki laki malam malam begini bukan " kata pak Adijaya dengan sorot mata tampak jijik melihat Nadia
"A..a apa maksud bapak.. saya bukan orang seperti itu.. " Nadia terbelalak kaget memberanikan diri berbicara ketika mendengar pak Adijaya berkata seperti itu dan menyadari ekspresi wajah Pak Adijaya yang memandang jijik ke arah nya
"Sudah jangan menyakal sudah jelas bahwa gadis baik baik tidak akan berkeliaran malam malam dan tidak akan membiarkan dirinya di sentuh lawan jenisnya
Walau pun Steve anak saya tapi saya juga akan memperingatkan dia kalau kalian tak boleh melakukan hal hal yang di luar moral seperti tadi untung saya datang tepat pada waktunya.. " kata pak Adijaya panjang lebar dengan wajah kelam dan begitu dingin
Nadia hanya menunduk mendengar perkataan yang menyakitkan itu dada nya terasa sesak dan tubuh nya gemetar menahan tangis yang sudah berada di ujung matanya
"Anda salah paham saya tidak pernah melakukan hal hal yang melampaui batas saya hanya bekerja di malam hari untuk memenuhi kebutuhan hidup saya
apakah itu salah..?? " Nadia dengan bibir bergetar memberanikan diri untuk berbicara
Sedang kan pak Adijaya tersenyum sinis
"Bekerja dengan menarik hati laki laki dan melayani mereka untuk mendapatkan uang
Itu kah yang kamu bilang tidak salah
bahkan anak saya pun kamu rayu sehingga tak mendengarkan perkataan saya lagi
kamu membuat anak saya berubah menjadi pembangkang dan menarik nya ke jalan yang tidak benar "
"Tapi saya tidak melakukan apapun yang di kataan oleh bapak sungguh saya tak mengerti.. " kata Nadia dengan aliran air mata yang tak bisa di tahan tahan lagi
"Hentikan sandiwara kamu dengan menjadi gadis yang polos dan lugu itu
saya sudah tau kamu kerja di mana dan tinggal di mana asal usul kamu tak jelas sama sekali pantas saja kamu menjadi gadis rendahan yang tak tau adab.. " kata pak Adija seolah mengeluarkan amarah nya kepada Nadia dengan mata tajam seolah menusuk Nadia sambil melemparkan beberapa foto ke arah Nadia
"Lihat itu bukti kalau perkataan saya tak salah.. "
"Dan ingat jangan pernah lagi kamu mendekati Steve anak saya karena saya tak akan tinggal diam melihat perempuan ga benar seperti kamu merusak anak saya.. " kata Pak Adijaya mengancam Nadia lalu dengan kesal membalikan tubuhnya untuk pergi menjauih Nadia menuju mobil nya yang sengaja di letakan agak jauh oleh sopirnya sehingga Steve tak mendengar apapun yang mereka bicarakan
Nadia dengan gemetar mengambil foto foto yang berserakan di jalan dan terbelalak melihat apa yang di pegangnya
foto foto itu ternyata foto Nadia dengan beberapa orang laki laki yang sedang menggodanya saat ia bekerja Nadia terlihat tersenyum ramah
laki laki yang mengusap pipinya , laki laki yang menggandeng bahu Nadia dan ada potret seolah olah Nadia sedang berciuman dengan laki laki tersebut dengan angel di ambil dari belakang
Entah siapa yang mengambil gambar gambar Nadia tersebut seolah olah Nadia menerima dengan sukarela perlakukan laki laki yang ada di foto tersebut
Padahal kenyataan tak seperti itu foto itu hanya di atur angel nya sedemikian rupa sehingga terlihat nyata.
Nadia memang selalu mendapat godaan godaan dari pelanggan caffe nya yang memang kebanyakan para muda mudi dan remaja tapi Nadia dengan halus menolak mereka dengan senyum yang di paksakan semua itu di laluinya dengan terpaksa dan hatinya selalu menjerit ,menangis saat ada laki laki menggoda nya.
Tapi foto foto itu seolah memprovokasi dengan sengaja memotret seakan Nadia terlihat tak keberatan di sentuh oleh laki laki hingga menjadi kan kesan negatif pada dirinya.
Nadia menahan isak tangis nya dan perasaan sesak dalam dadanya yang bergemuruh apa yang terjadi membuat nya merasa rendah serendah rendahnya
**
Dikejauhan terlihat sebuah mobil berwarna hitam yang sedari tadi terpakir disana seolah memperhatikan apa yang terjadi dengan Nadia
Di bangku kemudi seorang gadis menyeringai licik melihat Nadia yang menangis tersedu sedu
"Bagus.. ini sesuai dengan rencana gue pak Adijaya termakan ucapan gue.. tunggu pembalasan gue yang lebih menyakitkan dari pada ini Nadia" kata gadis itu yang ternyata adalah Carrisa berbicara sendiri dengan ekspresi puas di wajah nya
Ternyata Carrisa lah yang menghubungi Pak Adijaya untuk memprovokasi nya sedemikian rupa dengan fitnah keji
Dan perilakunya yang seolah polos dan baik hati membuat pak Adijaya dan bu Mira selalu termakan ucapan Carrisa
Carrisa memberikan foto foto yang sudah ia potret kepada pak Adijaya
Sebelumnya dengan sengaja menyuruh teman lelakinya untuk menggoda Nadia di tempat kerjanya lalu memotret dengan angel dan posisi yang pas untuk membuat Nadia terlihat negatif di mata orang tua Steve