
Saat Nadia dan Devano berduaan di kelas
tiba tiba Diandra masuk ke kelas dan melihat mereka sedang berduaan
Diandra pun merasa tidak enak dan hendak pergi keluar tapi Nadia mencegah nya
lalu mendekati Diandra
"kalian harus berbaikan kembali" kata Nadia sambil menarik tangan Diandra dan mendudukan Diandra di dekat Devano
"Nad.. tapi aku.. ga mau " kata Diandra mencoba berdiri dari kursi
" Udah Di ayo duduk dan selesaikan masalah kalian" kata Nadia sambil menahan bahu Diandra agar duduk di samping Devano
"aku keluar dulu.. dan ingat Dev kamu harus peka" kata Nadia sambil memberikan kode ke arah Devano dan keluar ruang kelas
Nadia duduk di bangku panjang di depan kelas nya
"Semoga aja mereka baikan lagi dan pacaran beneran " gumam Nadia sambil tersenyum
Tak di sadari oleh Nadia dari kejauhan Steve memperhatikan nya sambil berdiri di pintu kelas yang berjarak satu kelas Nadia di kelas XII-A dan Steve di kelaa XII-C
"Mungkin benar kamu memang lebih bahagia jika bersama Devano.. aku ikut bahagia kalau kamu bahagia Nadia.. meski bukan dengan ku " gumam Steve masih tetap memperhatikan Nadia dengan tatapan sedih
Nadia merasa ada yang memperhatikan nya lalu menoleh ke arah Steve tapi Steve segera bersembunyi masuk kekelasnya
Lalu Nadia pergi menuju perpustakaan untuk mencari buku yang menarik untuk di baca karena hari masih pagi dan belum waktunya masuk kelas
tanpa dia sadari Steve mengikutinya menuju perpustakaan
Sementara di dalam kelas Devano dan Diandra masih terdiam mereka berpura pura sibuk dengan membaca buku
Akhirnya Devano melirik ke arah Diandra dan melihat kening Diandra yang masih berbekas luka yang tempo hari terbentur dashboard mobilnya saat Devano marah dan mengerem mendadak
"Bekas luka nya masih ada.. kenapa sih aku ga bisa nahan amarah ku waktu itu "gumam Devano menyesali apa yang dia perbuat kepada Diandra hingga tega meninggalkan Diandra di pinggir jalan
"Sorry tentang yang kemarin.. " kata Devano pelan mengawali pembicaraan
"It's ok.." kata Diandra singkat tanpa melirik ke arah Devano
"Aku tau aku salah banget.." kata Devano sambil memandangi Diandra
"Itu juga kesalahan ku karena tiba tiba menampar Nadia yang tak tau apa apa.. " balas Diandra dengan suara datar nya
"Aku seharus nya tak semarah itu ke kamu sampai melukai kamu entah kenapa aku se emosional itu bila menyangkut tentang Maria " kata Devano masih memandangi Diandra yang sekarang berbalik cuek kepada nya
"Sudah lah.. aku sudah melupakan nya dan tentang perjodohan kita
aku akan meminta kepada orang tua ku untuk mengakhiri perjodohan kita agar aku dan kamu jadi bebas menjalin hubungan dengan siapa saja..
jujur aku lelah dengan semua ini dan aku tau kamu pun merasakan hal yang sama.. " kata Diandra pelan tanpa menatap Devano
"Tapi bagaimana dengan hubungan bisnis antara keluarga kita..??
bagaimana jika ibu mu menarik saham dari perusahaan papah ku..??" kata Devano sedikit khawatir
"Aku akan bujuk mamah supaya tetap berhubungan baik dengan perusahaan papa mu tanpa memaksakan perjodohan kita.. kamu tenang aja" kata Diandra dengan Tegas dan senyum terpaksa nya hatinya begitu sedih karena tak sedikit pun Devano memperdulikan perasaan nya
"Terima kasih banget.. kamu memang baik Diandra" kata Devano tersenyum senang dan tak sadar menggenggam tangan Diandra
Diandra tersenyum dengan terpaksa dan segera melepaskan genggaman tangan Devano
"Udah yah aku pergi.. " Kata Diandra langsung berdiri dan pergi meninggalkan Devano
Devano memandang sedih ke arah Diandra
"Kenapa aku malah Sedih seharusnya aku senang bisa terbebas dari perjodohan ini " gumam Devano tak mengerti dengan hatinya sendiri
Di perpustakaan Nadia memilih milih buku yang menurut nya asik untuk di baca Seperti Novel novel favouritnya
Suasana perpustakaan masih sepi karena masih pagi hanya beberapa siswa saja yang ada di sana
"Waw lengkap banget buku buku di sini aku bisa seharian baca buku di sini.. " kata Nadia sambil memilih buku yang akan dia baca
Nadia melihat buku yang menarik yang terletak di rak buku yang paling atas Nadia mencoba mengambil buku sambil menjinjit karena rak buku yang terlalu tinggi tak bisa ia gapai
"ih susah banget. tinggal dikit lagi.." kata Nadia sambil menarik buku yang ia ingin baca tapi ternyata malah buku buku yang laiin pun ikut tertarik hingga berjatuhan
Nadia yang takut tertimpa buku yang tebal dan banyak itu berjongkok dan melindungi kepalanya dengan kedua tangan dan buku buku pun jatuh
"Brukkk"
Terdengar suara buku yang membentur badan Tapi bukan Nadia yang tertimpa buku buku yang jatuh itu melain kan Steve yang melindungi Nadia dengan badan nya karena sedari tadi mengikuti Nadia ke perpustakaan dan memperhatikan Nadia yang sedang kesusahan menarik buku hingga hampir menimpa nya
Nadia berdiri tapi tak ada siapapun di samping nya karena Steve langsung berlari keluar dari perpustakaan karena tidak ingin dilihat oleh Nadia
"Kemana orang yang tadi melindungiku kok cepet banget perginya "
Nadia melihat ke sekeliling mencari orang yang melindungi badan nya tadi tapi tak ketemu
dan Nadia pun akhirnya membereskan buku buku yang berserakan di lantai dan meletakannya di rak buku lagi
Steve berhenti berlari dan menghela nafas nya dan memijit bahu nya yang tertimpa buku buku tadi
"Aww.. sakit banget.. syukurlah Nadia tidak tertimpa buku buku itu aku ga mau dia terluka kenapa sih dia tuh ga hati hati banget" gimam Steve sambil duduk di bangku di depan kelas nya
Saat Steve sedang duduk tiba tiba Carrisa sudah berada di samping nya
"Hai Steve.. "teriak Carrisa membuat Steve yang sedang duduk menjadi kaget karena tiba tiba mendengar teriakan Carrisa yang seperti toa
"astaga bikin kaget aja.. gue ga budek ga usah teriak teriak.. " kata Steve terkaget sambil mengusap usap kuping nya sendiri
"hehe maaf.. aku saking senengnya melihat kamu Kirain kamu ga masuk sekolah " kata Carrisa sambil tersenyum senyum ke arah Steve
"Gue bete di rumah denger omelan nyokap gue mulu" kata Steve terlihat tak bersemangat
"kamu udah ngerasa baikan belum.. yuk Aku bantu kekelas "kata Carrisa mengambil kesempatan menggandeng tangan Steve
"Gue bisa jalan kali yang luka kan cuma muka gue.."kata Steve kesal dan melepaskan gandengan tangan Carrisa hendak masuk kekelasnya sendiri
Tapi kemudian Steve melihat Nadia yang sedang berjalan menuju kelasnya
Nadia kebetulan melirik ke arah Steve dan Carrisa
Steve langsung menarik tangan Carrisa dan menggandeng nya
" Yuk katanya kamu mau bantuin aku jalan " kata Steve berbicara dengan suara mesra pada Carrisa sambil memeluk bahu Carrisa
" Iya ayo aku bantu " kata Carrisa senang sekali dan menggandeng Steve untuk masuk ke kelasnya
Padahal Steve hanya ingin membuat Nadia merasa cemburu dan mengutarakan isi hatinya
Nadia yang melihat Steve mesra dengan Carrisa terlihat sedih
"Memang aku yang menginginkan Steve manjauhi ku
Tapi kenapa hati ku sakit melihat dia dekat dengan cewek lain " gumam Nadia
Steve mencuri pandang ke arah Nadia dan tersenyum senang melihat Wajah Nadia yang seketika murung melihat dia mesra dengan Carrisa