
Cecilia terbaring di ranjang rumah sakit dan seorang dokter perempuan tengah memeriksa keadaan Cecilia, sementara Steve menunggu dengan hati waswas, karena takut terjadi apa -apa kepada Cecilia,sedikit banyak hal yang terjadi kepada Cecilia adalah salahnya,karena ia telah memforsil waktu dan tenaga Cecilia secara berlebihan dengan tujuan untuk mengetes seberapa lama Cecilia akan bertahan bekerja Dengan dirinya
Dokter itu sudah selesai memeriksa Cecilia
"Bagaimana keadaan nya, apa dia baik-baik saja ?"Tanya Steve dengan Nada khawatir yang tidak di buat-buat
"Keadaan kekasih anda baik-baik saja,mungkin dia hanya kelelahan dan sekarang sedang tertidur lelap"Kata Dokter itu dengan wajah tenang seperti tidak terjadi apa-apa yang berarti pada Cecilia
"Bukannya dia tadi tidak sadarkan diri?"tanya Steve lagi seperti kurang yakin dengan jawaban dokter
Sang dokter tersenyum tipis,mengira Steve begitu bucin kepada Cecilia
"Dari pemeriksaan,tidak ada yang salah dengan tanda vital pasien, yang saya tahu kekasih anda sedang tidur lelap,anda boleh membawa nya pulang setelah dia bangun nanti,Anda jangan khawatir Tuan"Kata Dokter menenangan kan Steve,lalu setelah itu pamit undur diri
Steve duduk di kursi yang berhadapan dengan tempat tidur Cecilia, ia mendekatkan badannya untuk memperhatikan wajah Cecilia yang memang terlihat baik-baik saja,tidur terlelap dengan dengkuran halus yang teratur
"Rupanya Kau tidur, sia-sia aku khawatir kepadamu"gumam Steve sambil terus menatap wajah Cecilia
"Kenapa Kau tampak tak asing,dan seperti sudah lama berada di sampingku,padahal kita baru saja bertemu, apa mungkin karena mata mu itu mengingatkan ku kepadanya"Mata Steve tampak berkaca-kaca,wajah nya tampak sendu, ia menahan debaran didadanya yang membuat nafasnya sesak,hai itu selalu terjadi, jika Steve mengingat kenangan bersama Nadia,
Tanpa sadar Steve mengarahkan tangan nya mengusap pipi Cecilia dengan lembut
"Kau harus sadar, dia bukan Nadia! "Pekik Steve yang berbicara kepada dirinya sendiri,ia terhanyut dalam lamunan
Saat itu tiba-tiba tangan Cecilia menggenggam tangan Steve dengan erat,ternyata dia baru saja bangun dari tidur nyenyak nya
Seketika Steve mencoba menarik tangannya,namun Cecilia semakin menggenggam erat tangan Steve
"Jangan lepaskan tangan mu,"Kata Cecilia dengan tersenyum manis
"Aku tidak bermaksud untuk menyentuhmu, maaf"Kata Steve datar, ia segera melepasakan pegangan tangan Cecilia
"Apa aku memang semirip itu dengan kekasih mu,sampai Kau berubah menjadi perhatian pada Ku?"tanya Cecilia dengan sorot mata ingin tahu
"Tidak... Kekasih ku gadis yang pendiam dan cuek, tidak seperti mu,gadis yang pecicilan dan Juga bawel"kata Steve datar
"Tapi gadis pecicilan dan bawel ini menarik perhatian mu kan?? "Kata Cecilia menggoda Steve
"Tidak mungkin aku tertarik pada mu,sudah lah jangan membahas itu lagi, ehemm bagaimana keadaan mu sekarang?? "Kata Steve mengalihkan pembicaraan
"Ahh... Aku merasa jauh lebih baik dari sebelumnya,badan ku yang cape menjadi segar setelah tertidur" Cecilia menggeliat,mencoba merentangkan badannya yang terasa segar kembali setelah di istirahatkan
"Dengan kejadian yang kau alami saat ini,menurut ku kau tidak perlu lagi bekerja menjadi sekretaris ku"
"Tidak, Aku tidak mau di pecat begitu saja,setelah semua keringat dan kerja keras ku beberapa hari ini,"tolak Cecilia, ia menggelengkan kepalanya
"Tidak ada alasan,Kau harus berhenti bekerja,Aku bos mu dan Aku bisa melakukan apapun yang kumau"Kata Steve datar dengan bersungguh-sungguh
"emm ya sudah kalau begitu,Aku tidak akan mengembalikan benda berharga milik mu ini"Cecilia tersenyum penuh arti, lalu ia meraba saku rok span nya dan mengeluarkan sebuah kalung berliontin kupu-kupu
"I..itu punya ku,kembalikan!!"pekik steve seperti menemukan harta karun berharga,sudah berhari-hari ia mencari kalung berliontin kupu-kupu milik Nadia itu,namun ia tidak bisa menemukan kalung itu dimanapun
Steve hendak mengambil kalung itu dari tangan Cecilia ,tapi dengan cepat Cecilia menyembunyikan Kalung itu di balik punggungnya sampai Steve jadi memeluk dirinya,persekian detik Steve dan Cecilia saling tatap,
Deg.. Steve merasa jantung nya begitu cepat berdetak,begitu pun Cecilia yang pipinya sudah merona,terlihat sangat cantik di mata Steve, lalu Steve tersadar dan melepas pelukannya
"Kembalikan... Itu sangat berharga untukku!! "Kata Steve dengan suara melembut untuk membujuk Cecilia
"Baik lah... Aku tidak akan memecatmu, ayo kembalikan!"Kata Steve menghela nafas kasar
"Tapi ada satu syarat lagi?? "Tambah Cecilia dengan senyuman kemenangan
"Apalagi sih... Cepat katakan? "Kata Steve dengan nada malas
"Bisa kah Kau menceritakan tentang Nadia mu itu, Aku penasaran seperti apa dia,gadis yang membuat seorang Steve Adijaya bisa cinta mati seperti ini? "
"Tidak ada guna nya membicarakan hal ini,bisa kah Kau minta yang lain? "
"Kalau begitu jadilah pacarku! "
"Tidak bisa, dan tidak mungkin"
"Kenapa tidak mungkin?? "
"Karena Cinta ku sudah dibawa pergi semua oleh dia"menghela nafas seperti sesak
"Apa kau ingat, ketika kau menyelamatkan ku malam itu,Itu semua Karena saat itu Kau datang dan mengingatkan ku kepada dia, Aku serapuh itu jika mengenai dia,jadi membicarakan tentang dia sama saja dengan mengorek luka ku,dan membuatku semakin tidak bisa melupakannya,dan ingin cepat menyusul nya... " perkataan Steve terhenti Karena Cecilia membekap mulut nya
"jangan bicarakan hal mengerikan itu,"Kata Cecilia parau,airmata sudah mengembun disudut matanya
"Dia adalah cinta pertama ku, dan tak ada yang bisa menggantikanya di dalam hidup ku,semua yang kami lewati suka dan duka berawal dari pertemuan tak terduga seorang anak berandalan yang nakal bertemu dengan gadis penjual susu yang polos dan manis,ia sebatang kara,dan nasib buruk terjadi kepadanya tanpa Aku bisa berbuat apa-apa,Cinta ku tidak bisa menguat kan nya hingga dia putus asa dan..."Air mata Steve luruh seketika mengenang saat terakhir sebelum kepergian Nadia yang begitu manis,Nadia berjanji akan bertahan bersama cinta mereka,
"Dia berbohong kepada ku, dia menyerah dan pergi"
"Kau bohong Steve,jika Kau setia dan ingin bersama dengan Nadia,kenapa sekarang Kau tunangan bernama carissa si arrogan itu, dia adalah calon istrimu kan,nenek sihir itu begitu sombong sekali dengan gelar calon istrimu"Cecilia terlihat kesal ketika mengingat tentang perkelahiannya dengan Carissa
"Gadis itu... entah kenapa gadis itu tidak mau pergi,meskipun waktu itu Aku mengalami depresi dan beberapa tahun harus menemui psikiater,emosiku tak stabil,terlebih saat itu aku tahu bahwa aku bukan anak kandung ibuku,dia yang selalu setia menemaniku meskipun dia tahu keadaan ku seperti apa,emosiku meledak ledak, gadis itu tetap ada di sisiku,Aku kasian padanya yang berharap begitu tinggi kepadaku, makanya aku setuju untuk bertunangan dengan nya saat itu"jelas Steve panjang lebar
"Tuh kan, lalu kemudian Kau pun akan menikah dengan dia juga"dengus Cecilia merasa tak senang,
"Sudah kubilang,Aku hanya memberikan sedikit kebahagiaan padanya, karena aku sudah tidak berniat melanjutkan hidup ku lagi..."
"Kau Gila,kau sudah merencanakan kematian mu sendiri"Cecilia ternganga kaget
"Aku memang sudah gila"Steve tertawa ironi
"Tapi jika Kehadiran ku, membuat luka lamamu terbuka, mungkin saja Aku yang akan menyembuhkan luka lama itu, tak peduli Kau berkata aku tidak bisa menggantikan dia di hatimu, Aku akan memaksa mu membuka hati mu,bagaimana pun caranya,Aku berjanji,jadi tolong bertahan lah"Cecilia menangkup wajah Steve dengan kedua tangan nya,menatap mata Steve seolah ingin mengerti apa yang dirasakan pria di hadapannya itu
"mungkin bisa ku pertimbangankan lagi"jawab steve sekenanya
"Benarkah... benar..?? "Tanya Cecilia kegirangan
"Iya... Kau memang gadis pecicilan dan juga bawel, ayo kembalikan Kalung itu pada ku,"Steve menahan senyum nya karena gadis dihadapannya sungguh berenergi positif sekali,sampai senyuman gadis itu terlihat membuat wajahnya bercahaya manis, menyenangkan untuk di lihat
"Baik lah.. aku akan menyerahkan Kalung ini,jika Kau berjanji akan bertahan untuk ku"Cecilia mengeluarkan Kalung yang sedari tadi ia sembunyikan di balik tubuhnya
"Iya... "jawab Steve singkat,namun Cecilia melihat kesungguhan yang terpancar dari mata Steve,Cecilia pun menyerahkan kalung itu kepada Steve dan mendekatkan wajahnya kearah telinga Steve
"Nikahi Aku dan jadikan kalung itu mas kawin untuk ku! "bisik Cecilia sekenanya,membuat telinga Steve merah dan menjalar sampai ke pipinya,membuat Cecilia tertawa renyah di buatnya
Bersambung...