A Love Story

A Love Story
Bab 24



Bel tanda masuk sekolah pun berbunyi jam pelajaran akan segera di mulai


Nadia melihat di samping nya Devano sedang melamun


Nadia menjadi tidak enak dekat dengan Devano karena dia sudah menolak Devano untuk menjadi pacar nya


Nadia lalu menghampiri bangku Diandra


"Diandra aku pengen pindah tempat duduk kamu mau ga tukeran tempat duduk sama aku..??" kata Nadia dengan wajah memelas nya


"Kenapa harus tukeran sama aku Nad.. gak mau ah" balas Diandra yang juga merasa tak enak dekat dengan Devano


"Diandra pleass.. mau yah !! " kata Nadia dengan wajah memelas dan mata berkaca kaca membuat Diandra tak tega dan meng iya kan saja lalu pindah ke bangku Nadia


"Makasih Diandra.. " bisik Nadia yang sekarang duduk di bangku Diandra


Diandra hanya membalas dengan tanda oke dengan jari nya


"Hehe.. sekalian aku bikin mereka supaya deket terus " gumam Nadia sambil tersenyum


Devano yang memang sudah tidak mood dari tadi entah karena penolakan Nadia atau mungkin karena perkataan Diandra yang akan membatalkan perjodohan nya yang membuat nya menjadi kesal


Devano menyandarkan kepala nya ke meja dan tak sadar mulai tertidur karena semalam ia bergadang bermain game di rumah nya bersama kaka nya Doni


Dalam tidurnya Devano bermimpi


bertemu dengan Maria yang sudah meninggal


Maria memakai baju putih panjang dan tubuhnya di kelilingi dengan cahaya


Devano dan Maria berjalan sembari berpegangan tangan dan saling tersenyum


" Vano jangan mengkhawatirkan aku sekarang aku sudah bahagia di sini


lupa kan aku Vano


Dan mulai lah membuka hati mu untuk masa depan mu yang ada di depan mata mu saat ini" Kata Maria lembut sambil tersenyum manis dan melepaskan genggaman tangan nya


Maria berlari menuju cahaya terang lalu menghilang


"Devano bangun dan membuka matanya Pandangan mata nya langung tertuju ke arah Diandra yang sedang serius membaca buku


Devano menatap Diandra lama sekali sambil mengingat ingat kata kata Maria dalam mimpinya


" Apa mungkin yang di maksud Maria adalah Diandra..?? " gumam Devano sedikit bingung


"Diandra menyadari Devano yang sedang menatap nya dan menoleh ke arah Devano lalu mereka saling bertatapan


"Apa aku mulai menyukainya..?? " gumam Devano dengan wajah bersemu merah


Seorang guru perempuan masuk kelas dengan terburu buru karena ia datang terlambat kesekolah sehingga kelas XII-A Sedari tadi belum mulai jam pelajaran


"Maaf murid murid ibu terlambat


mari kita langsung mulai pelajaran saja" kata Ibu guru dengan masih terengah engah karena berlari


Kemudian pelajaran pun segera dimulai


Devano jadi tidak konsentrasi belajar Karena Diandra duduk di dekat nya


Devano mencuri curi pandang ke arah Diandra yang sedang serius mengerjakan soal pelajaran dan memperhatikan Diandra yang menurutnya kelihatan lebih cantik dari sebelumnya


Memang Diandra adalah gadis yang sangat Cantik hingga menjadi primadona di sekolah dan banyak murid laki laki kagum kepada nya tapi tak berani mendekatinya Karena Diandra terkenal cuek dan judes


"Aku baru sadar kalau kamu secantik ini Di " gumam Devano dengan tersenyum senyum mungkin karena getaran getaran cinta yang mulai tumbuh di hatinya


Diandra tidak sengaja menyenggol pensil di meja nya hingga pensil terjatuh dan ia hendak mengambilnya tapi ternyata Devano juga hendak mengambilnya juga


Jadi lah tangan Devano menyentuh tangan Diandra (kaya di Sinetron 😁)


Beberapa Detik mereka saling bertatapan membuat wajah Devano menjadi memerah


karena malu


dan ketika mereka akan duduk kembali kepala mereka terbentur cukup keras


"awhh sakit.. " kata Diandra kesakitan sambil memegangi kepalanya


"Sorry Di kamu ga apa apa..?? " kata Devano khawatir sambil memegang kepala Diandra


"Ga apa apa " balas Diandra


Mereka saling bertatapan kembali sambil menahan senyuman


"Ehem ehem tolong yah kalo kalian mau pacaran sebaiknya jangan di kelas " Tegur ibu guru yang sedari tadi memperhatikan Diandra dan Devano sambil tersenyum karena mengingat masa SMA nya dulu


"Huuhhhh"


Seketika se isi kelas menyoraki Devano dan Diandra hingga mereka merasa malu sekali


Dan Nadia tersenyum senang di bangkunya karena dia berhasil membuat mereka dekat