
Di depan kelas XII - A Steve berdiri dengan santai sesekali dia melirik jam tangan nya dan melihat jam pukul 07.15 namun yang di tunggu belum juga muncul hingga kakinya menjadi pegal
Dari kejauhan Nadia berjalan dengan santai nya karena sekarang dia menghantar susu lebih pagi dari biasa nya agar dia tidak terlambat kesekolah dan berangkat naik angkutan umum tak berani lagi naik sepeda karna takut rusak lagi
"Hai Nadia " kata Steve dengan wajah sumringah nya setelah Nadia sampai di hadapan ruang kelas nya
" Lagi ngapain kamu di sini pagi pagi..??
kaya satpam penjaga sekolah tau" kata Nadia sedikit ketus
" Nungguin cewek galak lewat" kata Steve
bencanda
"oh.." kata Nadia singkat sambil melangkah masuk tapi Steve menghalangi pintu masuk dengan tangan nya
" Kamu mau apalagi sih..?? " kata Nadia sedikit kesal
"Sini tas kamu aku mau pinjem sebentar.. " kata Steve dengan menarik paksa tas yang gendong Nadia dan mengambil handphone nya
" Apa apaan sih kamu Steve ,
balikin hp aku..!!" teriak Nadia yang tak suka kelakuan Steve dan hendak mengambil handphone nya
Steve mengacungkan tangan nya yang memegang handphone Nadia sehingga Nadia tidak bisa menggapainya apalagi tinggi badan Nadia hanya sebatas dada nya Steve
"Aku mau pinjem bentar, aku mau minta no hp kamu " kata Steve sambil mengetikan nomornya ke handphone Nadia dan menelpon ke handphone nya
Sedangkan Nadia masih mencoba meraih handphone nya dengan menjinjitkan kaki tapi tetap tidak bisa hingga Nadia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke pelukan Steve untung Steve sigap menangkapnya jadilah Nadia memeluk Steve
Orang orang yang lewat memperhatikan mereka dengan tersenyum senyum
Nadia yang merasa malu melepaskan pegangan nya pada Bahu Steve dan Steve malah tertawa senang
" balikin hp Nadia " tiba tiba Devano sudah ada di hadapan Nadia dan Steve
Tadi Devano melihat mereka berpelukan dan merasa tidak senang
"Kalo ga mau loe mau apa..?? " kata Steve sambil tersenyum sinis kepada Devano
"Kalo loe ga balikin hp Nadia gue bakal lapor guru bk karna lo suka ganggu Nadia " kata Devano tak kalah sinis
"Emangnya gue takut dengan ancaman loe..??"
" Lagian gue juga bakal balikin kok.. ga usah sok jadi pahlawan di hadapan Nadia.." kata Steve lalu menyodorkan hp ke Nadia
Nadia hanya geleng geleng kepala dengan kelakuan ke dua cowok itu
" Sudah sudah jangan ribut terus ayo Dev kita masuk aja.. " kata Nadia sambil berjalan masuk kekelas di ikuti Devano
Steve ikut masuk kekelas dan nimrung di bangku Nadia
Devano dan Steve selalu saja ribut saat bersama Nadia berlomba lomba menarik perhatian Nadia
"Nih yang kemarin kamu tanya ke aku waktu pelajaran Matematika itu aku udah sederhana kan rumus rumus nya biar gampang " kata Devano kepada Nadia sambil menyodorkan sebuah buku dengan angka angka dan rumus yang rumit
" Wah.. Makasih Devano semuanya jadi semakin mudah dengan penjelasan dari buku kamu" kata Nadia tersenyum senang setelah melihat dan memahami rumus rumus tersebut
" Ah yang kaya gitu mah gampang ajah biar aku yang ajarin kamu.. " celetuk Steve sambil mengambil buku dan mengisi soal soal yang ada di buku Devano
Nadia memperhatikan Steve yang langsung mengerti rumus rumus dan tak menyangka Steve juga ternyata pandai meskipun dia di cap sebagai anak nakal di sekolah SMA elit
" Hebat juga ni anak rese " gumam Nadia sambil melihat wajah Steve yang kalau sedang serius terlihat berkali kali lebih ganteng
Devano yang tak senang pun mengambil kembali bukunya
"Biar gue aja yang bantu Nadia
sana pergi..!! " usir Devano
" Siapa elo nyuruh nyuruh gue..?? "
Dimulai lagi pertikaian di antara mereka berdua yang membuat Nadia selalu pusing melihatnya
Tak meraka sadari sedari tadi Diandra sudah datang dan begitu kesal melihat kedekatan mereka bertiga apalagi tadi di luar ia sudah terkena hasutan Carrisa ce'es yang memang membenci Nadia
Carrisa selalu tahu apa yang terjadi karena mempunyai grub gosip ter update di sekolah Elit tersebut
"Makin hari makin deket aja tuh si anak baru itu dengan Devano awas saja aku pasti bakal bikin perhitungan sama tu anak " gumam Diandra menatap tajam ke arah Nadia
" Aku harus bisa mendapat kan Steve dan menyingkirkan si Nadia itu" gumam Carrisa
Bel tanda istirahat pun berbunyi murid murid pun keluar dari kelasnya masing masing
Bu mira telah Sampai di sekolah SMA Elit
dan kebingungan mencari cari kelas nya Steve
kebetulan Geng Carrisa ce'es sedang ngerumpi di bangku depan kelas mereka
" Hei itu Ada ibu ibu celingak celinguk nyari apa ya..?? " kata Nina berbisik pada ke dua teman nya mereka pun memperhatikan bu Mira
" Ya ampun itu kan mama nya Steve ngapain ke sini yah..?? bentar ya guys aku kesana dulu " kata Carrisa sambil berlari untuk menemui bu Mira
" Hai tante..!! tante mama nya Steve kan..??"
Kata Carrisa begitu ramah sekali
" iya.. tante mau ketemu Steve, kamu tau tidak di mana kelas nya..?? " kata bu Mira sambil tersenyum ramah
" Tau tante.. yuk aku anterin " kata Carrisa lagi
Sementara itu Steve keluar dari kelas nya hendak menemui Nadia dan melihat bu Mira
berjalan bersama Carrisa
" mamah kok mamah kesini sih bukanya mama lagi sakit " kata Steve menghampiri bu mira dan mencium tangan nya
" Iya Steve mamah inget sama kamu
tadi kata bi Imah kamu ga sarapan dulu
jadi mamah bawain makanan "
" terus ngapain kamu sama mama aku.. ??"
"Aku nganterin mama kamu karena ga tau ruang kelas kamu ya kan tante.. " kata Carrisa sok ramah pada bu Mira
" iya Steve.. dia nganterin mama..
makasih yah anak cantik.. " kata bu Mira sambil mengelus rambut Carrisa
" sama sama tante. nanti boleh ga Carrisa main ke rumah tante..??" kata Carrisa dengan senangnya cari muka pada bu Mira
" Tentu saja kamu boleh apalagi kamu kan teman nya Steve.. " kata bu Mira lembut
" Makasih tante, kalau gitu aku permisi dulu yah.. " kata Carrisa tersenyum senang dan pergi
"Ayo kita makan kebetulan Steve udah laper
dan pengen makan masakan mama " kata Steve manja
" Tapi Steve mama juga pengen ketemu sama anak yang malam itu nolongin mama
soalnya mama belum sempat bilang terima kasih sama dia" kata bu Mira
" Devano maksudnya..?? ngapain sih mah ketemu dia ga penting juga.. " gerutu Steve karena tak suka kepada Devano
" Steve kita harus selalu berterima kasih kepada orang yang nolongin kita ingat itu Steve.. " kata bu Mira menasehati dengan lembut
" Ya udah mah ayo kita ke kelas nya sekalian ketemu Nadia.. " kata Steve keceplosan menyebut Nadia
" Haduh siapa itu Nadia..?? " goda bu Mira
wajah Steve langsung memerah dan bu Mira
mengerti bahwa Steve sedang kasmaran dengan Nadia
"Udah ah ayo.." kata Steve sambil menggandeng bu Mira
### Hai sahabat readers pencinta novel ku
jangan lupa like, komen dan vote nya yah biar aku lebih baik dalam menulia novel
kritik dan saran di persilahkan 💖💖💖💖