A Love Story

A Love Story
Bab 30



Nadia masih cemberut ketika Steve menatapnya


"Kenapa kamu marah sama aku..??"kata Steve sedikit Khawatir dan menatap Nadia


"Katanya mau bantuin aku.. eh malah asyik ngobrol sama pelanggan " gerutu Nadia dengan wajah kesal yang tau mau memandang Steve


"kata nya harus ramah.. " kata Steve sedikit tersenyum melihat Nadia yang ternyata sedang merajuk karena dia dekat dengan gadis gadis remaja tadi


"I.. iya.. tapi.. " kata Nadia terbata tak tau harus bilang apa lagi tak mungkin dia bilang kalau dia cemburu karena gengsi dan tak mau terlihat sebagai pacar yang posesif


"Aku tau kamu cemburu kan..?? " kata Steve sambil mencubit ke dua pipi Nadia


Nadia hanya terdiam dengan wajah nya yang tertunduk menyembunyikan wajah nya yang merah karena malu tak mau terlihat cemburu di hadapan Steve


Steve sedikit gemas dan menengadahkan wajah Nadia memegang kedua pipinya dengan lembut


"Nadia aku suka kalau kamu cemburu artinya kamu sangat menyukaiku.. Tapi percayalah aku ga akan pernah berpindah ke lain hati selain kamu karena kamu cinta pertama dan akan jadi cinta terakhir dalam hidup ku.. " kata Steve dengan panjang lebar menatap lembut dan penuh cinta kepada Nadia


Nadia balas menatap Steve dan melihat kejujuran dan ketulusan yang terpancar dari sorot mata Steve kepadanya


"Apa kamu sebegitunya suka kepada ku..?? "tanya Nadia dengan begitu pelan


"Aku tak hanya menyukaimu


Tapi aku sudah mencintaimu dan berharap kamu akan jadi masa depan ku menjadi pendamping ku nanti " kata Steve lagi


Nadia terlihat sedikit tertawa


"Apa apan kamu Steve kita hanya seorang Siswa SMA mungkin ini hanya sekedar cinta monyet dan kita tak tahu masa depan kita seperti apa nanti


kamu malah sudah berpikir sejauh itu.. " kata Nadia sambil tertawa menganggap Steve sebagai donjuan sejati yang hanya berbicara tanpa bukti hanya untuk menarik hati perempuan


"Dan tak mungkin aku bisa berdampingan dengan kamu di masa depan nanti dengan aku yang hanya rakyat jelata " gumam Nadia merasakan hatinya sedikit sesak membayangkan masa depan nya nanti yang tak tau arah


"Aku tak pernah seserius ini bicara dengan orang lain Nadia, aku tidak menganggap hubungan ini sebagai cinta monyet yang kamu sebut tadi


aku akan menjadi kan kamu perempuan satu satunya dalam hidup ku walaupun kamu tak bersedia aku akan memaksamu.."


Nadia terkesiap mendengar perkataan Steve yang memang terdengar serius menatap bola mata Steve yang terlihat berbinar di mata Nadia mencoba melihat kejujuran disana


"Apa kami begitu serius..??" kata Nadia masih menatap mata Steve


"Iya.. " kata Steve jelas padat dan singkat


membuat Nadia tersenyum getir dengan keinginan Steve yang menurutnya tak akan pernah terjadi


"Nadia aku juga ingin memberi sesuatu untuk mu bisa kah kamu menutup mata mu..!!" perintah Steve


Nadia memandang heran dan kemudian dia menurut saja memejamkan mata nya Sejenak


"Buka lah mata mu..!!" perintah Steve


Nadia membuka mata nya dan seketika terkejut melihat sebuah kalung yang tampak familiar di matanya


"Itu.. itu itu mirip seperti kalung ku bagaiman bisa ada padamu aku mencarinya kemana mana.. " kata Nadia senang melihat kalung nya yang berliontin kupu kupu peninggalan mendiang ibunya dan seketika pikiran Nadia teringat ke masa lalunya


Walau pun kalung itu hanya sebuah benda yang tak berharga tapi Nadia menyimpan nya karena itu pemberian ibunya dan selalu mengingatkan dia ketika dia kecil


flasback on


Keluarga Nadia tak cukup mampu untuk membeli perhiasan yang begitu mahal harganya


Saat Nadia bersama ibunya berjalan jalan di pasar dan melihat kalung itu sangat cantik sekali cocok untuk Nadia


Ibunya selalu mendengar Nadia yang merengek minta di belikan perhiasan seperti teman teman nya di sekolah


Lalu ibunya membelikan kalung itu untuk Nadia dengan harga yang tak sampai 50 ribu


Tapi Nadia begitu senang sekali sampai berjingkrak jingkrak kegirangan


dan datang lah ayahnya menjemput mereka dengan mengendarai sepeda motor butut yang aneh nya terasa nyaman di pakai keluarga kecil tersebut sambil tertawa penuh kebahagiaan


Namun kejadian naas itu terjadi saat ibunya meninggal yang di sebabkan oleh ayahnya sendiri membuat impian Nadia hidup bahagia pupus seketika


Nadia sudah lama menyimpan kalung berliontin kupu kupu itu sampai kalung itu berkarat


flasback end


Nadia tampak bersedih melihat kalung berliontin kupu kupu tersebut ia mengingat kebahagian nya dulu bersama orang tua nya


dan mengingat ibu dan ayah nya yang selalu terlihat saling menyayangi entah apa yang merasuki pikiran ayah nya sehingga tega berbuat jahat kepada ibunya


"Nadia kamu baik baik saja..?? " tanya Steve ketika melihat Nadia terdiam melamun


Nadia pun tersadar dari lamunan nya


"Nadia aku menemukan kalung ini saat pertama kali kita bertemu dan saat itu pun juga aku menyukaimu.. " kata Steve menjelaskan kepada Nadia dengan mata yang tetap menatap Nadia


"Lalu kenapa kamu baru menceritakan sekarang aku mencarinya kemana mana.. tapi kenapa kalung ini berbeda " kata Nadia melihat dengan teliti tapi jelas jelas itu kalung nya


"Aku sengaja mengganti besi karatan itu dengan emas putih dan aku memesan kalung persis seperti bentuk kalung mu Jika kamu melihat dengan teliti di liontin kalung itu ada tulisan nama mu dan namaku di masing masing sayap kupu kupu itu "kata Steve menjelas kan Kepada Nadia sambil memandangi Nadia dengan penuh kasih sayang dan harapan


Nadia terbelalak mendengar kata kata Steve


"Ini sebagai bukti kalau aku akan mengikat mu agar tidak berhuhubungan dengan laki laki lain selain aku hingga aku siap menikahi mu nanti " kata Steve dengan keseriusan terpancar di wajah nya


"pssttt... menikah..?? " Nadia tak bisa menahan tawa nya dan tertawa terbahak bahak


"Apa sih kamu ngomong ngelantur gitu kamu masih seorang murid laki laki masih ingusan udah berani bicara tentang pernikahan.. "kata Nadia tertawa sambil memegangi perutnya yang sampai sakit


Melihat itu Steve menjadi kesal sekaligus gemas karena Nadia menyepelekan keseriusan nya lalu memegang bahu Nadia kuat dan memojokan nya ke dinding caffe


"Kamu pikir aku main main" kata Steve sambil menatap tajam kepada Nadia


Steve begitu terlihat seram saat serius seperti ini


Nadia menelan saliva nya melihat reaksi Steve yang berelebihan itu


"Aku memesan ini khusus untuk mu dan aku juga menghabiskan hampir seluruh tabungan ku untuk kalung ini Nadia


aku benar benar serius Nadia " teriak Steve yang tanpa ia sadari menekan bahu Nadia hingga Nadia merasa kesakitan


"Sakit Steve.. kamu menyakitiku " kata Nadia pelan sambil meringis


"Ma.. maafkan aku Nadia " kata Steve tersadar dan sedikit panik lalu ia mengelus bahu Nadia


"Kamu sih seperti tak percaya pada ku


aku serius Nadia " kata Steve masih terlihat kesal


"Iya aku percaya.. " balas Nadia dengan gugup dan pipinya yang terlihat memerah


"Aku ulangi lagi aja " Kata Steve bersiap sambil berdehem beberapa kali hingga Nadia menahan tawa nya takut Steve marah lagi


Beruntung bos Nadia sudah tak ada di sana lagi hingga tak melihat adegan tersebut


"Nadia mau kah kamu menerima Kalung ini sebagai pengikat untuk hubungan kita hingga nanti kita menikah di masa depan" kata Steve dengan lembut dan berwibawa seperti layaknya seorang kekasih yang melamar wanitanya


Nadia tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda ia menerima simulasi lamaran dini dari Steve dengan wajah yang bersemu merah karena malu


Steve pun tersenyum senang dan memasangkan kalung berliontin kupu kupu itu di leher Nadia dan terlihat begitu cantik sekali pas dipakai oleh Nadia


"I love you " bisik Steve mesra


"I love you to " balas Nadia dengan gugup dan merasa malu sekali


Steve menatap lembut wajah Nadia lalu mencium kening Nadia dengan penuh perasaan cinta


Nadia merasakan hatinya berdetak cepat dan seketika air mata nya mengalir tak tahu apa penyebabnya entah dia merasa bahwa semua ini hanya impian semata yang tak akan pernah menjadi nyata


Steve menarik Nadia dan memeluknya dengan erat


"Aku menyayangi mu.. " ucap nya lirih


####Terima kasih karena sudah berkenan mampir membaca tulisanku


jangan lupa like, komen, dan vote agar aku semakin bagus mengembangkan ceritaku 😊😊😊😊😊💖💖💖💖💖💖#####