
Di tengah ke terpurukan dan rasa sakit hati Nadia, Nadia masih tetap memikirkan pekerjaannya di caffe karena itu lah satu satunya cara dia mendapatkan uang untuk bertahan hidup
Walaupun selama ini Nadia merasakan lelah fisik dan juga emosional dia selalu bertekad untuk tetap menjadi gadis yang kuat dan tidak mudah menyerah dengan kehidupan nya yang keras dan tanpa orang tua di sisi nya
Nadia berjalan memasuki caffe kecil tempat ia bekerja dan membuka pintu kaca caffe tersebut namun ternyata ada seorang laki laki yang sudah siap dengan celemek yang sudah terikat di badannya
"Selamat datang... silahkan mau pesan apa..?? "tanya laki laki itu dengan ramah
Laki laki itu berperawakan tinggi dengan wajah yang lumayan tampan tapi terlihat lebih dewasa sekitar 3 tahun lebih tua dari Nadia
Nadia terheran heran melihat laki laki itu
"Siapa kamu. .?? apakah bos menerima pegawai baru..?? " tanya Nadia menyelidiki laki laki itu
"Perkenalkan Aku Angga pegawai baru di caffe ini apakah kamu Nadia
kata bos ada pegawai perempuan yang bekerja disini bernama Nadia " balas laki laki yang mengaku bernama Angga itu sambil tersenyum dan mengulurkan tangan nya
"iya itu aku.. " kata Nadia canggung lalu menerima uluran tangan Angga dan mencoba tersenyum
"Oh kalau begitu semoga kita bisa bekerja bersama sama dengan baik.. " kata Angga dengan senyum manis nya yang terlihat begitu ramah
Nadia jadi sedikit lega karena Angga seperti nya orang yang baik
"Iya kak Angga " jawab Nadia singkat
"Tak perlu memanggil kaka cukup Angga saja " kata Angga lagi dengan ramah
Nadia hanya mengangguk dan mereka pun siap siap untuk melayani pelanggan yang memang sudah banyak berdatang
Selama bekerja Nadia memperhatikan Angga yang terlihat begitu bersemangat dan sangan gesit sehingga pekerjaaan nya menjadi sangat terbantu dengan adanya Angga
"Tumben bos pelit itu menambah pekerja lagi padahal kan paling anti mengeluarkan uang lebih.. " gumam Nadia merasa aneh juga dengan bos nya yang selama ini selalu pelit untuk menggajih nya dan memperkerjakan Nadia yang sebagai siswa SMA hanya untuk menggaji setengahnya karena di sore hari caffe buka jam 3 dan bos Nadia sendiri yang menjaga nya sampai jam 6 sore hingga di gantikan oleh Nadia jam 7 sampai jam 10 malam
Itu di lakukan bos Nadia karena ingin menekan pengeluaran untuk menggaji pegawai dan mempekerjakan Nadia agar dia sedikit punya waktu untuk istirahat
Walaupun gaji nya begitu sedikit mau tak mau Nadia harus bekerja di sana karena susah sekali mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya apalagi dia masih seorang siswa SMA siapa yang akan menerima siswa SMA bekerja selain bos nya yang pelit itu
Tak terasa pekerjaan Nadia sudah hampir selesai karena sudah jam sepuluh malam caffe yang tadinya ramai mulai menjadi sepi
dan akhirnya Nadia pun selesai membersihkan caffe di bantu oleh Angga membuat pekerjaan nya hari ini menjadi sangat ringan
"Akhirnya selesai juga.. " kata Nadia sambil menguap karena dia sudah mulai mengantuk
"iya Nadia terima kasih bimbingan nya aku jadi tidak kesusahan di hari pertama kerja.. " kata Angga yang ada di samping Nadia
"Sama sama kamu juga membantu banget meringankan pekerjaanku sampai lupa waktu udah jam 10 aja nih.." kata Nadia dengan riang nya
Nadia berjalan keluar caffe beriringan dengan Angga
"Nah Angga sampai bertemu lagi aku pulang duluan yah " kata Nadia lalu berjalan meninggalkan Angga
"Oh iya hati hati Nadia.. " balas Angga sambil tersenyum manis dan melambaikan tangan ke arah Nadia
Nadia dengan tenang Berjalan menelurusi gang itu yang memang selalu sepi saat malam dan agak gelap saat melintasi jalanan di gang tersebut
Tiba tiba sebuah tangan memeluk bahu Nadia dari belakang Nadia terkejut hendak berteriak meminta tolong tapi tak sempat karena orang itu membekap mulut Nadia dengan sapu tangan yang sudah di bubuhi obat bius hingga Nadia terkulai lemas di bahu orang tersebut yang ternyata adalah Angga
Nadia tak menaruh curiga sama sekali dengan sikap Angga ketika mereka keluar dari caffe yang mulai gelisah menengok kekiri dan kekanan seperti sedang memperhatikan orang orang yang lewat disana mencari kesempatan untuk menyergap Nadia di tempat yang sepi
hingga Nadia masuk gang sepi itu tak di sia siakan oleh Angga untuk melancarkan aksinya
Dari kejauhan terlihat seseorang berjalan terburu buru menuju Ke arah Angga dan Nadia yang pingsan bukan lain adalah Carrisa
"Bagus sekali loe berhasil membuat dia pingsan " kata Cartisa dengan senyum licik keluar dari bibirnya
"Terus ini mau di apain lagi.. ??" kata Angga masih menahan berat badan Nadia di bahunya
"Bawa dia ke kostannya dan kita akan melanjutkan rencana kita disana.." kata Carrisa dengan misterius
Angga dan Carrisa menggendong tubuh Nadia yang tak sadarkan diri menuju kostan Nadia yang memang selalu sepi di saat malam apalagi posisi kostan Nadia berada di tempat yang agak pojok hingga tak ada orang yang akan memergoki mereka
Carrisa mencari kunci di tas Nadia dan berhasil menemukan nya dengan cepat ia membuka pintu dan mereka pun masuk ke dalam kostan
Angga menaruh Nadia di atas ranjang yang ada di kamar Nadia
"Buka baju dia Angga..!! "perintah Carrisa dengan bersiap memegang kamera di tangan nya
"yang bener aja Car loe ga bilang harus kaya gini deh..?? " kata Angga terkejut karena dia harus melakukan itu
"Lakuin aja perintah gue.. cepet loe mau uang atau engga..?? " teriak Carrisa dengan nada perintah yang mengancam
" oke oke.. " kata Angga menuruti saja apa yang di katakan Carrisa
Setelah kegiatan mereka selesai membuat video dan foto sesuai dengan keingin Carrisa
Carrisa tertawa dengan puas melihat rekaman video nya
"Bagus banget tinggal aku edit sedikit lagi biar makin meyakinkan.. " kata Carrisa dengan senyuman licik yang menyeramkan di wajah nya
"Gila banget loe Car.. gue ga tau ternyata tugas yang loe bilang itu harus kaya gini " kata Angga sedikit kesal sambil memakai kembali bajunya
"Diam aja loe.. yang pentingkan loe dapat duit kan nih dua puluh juta cass buat loe seperti yang gue janjikan.. " kata Carrisa sambil menyerahkan amplop coklat kepada Angga lalu Angga melihat isi nya dan tersenyum senang
"Loe dapet dari mana uang sebanyak ini.. ??" kata Angga ternganga melihat uang sebanyak itu ada di tangan nya
"Itu bukan urusan loe yang penting loe udah ngelakuin tugas sesuai keinginan gue.. " kata Carrisa dengan mendelikan matanya ke arah Angga
dan menatap jijik pada Nadia yang berbaring di ranjang tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya
Sebenarnya Carrisa mencuri uang dari brangkas orang tuanya yang memang selalu bekerja sampai malam hingga dia dengan leluasa mengambil uang tersebut begitu mudah bagi Carrisa karena kode brangkas nya adalah tanggal lahir Carrisa sendiri
"Gue ga sabar melihat reaksi loe saat semua orang lihat video ini nanti Nadia.." gumam Carrisa penuh kemenangan merasa senang jika melihat Nadia menderita tak akan lagi ada orang yang menghalangi Carrisa untuk memiliki Steve karena pak Adijaya pasti tak akan pernah mengijinkan Steve berhubungan dengan Nadia setelah melihat video ini dan semakin benci kepada Nadia
####Terima kasih karena sudah berkenan untuk mampir membaca ceritaku jangan lupa like, komen dan vote untuk mendukung karyaki semakin berkembang 😍😍😍😍💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖######