
Cecilia mengikuti langkah Steve dengan berharap harap cemas karena takut di pecat oleh bos nya yang sedingin es itu..
Steve duduk di sofa panjang sambil menatap Cecilia yang hanya berdiri di depan pintu dengan sikap bimbang sambil meremas jari jemarinya
"Ckk.. kenapa bengong saja, kemarilah.. " perintah Steve dengan suara tegas sambil menepuk tempat di sebelahnya
Cecilia berjalan perlahan dengan was was lalu duduk agak jauh dari Steve
"Kenapa kau tidak marah kepada ku..?? " ucap Cecil dengan lirih
"Kenapa aku harus marah kepada mu..??
Kau sedang terluka, " ucap nya tegas namun masih terlihat kekhawatiran pada sorot matanya saat menatap wajah Cecilia dan luka yang berdarah di sudut bibirnya
"Aku pikir, kau akan memecatku, karena aku sudah melukai calon istri mu," ucap Cecil menatap heran kepada Steve
"Sudah sering dia datang kemari dan membuat kekacaun seperti ini, jadi kurasa kejadian ini bukan sepenuhnya kesalahan mu. " kata Steve datar
Kemudian ia mengabil sebuah kotak P3K yang berada di bawah meja
Lalu mengambil kapas dan menuang cairan antiseptik,kemudian mengoleskan nya secara perlahan pada luka di sudut bibir Cecilia
"Shh.. " Cecilia mengernyit kesakitan menahan rasa perih yang ia rasakan pada lukanya
" Apa.. apakah sangat sakit...?? "Steve menatap Cecilia dengan intens ,sorot matanya memancarkan kekhawatiran yang begitu tulus
"Sedikit... " Jawab Cecilia lirih sambil membalas tatapan Steve
Wajah mereka begitu sangat dekat, hingga Cecilia menahan nafas ,karena melihat wajah tampan Steve sedekat itu, membuat jantung nya berdegup dengan cepat, sampai ia selalu lupa untuk bernafas
Steve menyadari hal itu, dan menahan senyumannya
"Apa kau sudah selesai...?? " tanya Steve tiba tiba
"Hah..?? "Cecilai gelagapan karena tak mengerti dengan pertanyaan Steve
"Sudah selesai belum, mengagumi diriku.. "ucap Steve datar
Sedangkan Cecilia dibuat kelimpungan dan malu sampi wajah nya menjadi merah
Ia mencoba memalingkan wajahnya untuk tidak langsung bertatapan dengan Steve
"Ishh.. kepedean sekali Anda... "pekik Cecilia, mencoba menyangkal ucapan Steve sambil mendelikan matanya dan menjauhkan dirinya dari Steve sambil membuang muka
Steve terkekeh dengan tingkah laku Cecilia, Lalu berdehem saat Cecilia kembali menghadap kepada dirinya
"Kenapa kau masih disini..?? cepat pergi dan bereskan ruangan ku, sampai kembali seperti semula !!" Perintah Steve dengan suara tegas
"Baiklah Tuan Steve Adijaya " ucap Cecilia dengan nada kesal
Kenapa sih dia selalu berubah ubah suasana hatinya
padahal dia tadi sangat tampan saat perhatian pada ku
Gerutu Cecilia dalam hatinya
"Apalagi sih Tuan.. " pekik Cecilia
"Aku baru sadar pakain mu sungguh sangat berantakan... " Steve menunjuk kancing kemeja Cecilia yang hilang akibat berkelahi dengan Carrisa dan membuat area dadanya terbuka dan memperlihatkan sedikit belahan dadanya yang putih mulus
"Kenapa, aku tidak masalah... karena aku sudah biasa terlihat seksi..." ucap Cecilia dengan sembarangan
"Tidak masalah apanya bo**h, kau tidak lihat para Staff pria selalu menatap mu dengan tatapan mesum... " teriak Steve dengan kesal ia tak mengerti dengan jalan pikiran perempuan satu ini
"Lagi pula kenapa kau memakai pakaian yang begitu ketat dan minim ke kantor,Hah..." teriak Steve lagi
"Tidak ada peraturan khusus cara berpakaian di kantor ini kan...??" kata Cecil menatap dengan bola mata yang membulat terlihat menggemaskan
"Mulai sekarang turuti saja apa perintah ku, jangan memakai baju seperti ini lagi!!"geram Steve
"Kau tau.. aku selalu merasa..." Steve membuka jas nya dengan gerakan sensual dan melangkah mendekati Cecilia "Pusing saat melihat kau berpakaian minim seperti itu,"geram Steve
"A_apa yang akan kau lakukan pada ku..?? " pekik Cecilia menghindar sampai dirinya terbentur ke tembok ,Cecilia memeluk dirinya sendiri untuk memberi perlindungan
Tangan Steve bergerak mengarah kepipinya, lalu Steve merapihkan anak rambut yang berantakan menutupi dahi dan menyelipkannya ketelinga Cecilia agar terlihat lebih rapi
Lagi lagi Cecilia di buat tidak bisa bernafas sejenak karena wajahnya sangat dekat dengan Steve
"Pakai jas ku untuk menutupi Rok mu yang kekurangan bahan..." Steve bergerak mengikat Jas nya pada pinggang ramping milik Cecilia, hingga Cecilia terperanjat dan memalingkan wajahnya yang sudah merah merona
"Pakai pin peniti ini untuk mengganti kancing baju mu, dan ingat.. besok kau tidak boleh berpakaian seperti ini lagi, "Memberikan sebuah peniti berbentuk burung elang ke tangan Cecilia
"Atau... aku akan memecatmu...!! "geram Steve tegas sampai Cecilia hanya mengangguk lalu cepat cepat pergi dari sana,
Sepeninggalan Cecilia, Steve tersenyum sendiri karena melihat ekspresi wajah Cecilia yang terlihat lucu saat merasa panik ketika dia kerjai
****
Tanpa mereka sadari sedari tadi ada seorang ofice boy memerhatikan apa yang sedang mereka lakukan
Ia berpura pura membersihkan kaca jendela dan diam diam memotret interaksi antara Steve dan Cecilia
Sementara di sebuah ruangan klinik kecantikan Carrisa menerima sebuah pesan dan ia terlihat sangat marah sampai membantingkan handpone nya ke meja
Ternyata diam diam Carrisa menyewa mata mata untuk mengetahui apa yang sedang Steve lakukan
"Sialan.. beraninya perempuan itu menggoda calon suami ku..
"Ternyata Steve lebih memilih menemani perempuan itu dibandingkan dengan diriku,
Siapa perempuan itu sebeneranya, dia cukup mengancam posisiku , aku harus menyingkirkan dia supaya menjauh dari Steve
Lihat saja aku akan membuat perempuan j*lang itu menyesal karena berurusan dengan Seorang Carrisa.. "
pekik Carrisa dengan sorot mata tajam penuh kelicikan
Bersambung...