A Love Story

A Love Story
Bab 41



Hampir jam delapan malam Nadia meninggalkan rumah sakit tempat Steve di rawat dengan rengekan Steve yang tak mau di tinggal oleh Nadia.Namun akhirnya Nadia berhasil membujuk Steve agar memperbolehkan nya pulang dengan berjanji besok akan menjenguk Steve lagi Nadia mengiyakan dan mengecup singkat pipi Steve


Nadia berjalan pulang menuju kostan nya dengan suasana hati yang mulai membaik Nadia memutuskan untuk bangkit dari keterpurukan nya dan membuang jauh pikiran untuk mengakhiri hidup nya sendiri.


Nadia sudah bertekad ingin hidup lebih lama dan berbahagia bersama dengan Steve dan berjuang bersama melewati cobaan kehidupan yang selalu datang kepadanya


Namun senyuman bahagia nya sirna ketika Nadia telah sampai di depan kostan nya


Disana telah berdiri 3 orang pria tinggi tegap memakai pakaian serba hitam berdiri menghalangi langkah Nadia


Nadia masih ingat betul dengan tampang 3 pria menyeramkan itu, mereka adalah orang orang suruhan ayah nya yang dulu mencoba membawanya dan memukuli Steve sampai terluka


Pikiran Nadia yang sedang tenang mulai berkecamuk kembali mengingat ayahnya yang kejam


Dengan cepat Nadia berlari menghindar dari 3 pria yang berusahan membawanya


Nadia terus di kejar oleh mereka sampai terpojok di sebuah jembatan yang di bawah nya ada sungai yang berarus deras


"Kalian mau apa lagi sekarang.. pergi..!! " Nadia memberanikan diri berteriak untuk mengusir 3 pria yang sudah mengepung nya yang sudah terpojok pada pagar pembatas jembatan


"Nona harus ikut dengan kami, atau kami akan menyeret nona dengan paksa" kata salah satu pria dengan tegas dan terlihat seram


Tubuh Nadia bergetar karena takut tangan nya mencengkram pagar besi dengan kencang karena takut bertemu dengan ayah nya


Nadia memutar otak mencari cara untuk meloloskan diri dari 3 pria sangar yang ada di depan nya ,


Nadia teringat kembali saat dia mencoba melukai dirinya dengan pecahan botol yang berhasil membuat mereka pergi meninggalkan dia dan Steve waktu itu


Nadia melirik kebelakangnya memperhatikan pagar pembatas jembatan dan mengalir sungai deras di bawahnya


Lalu muncul ide gila di pikiran Nadia


"Pergi..!! atau aku akan loncat kesungai itu" teriak Nadia mencoba mengancam 3 pria itu


Padahal tubuhnya sudah bergetar dan takut kalau dia benar benar jatuh kesungai tamat lah riwayatku pikir Nadia


Tapi 3 pria itu tidak bergeming dan terus saja mendekati Nadia, terpaksa Nadia naik ke pagar pembatas walaupun sangat takut jatuh


"Kalian pikir aku main main.. cepat menjauh dari hadapan ku.. atau aku akan lompat..!! "teriak Nadia mengeraskan suaranya agar lebih meyakin kan dan kaki nya makin naik ke pagar pembatas


Benar saja ke tiga pria itu mulai panik dan melangkah mundur menjauhi Nadia karena takut nona nya benar benar melakukan nya mereka akan habis habisan di hajar oleh bos nya kalau sampai Nadia terluka sedikit saja


Nadia merasa senang dan ingin segera berlari dan bersembunyi dari kejaran anak buah ayahnya


Namun naas nya saking terburu buru turun dari pagar kaki Nadia tersandung pagar besi pembatas jembatan sehingga Nadia kehilangan keseimbangan


Serta merta tubuh Nadia melayang dan jatuh ke sungai yang berarus deras


Nadia meronta mencoba meraih apapun untuk bisa menahan tubuhnya untuk tidak terbawa arus dan tenggelam terlebih Nadia sama sekali tidak bisa berenang


"Tolong aku.. " pekik Nadia dengan kepanikan yang menguasai dirinya melambai lambaikan tangan meminta bantuan, ketiga pria itu sangat panik dan mencari jalan untuk turun ke sungai


Nadia terus meronta dengan panik mencoba menggerakan tangan dan kakinya untuk berenang tapi gerakanya malah memperburuk keadaan, tubuhnya malah semakin tenggelam ke air sungai yang cukup dalam di tambah arus sungai yang deras menghanyutkan tubuh Nadia


"Steve aku tidak mau mati seperti ini.. " gumam Nadia setengah sadar dan mengingat kenangan nya bersama Steve yang bermunculan begitu saja dan canda tawa nya bersama Steve


mata Nadia sudah mulai sayu dia kelelahan dengan badan yang sepenuhnya telah tenggelam dia mulai sesak karena kekurangan oksigen malah air yang masuk memenuhi rongga paru parunya di tambah beberapa kali kepala Nadia terbentur dengan batu kali sampai mengeluarkan banyak darah pada lukanya


Pada akhirnya aku tetap tak bisa bersama dengan mu Steve, maafkan aku


Selamat tinggal


Dan mata Nadia mulai menutup sepenuhnya tubuh Nadia menghilang terbawa arus sungai tak muncul kembali ke permukaan


*****


Devano dan Diandra terkejut melihat banyak polisi dan tim SAR di sekitaran jembatan yang selalu mereka lewati saat akan menemui Nadia ke kostan nya


Spontan Devano memberhentikan mobilnya dan turun dari mobil di ikuti oleh Diandra


"Ada orang jatuh ke sungai neng.. sepertinya dia gadis yang ngekost di pojok sana " kata Ibu itu sambil menunjuk ke arah kostan Nadia membuat Diandra terkejut setengah mati


"Apa benar.. ?? itu kan kostan teman saya Nadia.. " teriak Diandra tak kuasa menahan persaannya yang mulai khawatir dan menduga duga


"Sepertinya iya neng ada warga yang melihat dia dikejar orang tak di kenal.. dan dia loncat ke sungai.."


"tidak mungkin Nadia...." Diandra menutup mulut dengan tangan nya sendiri hampir dia terjatuh karena lemas kalau tidak di tahan oleh Devano yang juga sama sama terlihat sedih dengan wajah pucat


"orang itu benar Nadia.. aku bertanya pada polisi dan mereka menyerahkan tas dan dompet yang berisi kartu pelajar Nadia" kata Devano dengan lirih


"Apa...?? " gumam Diandra mulai menangis terisak dan memeluk Devano,


***


Pagi hari di rumah sakit Steve sudah beberapa kali menanyakan Nadia kepada Bu Mira kenapa Nadia belum juga datang menjenguknya hari ini


bu Mira berkata jika pak Adijaya sudah menjemput Nadia dari tadi


Tak beberapa lama Pak Adijaya masuk dengan wajah kelam serta bingung tak tau harus bagaimana memberi tahu Steve bahwa Nadia jatuh ke sungai dan tubuhnya tak di ketemukan


Dengan antusias Steve menyambut kedatangan pak Adijaya


"Pah mana Nadia bukanya papah menjemputnya..?? "


"Maaf Steve.. Nadia... sebenarnya... " pak Adijaya ragu ragu mengucapkan nya


"Kenapa Nadia kenapa..?? " kata Steve begitu penasaran


keheningan melanda ruangan itu, namun akhirnya pak Adijaya memberanikan berbicara


"Lihat lah ini.. " kata pak Adijaya sambil menyodorkan amplop kepada Steve


Steve membuka amplop itu yang berisi sepucuk surat dan kalung kupu kupu yang di berikannya kepada Nadia


surat yang sebelumnya di tulis Nadia saat dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya namun tak jadi di berikan kepada Steve . karena polisi menggeledah kostan Nadia dan menemukan amplop pada tumpukan baju Nadia di lemarinya


Isi pesan Nadia


Untuk Steve yang ku cintai


Aku bahagia setelah bertemu dengan mu dan harapan ku untuk bersama mu selalu besar Steve


Aku bahagia sekaligus miris disaat kamu mengucapkan bahwa aku akan jadi satu satunya gadis yang ada di hatimu dan mendampingimu di masa depan nanti,


jujur aku sangat tersentuh dan selalu berdoa agar semua harapan kita terkabul


Tapi sepertinya takdir kita tak seperti yang kita ingin kan dan berada bersama mu itu hanya sebuah kemustahilan, aku tau selama kita berhubungan masalah bertubi tubi datang kepada ku, mengarti kan bahwa hubungan kita sedari awal tidak boleh terjadi


maafkan aku Steve, aku menyerah aku sudah tak sanggup untuk meneruskan hidup ku lagi, maafkan aku karena tidak bisa memenuhi keinginanmu untuk selalu bersama


Selamat tinggal Steve dan lupakan lah aku


Tertanda


Nadia putri


***


Steve mematung tubuhnya seakan kaku tak bisa bergerak, mata nya terbelalak menatap surat yang selesai ia baca hatinya terasa sesak memukul mukul rongga dadanya dengan keras. bulir air mengalir di sudut matanya tak tertahan kan tanpa ekspresi Steve menangis dalam diam tak bersuara sedikitpun hatinya sakit namun tak tau bagaimana cara untuk mengobatinya seakan ia ingin mengeluarkan nya saja dari tubuh nya


"Nadia meloncat ke sungai.. Tim SAR mencari sejak tadi malam namun tubuh Nadia tak di temukan" pak Adijaya dengan ragu berkata kepada Steve dan mengelus kepala anaknya yang terlihat kaku tak bergerak sedikitpun membuat pak Adijaya sakit melihat Steve dan langsung memeluknya


"Papah akan menyuruh mereka untuk mencari Nadia sampai ketemu bagaimana pun caranya Steve.." Pak Adijaya mengusap wajah Steve yang basah oleh air mata


"Dia berbohong pada ku.. dia tidak mencintaiku. kalau dia mencintaiku dia tidak akan meninggalkan ku seperti ini. kenapa Nadia..... " teriak Steve dengan suara serak penuh rasa kesakitan yang teramat sangat, Steve menangis, meraung begitu menyedihkan seperti kesetanan mengamuk menghancurkan segala yang ada di ruangan tersebut tak peduli tangan dan kakinya masih sakit pak Adijaya segera memanggil perawat dan akhirnya Steve di suntik obat penenang kembali


Tubuh Steve terkulai lemah di atas tempat tidur bu Mira terus saja menangis dan menciumi tangan putranya sampai ia juga pingsan karena kelelahan menangisi Steve