
Diandra masih berteduh di depan gerbang sekolah karena hujan lebat
Diandra menunggu sopirnya menjemput karena mobil yang biasa ia bawa kesekolah sedang di perbaiki di bengkel
Tapi supirnya ternyata telat datang hingga ia menunggu lama sedangkan Diandra sudah kedinginan karena menunggu lama di luar sekolah
Ketika Diandra sedang menunggu mobil yang di kendarai Devano lewat dan berhenti di depan Diandra
Devano segera keluar dari mobil nya dan menghampiri Diandra
"Kamu kok belum pulang sih"kata Devano sambil memperhatikan Diandra yang terlihat kedinginan
"Aku nungguin supir ku jemput tapi lama banget" kata Diandra sambil mendekap tangan nya sendiri karena dingin
"Kalau begitu ayo pulang bareng ..!! " ajak Devano dan menarik tangan Diandra menuju mobilnya
Diandra melepaskan pegangan tangan Devano
"Ga mau ah ntar aku di suruh turun di pinggir jalan lagi " kata Diandra menolak ajakan Devano dengan ketus
"Ga bakal aku ga akan lakuin itu lagi
ayo masuk " kata Devano sambil menarik tangan Diandra dan memaksa Diandra masuk mobilnya
"Nih pake jaket aku biar ga kedinginan "kata Devano setelah ia masuk mobil dan memakaikan jaket ke Diandra lalu Devano juga memakaikan sabuk pengaman Diandra
Diandra hanya terdiam merasa aneh dengan perlakuan Devano kepada dirinya
"Kenapa dia perhatian banget sama aku..?? " gumam Diandra sambil menatap Devano yang sedang menyetir mobil
"Kenapa natap aku seperti itu..??" kata Devano mengetahui dirinya di tatap begitu oleh Diandra
"Ga apa apa aneh aja ga biasanya kamu kaya gini" balas Diandra sambil mengalihkan pandangannya ke depan
Devano hanya tersenyum sendiri
"Kalau kamu mau mampir Sekalian aja kamu dan aku bilang sama mama kalo kita sebenarnya ga mau di jodohkan lalu membatalkan perjodohan " kata Diandra membahas perjodohan nya dengan Devano
"Sebaiknya ga usah deh Diandra " kata Devano agak kesal mendengar perkataan Diandra
"Loh kenapa bukannya itu yang kamu mau dari dulu..?? " balas Diandra menatap Devano dengan aneh
"Terus apa yang akan terjadi dengan hubungan bisnis orang tua kita aku ga mau yah papa marah sama aku kalo tante Merisa menarik saham dari perusahaan papa " Kata Dovano sedikit meninggikan suara berdalih takut perusahaan mereka putus hubungan bisnis padahal dia sebenarnya tak mau perjodohannya dengan Diandra di batalkan
"Aku kan udah bilang aku bakal bujuk mama supaya ga melakukan itu " kata Diandra agak kesal dengan Devano
"Ga ada jaminan kan kalo mamah kamu ngga akan narik saham nya " kata Devano lagu
"Permintaan ku selalu di kabulkan kok jadi..."
"Udah lah biarin perjodohan ini kita jalani seperti biasa demi perusahaan orang tua kita "teriak Devano memotong perkataan Diandra
Diandra jadi terdiam mendengar teriakan Devano
"Apa sih sebenarnya yang kamu mau Dev sebentar sebentar berubah pikiran tadi baik banget dan sekarang teriakin aku " gumam Diandra dengan sedih sambil menunduk
"Sorry Di aku ga maksud meneriaki kamu " kata Devano setelah melihat Diandra bersedih dan Devano menyesali teriakannya tadi
"Ga apa apa kok aku udah biasa " kata Diandra ketus
"bodoh banget sih aku " gumam Devano kesal kepada dirinya sendiri
Mereka pun sampai di depan rumah Diandra yang tak kalah mewah dari rumah Devano
Devano memarkirkan Mobilnya sambil melindungi badan Diandra dengan tangannya agar Diandra tak terbentur lagi seperti kemarin
Devano juga membukakan pintu untuk Diandra
Diandra hanya menatap aneh ke arah Devano
Lalu mereka pun masuk ke rumah Diandra
Ternyata bu Merisa juga sudah pulang dari kantor karena sudah jam 3 dan hari ini pekerjaan tak terlalu sibuk
Lalu Devano dan Diandra mencium tangan bu Merisa
"Mah tumben udah pulang " tanya Diandra sambil duduk di sofa
"Hari ini kerjaan ga terlalu sibuk jadi mamah pulang awal
Tumben Nak Devano mampir kesini " kata bu Merisa tersenyum ke arah Devano
"Oh gitu sering sering yah main ke rumah tante..!!" kata bu Merisa
"Tentu saya akan sering kesini " balas Devano
"Apa katanya mau sering kesini bohong banget paling dia cuma sok baik sama mama " gumam Diandra menggerutu di didalam hati nya
"Tante aku juga sebenarnya mau bicara tentang perjodohan kami berdua " kata Devano dengan serius sambil melirik ke Diandra
"Mungkin dia mau bilang soal pembatalan perjodohan Aku harus siap mendengarnya" gumam Diandra sedikit sedih
"Iya mau bicara soal apa"kata bu Merisa penasaran
Devano terdiam sambil memikirkan apa yang akan dia bicarakan lalu menarik nafas dan mulai berbicara
"Tante sebenarnya saya ingin melaksanakan pertunangan tapi setelah kami berdua lulus dari sekolah "kata Devano dengan wajah serius
Diandra menjadi terkejut mendengar perkataan Devano yang tiba tiba ingin bertunangan
"Apa maksud kamu Dev..?? " bisik Diandra melotot ke arah Devano
Devano hanya tersenyum padanya
"Bagus kalo itu yang nak Devano inginkan jadi saya masih punya waktu enam bulan lagi untuk mempersiapkan pertunangan kalian " kata bu Merisa dengan bahagia lalu memeluk Diandra dan Devano
Diandra hanya terbengong tapi hatinya terasa berbunga bunga sekali
"Aku gak salah denger kan Dev.. ??" kata Diandra tak percaya
"Engga kamu ga salah denger Diandra kita akan bertunangan setelah lulus sekolah " kata Devano serius
"Tapi aku belum siap mah.. " kata Diandra menatap ibu nya
"Kamu punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri Diandra
6 bulan sepertinya cukup untuk membuat kamu siap " kata bu Merisa sambil tersenyum bahagia dan mengelus kepala Diandra
"Iya udah deh mah terserah mama aja " balas Diandra menurut
" Kalau begitu saya pamit dulu tante nanti saya akan berbicara kepada papa saya " kata Devano dengan tersenyum dan melirik Diandra
Diandra membalas senyuman Devano
Devano pun mencium tangan bu Merisa dan langsung pergi sambil mengedipkan mata ke arah Diandra dan tersenyum yang membuat Diandra tersipu malu
Diandra duduk terdiam di sofa dan memikirkan Devano yang ingin bertunangan dengan nya
bu Merisa menghampiri nya dan duduk di dekatnya sambil mengelus rambut Dinadra
"Kenapa sayang kok murung. kamu seharusnya senang kalian akan bertunangan
kamu kan sering bilang kalau kamu menyukai Devano " kata bu Merisa lembut
"Aku memang senang mam tapi Devano tidak pernah menyukai ku bagaimana kalau kita berhubungan tanpa saling menyukai
dan terjadi cinta sebelah pihak " kata Diandra dengan lirih
" Kamu tuh ada ada aja.. ga mungkin Devano mau bertunangan kalo dia ga suka sama kamu kalau dia ga suka dari awal dia akan menolak perjodohan dengan kamu lagian dia anak yang baik dan sopan ga mungkin melukai hati kamu " kata bu Merisa menenangkan Diandra yang khawatir
" Mama ga tau aja perlakuan dia selama ini sama aku dia cuma pengen bisnis keluarga nya lancar " gumam Diandra sedikit kesal mendengar ibu nya memuji muji Devano
Lalu tiba tiba handphone bu Merisa berbunyi dan bu Merisa pun mengangkat telponnya
"Hallo Mr Er iya nanti kita bertemu di tempat biasa yah oke bye.. " Bu Merisa menutup telponya dan tersenyum senyum sendiri
Diandra menatap tingkah aneh ibunya seperti remaja yang di telpon pacarnya
"Siapa mah yang nelpon sampai mama tersenyum senyum senang begitu..?? " selidik Diandra penasaran sambil menatap dalam mata bu Merisa
"Bukan siapa siapa cuma rekan bisnis aja yang mengabari soal pekerjaan " kata bu Merisa dengan gugup
"Beneran bukan siapa siapa nih.. ngaku aja mama mau cari papa baru kan..?? " goda Diandra sembari tertawa tawa
" Ah kamu ini yang engga engga saja" kata bu Merisa sambil tersipu malu
####Terimakasih karena sudah berkenan mampir baca tulisan ku
jangan lupa like, komen dan vote untuk mendukung karyaku agar berkembang lebih baik 💖💖💖💖💖💖💖💖💖####