
Seminggu telah berlalu hari senin ini adalah hari pertama Nadia pindah ke Sekolah elit
Karna sekolah elit itu agak jauh dari kost an nya dia meminta izin meminjam Sepeda pada pemilik toko susu tempat ia bekerja untungnya pemilk toko mengizinkan.
"Semangat.. Nadia" katanya dalam hati sembil mengayuh sepeda
Setelah sampai di gerbang sekolah mata nya terbelalak dengan bangunan sekolah yang sangat mewah serta mobil mobil mewah yang masuk ke parkiran sekola yang luas
"Wah... Sekolah sultan emang beda " kata Nadia berdecak kagum
Di sebuah ruang kelas bertulisan kelas XII -A suasana sangat lengang karna para siswa belum semuanya masuk kelas
Di bangku pojokan terlihat seorang laki laki yang sedang mendengarkan musik dari earphone sambil memandang keluar jendela, sesekali ia menulis di bukunya seperti menulis lirik lagu, dia tak lain adalah Devano
Tak sadar di depan bangkunya tiga orang gadis memperhatikanya terkagum kagum,
mereka adalah Carrisa, Nina dan Novi geng gadis centil di kelas itu.
"Pagi pagi gini udah lihat yang seger seger ihhh... jadi semngat ke sekolah" kata Carrisa memandang Devano sambil memain kan kipas nya
"Iya yah kenapa ada makhluk yang sesempurna ini udah ganteng pinter tajir pula andai aku bisa mejadi pacarnya "
balas Nina sambil mengkhayal.
"Dasar haluu.." kata Novi sambil memukul tangan Nina
"biarin.. bwee.. "balas Nina sambil menjulurkan lidah nya
"Ehm... ehmm.. "
Tiba tiba masuk lah seorang gadis cantik berperawakan bak super model tinggi, langsing, berambut hitam panjang dan bergelombang dia adalah Diandra
"Tuan putri udah datang.." bisik Nina ke Carrisa yang masih terdengar oleh Diandra
"Hah putri..?? putri apa say..?? kata Carrisa mata nya mendelik ke arah Diandra
"Putri khayalan kali yang suka ngehalu hahahaha.. " sontak ke tiga gadis centil itu tertawa sampai membuat bising memenuhi ruang kelas itu. Diandra yang di sindir malah cuek dan berjalan melewati 3 gadis itu menuju tempat Devano..
"Devano kita perlu bicara..!"
Devano yang masih memakai earphone tak mendengar hingga Diandra berulang kali memanggilnya
Hingga habis kesabaran Diandra lalu melepas paksa earphone yang di pakai Devano
"Kamu apa apan sih.. " bentak Devano kesal
"Dev kamu tuh kenapa sih ngga bisa yah hargain aku sedikit aja..!! " kata Diandra dengan ketus
" Oke kamu mau apa..?? " kata Devano singkat
"Kamu inget kan nanti malam ada pesta dan mamah aku nyuruh kita datang bareng "
"Bisa ga kamu sendiri aja..!! aku males dan ga suka acara gitu " kata Devano masih cuek dan sedingin es pada Diandra
"Gabisa Dev mamah mau ngenalin kita sama rekan bisnis nya " kata Diandra memaksa
"Aku ga bisa "kata Devano masik cuek
"Dev meskipun aku ga suka perjodohan ini
aku masih menghargai keinginan orangtua kita pleas Dev kamu juga hargai orang tua ku dan hubungan ini" kata Diandra sedikit jengkel
"Denger yah aku tuh ga suka kalo ngebahas perjodohan itu, ga usah ribet deh Di toh kita juga sama sama ga mau kan.. " kata Devano dengan nada bicara sedikit tinggi
"Tapi aku suka sama kamu Devano.. "kata hati Diandra yang memang mulai menyukai Devano sejak saat Devano datang ke rumah nya bersama orang tua nya
"Terserah kalau itu mau kamu "kata Diandra sangat kecewa pada perlakuan Devano yang selalu dingin kepadanya
Diandra duduk di bangkunya dengan raut muka kesal
"Aduhh tuan putri yang di cuekin kasyian pasti hatinya syakit " kata carrisa meledek
"Diem loe gue bungkam mulut loe.. " kata Diandra ketus
"Ih takutt.. "ketiga gadis itu Tertawa terbahak
hingga Diandra menggebrak meja dan berdiri
Carrisa hanya menelan ludah karna takut kepada Diandra
Bel tanda masuk pun berbunyi hingga para siswa segera masuk ke dalam kelas masing masing tiba lah saat jam pelajaran pertama masuk lah seorang guru
"Good morning students..??
"Good morning sirr.. " balas murid serentak
"Sebelum pelajaran di mulai saya mau memperkenalkan murid baru di kelas ini
Ayo silakan masuk..!!" perintah pak guru pada orang yang di luar kelas
Masuk lah orang tersebut yang ternyata adalah Nadia.
murid laki laki terdengar berbisik bisik karena ternyata murid baru nya adalah seorang gadia manis tak kalah cantik dengan Diandra yang merupakan primadona kelas itu.
"Woah siapa dia yah cantik bener..??" bisik murid laki laki pada teman nya terkagum melihat Nadia
Geng Carrisa cees terlihat kesal karna bertambah lagi saingan bagi mereka.
"Ih gaya nya kampungan banget sih
Tercium tidak mampu " bisik Carrisa pada Nina yang ada di sampingnya dan mata nya mendelik kearah Nadia
"Hai teman teman saya Nadia salam kenal semua nya.. " kata Nadia dengan gugup
"Hai juga" balas murid murid
"Silahkan Nadia duduk di bangku yang kosong di sebalah sana..!! " pak guru menunjuk bangku sebelah devano yang sedari tadi tidak memperhatikan karna sibuk membaca buku
"Iya pak " Nadia berjalan ke arah bangku kosong itu dan melirik kearah kursi yang Di sebelah nya..
"De.. de vano.. " kata Nadia terbata bata saat tau Devano lah yang dududk di sana
"Iya " Devano melihat orang yang memanggilnya dan heran melihat Nadia
"Nadia kok kamu disini..?? "
bisik Devano sedangkan Nadia telah duduk bersampingan dengan Devano
"Aku pindah sekolah ke sini Dev "
"Oh gitu " Devano mengangguk tanda mengerti dan mereka pun saling tersenyum
Teman teman di sekita mereka merasa aneh karena mereka sudah saling kenal
"Siapa sih tuh cewek keliatan akrab banget sama Devano..?? "gumam Diandra
"Kok mereka kaya kenal ya jarang banget Devano senyum begitu ke orang "bisik Carrisa ke Nina yang ada di sampingnya.
Bel istirahat pun berbunyi para siswa mulai keluar dari kelas,Nadia yang tak tau mau kemana hanya duduk di kursinya.
"Hai Nad seneng banget bisa lihat kamu ada di sini"
"Aku ikut program pertukaran siswa jadi lah aku pindah ke sini.. "
"Ehmm gitu kamu laper ga..??
Mau ikut ke kantin bareng aku .?? "
"Ngga deh.. " kata Nadia menggelengkan kepala
Diandra yang melihat mereka begitu akrab menjadi sangat kesal karena selama ini Devano jarang akrab dengan siapa pun di kelas itu, lalu ia pergi dengan raut muka yang cemberut
"Devano aku mau tanya toilet di sebelah mana..?? "
"kamu tinggal lurus dari sini terus belok kanan perlu di anter..?? "
"Ga usah ah kalo gitu aku pergi dulu ya.. "
kata Nadia langsung berlari karna sudah kebelet
Devano hanya tersenyum melihat tingkah Nadia
"Maria dia mirip banget sama kamu " gumam Devano seketika mengingat kenangan masa lalunya