
Dini hari Nadia terbangun merasakan kedinginan pada tubuhnya dan menyadari keadaan tubuhnya yang polos tak mengenakan apapun
Nadia terkejut langsung mengambil selimutnya dan melihat pakaian nya berserakan di lantai kamarnya
"Apa yang terjadi dengan ku..??" gumam Nadia heran dan tak mengingat ke jadian semalam
***
Di sekolah tampak begitu ramai dan gaduh tak seperti biasanya
Karena beredar kiriman video mesum dari seseorang yang misterius pada seluruh siswa di sekolah itu yang membuat geger satu sekolah
Nadia berjalan memasuki gerbang sekolah dengan masih kebingungan dengan apa yang terjadi malam itu
Terlihat sudah ada Diandra dengan gusar dan wajah pucat menunggu Nadia di gerbang sekolah dan mengehal nafas dalam ketika melihat Nadia datang
Serta merta Diandra menarik tangan Nadia untuk keluar dari gerbang sekolah
Nadia heran karena tiba tiba Diandra menariknya hampir menyeret tubuh Nadia
"Diandra kenapa sih.. ada apa..?? " tanya Nadia dengan wajah bingungnya
"Se. se pertinya kita harus segera pergi dari sini Nad..!!" perintah Diandra dengan menyembunyikan rasa panik nya
"Ada apa sebenar nya Di aku mau masuk ke sekolah.. " tanya Nadia dengan heran melihat kepanikan yang tak bisa di sembunyikan dari mata Diandra
"A..aku cuma pengen bolos terus jalan jalan sama kamu Nad.. ayo..!!" kata Diandra membuat alasan konyol dan mencoba menarik Nadia agar lebih jauh dari sekolah
Tapi Nadia yang curiga dan juga merasa aneh mendengar alasan Diandra yang tak masuk akal itu melepaskan pegangan tangan Diandra
"Apa sih yang terjadi aku mau masuk.. " kata Nadia lalu berlari meninggalkan Diandra yang langsung panik lalu dia segera berlari menyusul Nadia
Diandra dan semua siswa sudah menerima kiriman video dari seseorang yang misterius itu
Diandra mencoba mencegah Nadia masuk sekolah dengan menelpon Nadia tapi handphone Nadia tidak aktif dan malah keburu Nadia datang kesekolah
Nadia berjalan ke arah kerumunan di sekolah dan para siswa mendelikan mata ke arah Nadia
Nadia memperhatikan dan berpikir apa sih yang terjadi sebenarnya
Lalu beberapa siswa berteriak teriak sambil melemparkan sampah kepada Nadia
"Ini dia nih orang yang ada di video asusila itu.. " teriak siswa perempuan yang terlihat geram dan jijik kepada Nadia
"Ga nyangka dia terlihat polos dan lugu padahal kelakuan kaya dajal ga bermoral.. " teriak yang lainnya lagi sambil melemparkan sampah sampah kotor ke arah Nadia
Nadia terkejut sekali matanya mulai berkaca kaca dan melindungi kepala dengan kedua tangan nya
Nadia begitu penasaran lalu mengambil handphone yang sedari tadi ada di saku baju seragam nya dan mengaktifkan handphone dengan panik
Bola mata Nadia terbelalak seolah ingin meloncat keluar ketika melihat video yang dikirim oleh seseorang pada handphone nya Video yang membuat tubuhnya bergetar hebat, kaki nya terasa lemas tak bisa di gerakan sama sekali, wajah Nadia memucat dengan air mata mengalir di pipinya Nadia menutup mulitnya sendiri menahan isak tangisnya
"Apa ini... bagaimana mungkin ini aku..?? " gumam Nadia tak sanggup melihat Video tak senonoh dirinya dan seorang laki laki melakukan hubungan suami istri
"Keluarkan gadis rendahan ini dari sekolah kita.." teriak murid murid bebarengan
"Cewek murahan ini mencemarkan nama baik sekolah kita "
"Mati aja sana dasar tak punya harga diri tak tau malu pula.. "
Teriakan demi teriakan terasa bergema di gendang telinga Nadia
"Tidak.. tidak..!! " teriak Nadia menutup telinganya tak mau mendengar teriakan teriakan yang mencaci dan menghina dirinya serta sampah sampah kotor yang di lemparkan kepadanya hingga orang orang menyiram kepala Nadia dengan beberapa ember air kotor
Nadia duduk lemas tak berdaya dengan isak tangis memilukan tapi orang orang masih melemparinya dengan sampah dan botol bekas hingga mengenai kepalanya
Steve berlari dengan cepat dari parkiran sekolah menuju aula sekolah tempat orang orang menghakimi Nadia
Steve juga menerima kiriman video itu dan buru buru mencari Nadia lalu ia bertemu dengan Diandra yang juga sedang berlari mencari Nadia
Wajah Steve merah padam karena emosi saat melihat Nadia di perlakukan seperti itu
"Hentikan... pergi kalian semua.. atau kalian berurusan denganku..!!" teriak Steve dengan garang meraung seperti macan membuat orang orang bergidik mendengarnya lalu menghentikan kegiatan mereka menghakimi Nadia
"Sudah jangan menangis aku ada di sini.. sudah tenang sayang.. tenang.. " kata Steve dengan suara serak karena menahan tangis melihat keadaan Nadia yang menyedihkan Steve memeluk Nadia dan mengelus rambut nya yang sudah basah kuyup karena di siram air kotor yang bau
Nadia tak bergeming karena Syok melanda dirinya
Steve menggendong Nadia membawa Nadia ketempat yang paling aman di sekola
Diandra menatap Nadia dengan sedih dan menyesal kenapa dia tidak berhasil membawa Nadia sejauh jauh nya dari sekolah malah dia terdiam kaku melihat Nadia di perlakukan seperti tadi matanya sudah berkaca kaca menahan tangis lalu berlari mengikuti Steve yang menggendong Nadia
Steve dan Diandra membawa Nadia menuju ruang UKS yang di dalam nya sudah ada Devano yang biasa nya selalu ada di sini
"Cepat kunci pintu nya agar mereka tak masuk kesini.. " teriak Steve kepada Diandra yang baru masuk menyusulnya Diandra pun menurut dan mengunci pintu dengan cepat
"Ada apa ini.. kenapa Nadia..?? " kata Devano setengah berteriak melihat Nadia di rebahkan di ranjang oleh Steve yang begitu terlihat pucat
Diandra dan Steve hanya terdiam tak mampu mengucapkan sepatah kata pun
Diandra menyerahkan handphone nya dan memperlihatkan video yang membuat heboh Satu sekolah
sama dengan nya saat pertamakali melihat Video itu wajah Devano menjadi pucat dan kaget mematikan handphone Diandra tak mau melihat nya lagi
Setelah keadaan Nadia mulai membaik dan sudah sadar dari syok dan trauma nya Diandra memandangi pakaian dan tubuh Nadia yang basah akibat di siram air kotor baru bisa memberanikan diri bersuara
"Nadia ayo aku antar ke kamar mandi biar kamu mengganti baju kebetulan aku bawa baju olah raga kamu bisa memakai nya.. " bujuk Diandra dengan suara pelan
"Tak usah Di aku baik baik saja seperti ini" tolak Nadia dengan suara hampir tak terdengar karena menangis terus menerus
"Tapi kamu bisa masuk angin Nadia ayo lah.. " kata Diandra lagi membujuk agar Nadia mendengarkan nya
"Iya kamu harus berganti baju biar kamu ga sakit sayang " bujuk Steve dengan lembut sambil menatap Nadia dengan sendu dan mengelus rambut Nadia
Akhirnya Nadia menurut dengan di antar Diandra menuju kamar mandi yang ada di dalam ruang UKS tersebut
lalu dengan cepat mereka kembali lagi ke ruang uks dengan Nadia yang sudah mandi dan memakai baju olahraga dari Diandra
Nadia duduk dengan lemah di atas ranjang
"Maaf kan aku karena aku tak bisa mencegah kamu masuk sekolah.. kalau aku bisa pasti semua ini tak akan terjadi ke padamu.."kata Diandra pelan ia menunduk mencoba menahan isak tangisnya sambil memegangi tangan Nadia
"tidak usah minta maaf pada ku Diandra ini bukan salah mu aku yang bersikeras untuk masuk ke sekolah.. " kata Nadia dengan lemah mencoba tegar menghadapi apa yang terjadi pada nya
"Aku akan mencari siapa orang sialan yang telah berani membuat video itu dan menyebarkan nya ke semua siswa sekolah
dan kalau aku menangkapnya akan ku buat dia tak bisa lagi hidup dengan tenang di dunia ini.. " kata Steve penuh amarah matanya merah padam sambil menggretakan giginya menahan emosi yang meluap
"Aku juga akan membantu kalian mencari siapa yang dalang dari insiden ini mungkin ada hubungan nya dengan orang yang mencoba mencelakakan Nadia tempo hari" balas Devano tak kalah emosi dengan mengepalkan tangan nya kuat kuat
"Bisa jadi.. aku akan berusaha menyelidiki siapa laki laki yang ada di video itu " kata Steve mencoba menerka nerka apakah dia pernah bertemu dengan laki laki itu sebelumnya
Nadia berpikir keras mengingat ingat kejadian malam tadi dan teringat kondisi dia saat bangun tidur tak menggunakan apa apa di tubuhnya
Mata Nadia terbelalak darah nya mendesir menahan amarah kenapa dia ceroboh sekali hingga tak berhati hati kepada orang asing yang baru ia kenal
Nadia menyadari siapa laki laki yang ada di video bersama nya
Dia adalah Angga orang yang semalam bekerja bersama nya di caffe
" Laki laki itu.. aku harus menemukan nya.." teriak Nadia setengah meloncat dari duduknya bergerak menuju pintu dengan cepat membuka kunci dan berlari keluar
Steve terkejut dengan apa yang di lakukan Nadia Dia pun berlari menyusul Nadia dengan cepat
Diandra dan Devano berdiri mematung saling menukar pandangan
"Apakah kita akan diam saja..?? kita harus mencari siapa dalang dari semua ini.. " kata Diandra penuh tekad
" Aku setuju ayo kita kejar mereka " kata Devano sambil meraih tangan Diandra dan megenggam nya erat
"Aku tak bisa membayang kan kalau kamu yang ada di posisi Nadia saat ini.. aku akan mencari pelakunya dan membuat dia cacat untuk selamanya " gumam Devano dengan amarah yang memuncak
Mereka pun menyusul Nadia dan Steve yang berlari terlebih dulu
####Terimakasih karena sudah berkenan mampir baca tulisan ku jangan lupa like, komen dan vote untuk mendukung ku supaya mengembangkan tulisan ku menjadi lebih baikk.. 😍😍😍😍💖💖💖💖💖#####