
Devano dan Diandra berusaha berjalan dengan tidak mengeluarkan suara apapun dengan wajah serius seperti akan menangkap pencuri berjalan mengendap endap mendekati Angga yang masih berjalan dengan santai tak menaruh curiga sama sekali
Setelah mereka semakin dekat dengan Angga dengan sigap Devano berlari dan mencengrak bahu Angga dari belakang dan mengunci kedua tangan Angga
Angga terlihat kaget dan berusaha memberontak
"Woy apaan nih lepasin " Teriak Angga yang masih memberontak mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Devano
Angga hendak berteriak tapi langsung di bekap oleh Dovano
Tak sesuai perkiraan Devano Angga memberontak menendang kaki Devano dan menyikut dadanya sehingga Devano kesakitan dan melepaskan cengkraman nya dari badan Angga
"Hei bocah ingusan ada masalah apa loe sama gue..??" teriak Angga merasa kesal dengan apa yang Devano dan Diandra lakukan
"Ga usah basa basi loe kan orang yang telah menjebak Nadia dan membuat Video itu.. "kata Devano dengan tatapan mata tajam masih bersiaga untuk menangkap Angga kembali
"itu bukan urusan loe"
"Tentu ini urusan gue karena loe udah buat sahabat gue menderita trauma dan syok karena orang orang membullinya akibat Video yang loe buat dan loe harus tanggung jawab membersihkan nama Nadia kembali.."
Teriak Devano yang mulai emosi sedari tadi
"Gue ga peduli dengan keadaan gadis itu yang penting gue dapat uang "kata Angga sambil tertawa menyeramkan
"Kurang ajar " teriak Devano begitu marah mendengar ucapan Angga yang menyebalkan
Devano mengarahkan pukulan ke arah wajah Angga tapi Angga menghindar dengan menangkap tangan Devano memelintirkan nya ke belakang dan mendorong nya hingga Devano jatuh tersungkruk
Diandra merasa khawatir dan menghampiri Devano yang jatuh terduduk
"Cuma segitu saja kemampuan loe " Angga tertawa penuh kemenangan dengan wajahnya yang menyeramkan lalu mengepalkan tangan hendak memukuli Devano kembali tapi Devano dengan cerdik menendang kaki Angga sehingga Angga jatuh terduduk
Devano pun tak menyia nyiakan kesempatan lalu memukul wajah Angga dengan sekeras kerasnya hingga Angga jatuh terkapar di jalan
"Apa alasan loe ngelakuin hal yang jahat kepada Nadia karena gue tau loe gak pernah kenal dengan Nadia..??" Teriak Devano dengan suara mengintimidasi sambil mencekal kerah baju Angga
"Sial gue udah janji ga bakal kasih tau siapa siapa kalo Carrisa lah yang nyuruh gue ngelakuin itu apalagi kepada mereka karena gue masih butuh uang dari Carrisa " gumam Angga sedikit bingung
Karena tak ada jawaban dari Angga Devano memukul nya kembali sampai mulut dan hidung Angga mengeluarkan darah segar.
Angga mengerang kesakitan memegangi mulut nya yang mengucurkan darah karena merasa tak mampu melawan Angga berpikir keras bagaimana cara kabur dari sana
Dan mata nya tertuju ke arah Diandra dan berpikir untuk menjadikan nya sebagai tameng supaya dia bisa lari dari sana
Angga menunggu Devano lengah dan dengan cepat menarik bahu Diandra dan mencengkram leher nya
Diandra terpekik kesakitan karena cengkraman Angga begitu kuat pada leher nya
"Gue bakal lepasin dia kalo loe mundur dan menjauh dari sini.. kalau loe ga nurut gue bisa patahin leher cewek loe.. "teriak Angga dengan wajah seram semakin menguatkan cengkraman pada leher Diandra hingga Diandra mengeluarkan suara pekikan kesakitan di tambah darah yang mengalir dari hidung dan mulut Angga mengenai wajah nya membuat Diandra semakin bergidik ngeri wajah nya sudah memucat karena ketakutan
"Oke tapi jangan sakiti dia.." kata Devano sangat takut terjadi apa apa dengan Diandra terpaksa ia melangkah mundur menjauh dari Angga
Setelah jarak Devano terasa sudah cukup jauh oleh Angga dengan kasar ia mendorong tubuh Diandra sampai tersungkruk di jalan lalu dengan cepat berlari menjauhi Devano dan Diandra
Devano begitu panik berlari menghampiri Diandra yang jatuh tertelungkup di jalanan
Dengan
Devano langsung merangkul Diandra dan memeluknya Devano merasa begitu khawatir kepada Diandra dan juga marah kepada dirinya sendiri
"Maaf aku ga bisa lindungin kamu.. kamu ga apa apakan ada yang sakit..??" kata Devano dengan panik matanya sudah berkaca kaca melihat Orang yang ia sukai terluka
"Aku yang harus nya minta maaf aku mengacaukan semuanya kita harus bilang apa kepada Nadia.." Diandra berbicara dengan suara serak karena masih merasakan sakit bekas cekikan di lehernya tampak memerah dan lebam serta kedua lututnya luka dan berdarah akibat terbentur batu jalan karena didorong begitu keras oleh Angga
"Udah jangan mikirin itu dulu.. kamu itu terluka harusnya kamu pikirin dulu diri kamu sendiri ." Devano mengusap pipi Diandra dan menatap sendu hatinya sakit melihat Diandra terluka
"Aku sayang sama kamu Diandra.. " Ucap Devano lirih lalu membawa Diandra kepelukannya dan mencium dahi Diandra
Sedangkan Diandra hanya terpaku mendengar Devano yang baru pertama kali mengucapkan kata sayang pada nya
"Terus gimana sekarang laki laki itu sudah kabur pasti akan sulit untuk menangkapnya lagi.. " kata Diandra mencoba mengalihkan pembicaraan pipinya sudah memerah karena ucapan Devano tadi
"Lain kali aku akan menangkap laki laki itu sampai dapat.. tapi sekarang kita harus pulang dan mengobati luka luka kamu.. " kata Devano masih menatap Diandra denga. penuh kekhawatiran
Kemudian Devano menangkat tubuh Diandra dan menggendongnya
"A aku bisa jalan sendiri Dev.. " kata Diandra terbata bata wajahnya memerah lagi karena perlakuan Devano
"Pacar ku kan sedang terluka.. apa salah menggendong pacar sendiri.. " kata Devano sambil menatap mata Diandra
" Pa pacar..?? "
" Eh tapi aku ralat.. kamu bukan pacar ku.. tapi kamu calon istri ku di masa depan.. " kata Devano bersungguh sungguh mata nya masih menatap wajah cantik Diandra yang semakin cantik dengan rona merah di pipinya,Diandra merasa malu dan menyembunyikan wajahnya di bahu Devano
Devano berjalan sambil menggendong Diandra sampai ke jalan raya dan tak peduli orang orang di sekitar menatap aneh kepada nya.
Hari ini begitu membuat kesal Devano karena gagal menangkap Angga untuk di mintai pertanggung jawabanya dan mendapat kebenaran tentang video itu dan juga melihat gadis yang dia sukai terluka karena Angga
membuat Devano bertekad supaya nanti tidak akan gagal lagi untuk menangkap Angga dan melakukan pembalasan
Devano dan Diandra sampai di kostan Nadia untuk mengatakan kegagalan mereka menangkap Angga tapi Nadia sudah tidak Ada lagi di kostan nya .
Karena hari sudah mulai gelap merekapun bergegas untuk pulang ke rumah nya masing masing