
Bu Mira berjalan menuju toilet tapi dihadapan nya berdiri seseorang yang dikenalnya seperti sengaja mencegat Bu Mira
"Mahendra.. " kata bu Mira terkejut membelalakan matanya
"Sudah lama tidak bertemu denganmu Mira
kau terlihat masih seperti dulu" kata pak Mahendra sembari memandang bu Mira dengan lekat dari ujung kaki sampai kepala
" Tak perlu berbasa basi dengan ku
diimana anak ku Mahendra.. ?? " kata bu Mira dengan terlihat begitu membenci orang yang telah menyakiti hatinya itu
" sudah lah Mira.. lupakan masalalu itu
aku sebenarnya selama ini mencari kamu.. " kata pak Mahendra memandang mantan istri nya itu yang sebenarnya pak Mahendra masih ada sedikit rasa cinta pada bu Mira dan melihat penampilan bu Mira masih seperti dulu begitu awet muda dan cantik
"bagaimana bisa saya lupakan peristiwa paling menyakitkan dalam hidup saya.
Mencari saya.. bukannya kamu berkomplot dengan wanita itu untuk mencelakakan saya.. " kata bu Mira menyunggingkan senyum sinis nya dengan wajah begitu sinis karena rasa marahnya
"apa maksud kamu Mira saya tidak mecelakaimu.. " kata Mahendra heran dan memegang bahu bu Mira
Bu Mira menghempas kan tangan pak Mahendra dengan kasar
"jauh kan tangan mu dari saya.. dasar manusia jahat, dengan tega kamu menjual saya ke luar negri serta menjauh kan saya dari anak saya.. " teriak bu Mira dengan air mata sudah membasahi pipinya dan mengingat kejadian pahit yang di alaminya
"apa yang kamu bicarakan..?? " balas pak Mahendra merasa heran
" sudah lah Mahendra
sekarang di mana anak ku Daniel..??" teriak bu Mira seakan tak peduli orang orang yang hendak ke toilet melirik nya aneh
"Anak itu sudah meninggal Mira.. " kata pak Mahendra berbohong ke pada bu Mira
" apa..?? tidak mungkin kamu pasti berbohong.. " kata bu mira dengan tangis makin terisak
" terserah kalo kamu tak percaya.. tak ada guna nya juga saya berbohong.. " kata pak Mahendra
Bu mira langsung meninggalkan pak Mahendra yang masih berdiri di sana sambil terdiam memikirkan masalalunya
Bu Mira berjalan gontay dengan pikiran yang sudah kacau air mata tak henti henti nya menetes mengingat kembali kisah hidup nya yang menyakitkan dan anaknya.
Bu Mira memegangi kepalanya yang terasa pusing dan tubuhnya akhirnya oleng tapi untungnya ada seseorang yang menahan tubuh bu Mira yang ternyata adalah Devano.
Devano langsung menggedong bu Mira dan mendudukan nya di sebuah bangku yang kebetulan ada di depan toilet itu
"Ibu tidak apa apakan..?? " kata Devano sambil memberikan air putih kepada bu Mira
"tidak apa apa nak, saya cuma pusing " kata bu Mira dengan wajah pucat dan bekas air mata di wajah nya
Melihat itu entah mengapa Devano menjadi merasa sedih seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya
"maaf ya bu.. " kata Devano sambil mengelap air mata bu Mira dengan tissue
bu Mira memandang wajah Devano dan teringat lagi kepada anak nya
"kalo dia masih ada mungkin dia seusia anak ini.." gumam bu Mira
"Heh apa yang loe lakuin ke nyokap gue.. sampe nangis kaya gini ?? " Tiba tiba Steve datang dan menarik kerah kemeja Devano..
"jangan begitu Steve, dia justru yang nolong mamah, kalo ga ada dia mamah pasti sudah jatuh dan terluka.. " kata bu Mira lemas .
"makanya tanya dulu dasar anak labil.." dengus Devano kesal
"Mama ga apa apakan..?? " kata Steve khawatir dan berjongkok di depan bu Mira
"Mama pusing sekali Steve.. " kata bu Mira lemas
Datanglah pak Adijaya yang sedari tadi mencari isterinya itu
"Mah.. kok lama sekali ke toiler nya..
loh kamu kenapa mah.. ?? kata pak Adijaya sambil mendekati bu Mira,
Bu Mira yang melihat pak Adijaya langsung memeluk pak Adijaya dan tangis nya pecah di pelukan suaminya itu
"pah.. mamah pengen pulang sekarang.. " kata bu Mira sambil terisak
pak Adijaya pun menggendong bu Mira di bantu oleh Steve dan pergi meninggalkan Devano yang terlihat bersedih juga
Di kamar pak Adijaya duduk di samping bu Mira yang sedang tertidur.. dia memegang wadah yang berisi air untuk mengompres kening bu Mira yang begitu panas dan sesekali bu Mira mengigau dan menangis dalam tidurnya
"anak ku.. anak ku.. jangan ambil anak ku.. "
pak Adijaya pun mengelus rambut istrinya itu dan memandang sedih wanita yang begitu dia cintai
" Tenang lah aku ada bersama mu " ucap pak Adijaya lirih dan mencium kening istrinya
16 tahun yang lalu
Bu Mira berlari dengan mengendong anaknya dan di belakangnya sebuah mobil mengejarnya yang di kendarai oleh pak Mahendra
" Mira kembalikan anakku kita bisa bicara baik baik..! " teriak pak Mahendra dari dalam mobil tapi bu Mira tetap berlari
Bu Mira tiba di sebuah rumah kosong dan mencoba bersembunyi di sana
" Daniel.. mama akan selalu menjaga mu
mama tidak mau berpisah dengan mu nak.. " bisik Bu Mira dan mencium anak balita yang di pangkunya
" mama nyenyen.. " oceh balita itu dengan tersenyum senyum menarik baju bu Mira pertanda ia ingin menyusui
"iya sayang sebentar.. " bu Mira menyusui sambil memeluk dan menciumi buah hatinya itu
Tiba tiba seseorang memukul bahu bu Mira dengan sebilah kayu
Bu Mira pun ambruk dan jatuh pingsan
"ma.. mma ma.. " oceh balita itu sambil menangis
Seorang wanita memakai baju serba hitam memakai kaca mata hitam dan topi beserta anak buah nya mengambil anak bu Mira dia tak lain adalah bu Melinda
" kamu harus aku singkirkan secepat nya agar aku bisa menikah dengan suami mu dan hidup ku akan sangat senang dan hidup mewah dengan suamimu.. " kata bu Melinda sambil tertawa dengan liciknya padahal bu Mira setengah sadar dan mendengar kata kata ibu Melinda tapi tubuh nya tak bisa bergerak sama sekali
"bereskan dia buang dia ke tempat yang jauh atau jual dia ke luar negri lumayan kan bisa dapat uang.. " kata Bu Melinda kepada anak buah nya
"baik bos.. " kata anak buah Melinda lalu menyeret tubuh bu Mira dan membawa nya masuk ke dalam mobil dan langsung pergi
Tak beberapa lama datang lah pak Mahendra dan sangat bersyukur melihat Melinda menggendong anak nya dan menanyakan keberadaan bu Mira
Melinda pun berbohong bahwa Mira sudah pergi dari sana