A Love Story

A Love Story
Bab 53



Seorang perempuan cantik melangkahkan kaki jenjangnya masuk kedalam perusahaan Adijaya group


Penampilan perempuan itu sangat elegant ia memakai kaca mata hitam dan pakaian mewah yang serba branded, dan ia berjalan sambil mengangkat dagunya dengan pongah wajahnya terkesan congkak dan arogan,


Dia masuk kedalam lobi perusahaan Adijaya group dan melangkah masuk ke dalam lift khusus Ceo perusahaan


Seorang pegawai perempuan yang berada di meja resepsionis bernama Ria memperhatikannya lalu menegur perempuan tersebut


"Maaf Nona, lift itu hanya di pakai khusus untuk Ceo perusahaan ini, silahkan anda bisa naik lift di sebelah sana.. "ucap pegawai resepsionis itu dengan sopan sambil mengulas senyuman ramah


Namun tidak dengan perempuan cantik itu dia tampak mendelikan matanya dan mendengus marah


"Beraninya kau.. melarang ku naik lift ini.. apa kau tidak tau siapa aku..???"teriak Perempuan arrogan itu sambil berkacak pinggang dan menatap tajam kepada Ria


"Bukan begitu Nona, ini sudah peraturan yang di terap kan oleh perusahaan kami, orang yang tidak berkepentingan tidak boleh naik lift khusus Ceo perusahaan,"ucap Ria dengan hati hati dan sopan


"Heh dengar yah, aku itu bukan orang biasa, aku adalah calon istri dari Ceo perusahaan ini," kata perempuan itu dengan ketus Perempuan itu mendekati sang resepsionis dan mendorong tubuh Ria dengan kasar sampai Ria jatuh terduduk di lantai


"Aku akan memastikan kau akan kehilangan pekerjaan mu ,karena bersikap tidak sopan kepada ku.. "bentak nya sambil menujuk wajah Ria yang ada di bawah nya


Perempuan arogant itu ternyata adalah Carrisa ,setelah dia menjadi tunangan Steve tingkahnya begitu sangat sombong dan sok berkuasa seperti dirinyalah Bos besar perusahaan itu,


Dia melenggang pergi begitu saja dan masuk kedalam lift tanpa menoleh kearah resepsionis yang masih terduduk di bawah dengan wajah pucat pasi


Lalu teman perempuan itu menghampiri


"Hei kamu ga apa apa kan..?? " pekiknya sambil membantu perempuan itu bangkit


"Mati aku kak.. aku akan kehilangan pekerjaanku.." ucap Ria dengan lirih matanya sudah mulai berkaca kaca


"Kenapa sih memangnya..?? " Pegawai Senior yang bernama Dewi mengernyitkan keningnya karena belum mengerti apa yang Ria ucap kan


"Aku tidak tau kalau nona itu tunangan nya Tuan Steve Adijaya, dan memberitahu dia supaya tidak naik lift khusus CEO, dia marah dan mengancam akan membuat aku di pecat, aku takut sekali kak.. "ucap ny lagi dengan berderai air mata


" Oh maksudnya Carrisa si perempuan sok berkuasa itu ,jangan di pikirin Ri.. dia emang nyebelin banget dengan mulut pedas dan makian nya itu, tapi sebenarnya Tuan Steve tidak pernah memperdulikan dirinya Tuan Steve tidak akan mendengarkan ucapan dia tenang ajah.. " kata Dewi mencoba menenangkan Ria


***


Carrisa telah sampai di depan ruangan Steve,


Dia begitu saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu


Dan Carrisa langsung berpas pasan dengan punggung seorang perempuan yang sedang memilah berkas yang berada di sebuah rak


Carrisa terperanjat sampai bola matanya terbelalak seakan ingin keluar dari rongga matanya


"Nadia... !!!" pekik Carrisa dengan suara tercekat,


Tidak mungkin dia kan sudah lama mati, tapi postur tubuh itu dan rambutnya sama persis dengan Nadia


Batin Carrisa


Dengan tangan bergetar Carrisa mendekati Perempuan itu dan dia langsung menarik bahu perempuan itu dengan keras hingga perempuan itu langsung berhadapan dengan nya


Carrisa menghembuskan nafas lega ketika sudah melihat wajah perempuan itu yang ternyata bukan Nadia


Bukan.. ternyata bukan


Gumam batin Carrisa dengan lirih


"Ada perlu apa yah mbak.. saya sampai kaget.. " kata Cecilia sambil mengangkat sebelah alis nya karena heran dengan apa yang di lakukan Carrisa,


Tapi tunggu sepertinya wajah perempuan ini sangat familiar di mata ku, apa aku pernah bertemu dengan nya,


Seketika Cecilia memegangi keningnya yang selalu terasa pusing jika dia terlalu keras mengingat sesuatu


"Siapa kamu.. kenapa kamu ada diruangan Steve?" ucap Carrisa dengan nada sinis,wajahnya terlihat tidak senang ketika melihat seorang perempuan berada di ruangan Steve


"Perkenalkan saya Cecilia, sekretaris baru Tuan Steve" ucap Cecilia dengan tersenyum ramah, dia menjulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Carrisa


Namun Carrisa malah memasang wajah judes luar biasa dan menyilangkan tangan nya didada dengan sikap arogant


"Ga level banget aku harus berjabatangan dengan mu, " katanya ketus dengan mendelikan matanya


"Ngeselin banget nih orang.. emangnya situ siapa hah.. " Pekik Cecilia dalam hati ,tak tinggal diam Cecilia juga mendelikan matanya dengan sinis ke arah Carrisa


Memangnya cuma kau yang bisa melakukan nya gumam hati Cecilia tak mau kalah


Entah kenapa baru pertama dia bertemu dengan Carrisa ,dia sudah merasa sangat tidak suka dengan perempuan judes itu


"Berani juga dia memasang tampang melawan pada ku.. " gumam Batin Carrisa


"Jangan kurang ajar yah.. kamu tidak tau siapa aku, aku ini calon istri Steve Adijaya bos kamu.. "teriak Carrisa dengan congkak


glekk..


Jadi ini Calon istrinya...


Mata Cecilia terbelalak mendengar ucapan Carrisa


"Lihat dia ketakutan.. apa dia akan memohon maaf kepadaku " gumam Batin Carrisa dengan penuh kemenangan lalu menyungging kan seringaian arrogant kepada Cecilia


"Dasar pegawai rendahan.. " maki Carrisa dengan penuh kepuasan


Karena di luar negri sana dia adalah putri orang terpandang Mr Erlangga


"Sepertinya kau tidak pernah belajar tatakrama yah.. " geram Cecilia dengan menatap begitu tajam kepada Carrisa dan berkacak pinggang dengan sikap menantang,


Tak ada yang boleh menghina ku..pekik batin Cecilia


"Hah.. sikap kurang ajar apa ini.. " Teriak Carrisa yang sama sama geram melihat tingkah sekretaris baru Steve itu,


Ia melayangankan tangan nya menampar Cecilia dan kena telak pada pipi nya


Cecilia memegangi pipinya yang terasa panas,


Wajahnya sudah memerah karena amarah yang sudah tidak bisa ditahan lagi ,matanya membeliak menatap tajam Carrisa


"Dasar kau perempuan sinting... " teriak Cecilia, langsung menjambak rambut Carrisa dengan sangat keras


Carrisa memekik kesakitan dan membalas jambakan Cecilia, hingga terjadi lah pergulatan hebat diantara mereka


Keributan itu terdengar sampai keluar ruangan Steve sampai para Staff berkumpul menonton adegan gulat mereka


"Ayo jambak saja rambutnya, aku kirim kan tenaga dalam ku pada sekretaris Cecil... " pekik staff perempuan yang sudah lama tidak menyukai sikap Carrisa yang sok berkuasa dan aroggant


"Iya benar,, Aku juga dukung sekretaris Cecil.. " Begitu juga beberapa temannya yang juga tidak menyukai Carrisa


Brakkk..


Brukk.


Pranggg...


Satu ruangan Steve sudah tidak berbentuk lagi seperti kapal pecah akibat pertarungan antara Carrisa dan Cecilia


Carrisa sudah kewalahan mengahadapi Cecilia yang notabennya bisa melakukan taekwondo


Luka cakar ber tebaran di tangan serta wajahnya sedangkan rambutnya sudah acak acakan mengembang sepertu sapu ijuk


Hal yang sama terjadi dengan Cecilia bahkan di sudut bibirnya terlihat ada darah akibat dari tamparan Carrisa


"Ada ribut ribut apa ini...!!! " Geram suara bariton yang sangat familiar di telinga para Staff kantor itu


Suasana yang riuh ramai seketika berubah jadi hening karena para staff langsung berlarian menuju tempat kerja nya masing masing


Steve dan asisten nya datang setelah melakukan meeting di luar perusahaan


Steve hendak memasuki ruangan nya, tapi langkahnya tersekat karena melihat ruangan nya yang selalu tertata rapi, berubah menjadi sangat berantakan


Steve juga melihat Carrisa dan Cecilia yang masih bertengkar dan saling memaki


" Apa apan ini..!! " teriak Steve dengan sorot mata yang tajam , Teriakan Steve membuat dua perempuan itu berhenti sejenak


" Steve lihat, apa yang di lakukan oleh sekretaris baru mu pada ku..!! " Carrisa langsung berlari dan merangkul Steve dengan tangisan yang di buat sedramatis mungkin , Carrisa menujukan bekas bekas cakaran di tangan dan wajahnya kepada Steve


Sedangkan Cecilia berdiri dengan menundukan wajahnya


"Jika dia benar calon istri Steve maka habis lah aku, " pekik Batin Cecilia menyesali kebodohan yang terbawa emosi karena kelaukan menyebalkan Carrisa


"Kenapa kalau kau datang,selalu ada saja keributan di kantor ini..." kata Steve datar tapi tidak menepis pelukan Carrisa


"Dia yang mulai Steve, beri dia hukuman atau pecat saja dia..." pekik Carrisa dengan sedramatis mungkin dan menunjuk Cecilia yang tidak bisa berkutik


" Oke aku akan mengurusnya..


Sebaiknya kau pulang saja,lain kali jika ada perlu kau bisa menelpon ku dan kita bicara di luar perusahaan.. " ucap Steve tidak ingin menambah keributan lagi


" Iya.. " ucap Carrisa mengangguk


"Tapi kau harus janji akan ikut dengan ku ke butik untuk mencoba baju couple kita.. "rengek Carrisa dengan manja


" iya iya... " ucap Steve dengan malas, tidak mau Carrisa memperpanjang masalah ini


"Aku mau ke dokter kulit ku, tapi aku ingin ada yang mengantar..." rengek Carrisa lagi sambil meringis dan menujukan luka bekas cakaran yang di biat Cecilia di wajahnya,


" Oke.. Hariss antar Carrisa bertemu dokter kulitnya.. " ucap Steve tegas memerintah kepada asisten yang ada di sampingnya


" Baik,Tuan.." ucap Harris dengan menundukan kepalanya,


Lalu ia mengajak Carrisa pergi, Carrisa menatal nanar karena Steve tidak mengerti dengan keinginanya ,dengan lemah Carrisa berjalan bersama Harris asisten pribadi Steve


Setelah kepergian Carrisa dan Harris,


Steve menatap tajam kearah Cecilia yang sedari tadi diam saja


" Ikut aku.. " ucap Steve tegas sambil berjalan menuju ruangan lain


"Mau apa Tuan Steve.. " ucap Cecilia dengan waswas


"Untuk memberikan hukuman pada mu.. " ucap Steve lagi tanpa berbalik


"Mati aku.. apa aku akan di pecat hari ini .. " gumam Cecilia dengan lirih


Bersambung...