
Denting jam dinding yg memecah kesunyian di ruangan kepala sekolah membuat Nadia yang sedari tadi panik karna tak tau apa kesalahan nya semakin risau..
"Bu apa saya membuat kesalahan..?? "kata Nadia yang gusar merubah ubah posisi duduknya, ibu kepala sekolah tersenyum
"Tidak Nadia. sebenarnya saya ingin memberi tahu kamu bahwa ada pertukaran pelajar antar sekola ini dengan sekolah xxxx dan saya memilih kamu yang akan menjadi wakil karna kamu siswa yang berprestasi Dan ada keuntungan juga buat kamu, nanti kamu akan dapat beasiswa dan uang saku, kalau nilai kamu selama di sana banyak meningkat, mengingat sekolah tersebut adalah sekolah elit di kota ini, kamu beruntung karna pasilitas di sekolah itu sangat memadai"
"Syukurlah saya ga di keluarkan.
Saya senang sekali tapi...." Nadia merasa ragu ragu karna mungkin lingkungan di sekolah barunya berbeda dengan sekilah nya ini
"Kamu bisa memikirkannya lagi karena waktu nya masih seminggu, tapi ibu saran kan kamu mau karna itu menjamin pendidikan kamu " kata ibu kepala sekolah
"Kalau begitu saya mau bu"
"Ya sudah kalo begitu nanti saya siapkan berkasnya.. "
Nadia keluar dari ruangan kepala sekolah dengan wajah bingung karna satu sisi dia dapat beasisiwa dan uang saku jadi dia tak perlu Bekerja terlalu keras karna memang Nadia selama ini bekerja di berbagai tempat yang berbeda untuk mendapatkan uang untuk keperluan hidup nya dan membayar kostan nya, tapi di sisi lain dia akan rindu teman-teman nya ,suasana sekolah nya, dan dia juga mendengar kabar seliweran bahwa anak anak yang bersekolah di SMA elit itu merupakan anak anak dari pengusaha kaya dan mereka sangat sombong juga angkuh
"Aku pasti bisa melakukannya semangat Nadia..!! " kata nya menyemangati diri sendiri.
Di suatu caffe yang selalu di buat nongkrong anak muda di malam hari jam menunjukan pukul 08.00 di sana terlihat Nadia yang sedang menyajikan minuman seperti kopi, jus dll yang memang menjadi menu caffe tersebut
Dengan cekatan Nadia melayani pelanggannya yg hari itu agak rame sesekali kadang ada pemuda yang menggodanya tapi Nadia tidak mengubris sama sekali karna tujuannya adalah kerja dan mencari uang halal untuk menyambung hidup nya
"Mbak pesen coffelatte nya tiga " kata seorang laki laki bersama kedua temannya
Nadia langsung membuatkan pesanan laki-laki tersebut tak lama selesai, lalu menyuguhkan di meja ke tiga laki-laki yg sepertinya setahun lebih tua darinya atau kakak kelasnya
"Silahkan pesanan nya " kata Nadia ramah
Saat nadia akan pergi salah satu laki-laki memegang tangan nya
"Cantik banget sih kamu , dari pada jadi pelayan caffe mending jadi pelayan ku"
katanya dengan wajah menggoda menggigit bibirnya sendiri
"Maaf mas saya bukan orang seperti itu" kata Nadia yang tahu apa yang di maksud laki-laki itu sambil mencoba melepaskan pegangan tangan laki-laki tersebut
"Jangan macam macam kalian.. " teriak Nadia sambil menahan tangis
"Aku suka muka galak kamu jadi terlihat seksi. " kata laki-laki yg masih memegang tangan Nadia mencoba mengusap pipi Nadia yang sudah basah oleh air mata
"Brugg.. "
Tiba tiba laki-laki itu terguling karena ada seseorang yang menendang nya dari belakang hingga dia terbentur meja,
"Kurangajar "
Teriak laki laki itu mencoba berdiri dan memukul seseorang yang tadi menendang nya tapi pukulannya hanya terkena angin karena orang itu menghindar, malah dia yang kena jotos lagi
Kedua teman laki laki itu mencoba membantu dengan mengkeroyok orang itu tapi mereka terpental dan menabrak kursi hingga kursi hancur
Nadia terjatuh kaget melihat peristiwa itu
"jangan loe perlakukan cewek kaya gitu " Teriak orang tersebut
Ke tiga laki-laki itu bangkit dengan wajah babak belur
"Siapa loe berani banget
Tunggu pembalasan ku nanti.. " teriaknya
Orang itu berkacak pinggang dan tersenyum seram
" Gue STEVE ADIJAYA "
Mendengar nama itu ketiga laki-laki itu panik ketakutan langsung berlari keluar dari caffe
### Terima kasih sahabat readers sejati
jangan lupa like dan komen agar saya tambah semangat 💖💖💖