
Kamar Steve terlihat begitu acak acakan setelah dia mengamuk menghancurkan barang barang yang ada di kamar nya
Steve duduk di depan pintu kamarnya karena kelelahan karena tak berhenti berteriak meminta di keluarkan
Steve mengacak ngacak rambut nya sendiri prustasi karena hampir sore hari ia masih di kurung di kamarnya, handphone nya pun di rampas hingga dia tak bisa menghubungi Nadia sama sekali
Steve begitu menghawatirkan keadaan Nadia yang begitu mengkhawatirkan saat dirinya di bawa paksa oleh bodyguard pak Adijaya
Hampir satu minggu berlalu Steve di kurung di kamarnya hingga sekolah pun tak di ijin kan karena pak Adijaya tak ingin Steve bertemu dengan Nadia lagi gadis yang menurutnya begitu rendahan dan tidak pantas untuk Steve setelah hasutan hasutan Carrisa yang memberikan foto dan setelah melihat video asusila Nadia membuat nya semakin benci kepada Nadia menganggap Nadia gadis murahan yang munafik
Suara ketukan pintu membuat bu Mira terkaget karena ia saat itu sedang melamun memikirkan Steve dan pak Adijaya yang sama sama keras kepala
Bu Mira melangkah menuju pintu lalu membukanya dan yang datang ternyata adalah Carrisa
"Selamat siang tante.. " kata Carrisa dengan ramah dan langsung mencium tangan bu Mira
"Siang juga Carrisa ayo masuk.. " balas bu Mira mempersilahkan Carrisa masuk
Mereka pun duduk di sofa ruang tamu
"Tante seperti biasa Carrisa datang kesini mau ngasih buku catatan pelajaran buat Steve.." kata Carrisa sambil memberukan tas berisi buku buku pelajaran
"Terimakasih sekali sayang.. maaf tante ngerepotin kamu terus " kata Bu Mira begitu senang sambil mengelus kepala Carrisa dengan penuh kasih sayang
" Ngga ngerepotin kok tante aku seneng banget karena bisa membantu Steve.. " kata Carrisa mencoba tersenyum semanis mungkin
"Kalau bukan karena Steve gak sudi banget gue cape cape nulis mana tangan gue pegel banget lagi semoga aja tante Mira tersentuh karena ini terus jodohin aku dengan Steve" gumam Carrisa
Hampir setiap hari sepulang sekolah Carrisa selalu mengunjungi Steve untuk memberikan hasil catatan pelajaran nya kepada Steve, hal itu dilakukan supaya menarik hati pak Adijaya dan bu Mira agar semakin menyukainya dengan perkataan manis tapi berbisa yang begitu licik memutar balikan fakta supaya orang tua Steve makin membenci Nadia
"Tante boleh ga Carrisa melihat ke adaan Steve, Carrisa Khawatir banget sama Steve "
"Silahkan tapi pintu kamar akan di kunci karena papah Steve memerintahkan harus seperti itu supaya Steve tak bisa kabur lalu menemui gadis yang bernama Nadia itu
Tante bingung sekali karena Steve dan papahnya selalu bertengkar setiap hari ketika membahas gadis itu" kata Bu Mira dengan raut wajah sedih dan mata mulai berkaca kaca
"Sabar tante.. aku turut prihatin.. sepertinya kehadiran Nadia membuat kekacauan dalam keluarga tante.. tante harus hati hati kepada Nadia karena wajah nya selalu menipu padahal dia tak sepolos yang kita bayangkan.. " kata Carrisa merangkul bu Mira untuk menenangkan nya tak lupa juga menghasut bu Mira dengan kata kata nya yang berbisa
"Iya Carrisa terimaksih sudah mengingatkan tante.. " kata bu Mira mulai tersenyum kembali
"Kalau begitu Carrisa mau lihat Steve dulu tante "
"iya silahkan sayang.. "
Carrisa berjalan naik ke atas tangga dan melihat kamar Steve yang di jaga oleh 2 orang pria berpakaian serba hitam
Lalu Carrisa memerintahkan agar mereka membuka kunci pintu
setelah pintu terbuka Carrisa langsung masuk ke dalam kamar dan pintu pun di kunci kembali dari luar
Carrisa tampak terkejut melihat keadaan kamar Steve yang begitu acak acakan seperti kapal pecah dan di tambah ke adaan Steve yang begitu muram dengan rambut acak acakan serta badan yang terlihat sedikit kurus dan duduk di di lantai sambil bersadar ke tempat tidurnya
"Steve.. " panggil Carrisa dengan suara lirih tak dipungkiri dia merasa begitu khawatir melihat keadaan Steve yang seperti itu
Carrisa berjalan mendekati Steve dan berjongkok lalu mengusap lembut pipi Steve yang tak menyauti panggilan nya ia seperti sedang melamun memandang kosong ke langit langit kamarnya
"Pergi.. " kata Steve datar sambil menghempas kan tangan Carrisa dengan kasar
"Aku ga mau pergi.. aku bawa buku catatan ku supaya kamu bisa belajar lagi.. "kata Carrisa lembut
"Ngga Steve aku malah sedih lihat kamu seperti karena memikirkan Nadia.. " kata Carrisa yang merasa kesakitan dengan cengkaraman Steve
"Bohong.. apa kamu juga yang menyebarkan video itu supaya aku dan Nadia tak bisa bertemu seperti ini.. " Teriak Steve lagi cengkraman nya semakin kuat ke bahu Carrisa
"Tidak Steve aku mungkin kesal kepada Nadia tapi aku ga sejahat itu aku juga bersedih dengan kejadian yang menimpa Nadia " kata Carrisa dengan suara sendu mulai menangis dihadapan Steve
"Maaf kan aku karena tidak bisa mencegah orang orang itu hingga mereka menyakiti Nadia
aku juga perempuan aku merasa iba aku berpikir bagaiman kalau kejadian itu terjadi sama aku bagaimana mungkin aku melakukan hal sejahat itu
Aku menyesal karena tak bisa membantu Nadia saat itu.." Carrisa mulai bersandiwara dengan tangisan palsu nya yang makin terisak wajah nya tertunduk seakan benar benar memperdulikan Nadia
Steve pun langsung melepaskan cengkraman nya melihat Carrisa menangisi kejadian yang terjadi pada Nadia
"Sorry sorry aku hampir kehilangan akal ku karena di kurung di sini.. aku pengen ketemu dengan Nadia
aku sangat kesal karena aku tak bisa membantu Nadia saat ini untuk menenangkan nya dan mencari orang yang telah menyebarkan video itu " kata Steve mulai tertipu dengan sandiwara Carrisa
"Ngga apa apa Steve.. aku juga akan berusaha mencari siapa orang yang menyebarkan video Nadia itu " kata Carrisa lagi untuk meyakin kan Steve
"Benarkah kamu akan mencari nya " teriak Steve kegirangan mulai menatap Carrisa penuh harap
"Tentu .. aku akan berusaha keras mencari orang itu.. " kata Carrisa menyakinkan Steve untuk semakin percaya pada nya
"Terimakasih Carrisa sekarang hanya kamu yang bisa kuharapkan.. " kata Steve senang mulai bersemangat kembali tak sadar ia memegang kedua tangan Carrisa dengan erat
"Tapi ada syaratnya.. kamu harus ber semangat kembali seperti Steve yang dulu yang begitu liar seperti singa kelaparan walaupun kerja nya hanya mengganggu orang lain sampe berantem sama orang orang " kata Carrisa mencoba menghibur Steve
"Bisa aja kamu aku memangnya aku begitu menakutkan seperti singa..??" kata Steve merasa kesal
"Dulu.. sekarang kamu mirip anak kucing yang membutuhkan induknya.. " kata Carrisa meledek Steve sambil memperagakan badan seperti kucing kecil yang meringkuk ketika ada musuh mendekatinya
"Apa kamu bilang... sini kamu biar di cakar kucing kecil ini.. " teriak Steve mulai mengejar ngejar Carrisa seperti anak kecil
usaha Carrisa pun berhasil Steve mulau tertawa kembali dan terlihat begitu tampan di mata Carrisa aura muram berubah menjadi ceria
"Kamu janji kan selama aku terkurung disini kamu akan mencari orang itu dan menjaga Nadia..??" kata Steve sambil menatap Carrisa penuh harap
"Iya aku akan berusaha.. " kata Carrisa berpura pura
"Terimakasih Carrisa ternyata kamu gadis yang baik " kata Steve sangat senang sakali
"Tapi bohong Steve.. aku justru akan membuat Nadia lebih menderita.. " gumam Carrisa sambil tersenyum licik merasa sudah berhasil menipu Steve
Bu Mira yang hendak menghantar Makanan berdiri di depan pintu kamar dan mendengar suara tertawa Steve dan Carrisa
"Syukurlah Steve mulai ceria kembali berkat adanya Carrisa.. Carrisa memang gadis yang baik
aku harus membuat mereka semakin dekat" gumam bu Mira merasa bahagia dan tersenyum senang
***
####Terimakasih sudah berkenan mampir untuk baca tulisan ku
jangan lupa like, komen dan juga vote untuk mendukung karya ku agar semakin berkembang 😍😍😍💖💖💖💖💖💖#####