A Love Story

A Love Story
Bab 52



Angga sudah merasa tidak tenang serta kekhawatiran terpancar di wajah nya


Sesekali ia menatap jam dinding yang berada di ruang kerja pribadi Pak Erlangga


"Pulang lah! kau tidak perlu menunggu lagi,"ucap Pak Erlangga dengan masih berkututat dengan laptop nya ia duduk bersila dengan santai di soffa panjang dengan mengenakan baju rumahan


"Tapi tuan , nona Cecil belum juga pulang,apakah saya perlu menjemputnya??"ucap Angga setengah berharap Pak Erlangga segera memerintahkan nya menjemput Cecilia


"Tak perlu, dia bersama dengan orang yang tepat yang tak mungkin menyakiti dia, Semoga saja dengan begini... ingatan nya akan kembali," ucap Pak Erlangga dengan tenang


Sementara Angga sudah tidak bisa berdiam diri dan ingin segera menjemput Cecilia


"Tapi tuan aku khawatir dengan ... " kata kata Angga tersekat karena Erlangga mulai menatapnya


"Kau tidak perlu terlalu jauh ikut campur dengan urusan putri ku, ingat kedudukan mu Angga, kau lah salah satu penyebab putri ku tak bisa bahagia dengan orang yang ia cintai.. " kata Pak Erlangga menatap tajam Angga yang langsung tertunduk


"Itu lah kesalahan yang saya sesali seumur hidup saya.. tuan.. "ucap Angga lirih


Ingatan tentang apa yang dia lakukan dulu muncul di benak Angga dan awal mula Angga bekerja dibawah perintah pak Erlangga


flash back on


Angga sudah babak belur dan mengeluarkan darah segar dari mulut nya, serta luka lebam di sekujur tubuh nya, ia terikat kuat di sebuah ruang penyiksaan,dengan anak buah Pak Erlangga yang terus saja menghajar Angga karena dia yang membuat video tak senonoh Nadia yang tersebar luas di dunia maya


Pak Erlangga menatap tajam Angga yang sudah tak berdaya


"Ampun tuan.. ampuni saya.. "Angga memohon dengan suara yang sudah lemah menahan kesakitan yang mendera tubuhnya


"Ini tidak seberapa di bandingkan dengan penderitaan yang di alami oleh Nadia, apa kau tau dia berniat mengakhiri hidup nya sendiri.. karena video menjijikan yang twlah kau buat bersam gadis jahat itu.. " wajah kelam pak Erlangga seolah ingin menerkam Angga bulat bulat


"Ampun tuan saya menyesal..."ucapan Angga mulai melemah


"Dengan mudah nya kau bilang menyesal,setelah apa yang kau lakukan pada putri ku kau mengambil kehormatan dan membuat putri ku di hujat orang orang...!! "


"Pengawal Cambuk dia..!!" teriak pak Erlangga memerintah kepada anak buah nya, dengan cepat anak buah pak Erlangga menuruti perintah bosnya dan mencabuk Angga tanpa belas kasihan


"Ampun ampun... "lenguh Angga dengan kesakitan yang teramat sangat melanda dirinya


"Sa ..saya tidak mengambil kehormatan putri anda tuan.. saya hanya mengedit Video.. su.. su paya terlihat nyata.. " kata Angga lemah setengah berbisik karena hampir kehilangan kesadaran


"Tuan.. aku terpaksa.. melakukkan semua itu.. ka..ka..kaarena aku butuh uang.. untuk biaya rumah sakit ibu saya tuan.. " ucap Angga terbata bata sambil menahan sakit dari luka cambukan yang mengucurkan darah


pak Erlangga menatap wajah Angga yang sudah babak belur dan mencari kejujuran dari matanya


"Bohong.. !!"teriak pak Erlangga


"Sumpah demi ibu ku, aku tidak berbohong tuan... aku tidak mengambil kehormatan gadis itu,"ucap Angga lirih,membuat pak Erlangga berniat menghentikan siksaannya


"Hari ini kau ku ampuni... tapi esok hari aku akan datang kemari untuk menghajar mu lagi, "Kata pak Erlangga seraya memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan Angga dari ikatan nya


"Tapi kau tak akan bisa kabur dari ku, karena aku akan mencari ibu mu dan membuatnya tiada lagi di dunia ini.," ancam pak Erlangga dengan mencengkram dagu Angga yang berlumuran darah, mata Angga terbelalak mendengar ancaman pak Erlangga yang akan menyakiti ibu nya,serta merta Angga bersimpuh di kaki pak Erlangga


"Tidak,tuan kau boleh melakukan apa saja kepadaku, atau membunuh ku, tapi tolong jangan sakiti ibu ku, dia satu satu orang yang aku sayangi"tangisan Angga berubah jadi raungan memilukan,membuat sedikit rasa iba muncul di hati pak Erlangga


"Baik lah, tapi kau harus menjadi budakku dan membalas dendam kepada orang orang yang menyakiti putri ku,


"Tapi tidak sekarang, aku akan membuat hidup gadis itu lebih menderita hingga dia lebih memilih untuk mati,"


"Ba- baik tuan.. apa pun yang kau ingin kan "ucap Angga terbata bata


****


Di sebuab ruangan ICU. terbaring sosok tubuh seorang gadis yang keadaan nya memprihatinkan, Hidupnya hanya tergantung dari mesin mesin yang menunjang untuk menjaga detakan jantung nya tidak berhenti,


Keadaan gadis itu terlihat menyedihkan, tubuhnya memar,membiru dan seluruh wajah yang ditutupi perban dengan luka bekas operasi di kepalanya,


Angga dan pak Erlangga menunggu di balik kaca bening pemisah ruangan rawat sang gadis


Angga menatap lekat tubuh gadis malang yang berbaring dengan segala alat alat penunjang kehidupan menempel pada dirinya dan setitik rasa penyesalan menyeruak di hatinya membuat rasa sesak yang tak berperi , karena dia sangat berdosa kepada gadis malang itu


Pak Erlangga mencoba tetap tegar menyembunyikan kesedihan di wajahnya


"Dia lah Nadia, putri ku,yang hidupnya kau hancurkan dengan membuat video menjijikan ,tidak kah kau merasa iba kepadanya sekarang," ucap pak Erlangga datar


"Aku sungguh sangat menyesal tuan, jika aku bisa, aku ingin menggantikanya mengalami hal ini,"ucap Angga lirih menatap nanar kepada Nadia yang tergolek tak berdaya


"Jika ku pikir aku sama jahatnya dengan mu, aku juga membuat hidup putri ku sendiri menderita, andai waktu bisa berulang kembali, "ucap pak Erlangga dengan tidak lagi menyembunyikan perasaan nya bibirnya bergetar dan setitik air mata mengalir membasahi pipinya


"Papah menyesal karena meninggalkan mu Nadia, maafkan papah,Nak"ucap pak Erlangga mulai menasik tersedu sedu


Tiba tiba Salah satu alat penunjang hidup menunjukan detak jantung Nadia meningkat, diikuti gerakan dari jari telunjuk Nadia


pak Erlangga melihatnya dan langsung melonjak kager dan memanggil dokter unthk memeriksa keadaan Nadia


****


Mata Nadia mulai mengerjap ngerjap, karena kesilaunan dan perlahan terbuka dan menatap sekeliling dan menmukan pak Erlangga bersama Angga berdiri dihadapan nya


"Akhirnya kau sadar juga, putriku"ucap Pak Erlangg dengan tangis sesenggukan


sedang kan Nadia menatap heran,


dan berusaha mengucapkan sesuatu namun lidah nya kelu,ia hanya menatap dengan penuh kebingungan


"Ini papah,nak,"pak Erlangga mengerti dengan tatapan penasaran Nadia


"Pa_pah.."ucap Nadia perlahan sambil terbata bata


"Iya, aku papah mu, aku papah mu, "Tangis sesenggukan pak Erlangga makin mengeras, "Terimakasih Tuhan..!! "tak henti hentinya ia berucap syukur


Pak Erlangga memeluk dan menciumi kening Nadia, yng terlihat masih bingung..


sedangkan Angga hanya diam terpaku dengan perasaan yang bercampur aduk, melihat Nadia telah sadar,


"A_aku siapa.. ke.. kenapa aku tidak mengingat apa pun...?" ucan Nadia. dia berusaha keras mengingat sesuatu


"Akhhh.... " Nadia merasakan sakit yang teramat sangat pada kepalanya, dia menangkup kepalanya kuat kuat


"Sudah jangan terlalu memaksakan untuk mengingat sesuatu.. tidak apa apa,nak, papah akan memberitahukan semuanya tentang diri mu" ucap pak Erlangga sambil memeluk Nadia kembali


Nadia hanya mengangguk dan pasrah, lalu pandangan nya bersirobok dengan tatapan Angga yang terlihat sangat sedih dan penuh penyesalan ,


Sejak saat itu pak Erlangga membawa Nadia pindah keluar Negri dan memberikan identitas baru kepada Nadia yang telah berubah rupa


Operasi plastik terpaksa dilakukan karena wajahnya yang hancur akibat terlalu lama tenggelam dalam air,


Dan Angga yang telah bersumpah kepada dirinya sendiri bahwa dia akan melindungi Nadia yang sekarang menjadi Cecilia untuk menebus kesalahan nya dan juga membalas budi karena pak Erlangga telah membiayai pengobatan penyakit jantung ibunya


Flashback of


Dering ponsel Angga berbunyi hingga menyadarkan lamunan Angga


Angga buru buru mengakat nya ketika melihat Cecilia yang menelpon


"Aku akan segera menjemput mu, nona "Angga lalu menutup telpon,


Angga terlebih dulu membungkukan badan memberi hormat pada pak Erlangga, lalu melangkah pergi untuk menjemput Cecilia